– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 15 –


– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 15 –

0o0o0o0o0o0o0

.

.

.

Donghae memandang sendu ke arah pintu gerbang yang baru saja tertutup tersebut, pintu gerbang yang baru saja dilewati Sungmin. Donghae mendongakkan wajahnya memandangi bangunan mewah di hadapannya. Ingatannya kembali berputar saat dimana dirinya dulu seperti orang bodoh menunggu sosok Sungmin memaafkannya ketika hujan jatuh begitu deras. Memori yang indah.

Donghae menghela nafas panjangnya. Kedua telapak tangannya sengaja dirinya masukkan ke dalam saku jaketnya.

Ya, dirinya baru saja mengantarkan Sungmin pulang. Gadis itu nampak lelap tertidur ketika di taman tadi. Donghae tersenyum tipis mengingat hal apa yang dia lakukan ketika bersama Sungmin saat itu.

Benar, semuanya sudah selesai. Bangkitlah Lee Donghae.

Donghae memutar tubuhnya berbalik untuk pergi dari sana. Dan pada saat itulah dia menangkap sosok Kyuhyun yang tengah berjalan kearahnya dengan langkah gontai. Sosok itu berhenti dan mengangkat kepalanya. Dan pada akhirnya mata Kyuhyun dan Donghae bertemu. Kyuhyun tersenyum tipis menatap sosok Donghae, dan hal sama yang dilakukan Donghae.

Kyuhyun diam cukup lama, nampak tengah memikirkan sesuatu. Dan pada akhirnya dia kembali berani menatap mata Donghae.

“Bisa.. Kita bicara?” Tanya Kyuhyun dengan suara yang begitu pelan.

.

.

“Kau terlihat kurang baik, Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun tersenyum hambar mendengar ucapan Donghae. Kini mereka berdua sudah berada di salah satu Cafe yang berada tak begitu jauh dari rumah Kyuhyun. Duduk saling berhadapan dan larut dalam pikiran masing-masing.

“Apa aku terlihat seperti orang tidak waras?” Tanya Kyuhyun.

Donghae memandang Kyuhyun cukup lama. Dan pada akhirnya dia menggeleng.

“Belum, kurasa.”

Kyuhyun terkekeh pelan mendengar ucapan Donghae. Belum? jadi bisa jadi kan?

“Selera humormu tidak terlalu buruk, Donghae-ssi.”

Donghae tersenyum simpul. Pemuda itu mengangkat gelasnya dan sedikit meminum isinya.

Pemuda bermarga Lee itu sejenak terdiam dan lalu menghembuskan nafasnya cukup panjang.

“Aku sudah mendengar semuanya. Sungmin memberitahuku.”

Kyuhyun menatap sendu ke arah cangkir yang ada di hadapannya. Baguslah, setidaknya Donghae memulai percakapan mereka dengan tema yang hampir sama. Jadi, hal itu tidak mengharuskan Kyuhyun berpikir lama untuk memulai percakapan ini.

“Dia terlihat sangat nyaman bersamamu.” Tukas Kyuhyun pelan.

Bibirnya kembali tersenyum tipis. Setidaknya, masih ada seseorang yang akan selalu menemani gadis itu.

“Karena kami adalah teman.” sambung Donghae.

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Donghae datar. Teman? Ya Kyuhyun percaya mereka hanya teman. Kyuhyun juga percaya kalau hal sama juga yang dipikirkan Sungmin. Tapi bagaimana dengan Donghae? Pemuda itu adalah lelaki, dan Kyuhyun juga lelaki. Memahami sinar mata Donghae tidaklah begitu sulit untuknya.

“Dia beruntung, mempunyai teman yang begitu menyayanginya. Sungmin beruntung memilikimu. Dan hal itu juga membuatku merasa tenang.”

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam. Hari ini sudah begitu banyak pergejolakan batin yang telah dia rasakan.

“Bisa aku meminta bantuan padamu?”

Donghae menatap lurus sosok Kyuhyun yang berbicara di hadapannya. Memandangi mata yang jelas akan sarat kesedihan tersebut.

“Tentang?” Tanya Donghae pelan.

Kyuhyun tersenyum simpul saat itu.

“Menjaga Sungmin.. Untukku.”

Donghae menatap Kyuhyun serius. Jangankan menjaga, lebih dari itupun dia sanggup.

“Aku dan kedua orangtuaku akan pindah ke jepang tidak lama lagi.” Lanjut Kyuhyun.

Pemuda itu tersenyum tipis saat dirinya harus mengatakan perihal kepindahan mereka ini. Rasanya benar-benar menyakitkan.

“Kenapa kalian tidak membawa Sungmin juga?” Donghae bertanya dengan begitu cepat. Nampak penasaran akan jawaban dari pertanyaannya itu.

“Pertanyaanmu begitu sulit. Yang jelas, ini tentang keluargaku.”

“Berapa lama?”

Kyuhyun terdiam saat pertanyaan itu kembali tertuju padanya. Raut wajahnya lagi-lagi berubah perih.

“5 tahun.”

Donghae menatap Kyuhyun dengan sendu. Kyuhyun dan Sungmin begitu kasihan. Mereka berdua masih muda, begitu juga dengan dirinya ini. Tapi, kenapa perpisahan harus sudah mereka rasakan?

“Apa yang harus aku lakukan untuk menjaganya?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya tersenyum saat mendengar pertanyaan Donghae. Kyuhyun benar-benar berharap dengan orang yang ada di hadapannya ini. Karna Kyuhyun tahu, Donghae pasti akan menjaga dan melindungi Sungmin. Karna Kyuhyun lagi-lagi tahu, pemuda itu juga sangat mencintai Sungmin.

“Orangtuaku sudah sepakat untuk memberikan rumah yang kami tinggali saat ini untuk Sungmin. Dan.. Untuk biaya hidupnya dan juga sekolahnya, orangtuaku juga tidak mungkin lepas tangan. aku akan mengirimkannya padamu saja. Aku percaya padamu.”

Cukup lama Donghae menatap sosok Kyuhyun lekat saat itu. Setidaknya Donghae mengetahui satu hal yang pasti bahwa Kyuhyun benar-benar begitu mencintai Sungmin.

“Kau.. Percaya padaku?” Tanya Donghae pelan.

Pemuda itu benar-benar merasa heran. Kenapa Kyuhyun bisa sebegini mempercayainya untuk menjaga Sungmin selama dia pergi?

“Ne, aku percaya Sungmin akan baik-baik saja kalau bersamamu.” Tukas pemuda Cho itu mantap.

Donghae menundukkan wajahnya dan lebih memilih memandangi gelas yang ada di atas meja Cafe tersebut. Pemuda itu nampak tersenyum tipis.

“Kau tidak takut jika Sungmin berpaling padaku? 5 tahun dia akan bersamaku, tanpa kau.”

Donghae kembali mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun tenang. Dan pada akhirnya sebuah senyum tipis milik Kyuhyun lah yang membalasnya.

“Aku percaya dengan hati Sungmin, kau tenang saja.”

Mendengar jawaban itu pun membuat Donghae tersenyum lega. Ya, sudah seharusnya mereka saling percaya.

“Baiklah, tenang saja. Kau bisa menyerahkan Sungmin padaku. Ini semua.. Karena kami adalah teman.”

.

.

.

.

[ 5 Tahun kemudian ]

.

.

.

.

“Selamat pagi Ahjussi.. Selamat pagi Ahjumma!”

Gadis berperawakan manis dengan rambut panjang sebatas bahu itu terus menebar senyum menawannya sepanjang kayuhan sepeda yang tengah dia kendarai. Wajah itu tak henti-hentinya tersenyum indah menyapa tiap orang yang lalu-lalang disana.

“Keberuntungan akan selalu menyertaimu Min, Ahjussi mendoakanmu!”

Sungmin tersenyum dan melambaikan tangannya pada sosok lelaki paruh baya disana.

“Kamsahamnida! Tuhan juga akan memberkatimu Paman.” Ujar Sungmin.

Gadis berumur 21 tahun itu terus mengkayuh sepedanya dengan santai. Hari ini tepat 5 Tahun Kyuhyun dan kedua orangtua angkatnya pindah ke jepang.

Sungmin sungguh menunggu hari ini tiba, dan pada akhirnya hari itu benar-benar telah datang.

Cittt

Sungmin mengerem sepedanya saat matanya sudah menangkap sebuah toko sederhana di pinggir jalan. Bibirnya kian menyungging bahagia ketika matanya melihat bunga-bunga dengan berbagai warna yang begitu cantik sudah menghiasi pagi cerahnya.

Musim semi adalah musim kesukaannya, Sungguh!

“Aku datang!”

Sungmin bersuara cukup keras saat itu. Matanya langsung menoleh kearah meja kasir disana.

“Bibi, mianhae. Apa aku terlambat?”

Seorang wanita paruh baya yang dipanggil dengan sebutan Bibi itu pun menoleh.

“Mwoya? Toko ini milikmu. Jadi jangan meminta maaf. Kau lupa eoh?”

Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal mendengar itu.

“Ahni, sudah kubilang ini bukan milikku. Kalau tidak ada bibi yang membantuku, toko ini tidak akan berjalan.”

Sosok wanita tua itu kembali mengernyit, “Aku tanya padamu, siapa yang membeli toko ini?”

“Aku.”

“Uangnya darimana?”

Sungmin terdiam cukup lama.

“Orangtua angkatku.”

“Benar! Jadi ini milikmu. Jadi berhentilah meminta maaf kalau kau datang terlambat.”

Sungmin tersenyum geli menatap sosok wanita di hadapannya ini. Dia adalah Bibi Kim, wanita itu adalah bibi kandung dari Donghae. Perempuan itulah yang membantunya menjalani bisnis di toko bunga miliknya ini. Ah bukan sepenuhnya miliknya, dia membeli toko ini dari uang yang diberikan oleh orangtua angkatnya.

Semenjak kepindahan mereka 5 tahun yang lalu ke Jepang. Sungmin memutuskan untuk tidak tinggal di rumah dimana dia dan Kyuhyun dibesarkan tersebut. Walaupun Donghae berulang kali memintanya untuk tetap tinggal. Tapi karna sikap keras kepalanya ini dia sama sekali tak mengindahkan ucapan Donghae tersebut. Donghae bilang tiap bulan kedua orangtuanya mengirimkannya uang. Sungmin begitu merasa tak enak saat mengetahui kalau keberadaannya ini menjadi suatu beban tersendiri. Tapi lagi-lagi sahabatnya itu berkata kalau ini pesan dari Kyuhyun. Kyuhyun sangat mencintainya, jadi Kyuhyun berharap, Sungmin mau menerima semua ini.

Namun, Sungmin tidak seluruhnya mematuhi amanat Kyuhyun lewat Donghae tersebut. Nyatanya saat ini Sungmin tinggal di Panti Asuhan dimana dia dulu berasal. Bukan menjadi ‘Anak Panti’ seperti sebelumnya, namun menjadi Seorang Pengasuh disana. Dan mengingat uang yang terus-terusan dikirim untuknya, membuat Sungmin frustasi. Dia tidak tahu harus menggunakan uang itu untuk apa. Kebutuhannya sudah lumayan cukup terpenuhi di Panti. Jadi karna itulah dia berinisiatif membuka sebuah toko kecil nan sederhana di pinggiran desa tempat Pantinya berada. Saat ini Desa itu sudah tidak seperti dulu lagi, para nelayan sudah begitu ramai hilir mudik melewati pusat desa, bukan lagi seperti dahulu yang terlihat begitu lengang.

“Temuilah dulu kekasihmu itu, dia sudah menunggumu lama.”

Sungmin tersadar dari lamunannya saat Bibi Kim kembali bersuara. Apa? Kekasih?

“Sungmin-ah!”

Sungmin memutar kepalanya menoleh kearah Sumber suara. Bibirnya mengulum senyum menatap sosok itu.

“Hae, kau sudah lama menungguku? Ada apa?”

Donghae yang baru saja muncul dari pintu masuk toko pun mulai melangkah masuk mendekati sosok Sungmin.

“Aku sudah disini setidaknya 20 menit yang lalu, tapi Bibi Kim bilang kau belum sampai. Jadi, aku berkeliling sebentar.”

Sungmin menatap tak enak kearah Donghae.

“Mianhae, kenapa kau tidak menghubungiku kalau mau kesini? Aku kan bisa datang lebih cepat.”

“Sudahlah, tidak usah dipermasalahkan.”

Donghae mengusap rambut Sungmin lembut. Nampaknya kedua sosok itu tak mengindahkan sepasang mata yang tengah menatap mereka. Sepasang mata milik Bibi Kim.

“Hey Sungmin.”

Sungmin kembali menoleh kearah Bibi Kim yang berseru padanya.

“Waeyo?”

Wanita paruh baya itu menatap Sungmin dan Donghae bergantian.

“Keponakanku ini sangat tampan, kenapa kau tidak memacarinya saja? Donghae itu sempurna! Dia keponakan kebanggaanku.” Seru Bibi Kim.

Sungmin mengerjap tak tahu harus berujar apa. Yang jelas, bibi Kim sungguh blak-blakan.

Sementara itu Donghae yang mendengar ucapan Bibinya itu hanya tersenyum menahan geli.

“Dan Kau Hae.”

Donghae berhenti tersenyum saat namanya ikut diseret-seret.

“Ne?” Tanyanya pada sang Bibi.

“Apa kau tak menyukai Sungmin? Kenapa kalian bodoh sekali? Ada pemuda tampan dan Gadis cantik di depan mata dan kalian malah tidak berpacaran.”

Ucapan frontal dari Bibi Kim begitu membuat Donghae maupun Sungmin terdiam.

Donghae melirik sejenak kearah Sungmin. Gadis itu nampak merunduk menyembunyikan wajah memerahnya.

“Aku belum mau mati, Bibi.” Ucap Donghae.

Sontak saja itu membuat Sungmin dan Bibi Kim menoleh.

“Sungmin sangat mengerikan, dia suka mencekikku kalau aku tengah mengusilinya.” Ucap Donghae dengan ekspresi berlebihan sembari memasang kedua tangannya nampak akan mencekik lehernya sendiri.

“Jinjjaa?” Respon Bibi Kim kaget.

“Ya Lee Donghae!” Sungmin berteriak.

Donghae tak bisa menahan tawanya kali ini, melihat ekspresi kedua wanita di depannya ini membuatnya begitu geli.

“Ara Ara, aku hanya bercanda. Kenapa respon kalian begitu berlebihan?”

Donghae menolehkan wajahnya ke arah Sungmin sebentar.

“Sungmin cantik, bibi benar kok.”

Sungmin memandang Donghae datar. Dan kemudian tersenyum tipis kearah sahabatnya itu.

“Dia juga baik, aku tahu itu pasti.”

Donghae kembali menoleh kearah Bibi Kim.

“Tapi, hatinya sudah digenggam oleh seseorang di Jepang sana. Aku tak bisa merebutnya.”

“Jepang?”

“Ya.”

Sungmin merasa wajahnya tambah memerah.

“Ya Sungmin! Kau sudah punya pacar eoh?!” Teriak bibi Kim.

Sungmin buru-buru mengangkat wajahnya yang tengah memerah saat itu. Astaga.. Kenapa bibi Kim begitu suka berteriak?

“Oh itu.. Ya.. Ah bukan.. Aku..”

“Aishh! Padahal aku berharap kau dengan Donghae. Aishh menyebalkan.”

Bibi Kim berlalu dari sana. Meninggalkan sosok Sungmin yang menganga melihatnya.

“Bibi, Bukan maksudku..”

Sungmin menggigit bibir bawahnya frustasi. Aishh, Bagaimana ini? Bibi Kim pasti sungguh kesal dengannya.

Sungmin menatap Donghae lagi.

“Kenapa kau berbicara seperti itu pada Bibi? Dia kan jadi sedih? Kau tahu sendiri dia orang yang paling berharap aku dan kau menikah. Seharusnya kau bicara baik-baik saja. Tidak usah membawa Pria Jepang.”

Donghae hanya mengangguk santai mendengar ucapan Sungmin.

“Lalu aku harus bilang apa? Tidak mungkin kan kita akan terus-terusan memberi harapan palsu untuk Bibi? Bagaimanapun juga, kau itu sudah mempunyai Kyuhyun.”

Sungmin terdiam saat itu.

“Sudahlah, tidak usah kau pikirkan Bibi Kim, dia memang seperti itu. Nanti juga akan membaik sendiri. Yang jelas sekarang dia tidak akan berpikiran macam-macam lagi mengenai kita. Karna kita memang hanya teman, tidak lebih.”

Sungmin tersenyum kearah Donghae.

“Kau yang terbaik Hae.”

“Aku tahu, setelah Kyuhyun tentunya kan?” Goda Donghae. Dan itu berhasil membuat wajah Sungmin kembali merona.

“Aishh! Berhenti menggodaku! Dan cepat bicarakan ada perlu apa kau kemari.”

Donghae seketika merubah ekspresi wajahnya menjadi serius. Ah.. Dia hampir lupa.

“Ya kau benar. Aku hampir lupa apa tujuanku menemuimu.”

Melihat perubahan yang cukup signifikan dari Donghae itupun membuat Sungmin mengerutkan dahi.

“Apa begitu serius? Kau ingin mengatakan apa memangnya?”

Donghae tersenyum lebar menatap Sungmin.

“Kita bicara di luar saja, kurasa udara pagi sungguh baik untuk kesehatan.”

“Sekarang?”

“Tidak, kemarin. Tentu saja sekarang. Aku keluar terlebih dahu. Aku tunggu di luar ara? Kau pamitlah dulu dengan Bibi.”

Sungmin mengangguk saat itu. Dibalikkannyalah tubuhnya menuju Bibi Kim yang masih nampak menekuk wajahnya.

“Bibi, aku mau izin keluar sebentar.” Tukas Sungmin.

Sungmin hanya menatap cemas ke arah punggung Bibi Kim di depannya.

“Bibi.” panggil Sungmin ulang.

“Apa pacarmu itu lebih tampan dari keponakanku?”

“Ne?”

Oh astaga! Ternyata Bibi Kim masih memikirkan percakapan mereka tadi.

“Bibi, kenapa kau harus menanyakan hal itu.”

Sungmin tambah terdiam saat akhirnya wanita paruh baya itu benar-benar memutar badannya dan menatapnya.

“Jawab saja. Apa dia lebih tampan dari Donghae?”

Sungmin memutar bola matanya berpikir.

“Kurasa, iya.”

“Mwo?! Jadi kau bilang keponakanku itu tidak tampan?”

“A.. Ahniyo! Donghae juga tampan kok. Sungguh!” Jelas Sungmin begitu cepat saat melihat Bibi Kim berteriak nampak murka.

“Lalu kenapa kau tak bersama Donghae saja? Bukankah Donghae juga tampan?”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku mencintai orang itu. Cinta itu tidak ada alasan yang begitu jelas.”

“Aishh.. Sepertinya kau benar-benar menyukai orang Jepang itu ya?”

“Dia bukan orang Jepang, dia orang Korea kok. Hanya saja karna ada keperluan harus pindah ke jepang.”

“Lalu? Bagaimana dengan kau? Dia akan kesini menjemputmu dan membawamu juga ke jepang?”

Sungmin tercenung cukup lama mendengar pertanyaan Bibi Kim.

Begitukah? Apa mungkin keluarganya akan pindah kesini kembali? Ataukah.. Kyuhyun akan datang dan membawanya ikut serta juga kesana.

“Ya Gadis Bodoh! Kenapa kau malah diam!”

“Eum.. Entahlah.. Aku juga kurang begitu tahu.”

Bibi Kim menatap Sungmin serius. Pandangan matanya begitu dalam.

“Kau benar-benar mencintai Pria Jepang itu?”

“Bibi, dia korea bukan jepang.”

“Aishh apalah itu. Kau benar-benar mencintainya?”

Sungmin mengangguk.

“Ya.”

Mendengar jawaban itupun membuat Bibi Kim merunduk kalah. Sepertinya pupus sudah melihat keponakan kebanggaannya menikah dengan Gadis Manis bernama Lee Sungmin.

“Araso.. Apa boleh buat. Kau nampak begitu mencintainya. Aku merelakanmu bersama pria lain selain Donghae.”

Raut sedih dari wajah Bibi Kim benar-benar membuat Sungmin tak enak.

“Bibi.. Mianhae. Tapi aku yakin.. Donghae pasti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dan baik. Karna Donghae adalah orang baik.”

Bibi Kim mengangguk lesuh.

“Sungmin-ah.”

“Hmm?”

“Berjanjilah untuk berbahagia ara?”

“Tentu saja!”

“Kalau pemuda Jepang itu menyakitimu, bilang pada Bibi.”

“Dia tidak akan menyakitiku Bibi.”

“Terserah! Kalau dia menyakitimu. Pokoknya kau harus rela dan mau kusuruh menikah dengan Donghae. Araso?!”

Sungmin terdiam cukup lama saat itu. Bibi Kim terlalu mengerikan. Bagaimana kalau nantinya dia bertemu dengan Kyuhyun?

“Araso.. Ya Sudah.. Bibi aku izin keluar sebentar ya.”

“Kau mau kemana?”

“Tenang saja, aku bersama keponakan kebanggaanmu. Jadi jangan khawatir. Annyeong!”

.

.

.

Sungmin menatap punggung Donghae masih merasa bingung. Pemuda itu masih bertahan berjalan di depannya dan membiarkan dirinya ini hanya mengikutinya dari belakang. Semenjak keluar dari Toko beberapa saat yang lalu. Donghae hanya berkata kalau mereka akan mencari tempat yang pas untuk berbicara. Dan sampailah mereka saat ini, dan masih belum juga menemukan tempat yang pas bagi pemuda itu.

Sungmin menghentikan langkahnya saat menyadari tubuh itu juga tengah berhenti. Dan dengan sedikit pergerakan Donghae menoleh kearahnya yang berada di belakang.

“Kau lelah?”

Sungmin menggeleng cepat mendapati pertanyaan itu tertuju kearahnya.

“Ahniya, tapi.. Apa masih jauh?”

Donghae tersenyum simpul mendengar ucapan Sungmin. Pertanyaan yang baru saja gadis itu lontarkan sudah menunjukkan kalau dia lelah.

“Kita duduk di bangku yang ada disana saja. Kau lelah.”

Sungmin baru saja ingin membuka mulutnya namun sosok Donghae sudah berjalan menuju bangku panjang disana. Dan nampaknya dia tidak jadi saja untuk bersuara.

Sungmin mengambil posisi tepat di samping pemuda itu. Kembali mengamati tiap ekspresinya.

“Apa ada masalah?”

Donghae mengangkat wajahnya dan menoleh kearah Sungmin yang baru saja bertanya padanya. Pemuda itu menggeleng pelan.

“Hari ini sudah 5 tahun sejak dia pergi. Kau pasti sudah tidak sabar lagi bertemu dengannya, iya kan?”

Sungmin tersenyum malu mendengar ucapan Donghae. Ya dia benar, mengingat hari ini sudah 5 tahun. Membuatnya begitu tak sabar.

“Eum! Aku juga sudah tidak sabar.”

Donghae tersenyum simpul mendengar ucapan Sungmin.

“Apa dia menghubungimu tentang kepulangannya?”

Sungmin tertegun mendengar pertanyaan Donghae. Menghubunginya?

“Tidak, dia tidak menghubungiku. Apa.. Itu berarti dia tidak jadi pulang hari ini?” Tanya Sungmin dengan raut muka cemas.

“Tenanglah, dia bukan pria yang suka mengingkari janji. Kalau dia sudah berjanji 5 Tahun, maka dia akan datang saat 5 Tahun tersebut.”

Sungmin merasa sedikit tenang mendengar ucapan Donghae. Dan kembali gadis itu menatap sosok yang ada di hadapannya itu.

“Lalu? Kau masih belum mengatakan keperluanmu. Apa yang ingin kau bicarakan padaku?”

Donghae nampak menarik nafasnya dalam-dalam. Ada senyum tak enak dari wajahnya.

“Sebenarnya tidak terlalu penting sih. Hanya saja aku ingin pamit denganmu.”

Sungmin terhenyak beberapa saat. Pamit? Memangnya Donghae mau kemana?

“Kau.. Mau kemana?”

Donghae menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kenapa rasanya susah sekali ya?

“Aku.. Ingin melanjutkan sekolahku ke luar negeri. Orangtuaku menyuruhku ke Inggris.”

Sungmin menundukkan kepalanya sendu. Apa ini artinya dia akan kembali kehilangan sesosok yang sangat dia sayangi?

“Mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama disana, tapi kau tenang saja. Itu tidak akan selama Kyuhyun kok. Mungkin hanya 2 atau 3 tahun saja.”

Donghae melirik kearah Sungmin yang masih menunduk di sampingnya. Dia jadi tidak enak kan?

“Ya! Jangan sedih begitu. Kita bukannya tidak akan pernah bertemu lagi, aku janji akan sering-sering menghubungimu. Lagi pula Kyuhyun akan segera kembali kan? Jadi kau tidak akan kesepian. Ya Lee Sungmin, jangan menangis. Aku jadi merasa seperti orang jahat saja.”

Sungmin menghapus airmata yang mengaliri pipinya.

“Tidak! Aku tidak sedang menangis kok. Kau percaya diri sekali.” Ucap Sungmin dengan ketus.

Gadis itu mati-matian menahan tangisnya. Donghae adalah satu-satunya orang yang selama ini berada di sampingnya. Dia sudah begitu menyayangi sosok itu. Dia sudah menganggap Donghae seperti saudaranya sendiri. Jadi, Sungmin rasa dia wajar merasa sedih saat ini.

“Kalau kau mau pergi, ya pergi saja. Bukankah melanjutkan sekolah adalah hal yang baik? Jadi silahkan saja.” Lanjut Sungmin lagi.

Donghae tersenyum lembut menatap Sungmin.

“Jangan menangis seperti ini, kalau Kyuhyun melihatku membuatmu menangis. Aku takut nanti dia akan menghajarku.”

“Dia tidak akan menghajarmu, Kyuhyun tahu kalau kau sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Jadi dia tidak akan menghajarmu!”

Donghae membawa telapak tangannya menyentuh rambut Sungmin, mengelusnya.

“Setidaknya aku tenang karna Kyuhyun akan kembali. Jadi aku bisa pergi tanpa rasa khawatir mengenai kau.”

Sungmin menatap Donghae sedih. Sungguh, ternyata tidak hanya berpisah dengan Orangtua dan berpisah dengan orang yang kau cintai ternyata bisa menyedihkan seperti ini. Tetapi, berpisah dengan sahabatmu sungguh menyedihkan.

“Berjanjilah padaku untuk bahagia, karna kau patut untuk bahagia. Dan aku mempercayai Kyuhyun untuk membahagiakanmu.”

Sungmin mengangguk.

“Cha! Jadi berhentilah menangis. Kau ingat tiap perkataanku dulu kan? Kau jelek sekali kalau menangis. Jadi singkirkan airmata bodoh itu dari wajahmu.”

“Aku sedih, aku sedih ini juga karnamu.”

“Araso, Mianhae.”

“Kenapa kau yang malah meminta maaf?”

“Karna membuatmu sedih?”

“Ya, kau memang harus meminta maaf.”

Donghae tersenyum lebar menatap Sungmin.

“Araso, ayo kita kembali ke toko. Pasti Bibi Kim mengkhawatirkanmu.”

.

.

Sungmin menghentikan langkahnya saat sudah berada di depan Toko. Gadis itu masih nampak merunduk merenungi rencana kepergian Donghae. Sementara itu, Donghae yang berada di belakangnya malah kian menatap Sungmin sendu. Sungmin membuatnya merasa tak enak.

“Kau bisa pulang sekarang, terima kasih sudah mengantarku.” Ucap Sungmin tanpa membalikkan tubuhnya menghadap Donghae.

Donghae mengangguk mendengar ucapan Sungmin tersebut.

“Araso, aku pulang. Sampai jumpa.”

Donghae membalikkan tubuhnya melangkah menjauhi Sungmin.

Sementara itu, Sungmin semakin tak kuat menahan isaknya.

“Ya! Lee Donghae! Berhenti disana!”

Donghae sedikit kaget saat suara itu terdengar begitu keras. Pemuda itu berbalik saat mendengar teriakan Sungmin kearahnya. Dan itu berhasil membuatnya sedikit kaget melihat wajah itu sudah basah akibat airmata.

Sungmin menatap Donghae sedih. Dia harus memberikan petuah untuk sahabatnya ini kan? Ya benar!

“Kau.. Berjanjilah padaku!”

Donghae hanya bisa menatap sosok itu dari kejauhan. Tapi walaupun seperti itu, dia masih bisa melihat wajah yang basah itu dan suara lirih gadis tersebut.

“Berjanjilah untuk menghubungiku kalau kau disana, jangan tidur terlalu larut, jangan suka makan makanan instan.. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu, walau bagaimanapun kau hidup sendiri disana.”

Sungmin mengatakan segala sesuatu itu dengan suara menahan isaknya. Saat mendengar pesan panjang yang baru saja Sungmin lontarkan padanya, membuat Donghae disana begitu bahagia.

“Jangan khawatir! Aku bukan bayi lagi!” Sahut Donghae disana.

Sontak saja itu membuat Sungmin tertawa kecil. Bisa-bisanya dia masih bercanda hehh?

“Donghae-ah!”

Sungmin kembali memanggil namanya.

“Waeyo?”

Sungmin menghapus jejak airmatanya saat itu. Lalu kembali menatap sahabatnya itu lekat.

“Berjanjilah padaku.. Kalau ketika kau pulang nanti. 2 atau 3 tahun kelak. Berjanjilah padaku untuk membawa seorang gadis yang kau cintai ke hadapanku. Kau sudah pantas untuk memikirkan pernikahan. Berjanjilah padaku, bawalah gadis beruntung itu ke hadapanku.”

Donghae merasakan matanya ikut memanas mendengar ucapan Sungmin. Dan dengan sekali anggukan mantab Donghae mengiyakan ucapan Sungmin.

“Pasti! Aku akan membawanya ke hadapanmu. Kau tenang saja!” Sahut Donghae.

Sungmin tersenyum haru menatap sahabatnya itu.

“Araso, kau bisa pulang sekarang. Aku akan pegang janjimu, Lee Donghae-ssi.”

Donghae tersenyum tipis dan kembali membalikkan tubuhnya menjauhi Sungmin.

Dalam langkahnya Donghae tersenyum simpul.

Seperti janjinya dulu. Sampai akhir.. Sungmin tidak akan mengetahui perasaan Donghae kepadanya. Dan Donghae tidak akan pernah memberitahunya. Biarkan semua ini menjadi sebuah kenangan yang begitu membekas di dalam hatinya.

[ Aku benci melihat orang yang kucintai bahagia dengan yang lain. Tapi aku lebih benci, jika orang yang kucintai tidak bahagia denganku. ]

.

.

.

Pemuda berkulit putih itu masuk ke dalam pesawat dengan hati-hati. Matanya mengedar mencari dimana kursinya berada. Dan pada akhirnya dia menemukan kursinya. Ketika sudah sampai di kursi itu, pemuda itu langsung menaruh tas yang sedari tadi dirinya jinjing itu ke bagian tempat penaruhan barang yang berada di atasnya. Setelah merasa segala urusannya selesai dia pun segera menempati kursi itu dan duduk dengan nyaman.

Pemuda itu mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Tersenyum sejenak.

“Araso Omma..”

Tiba-tiba sebuah suara menarik perhatiannya. Dialihkannyalah pandangannya yang sedari tadi menuju jendela kearah sosok yang baru saja menempati tempat tepat di sampingnya.

“Jangan khawatir. Ya.. Aku sudah berada di dalam pesawat sekarang. Tidak, tidak perlu repot-repot seperti itu. Mungkin setelah sampai di Korea, aku tidak bisa langsung pulang ke rumah. Ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan. Ne, araso. Saranghae. Aku mencintaimu Omma.”

Sosok yang sedari tadi tengah diperhatikan oleh sosok lain disana itu langsung mematikan ponselnya sebelum seorang petugas memperingatkannya. Merasa ada yang tengah menatapnya, dia pun menoleh.

“Apa.. Aku menganggumu?” Tanyanya dengan bahasa jepang.

“Tidak, aku hanya merasa terkejut. Kau.. Bisa berbahasa korea.”

Sosok tersebut menatap lawan bicaranya itu intens. Kenapa orang di depannya ini malah membalas ucapannya dengan bahasa korea juga?

“Oh! Apa mungkin kau juga orang Korea? Dan sekarang sedang ingin ke korea?” serunya tiba-tiba.

Sosok yang tengah ditanya itupun mengangguk ramah. Benar, ternyata orang ini adalah Orang korea. Terlihat dari kemahirannya dalam berbahasa saat menelepon barusan.

“Ya, aku orang korea. Lalu.. Bagaimana denganmu sendiri?”

Pemuda yang masih memegang ponselnya itu ikut juga tersenyum ramah.

“Ne, aku dibesarkan di Korea, tapi karna ada suatu hal jadinya menetap cukup lama di Jepang. Dan sekarang berencana untuk kembali ke Korea. Kau sendiri?”

“Aku ingin menemui seseorang.” Jelasnya.

“Huaaa, kita sehati rupanya. Aku juga sedang ingin menemui seseorang.” Jelas Pemuda yang tengah memegang ponselnya itu.

“Jinja? Nugu?”

“Temanku, teman kecilku. Lalu kau?”

Ketika dirinya ditanya seperti itupun membuatnya sedikit salah tingkah.

“Kekasihku.”

Pemuda itu menjawab dengan nada yang begitu jelas ada sarat kebanggaan disana.

“Huaaaa, kau pasti sangat bahagia. Ngomong-ngomong.. Kita belum berkenalan.. Perkenalkan namaku Jungmo. Kim Jungmo. Kau?”

Pemuda itu menyambut uluran tangan Jungmo.

“Cho Kyuhyun.”

.

.

.

Cont-

Masih inget Jungmo? Dia sempet nongol di Chap 1 ff ini.

Dan.. Yahhh.. Di atas saya begitu tahu kalau kebanyakan HaeMin Moment.. Tapi tenang, Part ini adalah part terakhir HaeMin Moment. Donghae aka Nae Yeobo akan mencari pujaan hatinya sendiri, saya benar-benar merasa jahat membuat Hae begitu menyedihkan di ff ini. Tapi kita doakan saja(?). Dan untuk part berikutnya, mungkin udh end atau mungkin belum. Tapi, KyuMin Moment akan menghiasi layar kaca anda #plak.

Terima Kasih sebelumnya. Doakan kelancaran UN dan SNMPTN/SBMPTN beserta tes-tes PMDK yg saya ikuti untuk ke perguruan tinggi ya *tetep-minta-doa*

Bye ^^

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

20 responses to “– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 15 –”

  1. heldajungsoo says :

    yah hae pergi ke inggris, hae ikut …. cho kyuhyun kembli yee. ming gak sendiri lagi.

  2. sartika186 says :

    Ah iya. Jungmo teman panti Min kan? Aduh jgn sampai stelh Donghae pergi lalu Jungmo lg yg incar Sungmin. Jangan sampai dah.

  3. chominyu says :

    hae pulang harus bawa pacarnya!
    jangan jangan ada masalah lagi nih jungmo dateng? mudah mudahan sih engga ada.
    kyumin cepet ketemu dan bahagia.. jangan sedih sedih lagi

  4. Agung Namja_ELF says :

    Huaaaaaaaaaaa hyung ikan menghilang dan si Epil yang nongol..

    merasa sedih dan Miris melihat perpisahan dua sahabat ini..
    Dan sangat salut dengan sosok donghae yang bertahan tanpa mengucapkan kata cinta..
    #azzek
    kau hebat hyung-ah ..

    Aigooooo~
    penantian ming berakhir..
    Si Evil sudah akan datang menjemputnya..

    tapiiiiiii ..
    Aigoooo~
    bagaimana bisa jungmo kembali disaat kyuhyun akan menikahi sungmin??
    Jeongmal !!
    Sepertinya bakal ada konflik yang Luhar Bizaza ..
    Aigoooo~
    pertemuan yang manis di awal.
    Bagaiamana nantinya (?)
    Daebak !!!

    Semangat Ujiannya Author !!
    20 paket😀
    bisa bisa bisa..

    Mian Numpang baca dan ngobrak-ngabrik notemu..
    #readers baru🙂
    maap baru tinggalkan note.
    Baru paham caranya..

  5. 규민 사랑해요 says :

    kyaaa kyu udah mau pulang….
    ayo ming tinggal dikit lagi nihhhh

  6. kyumindy says :

    huaaa… Bakal ada konflik percintaan lg ga ? Teman masalalu min ka jungmo.
    Teman updet nya jangan lama2 ya aku kepo kelanjutan nya . . .

  7. Chacha says :

    Jungmo muncul lagi.
    Kyaaaaa~ kyaaaaaaa~
    Jngan bilang akan ada konflik lagi.o_O
    Hah~
    Ikan mokpo mau pergi,eoh?. ._.
    Pasti bakal ada Hyukkie nih nanti dan duo hyperaktif itu akan bertemu dan saling jatuh cinta.😀
    *plakk~
    Gak sabar nunggu next partnya.
    FIGHTING !!!
    Untuk aktifitasmu desty. ^^

  8. AnnaEvil says :

    yah, hae juga mo pergi
    untung perginya pas kyu juga mo balik
    ada jungmo juga, hemm..

    lanjut eon~

  9. kerorokeyen says :

    jadi jadi haenya pergi ke inggris,, sedih, hae pergi gantiny jungmo, jungmo ma kyu udah ktmu,, next chaptny dtnggu,

  10. Santika Hanif says :

    ya ampun aku suka bgt donghae sama kyuhyun saling kerjasamany di awal chap ini,,
    keren..
    perjanjian pria dengan pria,,
    kkkk

    aaaaiiiissh, ada aja sih halanganny lagi,
    pasti jungmo mau nyari sungmin juga kan,,
    Tapi aku lupa deh jungmo di ff ini jadi apany sungmin….

    haduuh udah deh satuin aja mereka y desty,, hahha
    banyak bgt sih cobaan mereka :3

    ditunggu lanjutanny ^^

  11. shfly1129 says :

    Perjanjian antara laki – laki ? Eohh donghae ama kyu cool deh..

    Mga bner sungmin cman temen kecil bwt jungmo gak lebih ok~

    ayo cpet pertemukan kyumin chingu ..hehe

  12. Kyumin says :

    Huaaa donghae mau ke luar negri, ntar pulang.y bwa eunhyuk ya haha
    eg kyu udh pulang, tpi ada jungmo apa jangan2? Haha

  13. maya melani says :

    penasaraaaan. ditunggu next chap nyaaa ^^

  14. itsme_devi says :

    huahhh mimin😥 seru bngt
    kyuhyun kembali dan donghae pergi😦
    tapi gpp sungmin stidaknya ada temn masa kecilnya dlu di panti hehehehe..
    kyuhyun gimna nih nanti ekspresinya? akhh tapi sedih ga ada donghae😦

    author cpet post dong yg 16nya ga sabar nih😦

  15. Gaby Fortuna says :

    Eohh,jungmo?? Aku tauu!! Yg pas ch1 itu nyuruh sungmin mandi kan eon??? Waahhh,nnti bkalan ada cinta sgitiga lgi gk ya di hbungan kyumin -_-”
    Lnjut ya eon:) aku menantiii ~😉

  16. KimShippo says :

    Aq yg biasa kdang pke shippochan..
    Stlah kyu eh skrg gnti hae yg prgi ninggalin ming mski g slmany tp khan ksihan ming ditinggl org yg disayangi lgi..
    Knpa kyu ke korea g brsma dg hanchul jdiny g bsa kangen2an nich..
    Jungmo kembli? Moga hnya tman ja g lbih ke ming..
    Aq bca slnjtny ya

  17. eunsin says :

    yg dtemui 2 org itu adlh sungmin .
    hyaaa, buruan happy dah

  18. guardiaNietha says :

    scene HaeMin-nya sedih banget…
    donghae udh janji sama sungmin, berarti 2-3 taun lagi dia harus bawa eunhyuk ke hadapan sungmin. huahahaha

    jungmo?? hhhmmm…
    cuma teman masa kecil kan? ga bakal jadi apa2…
    hihihihi

  19. Isni Nur says :

    Donghae oppa pergi :’)
    Tapi Kyuhyun oppa kembali :))
    Ada Jungmo juga? temen masa kecil Sungmin? huaaaaa makin degdegan nih🙂
    Semangat thor! nexttttt^^

  20. ritsu says :

    yehet ~
    kyu comeback,,tpiiiii..
    aigooo ~
    jungmo balik ke korea hnya ingin ktmu tmn kecilnya sja kan,tdk lebih dri itu (semoga)
    next >>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: