– Babble – KyuMin – Yaoi – Chapter 1 –


– Babble – KyuMin – Yaoi –

.

.

PROLOG : Disini ( Biar ngerti, mesti baca Prolognya dulu ^^ )

.

Babble Chapter 1

.

.

.


Sungmin menatap kesal pintu kamarnya. Pemuda manis itu nampak akan keluar dari kamarnya. Setelah kejadian ‘mengesalkan’ akibat pria baru bernama Cho Kyuhyun 3 jam yang lalu, Sungmin tiba-tiba merasa lapar.

Oh kenapa dia malah seperti pencuri di rumahnya saat ingin keluar dari kamar dan mencari makan? Kenapa dia harus takut Kyuhyun menangkapnya yang tengah kelaparan ini? Tentu saja bukan karna dia takut dengan pemuda sok bersahaja itu. Dia ini hanya malu! Malu akan gengsinya! Seorang Lee Sungmin yang terkenal keras kepala dan pada akhirnya menyerah dari merajuknya karna merasa lapar? What the?

Kalau pemuda Cho itu tertawa di hadapannya. Akan dia sumpal mulut besarnya itu!

Dengan keadaan hati yang berkecamuk, Sungmin memutar knop pintu dan membukanya. Sengaja dia menyembulkan sedikit kepalanya dari balik pintu. Mengawasi kalau saja ada seonggok daging bernama Cho Kyuhyun berada di sekitarnya.

“Tidak ada, syukurlah.” Lega Sungmin namun tetap waspada.

Sungmin perlahan menapaki lantai rumahnya sehabis keluar dari kamar.

Pemuda manis itu agak menundukkan kepalanya menatap ke arah lantai bawah. Mungkin saja kan Cho itu masih berada disana? atau mungkin tengah menonton tv dengan mengangkat kakinya santai di atas meja? Oh God! Awas saja kalau dia melihat itu! Akan dia ikat tubuh pemuda itu!

“Tidak ada juga, huaaaa.. Apa mungkin dia sudah pulang? Karna bosan?” Cibir Sungmin.

Sungmin tersenyum bangga. Ternyata Cho itu besar mulut saja! Dan pada akhirnya dia pergi juga kan?

Sungmin akhirnya benar-benar menegakkan posisi tubuhnya dengan benar, kenapa dia harus merunduk-runduk mengendap heh?

Ini kan rumahnya!

“Kenapa aku seperti orang bodoh?” Tanyanya lebih kepada dirinya sendiri.

Sungmin menuruni tangga rumahnya dan melewati sofa dimana dia mengunyah kripik saat menonton tv sebelumnya. Keningnya berkerut samar saat melihat meja yang ada disana.

“Apa dia benar-benar membersihkannya? Ck, ada-ada saja.”

Sungmin melanjutkan langkah malasnya menuju dapur. Bukankah dia sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkannya makan siang sebelumnya? Awas saja kalau disana tidak ada apa-apa. Lebih baik pergi dan berhenti saja bekerja di rumahnya.

Sungmin agak menyipitkan matanya memandangi deretan piring yang telah terisi oleh beberapa gulai lezat disana.

Senyumnya mengembang bahagia. Ternyata pelayan di rumahnya adalah yang terbaik.

Dengan tak sabar pemuda manis itu mendekati meja makan tersebut. Mengambil sedikit potongan daging disana lalu mengolesinya dengan saus tomat.

“Eumm.. Tidak buruk.” Responnya setelah mulutnya telah mengunyah makanan itu.

“Apa benar enak?”

Sungmin merasa telinganya sedang mendengar sebuah suara asing, pemuda itu pun mendongakkan wajahnya, dan..

“Huaaaaaaaaaa!”

Sungmin berteriak kaget dan langsung terjengkang ke belakang dengan posisi tak elit. Matanya membulat kaget saat mendapati wajah si Mulut Besar Cho sudah berada di hadapannya.

“Kau! Kenapa masih ada di rumahku!” Cerca Sungmin kesal.

Wajah imut itu sudah memerah entah menahan apa.

Sementara itu, Kyuhyun yang agaknya melihat ekspresi berlebihan dari Pimpinannya itu hanya menatap sosok Sungmin dengan wajah datar.

Apa benar pemuda ini seorang Direktur? Bocah TK sih iya!

“Ya Bodoh! Kenapa kau malah diam seperti itu! Jawab pertanyaanku!”

Kyuhyun kembali memandang sosok Sungmin yang lagi-lagi berteriak. Apa tenggorokannya tidak sakit?

“Anda.. Baik-baik saja Tuan?”

Sungmin menatap ilfil kearah Kyuhyun. Apa dia terlihat baik-baik saja?

“Kenapa kau sungguh menyebalkan hehh?” Gerutu Sungmin menyerah dan mulai bangkit dari posisi jatuhnya.

“Maaf kalau anda merasa tidak nyaman.”

“Tentu saja aku tidak nyaman kalau kau masih berkeliaran di sini.”

Sungmin menarik salah satu kursi di meja makan tersebut lalu mendudukinya.

“Kau yang memasak ini?” tanyanya.

Kyuhyun mengangguk.

“Siapa yang mengizinkanmu menyentuh dapurku?”

Kyuhyun terdiam saat Sungmin menatapnya pedas. Pemuda itu juga jengkel sepertinya dengan Direktur Bocah ini.

“Saat anda pergi ke kamar tadi, saya tidak sengaja melewati dapur dan melihat para pelayan tengah menyiapkan makan siang. Berhubung tidak ada pekerjaan, saya pun memilih untuk membantu. Tapi yang saya dapati malah pelayan itu entah kenapa berangsur-angsur pergi dan meninggalkanku sendirian di dapur ini.”

Sungmin bengong mendengar pernyataan Kyuhyun.

Pelayannya yang terbaik?? Tidak lagi!

“Tapi kau sudah begitu lancang menyentuh dapurku!” Ujar Sungmin tetap bersikukuh.

“Baiklah kalau begitu, Makanannya dibuang saja.”

Sungmin mendelik kaget. Apa dia bilang? Buang? Buang????!

Sungmin menatap panik Kyuhyun yang mulai akan mengangkat pergi makanan lezat itu.

Apa yang harus dia lakukan?

“J.. Ja.. JANGAN!”

Kyuhyun mendongak menatap Sungmin. Orang ini maunya apa heh?

“Mau bagaimanapun, semua bahan ini berasal dari dapurku. Kau tidak boleh membuangnya.”

Kyuhyun tersenyum tipis saat itu. Ada rasa geli sendiri melihat keangkuhan Sungmin.

“Lalu? Apa anda akan memakannya?”

Kyuhyun masih berekspresi tenang saat itu, walaupun niatnya sudah menahan geli melihat Sungmin.

“Aku bukan orang yang suka membuang-buang sesuatu. Jadi, tidak ada salahnya aku memakannya.”

Kyuhyun mengangguk puas. Kenapa tidak jujur saja kalau tengah lapar eoh?

“Butuh teman untuk menenami anda makan?” Tawar Kyuhyun akan dirinya sendiri.

Namun tidak lama dari itu, pandangan menusuk Sungmin menghujam irisnya.

“Oh oke, baiklah. Saya hanya bercanda Sajangnim. Selamat menikmati.”

.

.

Kyuhyun bergerak menjauhi ruang makan itu setelah dirinya yang baru saja menerima hujaman tajam dari mata Direktur muda tersebut. Dirinya benar-benar masih tak menyangka kalau sosok seperti itu yang akan menjadi atasannya. Kyuhyun kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tengah dan merogoh sakunya untuk mengambil ponsel. Pemuda itu nampak mengotak-atik benda elektronik tersebut dan lalu mendekatkannya ke telingannya.

“Aku harus memastikan ini terlebih dahulu.” Gumamnya sembari menunggu teleponnya diangkat.

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Berulang kali dia nampak bergumam kesal.

KLIK.

“Yeoboseyo?”

Kyuhyun segera menegakkan posisi duduknya saat sebuah suara terdengar disana.

“Oh.. Appa.. Ini aku.”

“Kau? Ada apa?”

Kyuhyun sedikit melirik ke arah ruang makan. Memastikan kalau saja Sungmin tidak akan bisa mendengar ucapannya.

“Aku sedang di rumah Direktur Lee sekarang.”

“Keurae? Baguslah. Lalu ada apa menelepon?”

Kyuhyun diam sejenak. Seperti bingung ingin mulai darimana.

“Aku.. Aku hanya tidak percaya kalau Lee Sungmin ternyata sungguh jauh dari apa yang aku bayangkan.”

Kyuhyun menggigit kuku jarinya nampak cemas. Ya, dia memang cukup terkaget-kaget melihat sosok Direkturnya itu.

“Dia.. Dia.. Entah bagaimana aku harus mengatakannya. Appa dan Lee Ahjussi tidak pernah memberitahuku kalau Sungmin begini wujudnya.”

Kyuhyun mulai tak mengerti apa yang tengah dia bicarakan ini. Yang jelas, dia merasa kurang nyaman dengan pemuda itu. Terutama melihat wujudnya.

Pria itu.. Terlalu cantik.

“Ya! Kau ini sedang bicara apa? Memangnya untuk apa kami harus repot-repot menceritakan seluruh tampilan fisik Sungmin padamu? Wae? Kau mau bilang kalau kau menyukainya? Ya sudah.. Baguslah kalau begitu.”

Kyuhyun berdiri seketika dari sofa saat sang ayah berbicara seenaknya.

“Mwo?! Ahniya! Kenapa Appa tiba-tiba bicara seperti itu? Appa harus ingat, aku disini karna aku seorang pekerja profesional. Aku menerima tawaran Lee Ahjussi untuk menjadi pengacara Puteranya karna aku memang benar-benar ingin mengasah kemampuan Hukumku.”

Apa-apaan? Menyukai? Yang benar saja!

Kyuhyun tambah mengerutkan dahinya saja saat gelak tawa mengisi telinganya, gelak tawa dari sang Ayah.

“Aishh, kenapa kau lugu sekali anakku.” Desah sebuah suara di seberang sana.

Kyuhyun menajamkan pendengarannya. Lugu? Memangnya apa yang tengah dia tidak ketahui?

“Ayah pikir kau sudah bisa menangkap maksud ayah dan Lee Ahjussi menyuruhmu untuk menjadi pengacara dan asisten Sungmin, ternyata kau tidak tahu apa-apa.”

Kyuhyun mulai merubah raut mukanya dengan ekspresi siaga. Sepertinya akan ada kejutan sebentar lagi.

“B.. Bukankah hanya itu tujuan kalian? Aku harus menjadi pengacaranya kan? Memangnya apa lagi?”

Kyuhyun benar-benar ingin membenturkan kepalanya ke dinding saja saat ini. Tolong, jangan membuatnya semakin terlihat bodoh.

“Kyuhyun-ah, Lee Ahjussi benar-benar menyukaimu.. Kau tahu itu kan? Dan juga.. Kami berdua ini sudah berteman lama.”

Kyuhyun merasakan keringatnya sudah bercucuran entah kemana.

Tidak.. Dia tidak mau mendengarnya.

“Kami ingin menjodohkan kalian, kau dan Sungmin.”

Kyuhyun merasakan dunia tengah terjungkir balik sepertinya. Ekspresinya benar-benar pongo sekarang. Apa-apaan ini?

“Dijodohkan?” Tanyanya ulang.

“Ne, bagaimana? Kau sudah lihat dia kan? Dia cantik kan Kyu?”

Kyuhyun merasa dirinya mau pingsan saja saat ini. Dijodohkan? Mimpi apa dia semalam? Hey! Dia pulang ke Korea dari Amerika itu untuk menjadi Pengacara handal. Bukannya MENIKAH MUDA!

“Ne.. Dia.. Cantik. Itu yang ingin aku katakan.” Ucap Kyuhyun.

“Nah.. Dia juga manis kan?”

“Ne, sangat manis.”

“Lalu kenapa? Masalahmu apa?”

Kyuhyun kembali terduduk di sofa itu. Oke, Sungmin sangat Cantik.. Dia juga manis. Menikahi pemuda itu tidak akan membuatnya malu. Tapi..

“Appa, dia.. Dia sangat sinis. Dan aku tidak suka sama sekali dengan orang seperti itu. Dia sombong, pemarah, suka seenaknya dan tidak punya kelembutan. Aku tidak bisa menerima dia, aku benar-benar tidak bisa. Appa tahu sendiri kan bagaimana Istri idamanku dari Kecil? Aku ingin mempunyai seorang istri yang Cantik, Manis, lembut, dan penyabar. Bukannya seperti dia.”

“Kyuhyun-ah.. Cobalah dulu. Kau tidak akan pernah tahu seperti apa Sungmin sebenarnya kalau kau belum dekat dengannya.”

Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi. Ini benar-benar gila!

“Apa dia juga tahu? dia tahu kalau dia dijodohkan denganku?”

“Tidak, dia sama sekali tidak tahu.”

Apa? Sungmin juga tidak tahu?

“Jadi.. Kalian bermaksud untuk menjebak kami begitu? Untung aku menanyakan hal ini.”

“Kyuhyun.. Tenanglah dulu.”

“Tidak bisa Appa. Aku akan memberitahunya kalau aku dan dia dijodohkan. Aku akan menjamin kalau besok atau mungkin hari ini juga. Sungmin akan dengan segera menelepon Ayahnya untuk membatalkan rencana ini. Maafkan aku Appa, aku menyayangimu. Tapi untuk menerima perjodohan ini. Aku tidak bisa.”

“Kyuh!”

“Mianhae, aku tutup telponnya.”

KLIK.

Setelah sambungan telepon itu terputus. Kyuhyun dengan segera beranjak dari posisinya dan kembali menuju ruang makan. Kyuhyun menatap sosok Sungmin yang masih nampak menyantap makan siangnya disana. Pemuda itu begitu pusing saat ini.

“Hey!”

Sungmin memutar wajahnya dan menemukan sosok Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya.

“Hey? Coba kau ulangi lagi? Hey? Kau memanggilku dengan ‘Hey?’ Apa kau sudah bosan hidup?!”

Sungmin menatap sosok itu dengan tajam.

Sementara itu, Kyuhyun nampak gemas dengan orang di depannya ini. Dia ingin segera memberitahu pemuda itu masalah perjodohan mereka. Tapi, dia sedikit ragu-ragu.

“Ya! Kenapa kau diam saja? Apa kau ada kelainan jiwa?”

Kyuhyun mengernyit mendengar ucapan Sungmin? Apa dia bilang? Kelainan jiwa?

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam. Sekarang pikirannya sedang kacau. Membicarakan masalah ini dengan orang keras kepala seperti Sungmin tak akan membuahkan hasil yang baik.

“Sudahlah, tidak jadi saja. Habiskan saja makanan anda. Saya permisi dulu. Maaf menganggu.”

Kyuhyun berbalik dan menjauh dari ruangan itu.

Sungmin menganga melihat Kyuhyun. Apa maksudnya?

Bocah Cho itu benar-benar ajaib!

Sedangkan itu, Kyuhyun kembali menuju ruang tengah. Duduk di sofa dan mulai menggerutu.

“Astaga, aku harus bagaimana? Cho Kyuhyun tenanglah.. Kau harus tenang.”

Pemuda itu masih diam nampak tengah berpikir.

“Baiklah, masa bodoh dengan perjodohan itu. Yang jelas sekarang kau adalah Pengacara dan Asistennya. Kau harus profesional Cho Kyuhyun. Masalah itu, Nanti saja kau pikirkan lagi. Benar, kau harus tenang.”

.

.

Sungmin tersenyum menatap piringnya yang sudah mengkilap. Sekarang dirinya sudah benar-benar kenyang. Pemuda manis itu mengambil tisu yang ada disana dan mengelap bibirnya dengan benda itu. Sungmin mendongak untuk melihat jam dinding dan menyeringai, sekarang sudah menunjukkan pukul 2 Siang. Dan 1 Jam lagi, dia begitu ingat kalau ada rapat dewan direksi di kantor. Ah, masa bodoh dengan rapat itu. Bukankah disana ada Manager? Ya sudah, Manager juga tidak apa kan untuk memimpin rapat? Tidak harus dirinya ini?

Sungmin tersenyum bangga entah karena apa. Pemuda itu bangkit dari kursinya dan berencana untuk kembali menuju kamarnya lalu merebahkan diri di kasur empuknya.

Tapi, sepertinya rencana itu harus dikubur dalam-dalam ketika dia membalikkan tubuh.. Entah kenapa sosok Cho Kyuhyun sudah berdiri di hadapannya.

Sungmin memutar bolamatanya begitu malas saat menyadari wajah itu-itu lagi yang harus dia lihat.

“Kau sudah seperti hantu saja, muncul tiba-tiba.” Ucap Sungmin sinis. Pemuda manis itu terus berjalan santai melewati Kyuhyun yang sedari tadi menatapnya tenang.

Sungmin menapaki tangga menuju kamarnya dengan kening berkerut. Sungguh! Ini sungguh mengganggu.

“Sebenarnya untuk apa kau mengikutiku?!” Desis Sungmin kesal.

Ayolah! Dia ini mau ke kamar dan tidur. Untuk apa pria ini mengikutinya?

“Aku hanya ingin memastikan kau tidak tidur saat masuk kamar. Kau tidak lupa kalau ada Rapat pukul 3 ini kan?”

Sungmin mendengar kejanggalan pada cara bicara Kyuhyun saat ini. Dia.. Sudah tidak menggunakan bahasa Formal lagi padanya.

“Aku tidak mungkin lupa, ingatanku ini yang terbaik. Tapi bagaimana kalau aku yang tidak mau pergi kesana? Kau mau apa?”

Sungmin menolehkan wajahnya ke belakang dan menatap sengit Kyuhyun.

“Baiklah, jangan salahkan aku kalau aku sedikit kasar.”

Dengan segera Kyuhyun menarik paksa tangan itu untuk segera menuju kamar. Sungmin melotot kaget melihat tindak tanduk Cho ini. Hoaaaaa.. Sudah menampakkan wajah aslinya ternyata?

“Ya! Mau apa kau? Hey! Aku ini atasanmu! Kau bisa kupecat kalau kau seenaknya padaku! Ya!” Sungmin terus berkicau. Tak henti-hentinya pemuda manis itu melayangkan sumpah serapah untuk Kyuhyun. Dan terus-terusan mengancam pemuda tinggi itu dengan kata ‘PECAT’.

Sementara itu, Kyuhyun tidak sama sekali memperdulikan kicauan dan makian dari Sungmin. Pecat? Pecat dia bilang? Dia ini sedang dijodohkan dengan Sungmin, mustahil dia akan dipecat. Walaupun Pemuda manis itu yang memecatnya, pasti Lee Ahjussi tidak akan tinggal diam.

Sungmin membulatkan matanya saat Kyuhyun membawanya ke depan lemari pakaiannya. Mau apa lagi dia?

“Diam disini, jangan bergerak.”

Kyuhyun melepas pegangannya pada tangan Sungmin. Membiarkan sosok itu menatap sosok tinggi Kyuhyun dengan tatapan membunuh.

“Ternyata seperti ini wajah aslimu. Cih.. Sudah kuduga.”

Kyuhyun tak punya selera untuk meladeni omongan Sungmin. Pemuda itu terus-terusan mengobrak-abrik isi lemari itu.

“Pegang ini.”

sungmin memandang setelan jas kantor berwarna hitam itu dengan malas.

“Apa maksudmu?” Tanya Sungmin kesal.

Kyuhyun menutup pintu lemari dan berbalik menghadap Sungmin. Pemuda itu cukup lama memandang sosok Sungmin. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Dan pada akhirnya Kyuhyun menghela nafas panjangnya.

“Gantilah baju terlebih dahulu. Aku akan menunggu di mobil. Kau harus menghadiri rapat itu.” Ucap Kyuhyun tenang.

Sungmin menatap tajam sosok yang nampak semakin bergerak jauh tersebut. Dia benar-benar tidak suka ada orang yang mengaturnya!

.

.

Kyuhyun menjentuk-jentukkan jarinya pada stir kemudi. Sesekali matanya melirik ke arah pintu rumah melalui jendela mobil untuk memastikan sosok Sungmin sudah muncul atau belum.

Kenapa dia lama sekali? Dia bukan seorang wanita kan?

TOK TOK TOK

Kyuhyun terlonjak kaget saat sebuah ketukan dari jendela lain disisinya menembus gendang telinganya. Pemuda itu menoleh dan ternyata sosok Sungmin ada disana. Kyuhyun menurunkan kaca mobil itu segera.

“Menyingkirlah.. Aku saja yang menyetir. Ini mobilku.” Ucap Sungmin dingin.

Kyuhyun diam sejenak. Membiarkan Sungmin menyetir? dia tidak ingin mengambil resiko.

“Silahkan masuk, kali ini aku yang akan membawa mobil.” Terang Kyuhyun.

Raut muka Sungmin mulai menggeram marah.

“Bisakah kau bersikap selayaknya bawahan? Tidak bisakah kau menuruti ucapanku saja?” Ucap Sungmin muak.

“Dan kau tidak sedang memancingku untuk kembali bersikap kasar kan? Masuklah dan duduk dengan tenang.” Balas Kyuhyun cepat.

Kaca jendela itu mulai tertutup perlahan. Membiarkan Sungmin tersenyum sinis mendapati sikap Kyuhyun yang amat sangat menyebalkan itu.

“Kau pikir aku mau mendengarkan ocehanmu?” Ucap Sungmin.

Pemuda itu segera masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di samping Kyuhyun yang memegang kemudi. Saat pemuda Cho itu sudah mulai menghidupkan mesin dan memegang stir. Sungmin dengan segera memegang tangan itu.

Kyuhyun melirik jengah ke arah Sungmin.

“Singkirkan tanganmu.” Perintah Kyuhyun.

“Tidak sebelum kau membiarkanku untuk menyetir.”

Kyuhyun berdecak sebal mendapati sikap keras kepala Sungmin. Agar tidak terlalu lama meladeni sikap kekanak-kanakan itu, Kyuhyun pun langsung saja mengemudikan mobil itu walau satu tangannya tengah dipegangi oleh Sungmin.

Sementara itu, Sungmin menatap sebal sosok Kyuhyun. Kenapa pria ini bebal sekali?

“Aku katakan lagi, singkirkan tanganmu.” Ucap Kyuhyun masih menatap lurus jalanan di depannya.

“Tidak mau.”

Kyuhyun tersenyum tipis mendengar ucapan Sungmin. Dan dengan sekali pergerakan. Pemuda itu menyentakkan tangan Sungmin yang tengah memegangi tangannya dan kini balas berbalik memegang tangan pemuda manis itu.

“Ya! Kau berani-beraninya!” Teriak Sungmin kesal mendapati perlakuan Kyuhyun itu.

Kyuhyun nampak sama sekali tak tertanggu dengan teriakan Sungmin terhadapnya. Pemuda itu begitu tenang mengendalikan stir mobil sementara tangan satunya sedang memegangi tangan Sungmin.

“Ya Cho Kyuhyun! Lepas!”

Salahkan saja tenaga Kyuhyun yang lebih besar dari Sungmin. Sehingga pemuda cantik itu sama sekali tak bisa berbuat apa-apa.

Sungmin akhirnya menyerah meronta-ronta disana. Pemuda manis itu sudah membiarkan tangannya dipegangi oleh Kyuhyun hingga sekarang. Sungmin melirik tangan besar Kyuhyun yang tengah memegangi pergelangan tangannya tersebut. Benar-benar menyebalkan.

Sungmin pun lebih memilih melempar pandangannya ke arah luar jendela. Mimpi apa dia semalam sampai-sampai hari ini bisa bertemu dengan orang semenyebalkan Kyuhyun?

Sungmin sedikit tersentak saat pergelangan tangannya terasa bebas. Apa Cho Kyuhyun sudah lelah memegangi tangannya?

Sungmin perlahan menolehkan wajahnya untuk melihat Kyuhyun. Tapi lagi-lagi sebuah kejutan yang dia dapatkan. Tangan itu kembali memegang tangannya. Tapi.. Bukan itu yang mengejutkannya. Melainkan, Kyuhyun bukan memegangi pergelangan tangannya. Tapi, dia sedang menggenggam telapak tangan Sungmin.

Mata Sungmin sudah mau keluar saat itu. Pemuda manis tersebut menatap wajah Kyuhyun yang masih nampak fokus pada jalanan.

“Aku tahu pergelangan tanganmu sedikit sakit gara-gara kupegangi cukup lama, tapi aku masih harus memegangimu agar kau tak berulah lagi. Jadi.. Kalau aku menggenggam telapak tanganmu.. Tidak masalah kan?”

Dan Demi Tuhan!

Sungmin benar-benar ingin menyumpal mulut besar Cho Kyuhyun saat itu juga.

.

.

“Kumohon jangan terlalu dekat denganku. Pastikan posisimu berada pada 3 langkah di belakangku. Araso?!”

Mereka yang baru saja masuk ke dalam gedung besar itu sangat menyita begitu banyak perhatian karyawan-karyawan disana. Kenapa?

Ini hal yang luar biasa kawan! Sudah lebih 3 Bulan Lee Sungmin tak menginjakkan kakinya di gedung ini. Dan sekarang sosok itu sudah terlihat? Begitu tampan dan Manis di saat bersamaan, apalagi sosok yang tak kalah juga tampannya di belakang Sungmin, Cho Kyuhyun.

“Aishh, sudah kukatakan jangan dekat-dekat. 3 langkah.. Kau bisa mengukur jarak tidak sih?” Sungmin kembali menegur Kyuhyun yang berjalan di belakangnya itu.

Mereka berdua terus berjalan, tak henti-hentinya sapaan penuh hormat tertuju ke arah Sungmin saat itu. Dan Kyuhyun memang harus mengakui kalau orang di hadapannya ini benar-benar orang yang cukup ‘Berpengaruh’ di kelasnya.

Mereka berdua akhirnya berhenti tepat di depan sebuah pintu Lift. Kyuhyun melirik Sungmin yang nampak akan menekan tombol disana.

‘Lantai 4, ternyata jauh juga.‘ Batin Kyuhyun.

TING!

Pintu itu terbuka, memperlihatkan 3 orang karyawan disana, saat menyadari kalau di hadapan mereka adalah Direktur yang jarang sekali mereka lihat. Ketiga karyawan itu membungkuk hormat dan seperti tahu dengan kebiasaan sang Direktur, mereka semua keluar dari Lift itu. Ya, Sungmin tidak suka 1 Lift dengan orang asing.

Setelah kondisi Lift itu sudah nampak kosong, mereka berdua pun masuk ke dalam Lift tersebut.

Kyuhyun melirik sosok Sungmin yang entah kenapa jadi tidak banyak bicara setibanya di Gedung ini.

“Kau terlihat menyeramkan di depan para karyawan.”

Sungmin mengernyitkan dahinya saat Kyuhyun bersuara.

“Apa aku terlihat seperti orang yang ramah di hadapanmu? Tidak kan? Jadi kupikir aku memang seperti itu. Menyeramkan.”

TING!

Pintu itu kembali terbuka. Mereka pun keluar dari Lift dan lanjut berjalan.

“Oh! Hyung!”

Kyuhyun mendongak saat sebuah suara nampak tengah memanggil. Dan benar! Seorang pria berseragam kantor terlihat berjalan ke arah mereka berdua.

“Hyung! Aku merindukanmu!”

Mata Kyuhyun membulat kaget saat Pemuda itu tanpa rasa takut atau canggung malah memeluk Sungmin begitu erat.

Garis bawahi oke? MEMELUK!

Sungmin yang Arogan itu tengah dipeluk oleh seseorang saat ini? Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Kyuhyun memandang Pria asing itu dengan pandangan sendu. Mungkin sehabis ini dia akan segera mendapatkan surat PHK.

“Kau darimana saja? Aku merindukanmu. Lama sekali kau tak ke kantor.”

Sosok asing itu melepaskan pelukannya. Dan Kyuhyun di belakang sana nampak siaga kalau saja Sungmin akan murka.

“Hyung baru saja pulang dari liburan di Jepang, jangan khawatir.”

JDEEER

Dan rasanya saat itu juga seakan Kyuhyun baru saja melihat Malaikat pencabut nyawa yang tengah memakan Ice Cream! MUSTAHIL!

“Jinja? Aaah, tapi syukurlah kau sudah kembali sekarang. Oh! Dia siapa?!”

Kyuhyun bengong di tempat saat pria asing itu menatap bingung ke arahnya. Ahh.. Sepertinya dia salah. Orang Asing disini itu adalah dirinya! Cho Kyuhyun!

“Oh dia.. Dia pengacara baruku.” Jelas Sungmin.

Mata Kyuhyun bertemu dengan mata pemuda yang entah siapa namanya saja dia tidak tahu.

“Oh, syukurlah. Kupikir dia siapamu.” Gumam pemuda itu tersenyum penuh arti.

“Donghae-ah..”

“Ne? Ada apa Hyung?”

Kyuhyun yang sedari tadi hanya bisa menjadi Patung disana nampak menganggukkan kepalanya. Jadi namanya Donghae.

“Apa rapatnya sudah siap?”

“Tentu saja, katjjaaa! Kita ke ruang rapat segera. Ayooo!”

Kyuhyun tambah bengong saja di tempatnya berdiri. Melihat Sungmin tersenyum manis pada seseorang. Melihat Sungmin dirangkul oleh seseorang dan melihat Sungmin berbicara lembut kepada seseorang.

Ya Tuhan! Siapa Pria bernama Donghae itu sebenarnya?

“Cho Kyuhyun! Mau sampai kapan kau bengong disana hahh??!”

Kyuhyun buru-buru mengangkat wajahnya. Nampak Sungmin disana tengah menatapnya garang.

Ah! Dia melamun.

.

.

“Aku mau ke Cafe sekarang.”

Kyuhyun menatap sosok Sungmin yang tengah berjalan di depannya. Mereka baru saja selesai Rapat. Dan saat ini Sungmin memintanya untuk mengantarnya ke Cafe.

Kyuhyun melirik jam yang ada di tangannya. Baru pukul 5 sore.

“Baiklah, Cafe yang dimana?”

Sungmin berhenti berjalan saat mereka sudah sampai tepat di depan Gedung. Pemuda itu menadahkan tangannya ke arah Kyuhyun.

“Berikan kunci mobilku.. Aku mau pergi sendiri. Dan kau.. Bisa pulang.”

Kyuhyun tersenyum meremehkan ke arah Sungmin. Jadi orang ini sedang mau menyingkirkannya? Begitu?

“Kau pergi denganku.. Dan pulang juga harus denganku.”

“Peraturan seperti apa itu? Oh astaga.. Sepertinya kau benar-benar lupa apa kedudukanmu Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun menyelipkan telapak tangannya ke dalam saku jasnya. Memandang Sungmin yang sedang menatapnya menantang.

“Kukatakan.. Sebaiknya kau menurut saja denganku. Araso?” Ucap Kyuhyun.

Pemuda itu kembali menarik tangan Sungmin agar mengikutinya. Sungmin benar-benar muak dengan Si Besar Mulut Cho ini!

“Ya! Kau mulai lagi! Sebenarnya kau siapa hahh?” Teriak Sungmin saat tubuhnya dengan sedikit paksa dimasukkan ke dalam Mobil oleh Kyuhyun.

Sungmin menatap tajam Kyuhyun yang nampak baru saja menghidupkan mesin.

“Keluar.” Desis Sungmin.

Kyuhyun tidak mendengarkan ocehan Sungmin. Pemuda itu terus saja mengemudikan mobil dengan tenang.

“Kau pikir aku tidak bisa melawan hahh? Kukatakan sekali lagi, Keluar.”

“Diamlah, kau ini pria.. Kenapa cerewet sekali?”

“Apa??!”

Demi Dewa Zeus! Dia benar-benar ingin membunuh Cho Kyuhyun sakarang juga!

“Kau siapa memangnya bisa bicara seperti itu padaku? Kau hanya seorang Pengacara. Dan jangan belaga kau bisa mengatur hidupku! Kubilang hentikan mobilnya Cho!”

Kyuhyun benar-benar tidak mau mendengarkan teriakan Sungmin sepertinya. Dan itu benar-benar menyebalkan di mata Sungmin.

“Cho Kyuhyun! Berhenti!” Teriak Sungmin benar-benar tidak tahan.

Kyuhyun menutup telinganya risih. Suara Sungmin begitu mengganggu.

Sungmin mengacak-acak rambutnya sendiri. Tidak bisa, dia sudah tidak tahan!

“Hentikan mobilnya! Kubilang hentikan! Kau brengsek sialan! Kau siapa hahhh?! Ayahku saja tidak pernah seperti ini padaku??! Kau brengsek! Cho Kyuhyun kau sialan! Memangnya kau siapa!!”

CITT

BRAKK

Sungmin terlonjak dan langsung bungkam saat Kyuhyun menepikan mobil secara mendadak. Dia mau mengajaknya mati hehh?!

Sungmin menolehkan kembali wajahnya ke arah Kyuhyun. Pemuda itu nampak tengah melepas sabuk pengamannya dan setelah itu menolehkan wajahnya menghadap Sungmin.

Sungmin agak takut melihatnya.

Pemuda manis itu beringsut mundur saat Kyuhyun entah kenapa malah mengunci tubuhnya dengan menggunakan lengannya yang kini tengah mengungkung Sungmin.

“Bisa kau diam saja? Jangan banyak bicara.” Ucap Kyuhyun pelan.

Sungmin benar-benar merasa ciut saat ini. Di jarak sedekat ini, dan mendengar suara rendah Cho Kyuhyun. Benar-benar membuatnya merinding. Tapi dengan susah payah dia masih memberanikan diri untuk membalas tatapan Kyuhyun.

“Memangnya kau siapa? Apa kedudukanmu memperlakukanku seenaknya begini hahh?” Sungmin balas bertanya.

Kyuhyun lama menatap Sungmin. Menatap bola mata pemuda manis itu dengan lekat.

“Sudah kukatakan.. Kau menurut saja padaku. Jangan banyak bertanya.”

“Menurut? Menurut kau bilang? Aku harus menurutimu sebagai apa? Kau bawahanku Cho-ssi.”

Kyuhyun menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya berat.

Ya Tuhan! Sungmin memang sangat keras kepala!

“Sebenarnya aku belum ingin membahas ini. Tapi kau memaksaku.”

Kyuhyun menatap Sungmin lekat. Pemuda itu makin memajukan tubuhnya ke arah Sungmin. Nampak begitu serius.

“Kumohon.. Menurutlah dulu denganku. Ini tidak akan lama.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya saat itu, sepertinya dia terlihat gelisah.

“Aku dan kau.. Sedang dijodohkan.”

Sungmin membulatkan matanya kaget. Apa dia bilang?

“Mwo?” Sungmin bersuara.

Kyuhyun dapat begitu jelas melihat ekspresi kaget itu dari Sungmin. Karena saat ini wajah mereka hanya selisih 8 cm saja.

“Kita dijodohkan.. Dan kau bertanya siapa aku?”

Sungmin memandang wajah Kyuhyun lekat.

“Aku.. Aku Calon Suamimu. Jadi.. Jangan banyak bicara lagi, Lee Sungmin.”

.

.

.

Cont-

Dan yahh! Full Chapter 1 telah saya rilis. Apa sudah ada bayangan akan kemana Konflik ff ini? Atau belum?? Kalau itu harap dimaklumi.. Soalnya baru Chapter 1 hehe.

Dan seperti biasa, saya tidak henti-hentinya minta doa kalian semua untuk kelancaran UN, SNMPTN/SBMPTN serta Tes PMDK-PMDK yang saya ikuti. Terima Kasih masih ada yang ingin membaca Fic yang penuh kekurangan ini. Harap maklum.. Saya masih belajar bikin ff soalnya, apalagi YAOI hehe.

Atleast, Thank you.

๐Ÿ™‚

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

11 responses to “– Babble – KyuMin – Yaoi – Chapter 1 –”

  1. heldajungsoo says :

    Keras kepala bgt ming. kyu menyukai sungmin kan? hayo kyu nikahin aja lgsg.

  2. ๊ทœ๋ฏผ ์‚ฌ๋ž‘ํ•ด์š” says :

    kyaqq akhirnya chap 1 muncul jg
    gilaqqqq kyumin mau dijodohin
    gak papa kok
    kalian cocok…
    buat author hwaiting buat ujiannya

  3. Santika Hanif says :

    akhirnyaaaa,,,
    tumben ini aku baca ff yang karakter sungminnya dingin gimana gitu,
    #apa ya bahasany yang tepat,
    aku lupa..๐Ÿ˜„

    iiih sungmin koq luluh sama donghae sih,
    #pasti ada sesuatu nii antara HaeMin,๐Ÿ˜„

    aaaaa lanjut y desty ^^
    ditunggu,
    Btw goodluck buat setiap Ujiannya ^^

  4. Tika says :

    Dijodohkan? Hoah… Kayaknya bkalan seru tuh.

  5. ming0101 says :

    calon istri idamannya kyu mirip banget sma ming, yg versi kalem, klo versi liar gni sih, lucu jga kkk~
    berasa gmna gtu, jdi ming yg jual mahal๐Ÿ˜€

  6. maya melani says :

    wess kyu udh suka tuh kayanya. next nya ditunggu ^^

  7. gpristiya27 says :

    kyaa aku baru baca ff ini ka
    biasanya aku baca yang gs
    tapi entah kenapa pengen baca yaoi jadinya hehe
    keren keren bahasanya mudah dimengerti seperti ff kaka yang sebelumnya
    kya sikap sungmin disini benar benar langka biasanya kan sungmin itu baik dan disini dia cuku menyeramkan haha
    dan sikap kyu aku suka hehe๐Ÿ™‚
    next๐Ÿ™‚

  8. sara samuel wuarlela pangemanan says :

    kyu bs masak???? ach apps kyu dan appa ming ternyata menjodohkan mereka hehehe. . . . .. jadi penasaran lnjutanx . . . .

  9. ChoLee KyuMin says :

    Sungmin yg keras kepala…
    Hahahaa,, cho kyuhyun harus extra sabar ngadepin’ny..

    Jadi kyu dan ming d’jodohkan??

  10. Kyumin pu says :

    Adoh ming galak amat sih -_- ayo kyu tunjukan sisi evilmu~ haha Lanjut yaaa aku sukaa FF ini~ lebih suka yaoi sih tapi gs juga suka sesuai cerita nyaa~~

  11. sweet bunny says :

    Minpa galak ya…
    Untung kyupa sabar…
    Suka sma ceritanya.
    Fighting untuk authornya.
    trimaksih!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: