– Gallery – KyuMin – GS – Part 7 –


– Gallery – KyuMin – GS – Part 7 –

0o0o0o0

.

.

Sungmin terus memandang wajah pemuda yang berada di sampingnya itu dengan pandangan datar.

Gadis itu perlahan menurunkan pandangannya dan kini malah beralih ke arah telapak tangannya.

Telapak tangannya masih digenggam erat oleh pemuda itu, Cho Kyuhyun.

“Berhentilah menatapku seperti itu Chagia, apa aku sangatlah tampan?”

Sungmin kembali menatap Kyuhyun saat pemuda itu tiba-tiba bersuara, memandang sosok itu yang masih menatap lurus ke depan.

“Aku tahu kalau aku memang tampan, bahkan sangat tampan.” Ucap Kyuhyun lagi.

Pemuda itu sedikit terkekeh. Kyuhyun menolehkan wajahnya dan menghadap Sungmin.

Tapi gadis itu tetap saja memasang wajah bingungnya kearah Kyuhyun.

“Lee Sungmin, ini sudah setengah jam dari waktu aku menciummu, bicaralah sesuatu, jangan hanya menatapku seperti itu.” Rajuk Kyuhyun.

Pemuda itu agak mengerucutkan bibirnya, membuat Sungmin yang masih menatapnya malah mengernyit bingung.

“Araso, araso. Bertanyalah.. Kau boleh bertanya.” Ucap Kyuhyun cepat.

Kyuhyun melepaskan tautan tangan mereka dan berpindah untuk merangkul Sungmin. Pemuda itu membawa kepala gadis itu untuk bersandar di bahunya.

“Hahhh~ kenapa hari ini begitu cerah? Sungguh menyenangkan.” Tukas Kyuhyun bermonolog.

Sungmin yang ada disana masih nampak diam. Gadis itu benar-benar tak tahu harus berbicara apa saat ini.

Kyuhyun sedikit melirik Sungmin dengan ekor matanya.

“Chagia, responmu sungguh mengecewakan.”

Sungmin mengerjapkan matanya seketika.

Kecewa? Kyuhyun kecewa dengannya?

“Me-mengecewakan? Waeyo?”

Kyuhyun tersenyum lebar saat mendengar suara Sungmin pada akhirnya.

Pemuda bermarga Cho itu kian mengeratkan rangkulannya pada bahu Sungmin.

“Kupikir saat aku mengatakan semuanya, kau akan memelukku, membalas menciumku, dan memegang tanganku. Tapi kenapa responmu malah seperti ini? Menangis dan setelah itu diam saja.”

Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun dengan ekspresi bingungnya.

Gadis itu entah kenapa nampak gugup seperti itu, Kyuhyun selalu menatapnya tepat di matanya.

“Aku, aku masih belum mengerti.” gumam Sungmin.

Kyuhyun mengangguk paham saat itu.

Ya, tentu saja Sungmin masih bingung.

“Bertanyalah, dan aku akan menjawabnya.” Ucap Kyuhyun

Pemuda itu kembali menatap kedua bolamata Sungmin lekat, membuat Sungmin menundukkan wajahnya karena malu.

“Itu, apa.. Apa kau sudah mengingat semuanya?”

Kyuhyun tersenyum kecut saat mendengar pertanyaan Sungmin.

Kyuhyun kembali meraih telapak tangan milik Sungmin dan menggenggamnya.

“Mianhae, aku belum mengingatnya.”

Sungmin kembali mendongak untuk menatap Kyuhyun.

Melihat setitik kesedihan di wajah Sungmin membuatnya kembali merasa bersalah.

“Aku tahu karna diberitahu Kibum, dan itu karna sifat ingin tahunya yang sudah akut dan malah bertanya pada ibuku.”

Kyuhyun menggaruk kepalanya tak gatal dan tersenyum tak enak.

“Tapi aku akan berjanji untuk mendapatkan memori itu lagi, jangan khawatir.”

Sungmin menundukkan wajahnya dan memandang tangan Kyuhyun yang kini tengah menggenggam tangannya.

Matanya kembali berkaca-kaca.

“Kau.. Masih mencintaiku?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan pasti. Pemuda itu kian mengeratkan genggamannya pada tangan Sungmin.

“Sangat, aku mencintaimu hingga rasanya akan nyaris mati saat kau menangis di hadapanku.”

Sungmin perlahan mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk seulas senyuman.

SRAAT

Dengan tiba-tiba gadis itu memeluk erat tubuh Kyuhyun yang saat ini tengah menegang di tempat.

Sungmin membenamkan wajahnya di bahu milik Kyuhyun, tangannya kian melingkar erat di leher Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.”

“Hmm?”

“Saranghae.”

.

.

[ Flashback ]

Sungmin mengarahkan pandangannya begitu sendu menatap sosok Kyuhyun yang ada disana. Pemuda itu nampak berlatih bassball dengan begitu ‘Gila’. Berlari kesana kemari dengan begitu kencang nampak tak memperdulikan peluh yang sudah membanjiri tubuhnya.

Hari ini, ialah hari ke-27 Kyuhyun mendiamkannya dengan begitu dingin. Dan sampai saat ini pulalah, Sungmin tak pernah tahu apa alasannya pemuda itu bertingkah laku seperti itu padanya.

Ketika tak sengaja mata mereka berdua bertemu. Sungmin dengan ekspresi yang begitu kaku tersenyum ke arah Kyuhyun. Namun, setelahnya hanya deguman rasa sakit yang muncul saat pemuda itu dengan datarnya mengalihkan pandangannya.

Sungmin menundukkan wajahnya sendu. Wajahnya reflek menoleh ke arah samping, memandangi tas milik Kyuhyun yang ada disana. Dengan gerakan yang ragu, Sungmin meletakkan botol minum yang sengaja dirinya bawa di sisi tas Kyuhyun.

Sepertinya untuk memberikannya secara langsung sungguh sulit.

“Argghh!”

Sungmin mengangkat wajahnya reflek.

Gadis itu seketika bangkit dari bangku panjang yang tengah dia tempati saat dirinya mendengar sebuah jeritan.

Mata bulat miliknya kian membesar saat melihat tubuh Kyuhyun sudah tergeletak di lapangan. Tanpa menunggu apapun lagi, Sungmin langsung berlari kesana.

“Akh!”

Pemuda itu kembali memekik dan berusaha memegangi pergelangan tangannya.

Sungmin menatap panik ke arah Kyuhyun saat itu.

“Gwanchana? Kyuh, yang mana yang sakit?”

Sungmin langsung berlutut di dekat Kyuhyun yang tengah merintih kesakitan.

Sungmin menggigit bibir bawahnya dan nampak masih ragu-ragu untuk menyentuh pemuda itu.

Kyuhyun sedikit melirik ke arah Sungmin yang sudah ada di sampingnya dan setelah itu kembali memutuskan pandangannya.

“Tidak usah khawatir.”

Sungmin bungkam saat Kyuhyun lagi-lagi berujar dingin padanya. Kini beberapa pemain sudah ikut mengerubungi Kyuhyun, menanyakan keadaannya.

Perlahan tubuh Sungmin terpaksa harus menyingkir dari sana saat gerombolan para pemain Bassball lainnya ikut mengerubungi Kyuhyun.

Sungmin melihatnya.

Kyuhyun tersenyum tipis pada teman-temannya dan berujar bahwa dia tak apa-apa, hanya saja ada sedikit masalah pada persendian pergelangan tangannya.

Sungmin ikut berdiri saat Kyuhyun mulai berdiri dengan sendirinya.

“A.. Apa, kau butuh aku menemanimu ke UKS?” Tawar Sungmin.

Kyuhyun nampak memegangi pergelangan tangannya dengan meringis. Membuat Sungmin benar-benar terlihat ingin menyentuh tangan itu.

“Tidak perlu, sudah kukatakan tidak perlu. Pergilah.”

Kyuhyun berjalan melewati Sungmin dengan dingin. Membuat Sungmin terpaku mendengarnya.

Sungmin menggigit bibir bawahnya kalut saat itu. Sebenarnya apa yang diinginkan Kyuhyun sehingga tega memperlakukannya seperti ini?

Kalau melihat perlakuan dingin ini, bahkan status ‘Teman’ pun tak pantas untuk menggambarkan hubungannya dengan Kyuhyun, tapi.. Kenyataannya, Kyuhyun dan dirinya sudah bertunangan.

Perlahan lelehan airmata itu keluar juga. Dengan segera Sungmin menghapus jejak-jejak airmata itu dari pipinya. Wanita itu sudah tidak tahan lagi. Apa yang harus dia lakukan? Ini sudah terlalu lama Kyuhyun mendiamkannya seperti ini tanpa ada alasan yang jelas.

“Apa yang.. apa yang harus kulakukan?”

Suara Sungmin bergumam cukup lantang namun nampak tengah menahan isak saat itu, membuat sosok Kyuhyun menghentikan langkahnya.

Sungmin memejamkan matanya tak kuat menahan airmata. Nafasnya tersengal-sengal.

“Kau.. Apa mungkin masih menganggapku adalah Tunanganmu?”

Kyuhyun mengernyit tak suka mendengar ocehan tak masuk akal Sungmin.

Sedang bicara apa Gadis itu?

“Apa.. Atau mungkin ini modusmu untuk mengakhiri hubungan kita?”

DEG

Kyuhyun sedikit bergeming di posisinya. Apa dia bilang? Mengakhiri?

Demi Tuhan, Kyuhyun tidak pernah berpikiran seperti itu.

Sungmin tersenyum miris melihat tak ada respon sama sekali dari pria itu.

“Sepertinya benar.. Kalau saja kau mengatakannya dari awal. Mungkin aku tidak akan seperti orang gila memperhatikanmu seperti ini.”

Kyuhyun merasakan hatinya mendengus perih.

Apa yang tengah dipikirkan Sungmin?!

“Baiklah, kalau itu yang kau inginkan.”

Kyuhyun menggerak-gerakkan bola matanya dengan gelisah.

Tidak, tidak, bukan begitu. Dia hanya sedang kesal saat ini. Bukan berarti dia ingin mengakhiri semuanya.

“Sungmin-ssi!”

Pergerakan Kyuhyun yang semula ingin membalikkan tubuhnya menghadap Sungmin akhirnya urung dilakukan saat sebuah suara lain memanggil nama Sungmin.

Dengan ekor matanya Kyuhyun melirik ke arah sumber suara disana, sumber suara yang pada akhirnya membuat kedua iris matanya bertemu pada sosok lelaki disana, Kim Jungmo.

Mata Kyuhyun terus membidik wajah Sungmin yang ada disana dengan tajam.

“Apa.. Malam ini kau punya waktu? Ah itu, aku ingin mengajakmu makan malam. Bagaimana?”

Rahang milik Kyuhyun kembali mengeras saat mendengar ajakan Jungmo kepada Sungmin tersebut.

Sementara itu, Sungmin yang nampak kaget dengan kedatangan dan penawaran dadakan Jungmo ini terus mengerutkan dahinya.

“Makan malam?” Tanya Sungmin.

Jungmo tersenyum malu saat itu.

“Ne, makan malam. Kau bisa?”

Dan saat itu jugalah Kyuhyun langsung beringsut pergi darisana. Pergi dengan rasa yang begitu muak terhadap seseorang.

.

.

“Apa maksudmu?”

Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kelas cukup lama. Sedangkan seorang pria lain yang baru saja keluar dari kelas setelah murid lainnya pulang itupun langsung menolehkan wajahnya menatap Kyuhyun.

“Maksudku? Kurasa kau lebih tahu.”

Jungmo tersenyum tipis ke arah Kyuhyun.

“Kau lupa kalau dia kekasihku? Apa kau bermaksud untuk merebut kekasih orang lain?”

Jungmo menghela nafas jengahnya saat itu.

“Kekasih? Mendiamkannya hampir satu bulan kau masih menyebut dirimu adalah kekasihnya?”

Kyuhyun tersenyum sinis menatap Jungmo.

“Dia.. Masih milikku. Sungmin akan selalu jadi milikku, Jungmo-ssi.”

“Kita lihat malam nanti, apa statusnya akan tetap jadi milikmu saat aku akan menyatakan cinta padanya.”

Kyuhyun menatap geram sosok Jungmo dengan pandangan tajam.

“Dia sedang rapuh, dia sedang merasa tengah kau gantung, dia merasa kau tengah mempermainkan status hubungan kalian. Dan coba kau pikir, kemungkinan seperti apa yang akan kudapatkan saat malam nanti aku menyatakan cinta padanya?”

[Flashback End]

.

.

Dahi itu nampak berkerut samar memandang sosok tegap yang tengah berada di hadapannya ini.

Membuat wajah imut milik Henry mengeruh menatap sosok tersebut. Sementara itu, Siwon yang sedari tadi dipandangi lekat oleh Henry pun pada akhirnya membalas tatapan pemuda itu.

“Aku rasa.. kita hampir sama.”

Alis Henry ikut terangkat saat mendengar perkataan pemuda di depannya itu. Sama? Apa maksudnya?

“Maksudmu?”

Siwon tersenyum tipis saat itu. Pemuda bermarga Choi tersebut mengangkat gelas miliknya dan sebentar menyeruput jusnya.

“Kau tahu betul apa maksudku Henry-ssi.”

Siwon kembali mengangkat wajahnya menghadap Henry. Sedangkan itu, Henry nampak geram mendengar tiap perkataan yang keluar dari pria ini. Oh ayolah.. Dia sedang dalam keadaan yang tidak baik. Suasana hatinya entah kenapa menjadi buruk setelah memandangi Kyuhyun dan Sungmin beberapa saat yang lalu tadi. Dan kini, dia sudah harus dihadapkan dengan sosok ambigu Choi Siwon.

“Siwon-ssi, aku pikir ada baiknya kau segera mengatakan apa tujuanmu. Aku benar-benar tidak tahu apa maksudmu saat ini mengingat kita tidak pernah berbicara sebelumnya. Dan lagi pula hari ini aku sedang dalam kondisi yang kurang baik. Kuharap kau mengerti apa maksudku.”

Setelah berbicara cukup panjang itu pun entah kenapa sosok Siwon kian menarik kedua sudut bibirnya tersenyum. Membuat sosok Henry disana kian mendengus sebal.

“Apa yang sedang kau tertawakan? Kurasa tidak ada yang lucu disini.”

Siwon menghentikan sejenak kekehannya saat itu. Dan kembali mata hitam itu terarah pada Henry.

“Menurutmu.. Dia itu seperti apa?”

Henry menatap Siwon bingung. Dia? Dia? Siapa?

“Maksudmu siapa?”

“Sungmin.”

Wajah Henry berubah tegang saat itu. Matanya bergerak gelisah dan Siwon menangkap hal itu.

“Dia.. Apa kau menyukainya?”

Henry kembali dibuat terpaku mendengar ucapan Siwon.

Sadarlah Henry, kenapa kau harus bersikap abnormal seperti ini ketika ditanya seperti itu? Memangnya kau kenapa?

“Apa maksudmu sebenarnya?”

Henry kembali melayangkan pertanyaannya.

“Aku.. Bisa membantumu kalau kau mau.”

“Mwo?”

Oh baiklah! Henry benar-benar merasa bingung saat ini.

“Aku bisa membantumu mendapatkan Sungmin, kalau kau mau.”

Henry membulatkan matanya shock mendengar ucapan Siwon. Setelah cukup lama berada dalam sesi keterkejutan yang tak terduga-duga. Akhirnya pemuda itu mampu mengembalikan ekspresi tenangnya.

“Siwon-ssi.. Kupikir kau salah paham disini. Kenapa aku harus mendapatkan Sungmin? Kau sepertinya salah menduga.. Aku tidak menyukainya. Sungguh.”

Henry berujar begitu tenang. Tapi jangan remehkan kemampuan Siwon yang entah kenapa bisa begitu tahu membaca tiap ekspresi lawan bicaranya.

“Benarkah? Kalau benar seperti itu. Jadi aku salah menduga.” Tukas Siwon santai.

Pemuda itu menjentuk-jentukkan jari telunjuknya di atas meja Cafe yang ada di hadapannya.

Mata milik pemuda Choi itu nampak berkilat tajam.

“Aku.. Kasihan dengan Sungmin.”

Henry menatap datar sosok Siwon yang tengah berceloteh.

“3 Tahun menunggu pria yang sama sekali sudah menyakitinya. Tidakkah itu terlalu menyedihkan?”

Wajah Henry memandang penuh tanda tanya ke arah Siwon.

Ada rasa keingintahuan yang berlebih dari sorot mata pemuda imut tersebut atas ucapan pemuda di depannya ini.

“Bukankah kepercayaan adalah kunci utama dalam menjalin sebuah hubungan?”

Rahang Siwon tiba-tiba mengeras mengingat bagaimana dulunya sosok Kyuhyun memperlakukan Sungmin dengan tidak baiknya hanya karna perasaan konyol, cemburu.

“Dia.. Menyakiti Sungmin begitu lama. Kukira saat aku mendengar Kyuhyun hilang ingatan. Aku pikir pria itu akan berhenti menyakiti Sungmin. Tapi, ternyata luar biasa. Dia masih bisa-bisanya membuat Sungmin menangis.”

Pikiran Henry melayang pada saat kejadian kemarin, kejadian dimana dia bertemu dengan Sungmin yang pada saat itu berada dalam keadaan.. Menangis.

Apa itu benar? Kyuhyun sudah begitu sering menyakiti gadis itu?

Tapi.. Tunggu dulu. Apa maksudnya Choi Siwon mengatakan hal ini padanya?

“Apa maumu?”

Suara Henry kembali terdengar. Sorot matanya nampak curiga mengarah ke arah Siwon.

“Maksudku? Kau lagi-lagi bertanya apa maksudku? Aku.. Ingin menghentikan kesedihan Sungmin. Selama masih ada Cho Kyuhyun di dekatnya, aku berani menjamin.. Pria itu masih akan terus menyakitinya.”

Henry mengepalkan telapak tangannya saat itu. Entah kenapa saat mendengar ocehan Siwon membuatnya.. Marah. Dia.. Marah.

“Lalu kenapa harus aku? Kenapa kau memberitahu ini semua padaku? Choi Siwon-ssi, aku tidak bodoh.. Kyuhyun pernah bilang padaku bahwa kau juga menyukai Sungmin.”

“Benar.”

Siwon memotong cepat ucapan Henry saat itu.

“Benar.. Aku menyukai Sungmin sudah lama. Teramat lama bahkan sebelum Kyuhyun mengenalnya. Tapi itu sudah terlalu lama. Aku.. Sudah menyerah. Tapi, aku masih berharap akan masih ada orang yang bisa menggantikan posisi Kyuhyun di sampingnya. Karna sungguh, aku tidak menyukai pria itu. Dia.. Terlalu sering membuat Sungmin menangis.”

Henry menatap lurus ke depan. Sorot matanya nampak membayang memikirkan sesuatu.

Cho Kyuhyun.. Benarkah dia seperti itu?

.

.

[Flashback On]

Bunyi decitan sepatu yang bergesekan dengan lantai semen yang licin tersebut terus berbunyi sahut menyahut. Kyuhyun terus menggiring bola basket yang tengah dalam kuasanya menuju ring basket yang nampak semakin dekat dari posisinya tersebut.

Sesosok lain juga nampak disana. Choi Siwon berada disana juga, berada di belakang Kyuhyun nampak akan segera merebut bola dari pemuda Cho itu.

Kyuhyun sedikit melirik ke arah Siwon yang ada di belakang tubuhnya. Dan tidak lama dari itu, Pemuda berwajah dingin itu segera memutar tubuhnya dan berhasil lepas dari kungkungan Siwon.

Siwon mendengus mendapati Kyuhyun berhasil melewatinya.

SHOOT!

Bola itu berhasil menembus ring dan suara dentumannya menggema.

Siwon memandangi sosok Kyuhyun yang entah kenapa langsung menyingkir dari lapangan. Pemuda itu memang agak aneh hari ini.

Siwon ikut menghampiri sosok Kyuhyun yang kini sudah duduk bersilah di pinggir lapangan.

Matanya terus memandangi sosok itu dengan kening berkerut. Kau tahu? Tidak biasanya Kyuhyun menyuruhnya datang ke rumah dan memintanya untuk bermain basket disini. Bukan, bukan karna apa-apa.

Mereka memang sudah sering menghabiskan waktu bersama dengan bermain Basket di halaman rumah Kyuhyun. Tapi, tidak untuk malam hari kan?

“Kau nampak gelisah, ada masalah?”

Kyuhyun sedikit menolehkan wajahnya menghadap Siwon. Dan setelah itu kembali dia luruskan arah wajahnya.

Pemuda itu mengambil botol minumnya dan langsung menenggaknya. Setelah itu Kyuhyun kembali menutup botol yang masih berisi tersebut.

BRAKKK!

Siwon sedikit tersentak mendengar suara yang sangat memekakkan telinganya itu.

Kyuhyun.. Pemuda itu baru saja melempar botol minumnya hingga membentur dinding disana.

Siwon menatap botol minum yang sudah hancur itu dengan tatapan tak percaya.

Ada apa dengan Kyuhyun?

“Aku.. Muak.”

Dua kata yang baru saja dilontarkan oleh Kyuhyun itu pun sukses membuat kening Siwon makin berkerut.

Sungguh, Kyuhyun benar-benar terlihat mengerikan saat ini.

“Muak? Ada apa sebenarnya?” Siwon kembali bertanya.

Kyuhyun nampak tersenyum sinis saat itu.

“Sungmin.. Aku muak dengannya.”

Siwon terdiam cukup lama saat nama wanita yang sangat dia cintai itu lagi-lagi keluar dari mulut Kyuhyun.

Dan entah kenapa hal itu membuat Siwon merasakan telapak tangannya mengepal begitu saja. Matanya sudah terlihat begitu tajam menatap Kyuhyun.

Tidak ada yang boleh berbicara hal buruk mengenai Sungmin!

“Kau tahu? Malam ini.. Dia sedang berkencan dengan Jungmo. Hebat sekali..”

Kyuhyun kembali berceloteh dengan nada sinisnya.

Siwon merasakan rahangnya sudah kian mengeras. Kyuhyun.. membuatnya geram. Pemuda itu selalu membuatnya geram kalau menyangkut Lee Sungmin.

“Aku yakin Sungmin tidak seperti itu, dia tidak mungkin seperti itu.”

Siwon pada akhirnya berbicara. Pemuda itu kembali membela Sungmin, gadis itu tidak mungkin berselingkuh. Walaupun mereka benar-benar kencan. Pasti biangnya adalah Jungmo.

“Apanya yang tidak mungkin? Di depan kepalaku sendiri mereka membicarakan acara kencannya itu. Kau pikir aku buta?”

Suara Kyuhyun meninggi seketika. Sepertinya amarah Kyuhyun sudah benar-benar berada pada titik maksimum. Akal sehatnya, sudah termakan rasa Cemburu yang membabi buta.

Siwon benar-benar tidak suka mendengar respon Kyuhyun saat ini.

“Tapi tetap saja kau tidak boleh seperti itu. Kau seharusnya menanyakannya langsung pada Sungmin. Kau berlebihan.. Asal kau tahu, Cho.”

Kyuhyun menatap Siwon yang baru saja berbicara padanya dengan nada sinis.

Berlebihan? Dirinya berlebihan?

“Tahu apa kau?”

Siwon menolehkan wajahnya menatap Kyuhyun. Pemuda bermarga Cho itu nampak menatapnya nyalang.

“Choi Siwon.. Kau tidak tahu apa-apa. Bertemu dengan Sungmin saja kau tak pernah, jangan bertingkah laku seakan-akan kau tahu segala tentangnya. Jadi, tutup mulutmu.”

Kyuhyun mulai bangkit berdiri. Berjalan pelan meninggalkan sosok Siwon yang masih terdiam kaku disana. Perlahan Siwon ikut berdiri.

“Kau mau kemana?”

Siwon langsung bertanya dengan suara yang agak keras. Membuat Kyuhyun yang ada disana sedikit menolehkan wajahnya.

“Mengambil milikku, Sungmin.”

Siwon sedikit terdiam saat itu. Emosi Kyuhyun benar-benar tengah labil saat ini. Jadi dia pikir, sungguh berbahaya bagi laki-laki itu untuk pergi sendiri.

Bukan, bukan karna dia mengkhawatirkan Kyuhyun.

Dia mencemaskan Sungmin. Dia tidak akan membiarkan Kyuhyun bertemu dengan Sungmin dalam kondisi penuh amarah seperti ini.

“Bukankah mobilmu sedang dibengkel? Kau mau ikut mobilku?”

Kyuhyun lama menatap Siwon saat itu. Pemuda itu tersenyum tipis.

“Tidak usah, ini urusanku.”

[Flashback Off]

.

.

Henry berjalan dengan langkah lesuh memasuki area kampus. Semenjak percakapan antar dirinya dan Choi Siwon kemarin. Entah kenapa makin membuatnya pusing.

Henry mengacak-acak rambutnya frustasi sepanjang langkahnya. Dia tahu dia tidak seharusnya dipusingkan dengan ocehan pemuda Choi itu. Tapi, mendengar apa yang sudah dilakukan Kyuhyun pada Sungmin, entah kenapa malah membuatnya tidak terima.

Disini dia tidak sedang dalam keadaan untuk lebih memihak kepada Siwon ataupun Kyuhyun, sahabatnya. Tapi, ucapan Siwon benar-benar membuatnya merasa serba salah. Kalau benar Kyuhyun sering membuat Sungmin menangis. Entah kenapa.. disini, dihatinya. Henry tahu persis kalau dirinya sudah benar-benar gila. Dia tidak seharusnya dipusingkan dengan segala hal mengenai Kyuhyun, Sungmin, maupun Siwon.

“Oh! Henry-ah!”

Henry sontak mengangkat wajahnya saat sebuah suara meneriakkan namanya.

Henry menolehkan wajahnya mengitari pandangannya. Sejak kapan dia sudah ada di dalam kantin?

“Ya Bocah! Kenapa kau malah bengong seperti itu? Kemarilah!”

Kini kembali Henry harus mengarahkan pandangannya pada sumber suara. Pria berdarah Cina-Kanada itu nampak tertegun menatap sosok yang tengah memanggilnya itu. Matanya juga ikut mengarah ke arah samping lelaki yang memanggilnya itu.

Kibum, Kyuhyun, dan..

Sungmin.

Henry menghembuskan nafasnya pelan. Dengan langkah tenang pemuda itu berjalan menghampiri tiga sosok disana.

“Kau terlihat kurang baik, waeyo? Kau sakit?”

Sesampainya disana, Kyuhyun langsung bertanya pada pemuda itu. Ya, sepertinya wajar Kyuhyun bertanya seperti itu kalau melihat raut wajah Henry saat ini.

“Ahniya, hanya saja aku sedang banyak pikiran.” Jelas Henry tersenyum tipis.

Pemuda berwajah imut itu segera duduk menempati bangku kosong di sisi Kibum.

“Banyak pikiran? Sejak kapan kau serius memikirkan sesuatu heh?”

Kyuhyun terkekeh pelan mendengar guyonan Kibum terhadap Henry tersebut.

Membuat Kibum disana menyodorkan telapak tangannya ke arah Kyuhyun untuk HighFive bersama. Kedua pria itu sepertinya tak menyadari kalau saat ini Henry sama sekali tak memperdulikan mereka berdua.

Pemuda itu.. Entah kenapa malah terus menatap Sungmin yang memang saat ini duduk tepat di hadapannya. Menatap Wajah manis milik Sungmin yang juga tengah tertawa pelan melihat tingkah Kyuhyun dan Kibum.

Henry menurunkan pandangannya menuju bahu gadis itu. Nampak jelas disana, tangan Kyuhyun bertengger mesra merangkul pundak Sungmin. Henry membawa wajahnya menunduk saat itu.

Sedangkan, Kibum yang sudah berhenti tertawa itu pun menatap usil ke arah Sungmin dan Kyuhyun yang ada di hadapannya itu.

“Sungmin-ah..”

Sungmin yang nampak akan meminum minumannya pun sontak mendongak menatap Kibum yang memanggilnya.

“Ya?”

Kibum sedikit melirik ke arah Kyuhyun yang juga tengah menatapnya.

“Kau sangat manis kalau tersenyum.” Ucap Kibum santai.

“MWOYA??!” Kyuhyun langsung berseru dan mengambil sendok dan menggetok kepala Kibum sebal.

“Aww! Aishh!” Gerutu Kibum mengelus kepalanya.

Namun tak lama dari itu, Kibum hanya nyengir dengan ekspresi tak berdosa ke arah Kyuhyun.

“Uhuk.. Uhuk..”

Sungmin yang sedang meminum pun langsung tersedak saat mendengar ucapan Kibum padanya. Wanita itu benar-benar kaget mendengar ucapan Kibum, walaupun dirinya tahu kalau itu hanya candaan pemuda itu saja.

“Uhuk.. Uhuk..”

Sungmin benar-benar dibuat tersedak akibat ulah Kibum!

“Aishh! Gombalanmu tak diterima! Dasar Bocah!” Kesal Kyuhyun pada Kibum.

Pemuda itu kembali duduk benar di kursinya. Dia sudah puas menggetok kepala Kibum dengan sendok!

“Gwanchana?”

Kyuhyun maupun Kibum sontak menolehkan wajahnya serempak.

Membuat mereka melihat ke arah Henry yang kini sudah bangkit dari kursinya dan entah sejak kapan sudah menyebrangi meja dan kini sudah berdiri tepat di samping Sungmin duduk.

“Seharusnya kau hati-hati kalau minum, jadinya tersedak kan?”

Henry mengambil tisu yang ada di meja dan segera mengelapkan tisu itu ke arah bibir Sungmin.

Kyuhyun yang masih memasang wajah datarnya melihat reaksi Henry yang agak tidak biasa itu pun terus mengamati pemuda itu dengan kening berkerut.

“Gwanchana, aku sudah tidak apa-apa. Gomawo Henry.” Tukas Sungmin berterima kasih.

“Lain kali hati-hati.”

Ucap Henry tersenyum simpul pada gadis itu.

Pemuda itu kembali menuju kursinya dan duduk. Sementara itu, Kibum yang sedari tadi tak hanya fokus pada Henry melainkan juga fokus mengamati reaksi Kyuhyun pun nampak tak berani membuka suara.

Kau ingat? Saat dirinya ini berlari menuju atap gedung karna melihat Sungmin tiba-tiba berlari sembari menangis dan dia menemukan Kyuhyun di atap sudah seperti orang gila terbakar cemburu yang katanya akibat Choi Siwon?

Kibum, tahu persis watak Kyuhyun. Pemuda itu, terlalu Possesif dan bisa meledak hanya karena cemburu.

“Henry-ah.”

Kibum sontak mendongakkan wajahnya dan kembali menatap Kyuhyun yang pada akhirnya bersuara.

Henry mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Kyuhyun.

“Waeyo?” Tanya Henry.

Kyuhyun kembali membawa tangannya merangkul pundak Sungmin. Dan Henry melihat gerak-gerik possesif itu.

“Tidakkah kau tahu?”

Henry mengernyitkan dahinya bingung mendengar perkataan Kyuhyun.

“Tahu? Apa maksudmu Kyu?”

.

.

“Kau berlebihan.. Asal kau tahu saja, reaksimu tadi terhadap Sungmin, sangat berlebihan.”

.

.

Cont-

Berhubung saya baru selesai UAS, jadi saya update ff ini.. ya walaupun masih ada UN dan Pengumuman SNMPTN/SBMPTN hehe.  Terima kasih bagi kalian yang masih setia membaca dan memberikan kritik atau saran. saya lagi2 tak bosannya meminta doa dari kalian semua agar UN dan SNMPTN saya berjalan baik dan lancar ^^

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

27 responses to “– Gallery – KyuMin – GS – Part 7 –”

  1. 규민 사랑해요 says :

    aigo si namja cho ni
    sainganmu banyak skali
    makanya harus extra jagain ming
    jgn malah bikin dia nangis terus

  2. heldajungsoo says :

    Hore. . ada lanjtan.a, demen ama buat kyu cemburu. Kyu cepat nikahkan ming.

  3. Gabriela-Fortuna (@GabyHutajulu) says :

    aduh,henry jgn smpe ngerebut sungmin dong,ksian tuh kyuhyun,bisa2 jdi gila dia,heheheh

  4. hye ri :) says :

    Akhirnya update juga *senang
    aku belom baca ff nya
    jd review absen ajaaa hwhw

  5. Tika says :

    Hohoho… Aku pikir Kyu mau ngamuk lagi kekasihnya d sentuh sama Henry. Apa karna hilang ingatan sifat cemburuannya berkurang sdikit ya…

  6. ZaAra eviLKyu says :

    Akhirnya..appa ummaku udah kyk dlu lg,tp knp kakak ku henry jd kyk gto.. Kakak ipar ku siwon jg knp mlh kompor2in..
    Untk pacar ku kibum oppa terus disamping kyuming ne.. Bantu mrk berdua.. Jgn ada yg misahin kyuming lg..

    #reader sarap🙂

  7. chominyu says :

    kyaaaa kyumin aigooo..
    mudah mudahan kyu cepet inget lagi kaya dulu.
    aishh itu siwon sengaja manfaatin henry supaya hubungan kyumin ga baik kan? mudah mudahan henry ga kemakan omonganya siwon deh.
    tapi untung masih ada kibum berpihak di kyuhyun..
    kyu dulu cemburunya parah juga ya?
    si siwon ngerasa bener apa dengan sikap dia ke kyuhyun kaya gitu? padahal dia kan salah juga.
    hahh mudah mudahan hubungan kyumin ga ada yang ganggu lagi..
    lanjut saeng~ FIGHTING!!!!! ^^9

  8. Chacha says :

    Sebenarnya waktu itu si setan kenapa diemin ming sampe hampir sebulan?.
    Ada masalah apa emang?.
    Rada” bingung sumpah !!! –”
    Aiiih~
    Mochi kau jngan membuat setan itu meledak karna cemburu.

    Fighting buat UNnya desty. ^^

  9. annaevil says :

    kasian henly, dya pasti bingung banget
    apalagi siwon malah manas-manasin dya

    kyu posesif banget ama min
    cerita pas kecelakaan nya kyu mana, eon?

  10. putriyuigon says :

    Sifat posesif nya kyu mulai nimbul… kkkk
    wah wah.. mesti nambah dijaga exstra ketat ni ming klo kyu gak mau kehilangan ming lagi.. kkkk
    secara saingannya nambah satu kkkk

  11. gpristiya says :

    huwaa akhirnya lanjut juga
    saking lamanya ampe lupa ceritannya
    tapi ff ini keren kok kaa
    lanjut lanjut
    fight kaa🙂

  12. RinRinmin9 says :

    Hwaaa…mkin bnyak aja saingan’a si kyu,, smoga aja kibum ngga ikut2an suka sma ming -.-…
    .
    .
    aigoo, saya pnsaran bngt sama pnyebab kyu ilang ingatan dan flashback2 cerita mreka,,ahhhh…gregetan bngt!!!
    Oke,, ditnggu next part’a eon…semangat ya ^^

  13. santi says :

    Ehehhe..cemburu dah tuh si kyu.

  14. Santika Hanif says :

    siwon koq jadi provokator siih..
    pasti kyuhyun amnesia ada hubunganny sama siwon nii,,
    #flashback dong cepetan,
    hehhe

    kyuhyun amnesia, saingan sama Siwon n henry,
    hedeew semoga cinta sungmin ga goyah, dan semoga kyuhyun ga cepet salah paham…
    biar mereka cepet bersatu gitu,
    hehehe

    pasti ada salah paham nii pas masa lalu kyumin,,

    Ditunggu next chap,
    walaupun lama aku tetep setia koq nunggu ff kamu,,
    Fighting yaaa ^_^

  15. Dina dindra dini says :

    Siwon pasti mau memanfaatkan sifat posesif dan cemburu buta kyu buat merebut ming melalui henry. Sama halnya jaman SMA dia menggunakan jungmo untuk memisahkan kyumin…

  16. ChoLee KyuMin says :

    Aaiiihhh…..
    Smoga henry ga kemakan omongan’ny siwon ya-___-

  17. maya melani says :

    aduh thor, jangan bikin henry suka ama sungmin. sungmin cuma buat kyu aja. please .-. wkwk

  18. Chacha says :

    Aku tadi agak lupa sama part ini pas mau baca part 8nya jadi aku baca ulang lagi. .-.

  19. dheelfanjani295 says :

    dan tadaa sikap posesif kyu pun balik ckckck

    aigoo kyu bnyak saingannya nih..
    awass mochii itu kyu tanduknya udh kluar

  20. Leeznakyu says :

    Uuh bner kan,si mochi itu suka sungmin,ahh tp pnasaran sma masa lalu siwon n kyu,
    itu mreka dulu nya temenan gtu?

  21. eunsin says :

    aish, kecantikannya dperebutkan bnyk namja .

  22. hanhyeneul0103 says :

    Whatt the ??
    Aduh susah jg yaa pnya namchin yg possesif over kaya kyu
    Tp kok perannya si namja religious boy alias siwon malah jdi antagonis gini ??😡

  23. Putri407 says :

    Eum,mochi jangan jadi penghianat ya ^^
    #ditampar henry

  24. guardiaNietha says :

    aaaarrrhhhh…
    choi siwon ssi!!! you make me crazy!! really!!!
    sebenernya maumu apaaaa???
    malhaebwa!!!!
    keren banget lah authornya, bisa bikin reader penasaran setengah mati nebak2 jalan cerita yang penuh dengan teka-teki… daebaaakkk!!!

    and for the last scene….
    damn! I really love it!
    possessiveKyu is back!!!
    yeeeaaaiiiyyyy!!!!!

  25. smilebunny says :

    wah siwon punya tak tik apa lg

  26. kyuma0403 says :

    waduh… waduh… kyu marah… dy cemburu… waduh…
    kliatan bgt posesifnya…. hehe

  27. citra_ratna 868 says :

    Aduh kyk’a ada yg terbakar api cemburu.. Henry kau harus hati” karna raja evil bakal bangkit .. Ya ampun siwon begitu besar cinta’a ma sungmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: