– Too Bad! – KyuMin – GS – Chapter 2 –


– Too Bad! – KyuMin – GS – Part 2 –

.

.

.

.

.

“Kyuhyun-ah.”

Seorang pemuda yang sedari tadi mengarahkan pandangannya ke luar jendela tepatnya pada jalanan kota yang begitu terang dengan lampu tersebut menolehkan wajahnya mengarah pada pemuda yang nampak sedikit lebih tua darinya dan sedang memegang setir kendali mobil tersebut.

Pria yang dipanggil dengan nama Kyuhyun itu menolehkan wajahnya malas ke arah pria tersebut.

“Waeyo?” Tanyanya datar.

Pria yang sedang menyetir tersebut memandang kaca mobil yang berada di depannya, nampak sedikit tersenyum kecil ketika pantulan tubuh Kyuhyun ada disana dan memudahkannya mengawasi tiap ekspresi Artisnya tersebut.

“Maaf.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat sosok itu tiba-tiba berkata seperti itu padanya.

Kenapa harus minta maaf?

“Maaf? Hyung melakukan kesalahan padaku?” Tanya Kyuhyun bingung.

“Maaf, untuk kau yang harus lelah karna melayani 8000 fans di acara Fanmeet tadi siang.”

Kyuhyun tersenyum tipis mendengar penuturan tersebut.

“Oh itu, jangan terlalu dipikirkan Hyung. Aku hanya saja sedang kesal, aku tidak bermaksud untuk menyalahkanmu. Aku tahu ini ulah agensi.”

Mendengar ucapan itu pun akhirnya membuat sosok disana tersenyum lega.

“Haaah, kupikir kau benar-benar marah. Mengingat emosimu meledak pada gadis yang kau maki beberapa saat yang lalu tadi.”

Kyuhyun terdiam saat itu, ekspresinya berubah kaku.

“Kyu, tapi.. Tidak seharusnya kau bersikap terlalu kasar tadi terhadap gadis itu.”

“Aku tahu, Hyuk Hyung.”

Kyuhyun menautkan kedua telapak tangannya dan menaruhnya di belakang kepalanya.

“Tapi, Gadis itu memang agak sedikit gila.”

Kyuhyun kembali merubah nada bicaranya.

“Dia memukul mobilku dan menangis tak karuan lalu mendorongku, kau pikir itu apa kalau bukan gila namanya?” Komplain Kyuhyun.

Sepertinya Kyuhyun sedang menanamkan sebuah persepsi bahwa dia tidak sepenuhnya yang bersalah pada kasus mendorong seorang gadis di pinggir jalan itu.

“Dan dia selalu mengucapkan nama seorang pria. Aishh, sepertinya dia gadis gila.”

“Mungkin saja dia baru saja putus dengan kekasihnya kan? Terkadang masalah Cinta memang bisa membuat seseorang kehilangan kendali, maklumilah hal itu.”

“Putus Cinta? Begitukah? Tapi.. Dia terlalu berlebihan kupikir.”

.

.

“Aku pulang.”

Sungmin menutup kembali pintu rumahnya sesaat baru saja dirinya masuk. Gadis itu mengangkat wajahnya dan mulai mengedarkan pandangannya pada seisi rumah.

Sungmin mengernyitkan dahinya saat tak satupun anggota keluarganya muncul di hadapannya.

Dengan rasa bingung yang menumpuk itu pun Sungmin segera berjalan menuju ruang tengah, setibanya disana lagi-lagi Sungmin harus mendengus kesal.

“Aishh, kemana mereka?”

Sungmin menghentakkan kakinya sebal saat itu. Dengan wajah kesalnya gadis itu mulai menaiki tangga guna menuju kamarnya.

Setibanya di depan kamar, Sungmin mengernyit heran saat melihat sebuah kertas telah tertempel di pintu kamarnya.

Sungmin mengambil kertas yang tertempel di pintu tersebut dan mulai membacanya.

Makin lama waktu berlalu, entah kenapa makin bertambahnya kerutan tak senang dari wajah gadis itu.

“Busan?”

Sungmin memejamkan matanya menahan kesal saat itu.

“Mwoya?! Mereka ke Busan dengan seenaknya begini dan meninggalkanku sendiri?”

Mulut Sungmin tak henti-hentinya berbicara saat itu.

“Hoaaa, Sekolah? Jadi mereka menjadikan sekolahku sebagai alasan? Bilang saja kalau tidak mau mengajakku, dasar.”

Sungmin mengerecutkan bibirnya saat itu, gadis itu nampak kembali melanjutkan kegiatan membaca surat yang berisikan pesan tersebut.

“Hadiah? Ckckck, ternyata mereka begitu mempersiapkan hari ini dengan begitu baik, terbukti dari mereka yang menyiapkan hadiah untukku.”

Gadis itu melipat kertas itu usai membacanya. Dengan gerakan pelan Sungmin memutar knop pintu kamarnya dan segera masuk.

Setibanya di dalam, Sungmin kembali harus dibuat terdiam ketika melihat kondisi kamarnya.

Kamar itu penuh dengan wajah idolanya, wajah Cho Kyuhyun.

Lihat saja dinding kamarnya yang penuh dengan poster official Kyuhyun, meja belajarnya sudah tertumpuk beberapa photobook exclusive artis tersebut, albumnya, dan berbagai merchandise berbau Kyuhyun begitu mendominasi isi kamarnya.

Sungmin tersenyum kecut melihat kegilaan dirinya terhadap pemuda itu. Dan pada akhirnya hari ini dia melihat watak asli Idolanya itu.

Dengan ekspresi datarnya Sungmin mendekat ke arah dinding kamarnya, Gadis itu cukup lama mengamati poster besar itu untuk beberapa saat.

Sungmin mengangkat tangannya dan mulai meraba poster tersebut dengan gerakan perlahan.

“Kau.. Memang tampan.”

Tangan Sungmin meraba poster itu tepat pada bagian mata Kyuhyun.

“Kau.. Juga sangat berbakat.”

Tangan Sungmin berpindah menyentuh poster itu tepat di lengan Kyuhyun.

“Kau.. Juga mempunyai suara yang sangat indah.”

Sungmin mencengkram telapak tangannya dan menatap tajam sosok Kyuhyun yang terdapat di poster tersebut.

“Tapi, aku tidak butuh Idola yang memperlakukan seorang wanita saja tidak becus. Sepertimu.”

SREEEEEK

Dengan sekali tarikan Sungmin merobek poster besar itu dari dinding.

SRRREEEEK

Lagi, poster lainnya dilepas oleh gadis itu dari sana.

Sungmin terus melepas poster-poster disana, gadis itu meremuk kertas poster itu dengan kesal.

Gadis itu kini berlalu ke arah meja belajarnya, dengan kesal Sungmin menarik sekotak kardus yang berada di bawah mejanya dan memasukkan tiap benda berbau Kyuhyun ke dalam kotak itu.

Namun, saat tengah memberes-bereskan benda-benda tersebut, Sungmin tertegun saat mendapati sebuah kertas kecil berbentuk Persegi panjang yang sangat familiar tersebut berada di atas meja belajarnya. Sungmin meraih kertas itu dan membaca kalimat yang tertera disana.

“Cho Kyuhyun the 2nd Asia Tour in Seoul Olympic Arena?”

Sungmin kembali mengambil kertas lainnya yang ada di meja itu.

Wajah Sungmin seketika berubah kaku saat itu.

“Mwoya? Jadi ini hadiah untukku? Tiket konser Cho Kyuhyun? Ck, ada-ada saja.”

Sungmin nampak bingung menatap tiket itu. Dengan pergerakan pelan Sungmin nampak akan merobek tiket tersebut.

Namun, Gadis itu lagi-lagi termenung menatap tiket itu.

“Wae? Kau sudah memperlakukan dengan buruk kan? Tapi kenapa aku malah tidak bisa membencimu? Kenapa aku tidak bisa merobek tiket ini?” Tanya Sungmin seperti orang gila.

Sungmin menolehkan wajahnya ke arah foto Kyuhyun yang ada di meja belajarnya saat itu.

“Dengar baik-baik Cho, aku.. Aku bukan fansmu lagi. Tapi, aku tetap mencintai Suaramu. Jadi, tiket ini akan kusimpan, bukan karna ingin melihatmu. Tapi, karna ingin mendengar suaramu.”

.

.

“Tidak.”

“Tapi kau harus melakukannya, Kyu.”

“Tidak mau.”

“Kyuhyun-ah.”

“Menuntut ilmu tidak harus di Sekolah kan? Selama ini aku Home Schooling juga tidak ada masalah.”

Kyuhyun membolak-balikkan lembar buku pelajarannya dengan ekspresi kesal.

Apa-apaan ini? Dia harus berhenti Home schooling dan belajar di Sekolah biasa? Bersama-sama dengan murid lainnya? Yang benar saja! Itu akan merepotkan.

“Aku mengerti kenapa kau tak mau, tapi ini permintaan dari Agensi.”

Kyuhyun menghela nafas beratnya. Merasa begitu jengah saat mendengar penuturan yang baru saja dirinya dengar itu.

“Ini masalah pendidikanku Hyung, apa juga harus mereka yang mengaturnya? Selama ini aku bisa mengikuti cara belajarku dengan sistem Home Schooling dengan baik. Memangnya kenapa lagi?”

TAP

Kyuhyun menutup kesal buku pelajaran yang sedari tadi dia pegang dengan cukup keras.

Pemuda yang baru saja beranjak 17 tahun itu dengan segera menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.

“Araso, katakanlah Hyung. Aku akan kembali mendengar apa yang menjadi latar belakang mereka hingga menyuruhku harus belajar di sekolah Umum.”

Sementara itu, pemuda yang sedari tadi bersandar di pangkal pintu tersebut pun pada akhirnya mulai bergerak dan beranjak mendekat ke arah Kyuhyun.

“Ini ada kaitannya dengan perencanaan untuk perilisan album barumu.”

Kyuhyun mengernyit saat mendengar penuturan tersebut.

“Perilisan album? Kenapa kurasa cepat sekali? Bahkan Jadwal Konserku masih berlangsung.”

Kyuhyun nampak sedikit berpikir saat itu. Dan pada akhirnya pemuda itu kembali menenggakkan posisi duduknya.

“Hyuk Jae Hyung, katakan. Ini.. Bukan hanya untuk perilisan album kan? Aku mencium hal lain disini.”

Mendengar spekulasi yang baru saja dilayangkan oleh Kyuhyun itu pun membuat pemuda yang dipanggil Hyuk Jae itu tersenyum tipis.

“Kau memang cerdas, sangat cerdas Kyuhyun-ah.”

Hyuk Jae terkekeh pelan saat itu. Pemuda itu ikut mendudukkan tubuhnya tepat di bangku yang berada di samping Kyuhyun.

“Agensi merencanakan perilisan Album-mu itu memang benar. Dan apa kaitannya dengan kau yang harus bersekolah di Sekolah Reguler.. Itu tidak lain untuk pembangunan Imagemu.”

“MWO?!”

Kyuhyun langsung berdiri dari duduknya saat itu.

“Image? Memangnya Image apalagi yang harus kubangun? Idol yang Sopan? Sudah. Idol yang murah senyum? Sudah. Idol yang serius? Sudah. Apalagi?”

Hyuk Jae mendelik ke arah Kyuhyun.

“Idol yang.. Mengedepankan pendidikan, Cho Kyuhyun.”

“Ne?”

PRAK

“Bacalah.”

Kyuhyun langsung menoleh ke arah meja yang ada disana. Dahinya mengernyit bingung menatap koran yang ada disana.

Kyuhyun mengambil koran itu dan mulai membaca isinya dengan seksama.

Kyuhyun menganga melihat isi koran tersebut.

“Apa-apaan ini? Aku baru tahu Surat Kabar sekelas ini bisa menerbitkan Peringkat-peringkat murahan dan tak ada dasar seperti ini?”

Kyuhyun membolak-balik surat kabar itu dengan kesal.

Hyuk Jae yang sedari tadi memperhatikan setiap ekspresi Kyuhyun pun hanya menghela nafas maklum.

“Aku tahu itu peringkat tak berlandaskan apapun, tapi Surat Kabar begitu mendoktrin asumsi Publik kan? Oke, dari ke 99 kategori, kau masih masuk dalam 10 besar Idol dengan attitude baik, tapi kau lihat di satu Kategori yang ada disana. Kategori bernomor 87.”

Kyuhyun kembali meneliti isi Surat Kabar itu. Wajahnya bengong seketika saat melihat urutannya di salah satu Kategori disana.

“Cho Kyuhyun, dalam survei yang melibatkan 1000 netizen. Kau berada di urutan 5 terakhir dari jumlah 200 Idol lainnya dari kategori Idol yang memperhatikan Pendidikannya.”

Cho Kyuhyun berdecis sebal membaca namanya yang berada di nomor hampir akhir itu.

“Dan yang lebih parahnya lagi, dari kelima nama terakhir itu, hanya kau satu-satunya Idol yang berada di bawah usia 20 tahun yang seharusnya masih perlu mengembangkan pendidikanmu. Kau pikir Image seperti itu baik? Sedangkan tidak lama lagi, Album-mu akan segera rilis.”

Hyuk Jae sedikit mendelik ke arah Kyuhyun yang masih nampak geram dengan koran tersebut.

“Oh ya, satu lagi. Tadi siang, saat Fanmeet, aku mendapatkan kabar, kau didapuk untuk menjadi Duta Pendidikan dari sebuah Brand Lembaga pendidikan ternama di Seoul. Kau tahu apa yang terjadi saat itu? Aku mengecheck beberapa Forum dan banyak yang menghujatmu tak pantas menyandang gelar duta itu karna Koran ini tiba-tiba terbit di hari pencananganmu sebagai Duta. Dan terang saja itu karna melihat Peringkat anehmu.”

Kyuhyun berdecak saat itu. Pemuda itu melempar kesal koran itu ke arah lantai dan kembali duduk.

“Kau tahu sendiri seberapa gigih para Pewarta untuk mendapatkan sisi negatifmu kan? Mengingat sejak 3 tahun kau debut, tidak ada satu kabarpun yang membuat namamu rusak.”

Kyuhyun mengacak rambutnya sebal.

“Berapa lama? Berapa lama aku harus bersekolah disana?”

“Umurmu 17 kan?”

“Eum.”

“Kupikir kau harus menyelesaikan Grade akhirmu disana. Atau nama lainnya, Kau bersekolah disana hingga tamat.”

.

.

“Lee Sungmin!! Annyeong!”

Sungmin yang sedari tadi nampak santai mematut dirinya di depan cermin pun langsung terlonjak kaget dan menolehkan kepalanya menghadap pintu kamarnya.

Nampak sesosok lelaki yang terlihat seumuran dengannya tengah nyengir tidak jelas ke arahnya.

“Morning, Sungminnie.”

“Kenapa bisa kau masuk ke rumahku?”

Sungmin langsung berbalik dan berjalan menghampiri pria tersebut. Dahinya berkerut tak suka melihat penampakan di hadapannya ini.

“Hey, berhentilah menatapku dengan pandangan mengintimidasi seperti itu. Lagipula ini bukan pertama kalinya aku kesini.”

“Aku tahu itu, tapi masalahnya pintu rumahku sudah kukunci betul-betul. Bagaimana bisa kau masuk? Oh tidak! Atau kau membobolnya?!”

Sungmin memegang erat bahu pemuda yang ada di hadapannya.

Sungguh, dirinya tak habis pikir dengan pikiran pemuda di depannya ini kalau dia benar-benar telah membobol pintu rumahnya.

“Ya! Kenapa kau malah menatapku seperti itu? Jawab aku.”

Sungmin terus menggoncang-goncangkan bahu pemuda itu saat tak ada penjelasan yang dia dapat.

“Kau ini, berlebihan sekali. Kau lupa ya?”

“Ne? Lupa? Lupa untuk apa?”

Pemuda itu tersenyum tipis, ah bukan! Menyeringai lebih tepatnya.

Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya kaku saat melihat sosok di hadapannya ini tiba-tiba mulai mendekatkan wajahnya.

“Ya! Mau apa kau? Kau tidak bisa mengerjaiku lagi.”

Sungmin beringsut mundur perlahan saat sosok di hadapannya itu terus bergerak maju.

“Aku kan dari semalam tidur disini, Sungminnie.” bisiknya lembut.

Sungmin menatap horor pemuda itu.

Apa dia bilang? Tidur??!

“T.. Tidur? Maksudmu?”

“Ya tidur, kau pikir orang tidur bisa apa hah?”

Sungmin mengernyit nampak sedikit berpikir saat itu.

“Kau.. Bermalam disini?”

“Yaps.”

“Bagaimana bisa?”

“Aku diberi kunci serep rumahmu oleh Orangtuamu kemarin. Kata mereka aku harus menemanimu di rumah. Oh ya, bukan hanya kunci rumahmu loh, tapi lebih tepatnya seluruh kunci ruangan di rumah ini.”

Sungmin menelan ludahnya susah-susah.

“Sungminnie, kau.. Ternyata sangat cantik saat tidur.”

“M..mwoya? Kau.. Jangan bilang kalau kau juga.. J-juga menyelinap ke kamarku?”

Sungmin sudah pucat pasih saat itu.

Sedangkan pemuda yang ada disana masih terus menyunggingkan seringainya.

“Cantik sekali, Sungminnie-ku memang cantik.”

Srattt

Sungmin langsung merosot jatuh terduduk ke lantai.

Sontak saja itu membuat pemuda yang ada disana melotot kaget.

Kenapa dia?

“Ya! Wae geurae? Kenapa kau tiba-tiba duduk-dudukan di lantai seperti ini?”

Sungmin menatap lantai putih di hadapannya dengan pilu. Habis sudah.

“Bagaimana bisa.. Bagaimana bisa kau berbuat hal seperti ini terhadapku, Kibum-ah.”

Sungmin mulai berujar aneh, sontak saja membuat pemuda yang ternyata bernama Kibum itu menatap ilfil padanya.

“Kau.. Kau sudah melihat semuanya. Hueeeeee.. Hueeeee”

Kibum langsung terlonjak kaget saat Sungmin tiba-tiba merengek akan menangis.

Melihat? Melihat apanya?

“Ya! Kau ini bicara apa?”

“Kau sengaja kan? Sengaja masuk ke kamarku? Menyelinap pula! Kau sengaja kan??! Pasti kau melakukan itu karna sudah tahu kalau aku sedang tidur, tidak memakai apa-apa.. Hueeeeee… Kau jahat!”

JDEEER

Kibum melotot shock mendengar ucapan Sungmin.

Tidak.. Memakai apa-apa?

“Ya! Apa-apaan kau ini?!”

Sungmin langsung terdiam saat Kibum tiba-tiba berteriak.

“Bagaimana bisa kau tidur dalam keadaan seperti itu? Bagaimana kalau ada pencuri menyusup ke kamarmu? Bagaimana kalau kau lupa mengunci pintu kamarmu. Ya Lee Sungmin! Aishhh! Kuperintahkan kau agar mulai dari sekarang melepas kebiasaan burukmu itu! Titik!!”

Nafas kibum tersengal-sengal saat itu. Sedangkan itu, Sungmin nampak menautkan alisnya curiga?

“Kau.. Kenapa bicara seperti itu? Kau? Ya! Kau berbohong ya?! Kau mengerjaiku ya?!”

Kibum menelan salivanya gugup.

Ya, dia memang sedang mengerjai Sungmin tadi.

Hey! Jangan berpikiran aneh padanya! Kim Kibum adalah manusia yang bermoral, tidak akan menyusup ke kamar siapapun.

“Hehe, kau sadar juga akhirnya.”

Kibum langsung berjalan menuju ranjang pink milik Sungmin dan menghempaskan tubuhnya disana.

“Mumpung masih ada waktu setengah jam lagi dari waktu berangkat ke sekolah, sana masak sesuatu. Aku lapar, Sungminnie.”

Sungmin menatap horor pemuda yang nampak tak punya dosa itu.

Sementara itu, mendengar tak ada sahutan dari Sungmin. Kibum pun memberanikan diri kembali menoleh ke arah Gadis tersebut.

“Ya! Aku kan cuma bercanda, coba kau pikir, mana berani aku menyusup ke kamarmu. Aku masih takut dengan Jungmo, bagaimana reaksinya kalau aku menyusup ke kamar kekasih tercintanya?”

Kibum kembali bangkit dari posisi tidurannya dan menjadi duduk di ranjang itu.

Pemuda itu nampak mengernyit melihat perubahan isi kamar Sungmin. Tak mengindahkan kalau saat itu, Sungmin langsung terdiam kaku saat Kibum mengucapkan nama Jungmo barusan.

“Sungminnie, kau kemanakan semua poster idola tercintamu?”

Kibum menggaruk kepalanya saat melihat kondisi kamar Sungmin.

“Aku dan Jungmo sudah putus.”

“Ne? Putus? Oh.”

1

2

3

“Apa??! Putus?? Bagaimana bisa? Kau memutuskannya? Ya Tuhan Lee Sungmin! Jangan bilang kalau kau benar-benar terobsesi dengan Cho Kyuhyun si Artis itu? Kau tidak berniat untuk menikahi orang itu kan? Astaga, Jungmo.. Kau malang sekali.”

Sungmin bangkit dari posisinya dan berdiri.

“Tidak, Jungmo yang memutuskanku.”

1

2

3

“Hahhh?!”

Oh baiklah, sepertinya Pagi hari ini begitu membuat KAGUM seorang Kim Kibum.

Jungmo yang memutuskannya?

Hey! Bocah itu sangat mencintai Sungmin. Dia jamin itu. Karna Kibum sudah mengenal seluk beluk kehidupan Sungmin apalagi itu tentang kisah asmara dari sahabatnya itu. Hey! Dia ini sudah Hidup bersahabat dan bertetangga dengan Sungmin sejak 17 tahun lalu. Sejak mereka lahir!

Kibum menatap iba ke arah gadis itu. Sungmin-nya tidak boleh bersedih.

“Kemarilah.”

Kibum menyuruh Sungmin untuk mendekat padanya.

Saat jarak mereka sudah lumayan dekat, pemuda itu pun menarik Sungmin untuk ikut duduk di sampingnya. Tanpa menunggu apapun lagi, Kibum langsung merangkul sosok itu lalu memeluknya erat.

“Kau mau cerita padaku? Kalau kau mau, kau bisa cerita padaku. Aku yakin Jungmo masih mencintaimu. Hey Sungminnie, jangan menangis. Aku mohon.”

Kibum kian mengeratkan pelukannya pada tubuh Sungmin.

“Ini semua gara-garaku, gara-garaku yang meninggalkannya dan terus mengacuhkannya kalau sudah berkaitan dengan Cho Kyuhyun.”

Cho Kyuhyun?

Ah, sudah dia kira. Sungmin terlalu gila dengan penyanyi itu. Dan tak menutup kemungkinan kalau Kyuhyun yang nyatanya tak berdosa apapun pada Sungmin dan Jungmo, bahkan mengenal pasangan kekasih itu saja tidak, bisa saja menjadi penyebab utama hancurnya hubungan Sungmin dan Jungmo.

“Kemarin, adalah hari jadiku dengannya. Dan kami berencana untuk berkencan.”

Kibum terus menepuk-nepuk bahu Sungmin lembut.

“Tapi, berhubung hari itu juga ada Acara Fansigning Cho Kyuhyun, aku meninggalkannya begitu saja.”

Kibum tersenyum miris mendengar cerita Sungmin. Bukan karna prihatin dengan Sungmin. Hanya saja dia tak tahu bagaimana perasaan Jungmo saat itu.

“Dan.. Malamnya aku menangis sepanjangan di pinggiran jalan kota.”

Tangan Kibum beralih membelai rambut hitam gadis itu.

“Kenapa tidak menelponku? Aku bisa menemuimu.”

“Ahniya, aku memang ingin sendiri saat itu.”

“Kau baik-baik saja kan? Tidak ada pria yang mengganggumu malam kemarin?”

“Ada.”

“Mwo?!”

Kibum langsung menatap lekat sosok Sungmin.

“Ada yang menganggumu?”

“Ya, aku terlalu hilang kendali malam itu. Dan tak sadar sudah memukul-mukul mobil orang. Dan kau tahu siapa orang itu?”

Sungmin menenggakkan posisi tubuhnya dan menatap Kibum.

“Cho Kyuhyun, idolaku.”

“Hehh?”

“Kau tahu apa yang dia lakukan?”

Kibum menggeleng.

“Dia.. Mendorongku.”

“Hah?”

“Memarahiku.”

“Mwo?”

“Mengataiku Gila.”

Kibum menatap Sungmin tak percaya.

Cho Kyuhyun? Penyanyi itu yang melakukannya?

“Aku tahu itu juga salahku, mungkin dia sangat lelah saat itu. Dan harus dihadapkan pula dengan orang yang habis putus cinta sepertiku.”

Sungmin tersenyum saat itu, dan nampak juga seringai ada disana.

“Tapi sejak malam itu, aku memutuskan untuk tidak mengoleksi semua hal tentangnya lagi.”

“Kau berhenti jadi Fansnya?”

sungmin diam sejenak saat itu, sepertinya dia tengah memikirkan sesuatu.

“Entahlah, hanya saja aku sudah tidak ingin melihat wajahnya lagi. Tapi..”

“Tapi? Tapi apa?”

Sungmin menatap Kibum dengan raut serius.

“Aku.. masih tidak yakin kalau aku bisa bertahan dalam satu hari untuk tidak mendengar suaranya. Mendengar lagunya.”

.

.

.

Sungmin berulang kali mondar-mandir di depan pintu kelas.

Gadis itu sesekali nampak menutup wajahnya frustasi.

Sungmin kembali beringsut mendekat ke pangkal pintu kelas. Matanya menyipit untuk melihat sosok pria yang nampak tenang sedang mencatat di buku tersebut.

Sungmin menggigit bibir bawahnya pesimis. Dia ingin bertemu dan berbicara serius dengan Jungmo, tapi nampaknya pemuda itu begitu sibuk.

Sementara itu, Jungmo yang juga sedari tadi memperhatikan sosok Sungmin yang nampak mondar-mandir tak jelas di depan pintu kelasnya itu hanya bisa menghela nafas.

Pemuda itu kembali berusaha untuk tidak menatap sosok itu lebih lama. Jadi dirinya kembali memfokuskan matanya pada isi buku tulis yang ada di depannya.

Jungmo meringis iba melihat isi buku itu. Dan kau akan memandang prihatin pada Jungmo kalau melihat isi buku itu.

Jungmo membenamkan wajahnya frustasi di atas buku tersebut.

SRATTT

Pemuda itu berdiri dari bangkunya dan nampak berjalan menuju keluar kelas. Sepertinya, melihat Sungmin mondar-mandir tak jelas membuatnya makin sulit berkonsentrasi.

Dan terang saja, Saat melihat Jungmo tiba-tiba keluar dari kelas. Sungmin langsung terkesiap.

“Jungmo-ah!”

Baiklah, kau berhasil memanggilnya, Sungmin.

Gadis itu menatap harap-harap cemas pemuda itu dari belakang.

Dan pada akhirnya Jungmo mau berbalik menatapnya.

Sungmin berjalan pelan mendekat ke arah Jungmo. Sedangkan, Jungmo hanya bisa diam dan berekspresi datar menatap sosok Sungmin.

“Aku.. Minta maaf.”

“Tidak perlu, bukan salahmu.”

Sungmin kian menunduk tak enak mendengar tanggapan Jungmo.

“Jungmo-ah, kau.. Kau benar-benar serius tentang kemarin?”

Jungmo menatap Sungmin penuh arti. Kim Jungmo! Kau harus bisa!

“Maaf, aku serius Min.”

Sungmin merasa dadanya mencolos begitu saja saat itu.

Ternyata Jungmo benar-benar serius untuk menyelesaikan hubungan mereka.

“Ne, aku mengerti. Aku akan menerima keputusanmu.” ujar Sungmin begitu pelan.

Jungmo menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu saat itu.

“Maaf.”

Sungmin mengangguk.

“Gwanchana.”

.

.

“Astaga! Ya Tuhanku!”

“Luar Biasa.”

“Aku benar-benar tidak tahu kalau dari dekat dia bisa begitu tampan.”

“Cho Kyuhyun, dia sempurna.”

Teriakan histeris dan bisik-bisik dari sejumlah Siswi disana memenuhi gedung SMA Dongguk.

Cho Kyuhyun, pemuda yang menjadi Objek utama ‘keributan’ itu hanya terus melenggang dengan penuh percaya dirinya di lorong-lorong kelas.

Pemuda itu sesekali menyapa tiap orang yang ada disana dengan begitu ramah.

Hey! Bukankah Cho Kyuhyun dikenal sebagai Idol yang mempunyai Attitude baik? Ya, itulah Imagenya.

Tapi, tidak tahukah kalau saat ini Kyuhyun tengah berteriak bangga pada popularitasnya dan juga sedikit mengumpat sebal.

Ya ya ya.. Dirinya begitu tampan kan? Mempesona? Luar biasa? Ya, dia tahu itu.

Dan Kyuhyun nampak tersenyum bangga sepanjang lorong saat mendengar teriakan histeris sejumlah murid disana akan keberadaannya.

Tapi, Kyuhyun masih sebal dengan keputusan Agensi yang menyuruhnya untuk bersekolah di tempat ini!

Kyuhyun berhenti saat matanya melihat sebuah papan bertuliskan [ Kelas 12-A] tergantung di sebuah pintu kelas. Dan tanpa menunggu apapun lagi, pemuda itu langsung masuk ke dalam ruang kelas tersebut.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya pada seisi kelas. Kemana penghuninya?

Oh iya! Dia lupa! Ini kan sedang jam istirahat, tentu saja mereka semua tidak ada di kelas.

Kyuhyun meletakkan tasnya pada salah satu bangku kosong disana.

“Tapi ada untungnya juga, disaat semua orang harus tepat waktu datang ke sekolah. Aku atas nama Agensi bisa datang di saat jam sekolah hampir berlangsung setengah dari total keseluruhan. Yahh, mereka tentunya harus bekerja keras menyesuaikan jadwal Showku dengan kegiatan sekolah kan?” Ucap Kyuhyun bermonolog.

Pemuda itu mengernyit tak suka melihat sepinya ruangan itu.

Dan pada akhirnya dia berencana untuk keluar sebentar, hitung-hitung melihat isi sekolah.

PRAK

Saat Kyuhyun melewati sebuah meja, pemuda itu tak sengaja menabraknya. Hahh, sepertinya dia sudah cukup lelah dengan kegiatan Shownya beberapa saat yang lalu.

“Aishh, buku siapa ini?”

Kyuhyun memungut buku itu dan bermaksud untuk meletakkannya di meja semula. Tapi, saat ingin meletakkan buku itu, dirinya tak sengaja juga melihat buku lain di meja itu. Buku yang nampak terbuka.

Kyuhyun membaca tulisan di buku itu dengan senyum anehnya. Lalu matanya melirik ke arah lain.

“Jungmo?”

Kyuhyun membaca papan nama yang ada di meja itu. Ya sepertinya nama orang yang menempati meja itu bernama Jungmo.

“Sungmin? Sungmin? Sungmin? Apa orang bernama Jungmo ini maniak Sungmin? Kenapa dia menulis begitu banyak nama Sungmin di buku ini?”

.

.

.

Sungmin mendudukkan tubuhnya di lantai ruangan itu dengan lesuh.

Matanya menatap lantai keramik dengan raut tak bersemangatnya.

Ternyata Jungmo benar-benar marah terhadap tingkahnya kemarin. Hingga pemuda itu berani memutuskan hubungan mereka berdua.

Sungmin menekuk lututnya dan menaruh dagunya di atas lututnya tersebut. Menarik nafas dan menghembuskannya. Ya, hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini.

“Oh iya.”

Sungmin langsung merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dari sana.

Gadis itu tersenyum memandangi layar ponselnya.

“Saat-saat seperti ini, kurasa suaramu akan sedikit membantu.”

Sungmin mulai sibuk memilah-milah lagu Cho Kyuhyun yang mana yang akan dirinya putar.

Ya, karna hanya suara milik orang itu yang mampu menenangkannya.

CKLEK

Sungmin langsung menegang di tempat.

Apa? Bukankah itu suara pintu yang dibuka?

Hey! Sungmin sudah mengecheck semua jadwal kelas, dan tidak ada yang menggunakan ruang musik saat jam-jam seperti ini.

Tapi, siapa yang membuka pintu?

Sungmin menelan salivanya gugup saat mendengar suara pintu kembali terdengar, suara pintu yang ditutup.

Gadis itu segera menyimpan ponselnya dan kian merapat di balik Badan Piano yang ada disana.

Sungmin lagi-lagi menganga saat melihat orang itu sudah duduk anteng di depan piano, mau apa dia? Bermain piano? Sok pintar sekali? Tapi tunggu dulu. Siapa orang ini? Sungmin hanya bisa melihat sepatunya saja dari sini.

TENG

Sungmin mengernyit pelan saat mendengar suara tuts dimainkan. Apa-apaan orang ini? Amatiran ya?

TENG

Lagi.. Orang itu hanya menekan putus-putus tuts tersebut.

“Tidak begitu buruk, kurasa suaranya akan indah.”

Sungmin nampak familiar dengan suara itu.

Ya, setidaknya ini suara pria.

Siapa ya?

Sungmin kembali terkesiap saat sebuah alunan nada pada akhirnya dimainkan juga.

Gadis itu tertegun mendengar permainan nada itu, sangat indah.

Sejak kapan di SMA-nya ada yang bisa bermain piano sebegini hebatnya selain Guru Musik itu sendiri?

The first thing i think of

When i think of you

Sungmin merasakan dadanya berdebar luar biasa hebat saat tak hanya suara musik yang dia dengar, melainkan juga sebuah Permainan Vocal.

Is your wonderful smile.

Sungmin tersenyum tipis mendengar nyanyian indah yang diringi dengan permainan apik piano tersebut.

The second would be your adorable laugh.

I could go on and on.

But the list would never end.

Sungmin menyandarkan tubuhnya di badan piano. Suara ini, entah kenapa, begitu indah.

When i think of the short time

That we’ve been together.

Sungmin tak henti-hentinya tersenyum saat itu.

Suara ini, sangat lembut. Sangat mirip dengan..

And of all of the happy memories we’ve already shared

It amazes me to no end

Sungmin tahu dia sangat buruk dalam pelajaran Bahasa Inggris, tapi entah kenapa ketika mendengar lagu ini, dia mendadak dapat merasakan makna lagu itu sendiri.

And i know that we were meant to be together.

I look at you and see overflowing love, hope, and joy.

Demi Tuhan.

Sungmin bukan orang yang dengan mudahnya bisa tersentuh dengan nyanyian, kecuali nyanyian yang datang dari suara Cho Kyuhyun.

Tapi sekarang? Jantungnya berdebar.

Suara ini, begitu dekat dengannya. Begitu mengikatnya.

As well as charm, strength, happiness and dignity.

With all of these wonderful qualities.

Hahh, kalau seperti ini caranya. Bisa-bisa dia menduakan suara Cho Kyuhyun yang begitu dia agungkan.

It’s no wonder..

I love you so.

Dan saat itu juga, Sungmin harus menghela nafas kecewa, lagu sudah berakhir.

.

.

Kyuhyun tersenyum puas saat itu.

Ternyata kemampuan bernyanyinya apabila digabungkan dengan permainan piano masih sangat menakjubkan.

Pemuda itu berdiri dari kursi disana. Kyuhyun sedikit nampak merapikan seragamnya. Pemuda tinggi itu nampak mengernyit saat matanya tiba-tiba melihat sesosok lain ada disana.

Apa yang orang itu lakukan?

Jadi, orang itu mendengarkan performa-nya dengan cuma-cuma? Huaaaa, pantasan dia tak bersuara. Pasti dia sedang berdecak kagum akan kelihaian Cho Kyuhyun dalam bernyanyi.

Tapi, kenapa orang ini bisa ada disini?

Kyuhyun tersenyum jahil saat itu. Pemuda itu dengan cepat merogoh ponselnya dan menyalakan senter disana.

Bermain-main sedikit tidak apa kan? Lagipula dia yakin orang ini pasti mengenalnya baik? Bukankah dia populer? Mungkin saja dengan sedikit olesan permainan karisma yang dia miliki, gadis yang bersembunyi itu tak akan macam-macam menyebarkan perbuatan jahilnya ini pada pewarta berita?

Kyuhyun berjalan pelan-pelan, ketika merasa posisinya sudah cukup, pemuda itu pun berjongkok, dengan cepat dia mengarahkan senter ponselnya tepat di bawah dagunya.

Bukankah di ruangan yang sedikit remang seperti ini akan mendukung sekali kalau dia menyenteri wajahnya hehehe.

‘Satu..’

Kyuhyun mulai berhitung.

‘Dua’

Pemuda itu sudah mulai siap untuk menyerang.

‘TIGA!’

“DARRRRRRR!”

“Huaaaaaaaaaaaaa!”

Sungmin langsung menutup wajahnya shock saat tiba-tiba sebuah penampakan muncul di hadapannya.

Sedangkan itu, Kyuhyun yang nampak begitu puas melihat kejahilannya berjalan lancar sangatlah bangga pada dirinya sendiri.

“Hahahahah, Hahahaha..”

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak saat itu. Pemuda itu langsung terduduk di lantai dan memegangi perutnya penuh rasa geli.

Berbeda sekali dengan ekspresi Sungmin saat ini, Gadis itu nampak mengernyit saat mendengar suara tawa pria tengah menggelegar sekali.

Dan dengan keberanian yang ada. Sungmin kembali membuka tangannya yang sedari tadi menutupi wajahnya.

Sungmin agak memicingkan matanya untuk melihat wajah pria itu. Dari seragam, dia nampak seperti murid disini. Tapi siapa?

Sungmin perlahan beringsut agak mendekati sosok Kyuhyun yang masih nampak tertawa disana.

Semakin dekat jarak antara mereka, semakin membuat wajah Sungmin menegang.

Kenapa, sepertinya dia pernah lihat wajah itu.

“Itu..”

Sungmin mulai mengeluarkan suara saat itu. Membuat Sosok Kyuhyun mendongakkan kepalanya dan menatap Sungmin yang nyatanya sudah berjarak lumayan dekat padanya.

Sungmin tertegun luar biasa saat itu.

Apa ini?

Apa-apaan ini?

Kenapa.. Kenapa bisa wajah ini yang ada di depannya?

“K-kau..”

Suara Sungmin tercekat di tenggorokannya.

Membuat Kyuhyun yang melihat ekspresi yang agaknya sedikit berlebihan itu mengernyit ilfil.

Kyuhyun tahu kalau dia memang Idol Terkenal. Tapi, tidak sebegini juga wanita ini harus berekspresi.

Ekspresi wanita ini lebih tepat kalau dia melihat hantu.

Lah ini? Yang di depannya ini kan Cho Kyuhyun, Idol Muda saat ini.

“Kau.. Mengenalku?”

Sungmin mulai sadar dari dunianya saat Kyuhyun berbicara padanya.

Apa dia bilang? Kenal?

Tidak.. Tidak mungkin dia menjawab kalau dia mengenalnya. Pasti dia tambah besar kepala menyadari kepopularitasannya.

“Tidak, tapi..”

Kyuhyun mengernyit tak suka mendengar jawaban Sungmin.

Apa dia bilang? TIDAK??! Apa dia tidak punya TV di rumah?

“Kau.. Kau..”

Sungmin mulai mencari-cari alasan. Apa yang harus dia katakan.

“Kau.. Benar-benar tidak mengenalku? Sedikitpun? Atau pernah lihat?”

Kyuhyun benar-benar terasa terhina saat ini. Yang benar saja dia tak dikenal.

“Pernah.”

Eh? Apa dia bilang? Pernah?

Sudah dia duga! Kyuhyun begitu populer!

“Kau.. Kau yang mendorongku malam itu. Saat aku memukul-mukul mobilmu.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat mendengar penuturan Sungmin.

Mendorong? Mobil? Malam itu?

Ah! Dia ingat!!

Kyuhyun menatap sosok gadis di hadapannya itu dengan teliti.

Wajah ini, wajah ini, ya dia pernah melihatnya.

Wajah ini..

“Kau.. AHHH! Kau wanita gila malam itu ya?”

.

.

.

Cont-

Terima kasih masih ada yang mau baca.. Ditunggu komennya🙂

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

26 responses to “– Too Bad! – KyuMin – GS – Chapter 2 –”

  1. fairylee says :

    hahahaha ntah knp mlah pingin ktawa pertemuan kyumin yg ‘unik’…
    dtunggu chap slnjutnya

  2. 규민 사랑해요 says :

    jahat bgt si kyu…
    ming bakal makin ilfeel tuh

  3. wonwon says :

    waaaaa ini seru sekali. semoga chapter depannya segera diupdate.. kyumin bikin ketawa aja..hihihi

  4. chominyu says :

    kyu kenapa dia ga jaga sopan gitu ama min?
    dia ga tau apa kalo minnie itu bela belain dateng ke acara dia sampe harus putus ama jungmo.
    tapi lebih baik minnie putus aja ama jungmo biar gampang deket ama kyunya hahahha *di jitak jungmin*
    kyu? apa dia di sini jadi siswa uang cerdas?
    kenapa ga satu sekelas aja ama sungmin? malah satu kelas ama jungmo.
    ini sih nanti jungmi tambah benci ama kyu.
    kyumin ketemu lagi.. yahhh malah saling marah marahan lagi.
    kyumin harus tau kalo sikap min maupun kyu waktu itu karna apa.
    supaya mereka ga marah marahan lagi dan malah deket satu sama lain hahahaahah *ketawa seneng*😄
    lanjut saenggg…. FIGHTING!!!! ^^9

  5. Santika Hanif says :

    aaaaaaa,, penasaran lanjutannya nii,,
    kayany bakal gokil deh kisah cinta kyumin di sekolah,,
    jangan lama2 yaa updateny,,
    Please :3

    Berarti jungmo sekelas ya sama kyupil,
    :p

    ngakak abis pas baca part kyuhyun jalan di sekolah dengan pedenya,
    narsisnya kau bang,,

    dimanapun, kapanpun, dan dengan siapa aja, sifat jail kyu ga ilang yaa :3

    sumpah penasaran endingnya nii.
    :3

  6. ZaAra chan says :

    Wkwkwkwk. . . Ming gk bkal bisa lupain suara merdu kyu,,
    kyumin mulai tampak dekat,,^^
    chingu,hole in the sky kpn publish? Aku menunggu ^^

  7. heldajungsoo says :

    Kyumin 1 sekolah. . . wah seru bgt.. kibum muach?

  8. RinRinmin9 says :

    Aigooo, kyak’a si kyu sneng bngt yah ngrjain orang…ckckck, smoga kyu cpet tobat*amin*
    oh ya eon, ditnggu loh klanjutn gallery’a sma yg ini~~
    keep writing **

  9. mikyungmii says :

    Waaaaaaaaaaa~~~~
    Sebentar lagi pertarungan KyuMin segera dimulai *?*

    Kyupil gila -__-

    Ditunggu next chapter😀

  10. Dina Dindra dini says :

    Tetep aja tu sifat usil gak bisa lepas dari imej cool cho kyuhyun==”

  11. Chacha says :

    Titisan iblis itu benar” ya !!! :-@
    Awas jja kalau sampe jatuh cinta sama bunny ming.
    Desty buat namja titisan iblis itu bertekuk lutut di hadapan bunny ming.
    Dan buatlah Jungmo dan bunny ming bersatu lagi.
    Maunya sih Kyuhyun yng ngejar” Sungmin disini.
    Itu kan jauh lebih seru.
    Kkkk~
    *smirk
    Di tunggu next partnya. ^^

  12. ChoLee KyuMin says :

    Aiiissh…
    Kyu ni ada_ada aja…
    Kalo kaia gini mah bakalan jadi tom n jerry mreka-__-
    Tp serulah, bikin gemes kkkk~~
    Chap depan KyuMin’ny makin seru yaaaa
    Hwaitiiing

  13. TheculesJewels_ELF says :

    Huaaaaa Huaaaa Huaaaaa !!
    Kenapa Ury EPil jutek amat yah..
    Aigoo~

    nggak tega juga ngeliat dua pasangan ini..
    #walau banyak senengnya sih😀

    aigooo~
    ming sama jungmo, sama-sama suka tapi salah paham gini..
    Di pertahanin aja #plak

    omona~
    apakah ini jodoh? Atau takdir?
    Jiakh~
    pertemuan yang ‘manis’ diruang piano..
    Jeongmal !!!

    Aigoooo~
    itu pasti ming terkejut banget..
    Orang yang hanya membuat jatuh cinta dengan suaranya ada dihadapannya..

    Daebakkk ..
    Bikin Greget..

    Oh yha mau nanya author..
    Kalau mau baca FF lain boleh kah?

  14. kyuminelf says :

    lanjut,updetnya jangan terlalu lama ya

  15. ming0101 says :

    ditunggu lanjutannya kkk~
    kyu.nya iiiish, tau sih dia idol, tpi biasa aja dong narsisnya kkk~
    lanjut, penasaran sma reaksi ming pas tau mantan idolnya sekolah d tempat yg sma sama dia kkk~

  16. maya melani says :

    lanjut dooong🙂 penasaran nih.
    bagus min, brenti aja ngefans ama kyu hehehe.

  17. itsme_devi says :

    aaaaaaaaaaa
    lanjut ayo lanjut >_< ga sabar nih nunggu terusannya hueeeeee

  18. Tika says :

    Hah kata2mu pedas sekali Cho

  19. sara samuel wuarlela pangemanan says :

    no comment dech pokokx bgus buanget. . . Lanjut

  20. Yuniari (@yuniari24) says :

    semakin ksini crita a makin keren eonn
    daebak,,
    lanjutt terus hwating😀

  21. Iin rachma says :

    Aduh si kyu jail bener dah.. Ntar klo ming jantungan gmana coba *plakk >.<
    Ming bakalan pura^ gk kenal kyu kah??
    Lnjut deh bacanya🙂

  22. seungyoung says :

    Aduhh lucu bgt..pertemuan kyumin..:)

  23. Indriyana Prasasti says :

    Wanita gilaaaa!!!! Wow that you girl kyuuuu. Ckckkc makin seruuu ahh!!!!
    Berharap yang baik2 aja buat kyumin .

  24. kyuminshipper says :

    waah. .kyumin satu sekolahan. .haha lucu lucu pertemuannya . .

  25. Vivi says :

    Baru inget tuh kyu oppa, ma Ming!!

  26. ritsu says :

    aigooooo ~
    pertemuan yg sangat tiba2,,
    next >>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: