– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 14 –


– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 14 –

0o0o0o0o0o0o0

.

.

Tubuh itu sudah nampak tenang dalam dekapannya. Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah Sungmin yang nampak tengah tertidur dan bersandar di bahunya.

Kyuhyun menatap sendu wajah cantik yang begitu damai tersebut.

Pemuda berwajah stoic itu kembali merasakan airmatanya sudah kembali mulai muncul di pelupuk matanya.

Ya Tuhan, sungguh.. Kyuhyun bukan pria yang dengan mudah mengeluarkan airmata. Tapi entah kenapa jikalau itu berkaitan dengan Sungmin, Kyuhyun tak bisa menahannya.

Pemuda itu bergerak sedikit untuk mengecup lembut puncuk kepala Sungmin cukup lama.

Sudah 1 jam mereka berdua disini. Di dalam kamar Kyuhyun. Menangis bersama.

Kyuhyun melepaskan kecupannya perlahan.

Pemuda itu tersenyum miris mendapati takdirnya kenapa harus seperti ini? Dirinya hanya sekali jatuh cinta dengan seorang wanita, tapi kenapa Tuhan sudah begitu berat memberikan dirinya cobaan seperti ini?

Dari dulu hingga sekarang hanya Sungmin yang ada di hatinya. Tak ada yang lain. Bertahun-tahun hidup bersamanya membuat rasa cinta itu kian tumbuh semakin besar.

Dan apa yang akan terjadi? Ayahnya mengharapkan dirinya untuk meninggalkan Sungmin? Jangan gila. Karna itu bisa membuatnya benar-benar gila.

Dulu, 3 tahun yang lalu. Sebelum dirinya bertemu dengan Sungmin. Kyuhyun hanya sesosok anak lelaki yang kesepian. Memandang hidupnya sedatar permukaan kertas. Tapi saat matanya menemukan sosok itu, sosok yang entah kenapa tiba-tiba muncul di hadapannya, Kyuhyun merasakan hidupnya akan makin berwarna.

“Kau itu nyawaku, bagaimana bisa aku melepaskan nyawaku sendiri?”

Kyuhyun bergumam pelan dalam kesunyian. Tangan kanannya membelai rambut Sungmin dan tangan kirinya menggenggam tangan gadis itu.

“Apa.. Apa aku berbuat kesalahan saat itu?” Suara Kyuhyun kembali bergetar.

Pemuda tampan itu merasakan bola matanya mulai mengembun.

“Jika saja aku tak datang ke Panti saat itu, dan bertemu denganmu. Apa mungkin sekarang kau sedang menangis dan menahan rasa sakit ini?”

Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada kepala Sungmin. Pemuda itu tersenyum miris.

“Tidak, mungkin saja kau sedang tersenyum bahagia saat ini kalau saja saat itu kita tak bertemu.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Takdir, takdirnya dan Sungmin begitu menyakitkan.

“Appa bilang kau adikku. Aku tidak peduli kau siapa. Yang jelas, aku ingin selamanya bersamamu. Memelukmu dan menjadi satu-satunya tempat kau bersandar. Kau.. Kau benar-benar sudah menjadi nyawaku.”

Kyuhyun menatap ke depan dengan pandangan menerawang.

Pandangannya kosong.

Benar-benar kosong.

CKLEK

Seketika Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Pemuda itu menoleh ke arah pintu yang nampak sudah terbuka.

Pemuda itu cukup lama menatap sosok yang tengah berdiri di pangkal pintu kamarnya itu. Bibirnya sedikit mengulas senyuman tipis untuk menyapa sosok tersebut.

“Omma?” Panggilnya pelan.

Ny Cho menatap Kyuhyun dan Sungmin disana dengan sendu. Wanita paruh baya itu juga nampak tak kuasa menahan airmatanya saat itu.

Ny Cho buru-buru memutuskan kontak matanya dengan sang Putra, nampak tak bisa menahan airmatanya kala dirinya masih bersikeras memandang sosok rapuh buah hatinya itu.

“Turunlah, Appamu ingin berbicara.”

Kyuhyun menegang pada posisinya. Jantungnya berdegup gugup.

Dan tanpa dirinya sadari, Kyuhyun kian menggenggam erat tangan Sungmin saat itu.

Membuat Ny Cho yang memandang kedua tangan yang bertaut itu kian merasa sedih.

“Hanya kau, tanpa Sungmin. Sepertinya dia juga masih tertidur. Turunlah Kyuhyun-ah.”

Pemuda itu menatap sang Ibu dengan pandangan yang sulit diartikan. Yang jelas, itu adalah pandangan yang mampu membuat seorang Ibu menangis melihat ‘luka’ yang dialami anaknya.

Kyuhyun pada akhirnya mengangguk saat itu. Melihat itu pun membuat sang ibu sudah kembali berlalu dari hadapannya.

Pemuda itu kembali menolehkan wajahnya menghadap Sungmin.

Kyuhyun mengangkat kedua sudut bibirnya kembali tersenyum memandang Sungmin.

“Tidurlah dengan nyenyak, aku akan kembali.”

.

.

Kyuhyun duduk dengan kepala tertunduk saat itu. Di hadapannya saat ini sudah ada kedua orangtuanya. Sudah 10 menit mereka hanya diam dan tak mengeluarkan bahan pembicaraan lainnya.

Sosok lelaki paruh baya disana juga nampak memasang wajah sendunya menatap sang Putra yang terlihat tak berdaya di hadapannya.

Dia, sangat menyayangi putranya.

“Sungmin sedang tidur?”

Sebuah pertanyaan yang pada akhirnya akan menjadi pemulai percakapan kali ini terdengar sudah.

Untuk pertama kalinya Kyuhyun mendengar suara berat itu akhirnya keluar, suara ayahnya.

“Ya,” Ucap Kyuhyun singkat.

Lagi, kondisi disana kembali hening.

Tuan Cho yang ada disana menatap Kyuhyun dengan ekspresi datar, sedangkan yang ditatap masih nampak menundukkan wajahnya.

“Baiklah, Appa akan langsung saja, kau.. Sudah tahu kan apa yang akan Appa bicarakan?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan memandang sendu sosok pria yang begitu dirinya hormati tersebut.

Tuan Cho agak sedikit tersentak melihat bola mata Kyuhyun yang merupakan hasil warisannya itu nampak berkaca-kaca.

“Aku mencintai Sungmin, Appa.”

Kyuhyun mengatakan kalimat itu tanpa jeda. Matanya menatap sang ayah dengan pandangan kesakitan.

Kyuhyun sedikit merasakan kesulitan saat berbicara saat itu, pemuda itu takut kalau isakan yang pada akhirnya keluar dari bibirnya.

“Kalau Appa hanya ingin memintaku untuk meninggalkan dan melepaskannya. Lebih baik bunuh saja aku.”

“CHO KYUHYUN!” Bentak tuan Cho merasa tidak begitu menyukai perkataan putranya tersebut.

Sedangkan itu Ny Cho yang juga ada disana hanya mampu diam dan tak tahu harus berkata apa.

“Appa tidak sehina itu untuk membunuh putra sendiri Kyu, mengertilah keadaannya.”

Kyuhyun mencengkram erat telapak tangannya saat itu. Pemuda itu agak nampak mengerjapkan kedua matanya guna menahan cairan bening itu agar tak lolos dari matanya.

“Kenapa? Kenapa Appa tidak bisa menerima Sungmin?” Tanya Kyuhyun dengan suara tertahan.

Tuan Cho diam beberapa saat. Pria paruh baya itu nampak kembali memandang sang putra dengan sendu.

“Dia adikmu.”

Kalimat yang singkat.

Kyuhyun tersenyum miris mendengar jawaban sang Ayah.

“Tidak ada hubungan darah, Appa.”

“Semua sudah tahu kalau dia adikmu, dia tinggal serumah dengan kita selama ini. Apa yang akan dipikirkan orang kalau kau menikahi Sungmin?”

Kyuhyun menatap lekat pria paruh baya itu tanpa berkedip, sungguh, dirinya tak menyangka alasan seperti itu yang akan keluar dari mulut sang Ayah.

“Appa hanya memikirkan pandangan Sosial?” Tanya Kyuhyun tak habis pikir.

“Dan pandangan sosial itulah yang akan menyakiti Sungmin. Apa kau bisa menghalau persepsi negatif orang-orang?”

Kyuhyun terdiam saat itu, ingatannya kembali mengingat saat dimana semua orang mencibir Sungmin di sekolah.

Benar, pandangan sosial akan menyakiti Sungmin lebih lagi dari ini. Tapi..

“Tidak, mau bagaimanapun juga aku tidak bisa melepaskannya. Aku sangat mencintainya, Appa. Kumohon mengertilah.”

Kyuhyun berujar begitu memohon saat itu. Membuat Tuan Cho kian menatap sendu sang putra.

“Aku.. Tidak yakin akan bisa hidup dengan baik kalau tidak ada Sungmin. Aku ingin melepasnya kalau itu memang akan membuatnya bahagia, tapi.. Aku.. Aku tidak bisa, Appa. Aku tidak sanggup melepasnya. Aku tahu aku egois, karna aku ingin dia ada padaku, tapi.. Kumohon mengertilah.”

Tuan Cho menarik nafas panjangnya saat itu. Mendengar penuturan Kyuhyun, membuatnya merasa begitu jahat.

“Appa sangat menyayangi kalian Kyu.. kau dan Sungmin adalah anak Appa. Tapi, untuk melihat kalian menikah sungguh hal yang sulit dipercaya. Kalau tahu kau akan mencintainya seperti ini, Appa tidak akan membawa Sungmin saat itu ke rumah kita dan menganggapnya anak dan jika itu terjadi, Appa tidak mempunyai alasan untuk menyuruhmu meninggalkannya seperti sekarang. Tapi sekarang apa yang terjadi? Dia.. Adikmu Kyu. Dan orang-orang tahu akan itu.”

Mendengar ucapan sang Ayah, Kyuhyun menutup wajahnya frustasi saat itu.

Entah kenapa dia merasa putus asa untuk bisa meyakinkan ayahnya kalau hanya Sungmin yang bisa membuatnya bertahan hidup.

“Aku tidak bisa, pendirianku tetap sama. Sampai matipun aku tidak akan melepaskannya Appa.”

“Walau kau kehilangan kami? Walau kau kehilangan orangtuamu?”

DEG

Kyuhyun merasakan dadanya tersentak kuat.

Kenapa.. Kenapa Appanya bertanya seperti itu?

“Kau.. Lebih memilih Sungmin daripada Appa-mu?”

“CUKUP Cho Hankyung!”

Teriakan Cho Heechul membuat kedua lelaki disana tertegun.

Heechul menatap geram sosok sang suami disana dengan tajam.

“Kau sudah kelewatan kali ini, aku tahu kau menyayangi Kyuhyun tapi bisakah kau melepaskannya bersama Sungmin agar dia bahagia?” Suara Heechul benar-benar tengah terengah-engah saat itu.

Wajah cantiknya nampak menatap geram ke arah sang Suami. Membuat Hankyung yang disana terdiam tak bereaksi.

Heechul mulai menstabilkan emosinya. Wanita itu nampak sudah sedikit merubah ekspresi wajahnya.

“Kumohon restui mereka, Han.” mohon Heechul.

Kyuhyun tersentak kaget saat mendapati sang Ibu tengah bersujud di kaki sang Appa. Memohon untuknya.

Hankyung dan Kyuhyun kian terpaku melihat itu.

“Yeobo..” Lirih Hankyung.

“Kumohon, biarkanlah putramu bahagia.” Mohon Heechul lagi.

Nada ucapan Heechul benar-benar nampak tengah memohon. Membuat Hankyung menatap iba ke arah wanita yang sangat dicintainya itu.

Sedangkan itu, Kyuhyun menggigit bibir bawahnya melihat apa yang tengah dilakukan oleh sang Ibu untuknya.

“Aku juga ingin dia bahagia, tapi bukan dengan cara seperti ini. Kenapa harus Sungmin? Kenapa harus dengan orang yang sudah kuanggap putri sendiri? Aku juga sangat menyayanginya, tapi Kyuhyun.. Dia putraku, darah dagingku. Aku, aku tidak bisa menyerahkannya pada Sungmin.”

Heechul melemas di tempatnya saat itu. Mendengar penuturan Hankyung membuatnya putus asa.

Keras kepala, Hankyung begitu keras kepala, dan Putranya juga keras kepala.

“Apa.. Kau benar-benar tidak bisa?”

Suara lemah milik wanita itu kembali bertanya. Sedangkan itu, Hankyung merunduk sedih tak sanggup menatap istrinya itu.

“Maaf.”

Satu kata itu keluar dari bibir Hankyung. Pria itu memang keras kepala. Suaminya sangat keras kepala.

Heechul mengangguk pelan saat itu. Wanita paruh baya itu menoleh ke arah Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah,” panggilnya.

Kyuhyun pun menoleh. Menatap sang Ibu dengan pandangan penuh bersalah. Ibunya, tidak seharusnya seperti ini. Ibunya, seharusnya tidak memohon seperti ini untuknya.

“Omma..” Panggil Kyuhyun lemah menatap sang Ibu.

Membuat Heechul yang disana tersenyum haru mendengar panggilan itu.

“Pergilah, bawa Sungmin pergi.”

DEG

Kyuhyun tertegun kaku saat itu, tak terkecuali Hankyung disana.

“Omma, mencintai kalian.” Ucap Heechul dengan mata yang berkaca-kaca menatap Kyuhyun.

Tubuh Kyuhyun bergetar disana. Sungguh, dirinya tak pernah mengira ibunya akan berucap seperti ini.

“Cho Heechul, apa yang sedang kau katakan ini?!”

Suara bernada tak suka kembali keluar dari Hankyung.

Heechul kembali menoleh ke arah suaminya itu, suaminya yang egois namun sangat dia cintai.

“Aku hanya seorang ibu yang mengharapkan bisa melihat putranya bahagia, apa aku salah?”

Heechul berdiri saat itu. Wanita itu kembali menoleh ke arah Kyuhyun yang nampak masih diam kaku disana.

“Pergilah, bawa Sungmin pergi. Asal kau bahagia, Omma selalu ada di belakangmu.”

“Cho Heechul!” Bentak Hankyung marah.

Heechul menatap tajam mata nyalang Hankyung. Bukan, bukan karna dia istri yang durhaka, tapi.. Heechul hanya ingin membuat putranya bahagia.

“Kyuhyun! Cepat berdiri dan pergi! Appa-mu sungguh keras kepala, kau mau memohon padanya sampai mencium kakinya pun dia tak akan merubah keyakinannya!”

Heechul berteriak keras saat itu.

Membuat Kyuhyun memandang kosong ke arah kedua orangtuanya.

Apa? Apa yang harus dia lakukan?

“Jangan bergerak Kyu! Kau benar-benar akan kehilangan Appa kalau kau pergi!”

Kyuhyun kembali bungkam saat suara sang ayah menembus gendang telinganya.

“Kau tidak akan pernah kehilangan kami Kyu! Pergilah! Bawa Sungmin pergi!” desak Heechul.

Kembali mendengar teriakan sang Ibu pun pada akhirnya membuat Kyuhyun perlahan berdiri dari duduknya. Matanya masih menatap nanar ke arah kedua orangtuanya.

“Cho Kyuhyun! Duduk! Appa bilang duduk! Jangan gila!”

“Cepat bawa pergi Sungmin!” Sela Heechul.

Kyuhyun meremas telapak tangannya gugup.

Batinnya tengah berkecamuk hebat saat ini. Lelehan airmata akhirnya kembali mengalir dari mata indahnya.

Seumur hidupnya, Kyuhyun tak pernah melihat ibu dan ayahnya saling membentak satu sama lain seperti ini. Dan kali ini, dia melihatnya. Dan kali ini, karnanya.

“Appa, Mianhae.”

Dengan rasa yang berkecamuk Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan nampak berjalan ke arah kamarnya.

Hankyung membulatkan matanya menatap keputusan sang Putra yang begitu membungkam pergerakannya.

“Cho Kyuhyun, berhenti disana.” Intrupsi Hankyung.

Kyuhyun tertegun sejenak, tapi akhirnya dia kembali melanjutkan pergerakannya.

Hankyung yang melihat itu pun mulai resah.

“Cho Kyuhyun, Appa mohon berhenti.” Perintah Hankyung lirih.

Kyuhyun sejenak menghentikan langkahnya saat itu.

Pemuda berumur 17 tahun itu nampak mencengkram erat kedua telapak tangannya.

“Maafkan aku, Appa.” ucap Kyuhyun lirih.

Pemuda itu kembali melanjutkan langkahnya menuju pangkal tangga yang akan membawanya menuju tempat Sungmin.

Hankyung nampak mengusap wajahnya putus asa melihat sikap anaknya itu.

“Baiklah! Baiklah!”

DEG

Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya. Pemuda itu menoleh ke arah sang Ayah, begitu juga dengan reaksi Heechul.

Hankyung menghela nafas leganya saat Kyuhyun berbalik menoleh ke arahnya.

Pria paruh baya itu kembali terduduk di kursi yang ada disana.

“Baiklah, terserah kalian saja.”

Kyuhyun merasakan kakinya melemas begitu saja.

Apa? Apa yang dikatakan oleh ayahnya ini?

Sementara itu, Heechul menatap sang suami dengan pandangan tak percaya.

“Han..” panggilnya pelan.

Hankyung nampak menundukkan wajahnya sendu.

Dia kalah, dirinya kalah dari Kyuhyun, anaknya.

“Terserah.. Terserah kau mau menikahinya atau tidak.”

“Appa..” Suara Kyuhyun memanggil lirih sang ayah.

Hankyung tersenyum getir saat itu.

“Tapi, kalau kau masih berpegang teguh. Appa tidak bisa melakukan apapun lagi.”

Hankyung menghela nafas beratnya.

“Terserah kalian.”

Hankyung kembali mengangkat wajahnya. Menatap Kyuhyun dengan iba. Ada setitik pancaran rasa ragu dari pandangannya ke arah sang Putra.

“Percayalah, Appa mendesakmu untuk melepas dan memilih Sungmin bukan karna Appa tidak menyayangi kalian.”

Cho Hankyung kembali menghela nafas beratnya saat itu.

“Ada suatu hal yang membuat Appa harus membuatmu memilih, dan melepas Sungmin, appa pikir adalah hal yang terbaik saat ini. Kau melepasnya, dan Appa akan langsung mengesahkan statusnya sebagai Cho Sungmin, sebagai Adikmu. Karna, Appa tidak ingin menjauhkan kalian.”

Kyuhyun masih bungkam saat itu.

Mendengar penuturan sang Ayah. Membuatnya kembali merasakan hal yang tak enak di benaknya.

“Appa diberikan tanggung jawab untuk menjalankan salah satu cabang perusahaan di Jepang, dan itu mengharuskan kita harus pindah ke sana.”

DEG

Kyuhyun mencengkram erat kedua telapak tangannya saat itu.

“Tadinya Appa bermaksud untuk segera melegalkan surat-surat status Sungmin sebagai adikmu dan membawanya juga ke Jepang. Tapi, sepertinya Sungmin tidak akan pernah kalian biarkan menjadi anak di keluarga Cho.”

Heechul ikut duduk di samping Hankyung. Menatap bingung ke arah pria itu.

“Han, apa maksudmu?”

“Kita tidak bisa membawa Sungmin bersama kita untuk pindah ke Jepang. Karna dia bukan anggota keluarga kita sejak kau ingin menjadikannya menantumu.”

Heechul terdiam.

Apa.. Dia akan berpisah dengan Sungmin?

“Bukankah selama ini dia juga belum disahkan menjadi anak kita? Jadi kenapa dia tidak bisa ikut?”

Heechul kembali bersuara, Sungguh. Pergi meninggalkan Sungmin bukan yang dia kehendaki.

“Kau mengharapkan orang-orang di Jepang disana juga berpikiran kita berniat menikahkan kedua anak kita karna Sungmin tinggal bersama dengan kita? Mereka bisa beranggapan Sungmin adalah anak kita. Dan apa yang akan terjadi kalau pernikahan itu tiba? Kau jangan bercanda.”

Hankyung kembali menolehkan wajahnya ke arah Kyuhyun yang masih nampak diam.

“Tidak bisakah kita membawanya juga? Tidak, tidak untuk tinggal dalam satu rumah. Bagaimana dengan menyewakan sebuah apartement untuk Sungmin tinggal di jepang?”

Hankyung kembali menoleh ke arah Heechul disana. Pria itu cukup lama menatap sang istri dengan penuh arti.

“Dia bukan siapa-siapa kita lagi Heechul. Dia.. Bukan lagi Putriku saat kau ingin merebutnya sebagai menantumu, dan saat Kyuhyun ingin mengambilnya untuk dia nikahi nanti.” Tutur Hankyung datar.

Heechul menatap sendu ke arah lantai. Sungmin, dia tidak ingin meninggalkan Sungmin.

“Nanti dia akan menjadi menantumu Han, apa tidak bisa? Setidaknya lihat dia sebagai calon menantumu untuk saat ini.”

Hankyung berdiri dari duduknya. Pria itu kembali menghela nafas beratnya.

“Nanti? Nantinya dia akan menjadi menantuku? Itu masih nanti, bukan sekarang.” Ucap Hankyung final.

Pria paruh baya itu kembali menoleh ke arah Kyuhyun.

“Kyu, ini pilihanmu. Kau yang memilih untuk tidak menjadikan Sungmin sebagai adikmu kan? Jadi silahkan pertahankan hubungan kalian sekarang. Pertahankan hubungan cinta kalian sendiri.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya sekian lama. Pemuda berwajah stoic itu menatap datar sang ayah tanpa ekspresi.

“Berapa lama?”

Pertanyaan itu keluar dari bibir Kyuhyun. Pemuda itu menatap sang ayah dengan pandangan sendu.

“Berapa lama sampai aku bisa kembali ke Korea untuk bertemu dengannya?” Lanjutnya lagi.

Hankyung menatap iba sang Putra yang nampak tak berdaya di depannya itu.

Percayalah, Hankyung mencintai Sungmin dan Kyuhyun.

“Setidaknya setelah kau sudah cukup bisa menikahi seorang wanita. Sampai kau merasa sudah mapan. Kuliahlah juga di Jepang.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya kuat saat itu. Jangan sekarang, jangan menangis Cho!

“Aku tanya berapa lama? Bukannya masalah kesiapan untuk menikah.”

Kyuhyun berucap nampak tengah menahan sebuah gejolak hebat di benaknya saat itu.

“5 Tahun? Kalau kau sudah bisa menjadi sarjana dan merintis karir yang sukses, kupikir kami sudah bisa melepasmu untuk kemana. Melepasmu untuk memilih sendiri jalanmu.”

Dan bersamaan dari itu, Lelehan airmata itu akhirnya keluar dari mata indah 3 orang disana.

.

.

.

Disana, dengan senyum tipisnya Sungmin menatap sendu. Gadis itu berulang kali nampak mengelap wajahnya yang sudah basah itu dengan terus menerus. Tapi sepertinya airmata bodoh ini tak mau berhenti mengalir.

Ya, Gadis itu mendengar semuanya. Mendengar semua hal yang dibicarakan ketiga orang disana. Dari sebuah pertikaian menyesakkan dadanya sampai sebuah keputusan yang entah kenapa dirinya bingung untuk tersenyum atau menangis.

Disana, Appa Cho sudah mau menerimanya, tapi..

Mereka akan pergi meninggalkannya disini. Mereka bertiga, semuanya akan pergi.

“Kyuhyun bukan kakakku lagi, dan mereka bukan orangtuaku lagi.”

Sungmin bergumam pelan saat itu. Gadis itu tersenyum tipis saat itu.

“Tapi, aku percaya itu tidak akan lama. Karna ketika kalian kembali nanti, Kyuhyun akan terus berada di sampingku.. Dan..”

Sungmin menghentikan sejenak ucapannya itu saat nafasnya mulai terasa begitu mencekatnya. Jangan.. Jangan menangis.. Jangan keluarkan isakan itu Sungmin.

“Dan, kalian akan.. Menjadi Orangtuaku lagi.”

.

.

Keesokan harinya, sosok itu nampak berkutat dengan dasi seragam sekolahnya, terlihat jelas Sungmin sudah nampak siap untuk berangkat sekolah, rambutnya yang dikuncir dua dengan pita berwarna merah muda dan jangan lupakan poni manis yang menutupi dahinya. Sungmin tersenyum ketika dasinya sudah terpasang dengan benar.

Sosok itu cukup lama memandangi sosoknya sendiri di cermin yang berada tepat di hadapannya itu.

Dan lagi, senyum tipis itu terlihat terukir di kedua sudut bibir pink tersebut.

“Tidak apa Lee Sungmin. Mereka hanya pergi sebentar saja, anggap saja mereka sedang ingin berlibur. Jangan terlalu dipikirkan.” Gumamnya meyakinkan sosoknya sendiri.

Sungmin kembali merapikan posisi dasinya dan tersenyum manis.

“Tersenyum, kau hanya cukup tersenyum. Anggap kejadian kemarin tidak ada. Appa dan Omma tidak tahu kalau kau sudah menguping percakapan mereka berdua kemarin. Lee Sungmin, Hwaiting!”

.

“Selamat Pagi.”

Tiga sosok yang sudah ada di meja makan dan tengah menyantap sarapan pagi mereka itu menoleh ke arah sumber suara.

Heechul maupun Kyuhyun nampak sedikit kaku saat Sungmin tiba-tiba datang.

Dan atmosfer di ruang makan itu langsung hening seketika.

Sungmin ikut tersenyum canggung saat melihat ekspresi Omma dan Oppanya itu.

Tapi, Sungmin langsung sadar. Bukankah anggap semuanya tak pernah terjadi?

“Huaaaa, makanan pagi ini ada sup rumput laut, tidak biasanya. Siapa yang Ulang Tahun memangnya?”

Sungmin langsung menghambur duduk tepat di kursi yang berada di samping Kyuhyun.

Gadis itu mengambil mangkuk kosong yang ada disana dan mulai menyendoki sup disana ke dalam mangkuknya.

Heechul yang ada disana nampak tersenyum sendu, melihat Sungmin di hadapannya kini, entah kenapa membuatnya ingin menangis.

Apalagi saat ini, di hadapannya terlihat jelas Kyuhyun yang terus-terusan memandangi Sungmin dengan raut sedih.

Sementara itu, Hankyung yang juga ada disana nampak diam dan terus melanjutkan sarapannya. Bukan, bukan karna Hankyung tidak peduli dengan Sungmin, tapi.. Dia tidak sanggup menatap gadis itu.

Sedangkan Sungmin yang sedari tadi berpura-pura terlalu fokus pada sarapannya pun mulai merasa dirinya tengah diperhatikan oleh kedua orang disana.

Gadis itu mengangkat wajahnya dan pertama kali dia harus melihat Heechul yang nampak terkesiap ketika Sungmin menatapnya.

Heechul buru-buru menundukkan wajahnya dan mengelap airmatanya saat itu.

Sungmin yang menyadari sang Ibu yang nampak menangis itu tak kuasa menatapnya lebih lama. Wanita itu langsung saja kembali menyendokkan kuah sup itu ke dalam mulutnya.

“Huaaa, masakan Omma benar-benar lezat, selalu lezat.” Ucap Sungmin pelan sembari tersenyum.

Gadis itu terus menyendokkan sup itu ke dalam mulutnya, benar.. Sungmin tak berbohong, Sup ini sangat lezat.

Gadis manis itu sudah merasakan matanya mulai kembali terasa memanas. Jangan lagi, jangan lagi Airmata Bodoh!

“Makanlah yang banyak kalau seperti itu, atau kau mau Appa berikan juga punya Appa? Sepertinya Appa terlalu banyak mengambilnya.”

Sungmin langsung mengangkat wajahnya saat itu.

Menatap sosok Ayah yang begitu dirinya sayangi.

“Benarkah?” Tanya Sungmin tersenyum.

Hankyung mengangguk sembari tersenyum. Pria itu langsung meletakkan mangkuk sup miliknya ke arah Sungmin.

“Gadis kecil Appa harus makan yang banyak, agar cepat besar, arachi?”

Dan pada saat itu Sungmin serasa ingin menangis ketika tangan besar dan hangat itu mengusap kepalanya penuh sayang.

“Cho Sungmin, nama yang bagus.” Ucap Hankyung pelan.

.

.

Sungmin memasuki ruang kelasnya dengan langkah pelan saat itu. Gadis itu dengan segera menaruh ranselnya di atas mejanya.

Sungmin cukup lama terdiam melihat sisi kosong yang berada tepat di samping mejanya, Meja Ryeowook.

Hari ini, adalah tepat seminggu dari kejadian hari itu. Dan sampai saat ini pula lah, Dia tak pernah melihat Ryeowook kembali.

Kenapa?

Karna sosok itu sepertinya benar-benar kesal dengannya. Sepertinya Ryeowook sungguh membencinya.

Ya. 2 Hari tepat setelah kejadian itu, Donghae menemuinya dan berkata kalau Ryeowook memutuskan untuk pindah ke luar negeri, tepatnya di Cina.

Sungmin tersenyum sipul memikirkannya. Gadis itu duduk perlahan di atas bangkunya dan mulai mengeluarkan buku serta kotak pensilnya walau bel masuk masih lama, sepertinya dia benar-benar tak sabar untuk mengikuti pelajaran kah?

“Ternyata kau sudah datang.”

Sungmin sontak menolehkan wajah ke arah samping dan langsung dibuat terkejut saat mendapati sosok Donghae sudah duduk disana, duduk di bangku Ryeowook dulu.

“Kau? Ada apa ke kelasku?”

Donghae menatap Sungmin dengan sinis yang dibuat-buat saat itu.

“Eiyy, pertanyaan seperti apa itu? Tidak bolehkah teman menemui temannya? Untuk bermain sebentar?”

Sungmin terkekeh pelan saat itu.

Senyum manis itu, senyum manis yang berhasil merenggut akal sehat Donghae.

“Bermain mwoya? Kita bukan anak SD Donghae-ah.” Tukas Sungmin.

Donghae mengerucutkan bibirnya lucu saat itu. Pemuda itu menaruh kedua lengan miliknya di atas meja. Sedikit tersenyum saat itu dan seketika dengan tingkah jahilnya. Pemuda itu mencubit gemas pipi Sungmin.

“Aww! Ya! Kenapa kau mencubit pipiku? Aishh!” Rutuk Sungmin dengan kesal.

Gadis itu mengusap-ngusap pipinya itu dengan pelan. Sedangkan Donghae terkekeh pelan menatap ekspresi Gadis itu.

“Kau benar-benar teman yang menyebalkan.” Rajuk Donghae.

Sungmin mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan Donghae. Menyebalkan?

“Berhenti memasang wajah seperti itu, sudah tidak sesuai lagi dengan umurmu Hae.”

“Memangnya kau peduli?”

Oh Baiklah, sepertinya Donghae terkena Syndrom kekanak-kanakan.

Sungmin menoleh dan mengarahkan pandangannya lurus menatap Donghae. Sungmin mengulum senyum manisnya memandangi sosok itu.

“Tentu saja aku peduli, kau kan temanku, teman yang sangat aku sayangi.” Tukas Sungmin tersenyum manis ke arah Donghae dan setelah itu kembali fokus pada buku-bukunya.

Donghae tersenyum tipis mendengar ucapan Sungmin. Matanya menerawang jauh ke arah sosok Sungmin yang ada di hadapannya, memandang Sungmin yang tengah fokus pada bukunya itu dengan tatapan penuh arti.

Sampai saat ini, Sungmin belum tahu akan perasaannya yang menyayanginya lebih dari seorang sahabat.

Donghae pernah bertekat untuk menghilangkan perasaan ini perlahan-lahan, dan dirinya pikir perasaan ini akan juga perlahan-lahan menghilang sehingga dirinya berkeputusan untuk tidak memberitahu Sungmin akan perasaannya.

Tapi..

‘Semakin aku ingin menghilangkan perasaan ini, entah kenapa, semakin hari aku merasa perasaan ini makin berkembang. Sungmin, maafkan aku.’

.

.

.

Sungmin berjalan dan menapaki ubin-ubin petak lantai gedung sekolah dengan pelan. Perempuan cantik itu menatap ubin-ubin tersebut dengan pandangan menerawang. Sungmin tersenyum tipis saat itu, dan dengan perlahan dia mendongakkan wajahnya dan mengarahkan pandangannya ke arah depan.

Disana, Kyuhyun sudah menunggunya. Menunggunya di depan Gedung sekolah untuk segera pulang bersama.

Sungmin cukup lama berdiri diam sambil menatap sosok itu. Gadis itu kembali tersenyum tipis melihat pemuda itu yang nampak menyibukkan diri ketika menunggu.

Pemuda itu sesekali menghentak-hentakkan kakinya, melompat-lompat kecil, dan meregangkan tangannya.

Sungmin menarik nafas pelan dan menghembuskannya saat itu. Dengan segera gadis itu berjalan ke arah Kyuhyun yang ada disana.

Dengan langkah yang mengendap-endap Sungmin mencoba menghampiri sosok itu.

Dan..

“Tjaaa!”

“OMO!”

Kyuhyun langsung membalikkan tubuhnya saat sebuah telapak tangan memegang bahunya tiba-tiba.

Sungmin tersenyum lebar ke arah Kyuhyun yang nampak masih kaget akibat ulahnya itu.

“Ya! Berhentilah mengagetiku seperti ini,” Dumel Kyuhyun.

Sungmin masih setia nyengir di hadapan Kyuhyun saat itu.

“Habisnya wajahmu ketika kaget begitu menghibur, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun tersenyum maklum mendengar ucapan Sungmin tersebut. Dengan gerakan pelan pemuda itu mengacak-acak rambut Sungmin.

“Ara, asal kau senang, terserah kau mau bagaimana memperlakukanku, Princess.”

Kyuhyun menarik tangannya dari kepala Sungmin. Membuat gadis itu merasakan sedikit kehilangan disana.

“Araso, ayo pulang.”

Kyuhyun dengan segera meraih tangan Sungmin dan nampak akan segera menarik tubuh itu agar mengikutinya.

Tapi..

“T-tunggu dulu.”

Kyuhyun menghentikan aksinya dan kembali menoleh ke belakang saat itu.

“Waeyo?”

Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sulit diartikan saat itu. Membuat pemuda itu lebih memilih untuk mengarahkan tubuhnya kembali menghadap Sungmin.

“Aku.. Aku ingin ke suatu tempat, bersamamu.”

Sungmin tersenyum tipis ke arah Kyuhyun.

“Kolong langit, sudah lama aku tidak melihatnya denganmu.”

.

.

“Huaaaa, Ya Cho Kyuhyun! Kau lihat? Kenapa aku merasa semakin hari langit itu begitu indah?”

Sungmin berujar girang saat menatap bentangan biru di atas wajahnya itu.

Kyuhyun yang nampak juga tengah membaringkan tubuhnya di atas rerumputan tepatnya di samping Sungmin itu pun dengan segera membentuk jari tangannya layaknya kacamata dan segera menatap langit dengan tangan tersebut.

Kyuhyun tersenyum saat matanya memandang langit.

“Ya, kau benar. Langit makin indah.”

“Benarkan? Huaaaa, sepertinya ini karna efek sudah lama tak melihatnya, kurasa baru 2 bulan aku tak melihatnya bersamamu seperti ini, ternyata sudah menjadi seperti sekarang. Aku tidak bisa membayangkannya bagaimana kalau sudah bertahun-tahun?”

Sungmin tersenyum lebar masih menatapi langit dengan wajah ceria. Sepertinya gadis itu nampak tak menyadari kalau saat ini, Kyuhyun langsung terdiam akibat perkataannya beberapa saat yang lalu.

Bagaimana kalau sudah bertahun-tahun?

Lagi, Kyuhyun kembali mengingat kenyataan.

Ya, dia tidak akan melihat kolong langit bersama Sungmin dalam jangka waktu bertahun-tahun suatu saat nanti.

Kyuhyun menolehkan wajahnya menghadap Sungmin yang nampak masih asik dengan kegiatannya tersebut.

Apa, apa dia harus memberitahu mengenai perencanaan mereka yang akan segera pindah ke Jepang satu bulan ke depan?

Tapi, melihat wajah yang tengah tersenyum indah di depannya ini membuatnya tak sanggup untuk merusaknya.

SRAATT

Sungmin menghentikan aktivitasnya itu saat menyadari Kyuhyun baru saja bangkit dari posisi tidurannya menjadi duduk.

Sungmin ikut bangkit dan menyamakan posisinya dengan Kyuhyun.

Gadis itu memandangi sosok itu dengan bingung. Kenapa? Ada apa dengan Kyuhyun?

“Wae? Apa.. Kau mau pulang? Mianhae, sepertinya aku terlalu lama disini. Kalau begitu kalau kau-”

“Kami akan ke Jepang.”

Sungmin terdiam seketika saat itu.

Jepang?

Gadis itu menggigit bibir bawahnya kuat. Apa.. Apa mungkin sekarang Kyuhyun sedang ingin memberitahunya tentang kepindahan mereka? Memberitahunya walau pada kenyataannya dirinya ini sudah tahu.

“J.. Jepang? Oh araso.”

Sungmin mencoba tetap mempertahankan ekspresi wajahnya saat ini.

Lee Sungmin, jangan bersikap aneh, jangan menangis, bukankah kau sudah tahu ini semua akan terjadi?

“Kami akan pindah ke sana.”

Sungmin merasakan matanya mulai terasa panas. Gadis itu menarik nafasnya susah-susah.

Dengan susah payah dia menarik kedua sudut bibirnya agar membentuk seulas senyuman disana.

“Benarkah? Bukankah Jepang adalah kota yang indah? Baguslah kalau seperti itu, setidaknya bukan semacam negera seperti Ethiopia kan? hehe..”

Sungmin dengan cepat meraih tasnya dan segera memeluknya. Dia, dia butuh pegangan saat ini.

“Kemungkinan aku akan kembali 5 tahun lagi, Appa menyuruhku untuk melanjutkan kuliah disana.”

Sungmin memejamkan matanya sekuat tenaga saat itu.

Ya Tuhan, kuatkanlah dirinya.

Semuanya akan baik-baik saja, pasti.

“Huaa, kudengar perguruan tinggi disana sangat bagus. Baguslah, kau.. Kau bisa bersekolah dengan baik disana.”

Kau tahu? Mereka berbicara tanpa melihat satu sama lain saat ini.

Kyuhyun tak akan pernah tahu kalau saat ini Sungmin nampak menahan airmata dibalik nada suaranya yang nampak ceria.

Dan Sungmin tidak akan pernah tahu kalau saat ini Kyuhyun tengah menangis ketika menyampaikan satu persatu hal mengenai kepindahan mereka pada gadis itu.

“Kau.. Apa kau bisa menungguku?”

Sungmin menatap datar rumput yang ada di dekat kakinya tersebut.

Suaranya, kemana larinya suaranya? Kenapa ingin bersuara saja dia tak bisa? Dirinya takut kalau isakanlah yang akan keluar jika ia membuka mulutnya.

“Maafkan aku, aku terlalu sering menyuruhmu untuk menunggu.”

Kyuhyun mencengkram celana seragamnya begitu kuat saat itu.

“Maafkan aku Sungm-”

“Hanya 5 Tahun kan?”

Kyuhyun langsung menghentikan ucapannya saat suara Sungmin memotong kalimatnya.

Pemuda itu menggigit bibir bawahnya menahan isak.

Sementara itu, Sungmin tersenyum tipis.

“Tidak masalah, 5 tahun bagiku waktu yang sebentar.”

SRATTT

Sungmin langsung berdiri saat itu. Membuat Kyuhyun mendongak dan menoleh ke arah gadis itu.

“A.. Aku.. Aku lupa kalau ada janji dengan temanku, aku ingin meminjam buku catatan padanya. kalau kau mau pulang duluan, silahkan. Aku harus pergi dulu, sampai jumpa.”

Sungmin langsung berlalu meninggalkan Kyuhyun saat itu.

Sementara itu. Kyuhyun tertunduk lesuh saat sosok Sungmin tak lagi terlihat.

Pemuda itu tersenyum miris.

“Kau.. Tidak punya teman, Sungmin. Aku tahu kau berbohong, karnaku kau tidak mempunyai teman.”

.

.

Sosok berjaket biru itu nampak melangkahkan kakinya cepat menyusuri taman yang nampak mulai gelap akibat sore tersebut.

Dengan lincah sosok itu berjalan kesana kemari sembari mengedarkan pandangannya pada seisi taman.

“Kemana dia?”

Tanpa rasa putus asa dirinya mengelilingi taman itu dengan nafas yang tersengal-sengal.

“Ya Tuhan! Lee Sungmin, dimana kau?”

Donghae mengacak rambutnya frustasi saat itu.

Setengah jam yang lalu, Sungmin tiba-tiba menelponnya. Ketika dirinya bertanya dimana dia, sosok itu hanya menjawab kalau dia ada di taman yang berada di dekat sekolah.

Dan pada akhirnya Donghae memutuskan untuk kesini.

Tapi sampai saat ini, dirinya belum bisa menemukan sosok itu.

Donghae kembali melangkah untuk menemukan Sungmin, dari tadi dirinya mencoba untuk menghubungi ponsel sosok itu, nyatanya hanya suara operator yang dirinya dapat.

Donghae menghentikan langkahnya saat matanya tiba-tiba menemukan sosok wanita yang nampak masih mengenakan seragam sekolah tengah duduk di bangku panjang disana.

“Sungmin?”

Dengan langkah cepat pemuda itu menghampiri sosok yang diketahui adalah Sungmin tersebut.

setibanya disana, Donghae langsung menempati sisi kosong bangku yang berada di samping gadis itu.

“Aku mencarimu kemana-mana.”

Sungmin yang nampaknya tengah melamun itu pun dengan tiba-tiba mendongakkan wajahnya ke arah Donghae.

Donghae melihatnya, melihat kembali mata yang nampak basah itu di hadapannya.

Entah kenapa saat melihat mata itu yang sudah basah, membuat Donghae disana merasa lemas di tempat.

Tapi, jangan tunjukkan rasa sakit itu di hadapan Sungmin! Kau akan makin membebankannya kalau kau juga ikut menangis disini.

“Kau, kau sangat menyebalkan. Kau selalu membuatku khawatir, Lee Sungmin. Tahukah kau?”

Donghae berujar dengan nada menyebalkan saat itu, berharap Sungmin yang ada di hadapannya ini akan segera memukulnya atau beralih mengomelinya.

Ya, dirinya berharap seperti itu.

Itu akan lebih baik daripada melihat sosok itu menangis di depan mata kepalanya.

SRATTT

Donghae langsung terdiam kaku saat Sungmin tiba-tiba memeluknya saat itu.

Donghae melirik ke arah Sungmin disana.

Apa? Kenapa?

“Dia, dia akan pergi, Donghae-ah.”

Donghae menatap sosok Sungmin kian lekat saat itu. Pergi? Dia? Dia siapa?

“Aku.. Sebenarnya aku sudah tahu dia pasti akan mengatakannya. Tapi.. Tapi kenapa rasanya makin sakit seperti ini?”

Sungmin membenamkan wajahnya di bahu pemuda yang sudah dirinya anggap seperti saudara sendiri itu.

Membuat pemuda yang ada disana memejamkan matanya menahan rasa berkecamuk saat rasa hangat lelehan airmata milik gadis itu membasahi bahunya.

“Apa.. Apa aku yang terlalu cengeng?”

Donghae mengeratkan kepalan tangannya saat kembali mendengar suara lirih Sungmin berbicara padanya.

Dirinya mohon. Jangan seperti ini.

“Dia.. Dia akan pergi. Kyuhyun.. Dia akan pergi, orangtuaku juga akan pergi.”

Saat setelah mengatakan semuanya, akhirnya tangis Sungmin pecah juga disana.

Dengan pelan Donghae mengangkat tangannya dan mengusap pelan kepala Sungmin.

Pemuda itu kembali menoleh ke arah Sungmin dan menatapnya sendu.

‘Dia selalu membuatmu menangis sampai membuatku hampir mati.’

Donghae tersenyum tipis saat itu.

‘Tapi, dia juga bisa membuatmu tersenyum bahagia, teramat bahagia sampai membuatku hampir ingin mati juga.’

.

.

Donghae menepuk-nepuk kepala Sungmin pelan. Pemuda itu menatap sendu wajah yang nampak tengah terlelap di pundaknya tersebut.

Lee Sungmin, di umurmu yang baru menginjak 17 tahun, kau sudah terlalu banyak mengeluarkan airmata, kau tahu kan itu?

Di umurmu yang baru menginjak masa indah remaja, kau sudah harus mendapat masalah berat seperti ini, kau tahu kan itu?

Donghae tahu, amat sangat tahu. Kalau dirinya memang tak akan pernah mendapatkan Gadis yang tengah bersandar di bahunya ini.

Dia amat tahu kalau Cinta Sungmin tak akan pernah berpindah padanya dari Kyuhyun. Karna dia amat tahu, kalau Cinta Sungmin terhadap pemuda itu sangat besar.

Dan dia amat tahu, kalau sampai mati pun, dirinya tak akan pernah mengucapkan kata cinta langsung tepat di hadapan Sungmin yang tengah menatapnya.

Tapi, bisakah dia mengucapkan kata itu saat ini? Di hadapan sosok itu namun di saat sosok itu tak akan bisa mendengarnya.

Donghae merundukkan wajahnya guna mensejajarkan dengan wajah Sungmin.

Disana, nampak sangat jelas terukir gurat lelah di wajah cantik tersebut.

Donghae tersenyum sendu menatap wajah itu.

“Lee Sungmin.”

Donghae memanggil sosok itu dengan suara yang begitu lembut.

Pemuda itu kembali mengusap rambut gadis itu dan nampak menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Sungmin.

“Aku..”

Donghae, kau laki-laki yang hebat kan?

“Aku.. Mencintaimu.”

Dan dengan sekejap pemuda itu menempelkan bibirnya tepat di atas bibir itu dengan lembut.

Donghae tersenyum sendu saat itu.

‘Aku.. Sangat mencintaimu. Maaf.’ Batin Donghae berbicara.

.

.

.

CONT-

Maaf untuk keterlambatan ff ini, diawali dengan kesibukan siswi kelas 12 SMA yang sebentar lagi menjalani UN dan SNMPTN, ditambah Akun Facebook saya yang Bernama Chizawa Lynch Elf II hilang/mati kena hack, jadi saya diharuskan untuk membuat akun fb baru yang juga bernama Chizawa Lynch Elf II. Maaf semuanya.

Dan terima kasih bagi yang masih menunggu ff ini, maaf kalau part ini mengecewakan kalian. Dan saya mohon doanya ya atas UN dan SNMPTN yang akan saya hadapi kedepan.

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

25 responses to “– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 14 –”

  1. Tika says :

    Fiuhh… Kisahnya sedih sekali… Too sad… Dilihat dr manapun mereka tdk ad yg salah sbenarnya. Semua punya alasan yg logis. Kalau aku sih bakalan frustasi kalau udah begitu…

    Ah… Aku doakan mudah2an ujiannya sukses dan next chapnya tdk begi2 lama.
    FIGHTING!

  2. hyewoo-kyuminshipper says :

    Eonni FIGHTING !! Pasti lulus dengan hasil memuaskan dan diterima di univ. pilihan eonni🙂
    Aku doakan itu😉

    Wahh senengnya ff ini part-nya udah tambah lagi😀 part ini sdih banget sih, selimutku nyampe basah gini kena air mata😀

    Itu Ming gimana lagi? Ming udah terlalu sabar eon, buatlah alur yg membahagiakan Ming ! Otthe^^
    Ming harus kuat ! Ming pasti bisa !
    Karna Kyu cuma cinta ama Ming ! Dan disini author dukungnya KyuMin couple hehe😀 #reader cerewet

    Ditunggu next chap~ update kilat diusahakan ne eonni😀 nanti aku cari fb nya.. Konfir ne? Mazaya Intan Kusuma..

  3. 규민 사랑해요 says :

    finally setelah sekian lama…
    akhirnya ni ff muncul jg…
    kyaaaa kyumin kenapa makin sedih sih…
    ming bertahan buat kyu ya

  4. mikyungmii says :

    Fighting buat UN dan SNMPTN nya Desty!!
    Aku juga sama ko😀

    Tinggal satu chapter terakhir ya?
    Huwaa… Finally Hae berani juga nyatain cintanya ke Ming..
    Part ini bener2 nyesekkin u.u
    Semoga aja Ming bisa nunggu selama 5 tahun itu tanpa gangguan *?* cinta Hae :3

    Ditunggu chapter 15 nya n.n

  5. gpristiyaa says :

    akhinya kakanya update juga
    setelah menunggu lebih dari sebulan
    wahh kaa fighting nee
    sekarang emang lagi bulan bulannya ujian
    malah 20 paket soal lagi berarti gk bisa nanya #kokcurcol
    fighting yaa ka semoga berhasil dan saya akan tunggu lanjutan dari ff ini
    dan gallery, to bad dll🙂

  6. annaevil says :

    pilihan yg serba salah
    onnie, konfliknya cepetan diselesaiin ya
    nyesek bacanya, eon

    2 bulan lagi aku juga UN, eon
    FIGHTING EON!!

  7. hye ri :) says :

    kita saling mendoakan ya admin kece :3

    ga masalah end lambat, tetep d pantau
    tapi jangan d abaiin juga ajah yah admin
    faith

  8. KyuMin Elf says :

    Eonnie jjang !
    Aku nangis bacanya , kapan mereka bahagia
    huaaaaaa *nangis kejer*
    sungmin yang sabar yaa *pukpuk*
    next min , update kilat ya

  9. putriyuigon says :

    Ceritanya makin sedih aja…😦
    udah seneng liat hankyung setuju kyu sma sungmin…
    tapi ternyata ada embel2nya… +_+
    ga tega liat sungmin yg nahan sedih dan tangisnya…
    apa lagi ming bakal sendirian ntr pas ditinggal keluarga Cho ke jepang…
    Ming yg tabah ya… ;;~;;
    Ditunggu next chapnya thor ^^

  10. Gabriela-Fortuna (@GabyHutajulu) says :

    huaaa,knapa sesedih ini eon?? kalo aku yg disuruh nunggu sma kyuhyun,gak tau dh sanggup atau gak😦
    mudah2an sungmin kuat ya eon
    tapi donghaee,knapa dy curi2 ciuman sungmin eoh??gak takut dimarahin kyuhyun?? hahah😀

  11. ZaAra chan says :

    Setiap chap pasti nangis bombay.. Chingu jgn bkin kyumin sengsara lg.. Aku gk tahan,sesek bngd rasa.a..
    Dan tlng jgn jdikan hae org ke 3,ckup mslh appa kyu aja bkin sesek,jgn tmbh hae..
    Mrk ber3 biasku,,, hua..hiks..hiks..
    Chingu te2p smangat ea,and moga di mudahin smua urusan.a..

  12. hannah says :

    kyaaa akhirnyaaa muncul juga ff yg dtunggu dr kmrn ^^ huwee… part ni nyesek bgt ;-( ayoo mimin lnjut jgn lama2 yaah hehe. oy sukses buat ujiaannya ya mimin…🙂

  13. SparKyu_ELF says :

    Mian baru bisa komen sekarang T.T
    FF ini bener22 daebak ! Semangat ujiannya , semoga lancar ^^
    Ditunggu part selanjutnya ! Hwaiting (y)

  14. chominyu says :

    hueeee hueee hueeeee hiks hiks hiks T.T
    sumpah demi apapun aku mewek baca chap ini..
    hueeeeeeee T.T
    kyumim hanchul di sini sama sama sakit.
    hiks kalo aku jd minnie aku udah ga kuat dan pasti nangis teriak teriak di depan kyu.
    tapi minnie bisa nahan tangisnya dan dia ga mau bikin kyu khawatir.
    hae.. saeng kasih hyuk buat hae plisss.
    jangan bilang pas hae nyium minnie ada kyu ngeliat itu. jangan jangan..
    semoga hae nantinya sadar kalo dia sayang sama minnie sebagai adik bukan pacar.
    ga tau mau ngomong apalagi.. terlalu sedih chap14 ini hueeee
    lanjut lanjuttt..
    FIGHTING!!!!! T__T9

  15. choiyoungun says :

    hueeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    aku ketinggalan cerita na

    awas kau, hankyung mira tabol2 biar nyahok kamu berani na buat kyumin berpisah dan paan ntu sch wookie napa jadi jahat gitu mira sodorkan yesung baru sadar
    dasar internal magnae

    i waiting next chap(/^_^)/

  16. sungmala says :

    jd ama min bs kuat berpisah ama kyu?apa min kuat menunggu keluarganya kmbli begt lama?gmana reaksi min tentang pernyataan cinta hae?lnjt lg chingu.makin menggemesin bnget tengok cinta segi3nya kyuminhae.aq coment dsini cause fb km udah gk nongol2 lg dwall aq jd aq br th klo fb km dambl orng.hehehe…miss u chingu…kpn gallery lnjt udah kangen jg ni?tetp semangat ya.FIGHTING…

  17. ShippoChan says :

    ya allah knp kyu tingglin ming, knpa ming g di ajak aja ikt mrka trus tinggl di apartemet kalo min g di ajak lalu min dg siapa loh..
    Knp kyu g ngejar min, babo kyu!
    Pkokny kyu hrus sma min titik
    Next

  18. Chacha says :

    Hah~
    Gak tau mau koment apa.
    Cho appa sudah begitu benar mengambil keputusan.
    Tapiii~
    Kalau mereka ke jepang lantas bunny ming bagaimana?.
    Apa dia akan tinggal sendirian di rumah megah bak istana itu atau bagaimana?.
    Berharap keluarga Cho tidak melepaskan tanggung jawab mereka untuk membiayai semua kebutuhan bunny ming.
    Karna jujur di kepalaku sekarang sedang membayangkan Sungmin yng akan bekerja ntuk membiayai sekolah dan kehidupannya sendiri di Seoul karna mengingat perkataan tuan Cho kalau sungmin bukan siapa” mereka lagi dan bukan tanggung jawab mereka lagi.
    Tidakkah aku terlalu konyol dan mendramatisi keadaan?.
    Tapi aku harap DESTY tidak akan mengabulkan bayanganku tadi tentang bunny ming. T.T

  19. ChoLee KyuMin says :

    Setelah pertengkaran antar keluarga yg panjang lebar, akhir’ny sang appa menyetujui walopun harus meninggalkan ming T.T
    Bisa, mreka pasti bisa (KyuMin) melewati ini semua dengan baik^^

    Donghae jg kasian, tak ada hyukjae kah yg bisa menemani’ny??

    Semangat ya smoga UN’ny lancar…
    Fighting^^9

  20. Santika Hanif says :

    Sebelumny aku mau ngucapin maaf, maaf yaa aku baru bisa RCL, hehehe
    baru bisa connect lagi nii laptop -_-
    dan sebelumny aku juga mau ngucapin, semangat buat UN dan SNMPTNnya, semoga hasil yang terbaik buat kamu yaa,
    Fighting!!

    sumpah, aku terharu bgt pas bagian Heechul ngebela kyuhyun sampe sujud dihadapan Hangeng,,
    bener2 complicated bgt..

    giliran udah disetujuin aja ada masalah lagi,, huaa, malang bgt kisah percintaan kyuhyun-sungmin di ff ini..

    karakter Sungmin Tegar bgt di part ini, ga mau nuntu lebih (in my opinion yaa) hehhee
    tapi karakter Kyuhyun (In my Opinion lagi, hehe) agak cengeng yaa,
    Ini opiniku aja sih, hehehe

    Semoga pas 5 tahun Mereka bisa bersatu,,,
    Next Chap, hahaha

  21. itsme_devi says :

    aaaaaaaaaaaaaaa >_<
    donghae jangn.. kyumin itu udah ga bisa di pisahin hue..
    smoga sungmin mau nunggu kyu smpe balik lagi ke korea ^^, huhh jadi pnasaran nih.. lanjutt

  22. guardiaNietha says :

    dear KyuMin…
    “tak ada pertemuan yg abadi. namun seperti halnya pertemuan, perpisahan pun tak ada yg abadi”.
    anggep aja 5 tahun jadi waktu buat memupuk ke-kangen-an kalian, sampai batas waktunya selesai, kalian bisa meluapkan rasa kangen itu dan segera menikah…
    lagian kyuhyun juga harus jadi pria mapan dulu dong klo mau menghidupi sungmin…😉

    dan scene terakhir, kenapa donghae harus nyium sungmin? waeee??? dan jangan bilang juga tau2 kyuhyun ngeliat itu semua… *sigh*

  23. Isni Nur says :

    Aaaaaaaaaaa kenapa jadi tambah menyedihkan gini thor?😥
    Aku gakuat bacanya😥 Kyumin bakal pisah ya? hueeeee :”””(
    Donghae juga makin sweet aja lg😥
    Next next next next ya thorrrrr plissss :’))

  24. ritsu says :

    hiks…hiks…hiks….TT
    minnie yg sabar neee,,
    aigoooo ~
    jdi keikut nangis saya,,,TT
    next >>>

  25. Sri wahyuni says :

    Sedih liatnya,,aku jd ikut menangs dech,,apa kyuhyun dan sungmin akan benar-benar bersatu…

    Kuharap begitu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: