– Operation Love Remake – KyuMin – GS – Part 3 –


Author : Chizawa95

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Remake : Operation Love Korean Ver/Operation Daisuken Japan Ver.

:::: Happy Reading ::::

.

Operation Love Part 3

.

” Apa menurutmu.. Hubungan kita akan berbeda? ”

.

.

.

Sungmin menatap Kyuhyun sendu. Entah kenapa, pertanyaan yang dilayangkan Kyuhyun ini membuatnya sedih. Wanita itu tersenyum tipis seraya menundukkan wajahnya.

“Tidak. Walaupun kau tidak menyerah akan baseball, tidak akan ada yang berubah di antara kita.” Ujar Sungmin nampak memaksakan senyumnya. Wanita itu menarik nafasnya dalam-dalam, seperti menahan sesuatu.

Kyuhyun memandangi wajah Sungmin yang sedari tadi menunduk. Angkat kepalamu Sungmin, ada apa denganmu.

“Cho Kyuhyun, tidak peduli dulu atau sekarang, bagiku.. Kau sudah dan masih menjadi temanku yang paling berharga.”

Sungmin kembali tersenyum dan mengangkat wajahnya. Senyum sungmin nampak sedikit memudar saat dirinya bertatapan langsung pada Kyuhyun, pria itu menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Selamat malam.” Tukas gadis itu mengakhiri ucapannya.

Sungmin memutar tubuhnya dan masuk ke dalam gerbang rumahnya. Meninggalkan Kyuhyun yang masih menatapnya dengan pandangan nanar.

“Ya, tidak ada yang berubah.”

Kyuhyun bergumam pelan, dirinya kembali mengingat kejadian dulu. Dimana sesuatu hal membuatnya harus menyerah akan baseball.

.

[Flashback]

.

Riuh suara penonton membahana di stadion. Disana, di tengah lapangan. Cho Kyuhyun sudah siap dengan sarung tangan serta bola baseball. Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam, berdoa agar lemparannya ini berhasil. Dan tepat sasaran.

Di bangku penonton, Lee Sungmin nampak berdoa demi kemenangan tim baseball sekolahnya dan demi Kyuhyun.

Kyuhyun mulai bersiap dengan ancang-ancangnya, pemuda itu nampak fokus menatap ke depan.

“Hana.”

Kyuhyun merubah posisi kakinya.

“Dul.”

Tangannya mulai terangkat.

“Set.”

WUSH!

Bola itu terlempar begitu kencang, sementara seorang yang bertugas sebagai pemukul yang berada disana langsung memukul bola hasil lemparan Kyuhyun dengan tak kalah baik.

CTAK

Bunyi pukulan terdengar, namun seisi stadion terdiam melihat seseorang yang berada di tengah lapangan kini sudah jatuh tergeletak. Pukulan bola itu mengenai tangan Kyuhyun.

Sungmin terdiam kala matanya melihat Cho Kyuhyun meringis kesakitan di lapangan. Dengan histeris Sungmin memanggil nama Kyuhyun dari kursi penonton.

Sementara itu, berbondong-bondong pemain lainnya mendekati Kyuhyun.

Dan itu adalah pertandingan terakhir Cho Kyuhyun.

.

PRANG

Bola kaca besar yang berisikan penuh burung kertas itu terjatuh membentur lantai.

Kyuhyun menatap marah ke arah gadis yang ada di depannya saat ini. Dengan kondisi tangan yang tengah diperban, Kyuhyun berteriak.

Sedangkan Sungmin hanya menundukkan wajahnya saat itu.

“Apa kau kira sesuatu seperti ini bisa membuatku bermain lagi?”

Sungmin memandang Kyuhyun sedih. Ya dia tahu perasaan Kyuhyun. Jadi dia tidak akan membalas segala ucapan Kyuhyun.

Sungmin tertegun menatap Kyuhyun kini sedang mengeluarkan peralatan baseballnya dari loker miliknya. Pemuda itu nampak memasukkan semuanya ke dalam tasnya.

“Apa yang kau lakukan?! Cho Kyuhyun! Apa yang sedang kau lakukan ini?” Tanya Sungmin panik.

Kyuhyun berhenti dari kegiatannya sejenak dan kembali menoleh ke arah Sungmin.

“Apa kau tidak bisa lihat? Aku tidak bisa bermain baseball lagi!”

Kyuhyun kembali memasukkan barang-barangnya ke dalam tas. Lelaki itu segera menutup zipper tasnya dan membawanya.

“Bukan, aku tidak mau bermain lagi!” Ucapnya lebih bernada final.

[Flashback End]

.

Kyuhyun memandang bola kaca berisikan burung kertas yang kini sedang ada di pangkuannya dengan pandangan sendu.

Dia mengambil satu burung kertas dari sana, mengamati benda itu dalam diam.

Tapi tidak lama dari itu, Kyuhyun nampak menemukan sesuatu dari sana.

Dengan bergegas Kyuhyun membuka lipatan burung kertas tersebut, firasatnya berbicara.

Dan benar, disana.. Sungmin menulis sesuatu.

Kyuhyun merasa sebuah pukulan telak dan keras tengah dia dapatkan saat ini juga ketika membaca rentetan huruf-huruf tersebut.

[Di dalam hatiku, kau akan selalu menjadi pelempar terbaik.]

Kyuhyun tertegun membaca tulisan itu. Bibirnya bergetar membacanya. Dia kembali mengambil satu persatu burung kertas dan membukanya.

[Cho Kyuhyun. Semangat! Fighting! Fighting!]

[Kau pasti akan sembuh.]

[Segalanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku.]

Kyuhyun bergetar di posisinya. Pemuda itu terperosok jatuh dari kursi.

Bodoh.. Bodoh. Kenapa penyesalan selalu datang di akhir?

‘Kenapa aku melakukannya?’

Kyuhyun mulai terisak saat itu. Pemuda itu menundukkan kepalanya.

‘Kenapa aku menyerah begitu mudah?’

Kyuhyun menangis dalam diam, dia begitu merasa dirinya adalah orang terbodoh di dunia ini.

‘Dia mempercayaiku seperti ini dulu. Dia menungguku seperti ini dulu.’

Kyuhyun merasakan dadanya begitu sesak. Dirinya tahu kalau menangis pun percuma.

‘Cho Kyuhyun, kenapa kau menyerah? Sebenarnya kenapa?’

Isakan itu akhirnya keluar juga. Kyuhyun menangis lepas.

‘Kini aku mengerti, seharusnya aku tidak menyerah seperti itu.’

Kyuhyun mengepalkan telapak tangannya erat.

‘Aku ingin kembali ke masa lalu. Aku ingin kembali lagi.’

Kyuhyun memukul-mukul lantai kamarnya kesal pada dirinya sendiri. Dia mohon, dia ingin memperbaikinya.

“Apa kau mau aku mengirimkanmu kembali?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya seketika. Pemuda itu menoleh dan mendapati seorang yang dulu mengaku sebagai Konduktor Waktu padanya kini sudah berada di depannya.

Kyuhyun menatap shock sosok itu. Bagaimana bisa?

“Sejak kapan kau.. Tidak, mengapa kau disini?”

Kyuhyun buru-buru menghapus airmatanya. Dan kembali menatap sosok itu lekat.

“Aku sudah bilang padamu sebelumnya, aku adalah konduktor waktu. Jika aku tak bisa melakukan sesuatu seperti ini, bukankah itu aneh?”

Kyuhyun masih menganga tak percaya melihat sosok itu sudah ada di hadapannya.

Tapi, apa dia bilang tadi?

“Be.. Benarkah aku bisa kembali?”

Kyuhyun segera berdiri dari posisinya dan bergerak menghampiri sosok itu.

“Benarkah kau bisa mengirimku kembali?” tanyanya sekali lagi.

Sang Konduktor hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan Kyuhyun.

Lelaki Konduktor itu melempar pandangannya ke arah lemari rak Kyuhyun yang penuh dengan bola baseball.

“Apa kau tahu? Dulu ada pelempar di Universitas yang harus melakukan operasi bahu. 10 Tahun kemudian, dia mempunyai rekor 20 penyelamatan dan menjadi seorang MVP. Tak pernah ada yang menduga sebelumnya, namanya Oh Seu Hwon. Bukankah cerita ini mirip denganmu?”

Kyuhyun memandangi Konduktor itu lekat. Dan sang konduktor tersenyum melihat Kyuhyun melihatnya seperti itu.

“Baiklah, kuharap perjalananmu berguna kali ini.”

Kyuhyun menundukkan wajahnya dan menerima botol kecil yang sama seperti dulu dia minum untuk kembali ke masa lalu, konduktor itu memberinya lagi.

Kyuhyun memandang botol yang sudah berada di tangannya itu cukup lama, dan akhirnya dia pun kembali mengangkat wajahnya.

“Tapi..”

Kyuhyun kembali tertegun. Kemana orang itu? Kenapa dia suka sekali muncul dan menghilang tiba-tiba?

Kyuhyun kembali memandangi botol kecil di tangannya. Ini kesempatan untuknya lagi, jadi.. Jangan berbuat hal bodoh.

“Ini bukan mimpi. Tolong biarkan aku kembali sekali lagi. Sekali lagi saja. Kumohon.” Ucapnya seperti berbisik.

Kyuhyun membuka tutup botol itu dan langsung meminumnya.

Kyuhyun memejamkan matanya saat setelah dirinya telah meneguk isi botol itu. Nafasnya kembali terasa berat.

“Renovatio, renovatio, renovatio.”

Kyuhyun merasakan tenggorokannya tercekat saat ini.

“Arghhhhhh”

.

.

“Cho Kyuhyun! Hanya ada satu kesempatan lagi!”

Kibum memanggil Kyuhyun yang entah sedang apa disana.

“Ya Cho Kyuhyun! Bersiaplah!”

Kyuhyun buru-buru mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Kibum.

Kyuhyun ternganga, kini dia sedang berada di tengah lapangan. Pemuda itu mengedarkan pandangannya ke segala arah.

“Semuanya ayo semangat!” teriak sebuah suara lain.

Kyuhyun buru-buru membaca sebuah spanduk besar disana.

‘Ini 2002 . Pertandingan terakhirku. Di Inning ke-9.’

Kyuhyun masih mengamati keadaan sekitar.

‘Tepat disinilah aku mendapat cidera.’

Kyuhyun tersenyum saat itu.

‘Aku kembali. Aku telah kembali. Ini berhasil!’

Kyuhyun berjingkrak senang saat itu. Tak henti-hentinya dia tersenyum lebar.

“Hey Pelempar! Pertandingan masih belum berakhir!”

Kyuhyun langsung berhenti berjingkrak saat suara Donghae mengintrupsinya.

“Kau harus meng-strike outnya agar kita bisa menang! Kenapa kau sudah mulai menari disana?”

Kyuhyun melambai-lambaikan tangannya ke arah Donghae. Pemuda itu menoleh ke arah bangku penonton dan melihat Sungmin.

‘Jangan khawatir Sungmin. Kali ini aku tak akan terkena bola. Tidak akan.’

Kyuhyun menarik nafasnya dalam-dalam dan..

“Baiklah! Ayooooooo!” Teriak Kyuhyun secara berlebihan.

Membuat Donghae dan Kibum disana bertukar pandang melihat sikap Kyuhyun.

Para pemain pun sudah siap pada posisi masing-masing.

Kyuhyun meluruskan pandangannya tepat ke depan.

‘Saat itu, yang mencederai lenganku adalah Curve ball.’

Kyuhyun mulai menggerakkan kakinya dan mengangkat tangannya.

WUSH!

Bola itupun kini terlempar.

CTAK

Seperti sebelumnya, bola pun berhasil dipukul.

BRAK

Sungmin tertegun kaku saat melihat Kyuhyun sudah tergeletak di tengah lapangan, bola itu mengenai kaki Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun!” Teriak Sungmin histeris.

Gadis itu menatap panik sosok Kyuhyun yang tengah meringis kesakitan disana.

Dan pada akhirnya.. Cho Kyuhyun masih tetap cidera.

.

.

Sungmin berulang kali menegakkan kepalanya melihat ke arah sebuah pintu. Kenapa giliran Kyuhyun lama sekali?

Gadis itu kini sedang duduk di kursi tunggu yang ada di rumah sakit, menemani Kyuhyun yang sedang berobat. Sungmin memandang sarung baseball milik Kyuhyun yang ada bersamanya. Sungmin tersenyum dan kembali melanjutkan aktivitas membuat burung kertasnya.

“Pasien operasi Ortopedi, Cho Kyuhyun.”

Sungmin mengangkat kepalanya saat nama Kyuhyun di panggil masuk.

“Pasien Cho Kyuhyun, silahkan masuk ke ruang perawatan nomor 1.”

Sungmin buru-buru berdiri dari duduknya.

SRAK

Sungmin menunduk ke lantai saat burung-burung kertas yang sedari tadi dia buat kini sudah berserakan di atas lantai rumah sakit.

“Aishh.” desisnya kesal.

Sungmin segera memungut kertas-kertas itu dan langsung berlari kecil menyusul Kyuhyun yang akan nampak masuk ke dalam ruang perawatan.

Namun belum sempat dirinya ikut masuk, pintu itu sudah tertutup rapat.

Sungmin tertunduk lesuh menatap pintu yang tertutup. Dia kembali memandang tangannya yang tengah memegangi burung kertas.

Saat Sungmin buru-buru menyusul Kyuhyun, gadis itu sepertinya lupa membawa sarung tangan baseball milik Kyuhyun untuk ikut bersamanya.

“Oh astaga!”

Sungmin buru-buru kembali ke tempat dimana dia duduk tadi.

Sungmin menatap panik saat sampai disana, Sarung tangan itu sudah tidak ada.

Sungmin merunduk dan melihat ke arah bawah kursi, tapi tetap tidak ada.

“Aku benar-benar bodoh, sebenarnya apa yang sedang kau lakukan Lee Sungmin? Apa pentingnya burung kertas sampai-sampai kau mengabaikan sarung tangan itu!” Gerutunya kesal pada diri sendiri.

Sungmin terduduk kesal mendapati kebodohannya ini.

“Ini semua salahku. Benar-benar kesalahanku karna aku menghilangkan sarung tangannya.”

Sungmin membenamkan wajahnya pada tangannya. Dia begitu bodoh!

“Apa kau mencari ini?”

Sungmin buru-buru mengangkat wajahnya dan berdiri. Matanya membulat saat seseorang membawa sarung tangan milik Kyuhyun.

“Iya, terima kasih! Terima kasih! Untunglah.”

Sungmin segera mengambil sarung tangan itu dari pemuda yang ada di hadapannya.

“Itu pasti sarung tangan yang penting. Hingga bisa membuatmu menangis karena menghilangkannya.”

Sungmin kembali menoleh ke arah lelaki yang menemukan sarung tangan tersebut.

“Apakah ia pemain yang baik?” Tanya lelaki itu lagi.

“Ne?”

“Pemilik sarung ini.”

Sungmin masih bingung dengan ucapan pemuda di hadapannya itu.

“Atau mungkin sarung tangannya lebih baik dari pada pemainnya.” lanjut lelaki itu.

Mendengar ucapan tersebut, entah kenapa Sungmin makin bingung saja.

Lelaki itu mulai memutar tubuhnya dan nampak akan pergi.

Sungmin menatap pemuda itu ragu.

“Ia pe.. Pelempar terbaik! Pemilik sarung tangan ini adalah pelempar terbaik!” Ucap Sungmin menghentikan langkah lelaki itu.

Sosok itu kembali menoleh menghadap Sungmin.

“Baguslah.”

Pemuda itu tersenyum simpul menatap Sungmin dan kembali melanjutkan langkah kakinya.

Pemuda yang tertulis jelas pada name tagnya, Jung Yunho.

.

“Ya Cho Kyuhyun! Kau datang?”

Kyuhyun yang masih dibantu berjalan dengan menggunakan tongkat nampak datang ketika latihan club baseballnya.

“Apa kau kira aku tak akan datang?” Tanya Kyuhyun kesal mendengar ucapan Kibum.

“Ada turnamen President’s Cup dan turnamen Golden Lion. Tentu saja aku harus ikut bermain.” lanjutnya.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Tentu saja! Aku baik-baik saja! Jadi cepatlah latihan kalian semua,” Tukas Kyuhyun lantang. Pemuda itu mengusir satu persatu teman clubnya untuk segera berlatih.

Dan Kyuhyun tersenyum puas melihat ‘kekuasaannya’.

“Apa kau yang bernama Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun sontak menolehkan wajahnya saat seseorang menanyakan namanya.

DEG

Kyuhyun tertegun Seketika saat menatap sosok yang ada di hadapannya saat ini. Matanya tak berkedip sekalipun saat ini.

Jung Yunho.

Di hadapannya saat ini sosok itu berdiri. Sosok yang paling menakutkan untuk di masa depan.

‘Benar, inilah kali pertama aku bertemu pelatih.’

Kyuhyun melirik Yunho menggunakan ekor matanya. Pemuda itu mencengkram erat tongkat yang sedang bersamanya.

‘Saat itu, aku tidak tahu apa-apa tentang dia. Ini adalah pertemuan pertama kami. Dulu, tak pernah kubayangkan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi kekasih Sungmin.’

“Kau yang katanya pelempar terbaik Cho Kyuhyun itu kan?”

Pemuda bermarga Jung itu kembali bertanya padanya. Membuat Kyuhyun sadar dari pikirannya. Kyuhyun mengangguk pelan.

“Ne, aku Cho Kyuhyun.” Jawabnya.

.

“Dengar semua!”

Para pemain lainnya pun berbaris rapi saat suara sang manager menggema.

“Mulai hari ini, inilah pelatih baru kalian.” Ujarnya seraya menunjuk Yunho.

“Jadi dia layak kalian hormati atas pencapaiannya yang luar biasa. Jadi, tolong dengarkan dia dan lakukan apa yang dia katakan.” Ujar sang manager lalu pergi meninggalkan Yunho sendiri bersama para pemain lainnya.

Di barisan itu, Kyuhyun tak henti-hentinya menatap lekat sosok Yunho.

“Namaku Jung Yunho. Kupikir semua yang kalian perlu tentangku hanyalah namaku.”

Yunho berjalan melewati para pemain. Menatap wajah mereka satu persatu.

“Mulai sekarang, akan ada beberapa perubahan.”

Yunho tersenyum simpul saat melewati Kyuhyun yang menatapnya lekat. Pemuda itu melewati Kyuhyun begitu saja dan berhenti.

“Jika aku memanggil nama kalian, maju ke depan.” Perintahnya.

“Kim seon hoo, No jin soo, Do yoo min. Ma bong tae, Lee Donghae, Kim Kibum, dan Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat namanya ikut dipanggil.

“7 orang ini, kalian dikeluarkan dari tim baseball.”

Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Yunho. Beberapa pemain yang disebut pun tak kalah kagetnya.

“Bereskan loker kalian. Mulai besok, kalian tak perlu berlatih lagi.”

Semua yang ada disana tertegun tak percaya.

“Kenapa? Kenapa kami dikeluarkan?” tanya seseorang disana.

“Karena Tim tidak memerlukan kalian lagi.”

“Berikan alasan yang lebih jelas.”

Yunho tersenyum mendengarnya. Pria itu menarik nafasnya dalam-dalam.

“Kim Seon hoo, Musim lalu 20 kesalahan.”

“No jin soo, musim lalu 23 kesalahan.”

“Do Yoo Min. Musim lalu 27 kesalahan.”

“Lee Donghae. Musim lalu 29 kesalahan.”

“Kim kibum. Musim lalu 27 kesalahan.”

Yunho melirik Kyuhyun disana.

“Apa aku masih perlu menjelaskannya satu-satu?” tanyanya.

“Tapi anda tetap saja tidak bisa seperti ini.” ujar salah seorang pemain masih tak terima.

Yunho nampak tak terlalu menanggapi komen para pemain.

“Ingat, jika nilai pelajaran kalian di bawah 50%, kalian juga akan dikeluarkan. Aku tak membutuhkan pemain yang hanya jago bermain. Aku juga tak membutuhkan orang bodoh yang hanya tahu bermain baseball. Baiklah, aku berikan kesempatan terakhir, jika kalian ingin terus bermain bassball. Tingkatkan kemampuan dan pengetahuan kalian pada pelajaran, karna bagaimanapun.. Disini status kalian adalah seorang Murid SMA.”

Setelah mengucapkan hal itu. Yunho langsung beranjak pergi.

“Bagaimana dengan Kyuhyun? Kenapa Cho Kyuhyun juga ingin kau keluarkan?” Tanya Kibum menghentikan langkah Yunho.

“Kyuhyun adalah salah satu dari sepuluh pelempar terbaik di daerah ini. Ia adalah pemain yang sangat baik.” lanjut Kibum.

“Kenapa Cho Kyuhyun dikeluarkan? Kurasa dia sudah tahu sendiri alasannya.” Ujar Yunho sembari melihat keadaan kaki Kyuhyun.

Dan disana, Lee Sungmin memperhatikan dari jauh.

.

.

“Sebenarnya apa yang anda tahu tentang melatih bassball?”

Sungmin masuk ke dalam ruangan itu dengan banyak pertanyaan.

“Ahjussi Rumah sakit, apa maksudmu? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin setengah kesal.

Yunho mengangkat wajahnya dan menatap Sungmin.

“Aku tidak setua itu untuk kau panggil Ahjussi. Panggil aku Pelatih.”

Sungmin tersenyum mengejek saat itu.

“Jadi, sebagai pelatih, apakah kau punya pengalaman melatih tim baseball SMA?”

“No Comment.”

“Mwo?! Tapi Ahjussi.. Ah maksudku pelatih.. Kau tidak tahu dasar tentang melatih tim baseball SMA.”

Yunho memandang Sungmin penasaran.

“Memangnya apa dasarnya?” tanyanya.

Sungmin menegakkan posisi tubuhnya dan mengangkat dagunya.

“Persahabatan, Antusiasme, dan semangat tim!” Ujarnya lantang.

Yunho mengangguk saat mendengar ucapan Sungmin.

“Tapi aku punya pemikiran berbeda.”

“Apa?!”

Pria itu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.

“Kehidupan, harapan, masa depan, usaha. Kurasa itulah yang harus mereka lakukan. Dan itulah yang tidak ada pada diri mereka. Mereka tidak mempunyai nilai kehidupan. Hanya dibutakan oleh satu bidang sehingga tidak memperdulikan kewajiban mereka, apa Baseball bisa menjamin masa depan mereka? Lain halnya kalau aku melatih Tim profesional, tapi disini berbeda.. Aku.. Melatih sekaligus mendidik.”

Sungmin tertegun mendengar ucapan Yunho. Seperti itu kah? Tapi.. Tetap saja bukan seperti ini caranya. Tiba-tiba mengancam ingin memberhentikan beberapa dari mereka. Ini tidak boleh diselesaikan dengan sikap sesukanya seperti itu.

“Mwo? Aku tidak tahu harus memanggilmu Pelatih atau Ahjussi. Tapi kau sungguh keterlaluan.”

Yunho kembali menegakkan posisi tubuhnya dan fokus pada laptopnya.

“Aku masih belum memutuskan apa yang akan kulakukan dengan tim ini. Aku akan memberitahumu jika aku sudah membuat keputusan.” Ujar Yunho santai.

Sungmin menggerutu kesal mendengarnya. Dia pun keluar dari ruangan itu dengan membanting pintu.

.

.

Malam harinya. Pintu itu terbuka, Sungmin masuk dan langsung mendengus sebal melihat makhluk-makhluk disana.

“Cumi-cumi.. Apa kau membawa cumi-cumi?”

Donghae yang sedang berbaring pun segera bangun dan merampas kantong yang dibawa Sungmin.

“Sudah kuduga kalian pasti tidak belajar selama aku pergi membeli makanan!”

Sungmin benar-benar kesal melihatnya. Seketika semua mata yang ada disana langsung menoleh ke arah Sungmin.

“Kalau kalian mau membungkam mulut pelatih! Kalian harus bisa mendapat nilai bagus!” Ujar Sungmin menunjuk Kibum, Donghae dan Kyuhyun bergantian.

Mendengar omelan itu pun membuat Ketiga pria disana saling pandang. Dan tidak lama dari itu, Kibum segera meraih pena dan membaca bukunya.

“Ya Lee Sungmin! Ada apa denganmu?” Ujar Kyuhyun merasa heran melihat sikap berlebihan Sungmin.

“Ya Cho Kyuhyun! Apa kau sudah belajar Sejarah untuk ujian besok?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya saat ditanyai seperti itu.

“Be.. Belum. Aku baru ingin belajar.” Kyuhyun pun langsung meraih bukunya.

Sungmin menoleh ke arah Ryeowook di sampingnya.

“Kau juga! Buka bukumu cepat!”

.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sungmin yang nampak fokus pada bukunya itu merasa aneh dengan keheningan di ruangan itu. gadis itu pun mendongak dan langsung mendapati teman-temannya yang tengah tidur dalam kondisi duduk.

“Eishh.”

Sungmin terkikik pelan melihat kondisi teman-temannya saat ini.

Ia pun meregangkan otot-otot tangannya dan beranjak dari sana. Sungmin membuka sebuah pintu di salah satu ruangan. Ia melangkah masuk dan dengan serius memperhatikan benda-benda disana.

Sepertinya ini semacam ruangan penyimpanan benda-benda lama milik Kyuhyun. Terlihat dari begitu banyaknya mainan anak kecil di dalam ruangan ini.

Sungmin terkekeh pelan membayangkan Kyuhyun ternyata mempunyai barang-barang masa kecil sebanyak ini.

Sungmin sibuk mengobrak-abrik benda-benda itu. Namun, entah kenapa dia merasa cahaya nampak berkelap-kelip, sungmin menolehkan wajahnya melihat kearah lampu, dan benar lampu itu tengah berkelap kelip dan pada akhirnya benar-benar mati.

Sungmin menatap waspada melihat ruangan yang menjadi gelap. Gadis itu menoleh ke arah jendela yang sudah mengeluarkan suara karna diterpa angin yang tiba-tiba datang.

Belum lagi saat ini Pintu sudah ikut-ikutan mengeluarkan suara-suara aneh.

“Aaaaaaa.”

Sungmin berteriak melihat pintu itu tiba-tiba terbuka. Dengan cepat dia menundukkan wajahnya untuk bersembunyi.

“Ya Lee Sungmin. Apa yang kau lakukan disini?”

Sungmin langsung mengangkat wajahnya.

“Cho Kyuhyun! kau mengagetkanku!”

Kyuhyun terkekeh melihat Sungmin yang ketakutan.

“Memangnya kenapa? Apa salahku?” Tanya pria itu.

Ya dirinya benar kan? Memangnya apa salahnya?

CKLEK

Tiba-tiba pintu itu tertutup sendirinya.

“Apa? Kenapa pintunya tertutup?” Tanya Sungmin panik.

Kyuhyun menoleh dan segera meraih knop untuk membuka pintu. Tapi tetap tidak bisa.

“Aishh! Kenapa malah tertutup. Kenapa harus bermasalah di saat seperti ini,” Gerutu Kyuhyun.

“ada apa?”

“Pintunya terkunci.”

“Mwo?!”

Sungmin segera bangkit dan ikut menggedor-gedor pintu itu.

“Kim Ryeowook! Kim Kibum! Lee Donghae!” Teriak Sungmin

“Mereka sudah pulang.”

“Apa? Kapan?”

“Saat aku bangun, mereka sudah tidak ada. Mungkin mereka pulang untuk tidur.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“Tunggu sampai pagi, aku akan keluar lewat jendela.”

“Apa? Pagi? Selama itu?”

Kyuhyun menatap sinis Sungmin yang nampak tak suka dengan keputusannya.

“Lalu kenapa kau bisa ada disini?”

Sungmin terdiam saat ditanya seperti itu.

Kyuhyun menoleh ke arah barang-barangnya yang sudah berhamburan kemana-mana.

“Apa kau suka sekali mengobrak-abrik barang orang?” Ucap Kyuhyun kembali menolehkan wajahnya pada Sungmin.

Sungmin menggaruk belakang kepalanya benar-benar pusing saat ini.

“Aishh aku hanya merasa tidak ada pekerjaan lagi, jadi aku pergi untuk melihat-lihat isi rumahmu. Tapi lupakan masalah itu. Lalu apa yang akan kita lakukan sampai pagi?”

Sungmin mendudukkan tubuhnya di atas lantai.

Kyuhyun pun ikut mendudukkan tubuhnya juga.

“Hmm.. Baiklah! Ayo kita tidur saja!”

“Mwo? Tidur?! Ya Cho Kyuhyun, kau tidak boleh tidur. Kau harus belajar dan mendapatkan nilai minimal 80 di ujian besok.”

Kyuhyun menatap Sungmin lesuh. Belajar lagi?

“Bisakah kita tidur saja?” Tanyanya sekali lagi.

“Tidak bisa!” Teriak Sungmin lantang.

Membuat Kyuhyun sedikit mundur ke belakang.

“Baiklah, begini saja. Aku akan memberikan pertanyaan padamu. Dan kau harus menjawab dengan benar. Araso?”

Kyuhyun mengangguk lemah.

“Hmm.. Koran apa yang menerbitkan Hati Ratapan karya Chang Jae young?”

Kyuhyun menggaruk kepalanya. Aishh, dia ingat.. Tapi..

“Tunggu.. Tunggu!” Interupsi Kyuhyun.

“Koran Hwan.. ” Sungmin nampak geregetan melihat Kyuhyun. Dia sudah ingin menyebutkan nama koran itu.

“Tunggu dulu! Kenapa kau tidak sabaran sekali? Biarkan aku berpikir! Ahhh! Koran Hwan Seong!” Ujarnya keras.

Sungmin tersenyum mendengarnya.

“Betul!”

Kyuhyun tersenyum bangga saat mengetahui jawabannya benar.

“Baiklah sekali lagi. Apa nama dari perjanjian curang antara Korea dan Jepang?”

“Itu sangat mudah, Perjanjian Kang Hwa Do.”

“Tahun berapa perjanjian itu?”

“Apa? Tahun berapa? Apa aku juga harus tahu itu?”

“Tentu saja! Aishh jawabannya Tahun 1876 !” Semprot Sungmin kesal.

Kyuhyun menganga melihat Sungmin tiba-tiba marah padanya.

“Aku tak tahu! Aku tak peduli! Aku tak mau belajar. Walaupun aku belajar, aku tak akan lulus. Berhenti saja dan mari kita tidur.”

Kyuhyun segera membaringkan tubuhnya saat itu.

“Siapa bilang? Ayo bangun!”

Sungmin menendang-nendang kaki Kyuhyun.

“Ya Cho Kyuhyun! Siapa yang menulis kumpulan sajak Shen Wen Long? Aishh Cepat bangun!” teriak Sungmin kalap dan meraih sebuah mainan plastik berukuran besar siap untuk dipukulkan pada Kyuhyun.

Mata Kyuhyun membulat kaget melihatnya.

“Ya ya ya! Kau mau apa?! Aishh! Araso.. Araso.. Oke!”

.

.

“81.. Nilaiku 81.”

Cho kyuhyun langsung berdiri dari bangkunya dan menghampiri Sungmin.

“Sungmin-ah, lihat! Aku mendapat nilai 81!” Ujarnya kembali girang.

Sungmin yang mendengar hal itu pun ikut bangkit dari bangkunya.

“Jeongmal? Huaaaa! Chukae!” Ujar Sungmin tak kalah girang.

“Gomawo, aishhh. Aku pasti akan bertahan di Tim Baseball kalau terus-terusan mendapat nilai seperti ini.” Ujar Kyuhyun.

Mendengar ucapan Kyuhyun membuat Sungmin memandang Kyuhyun lekat. Pemuda itu sudah berjuang keras.

“Kau benar-benar berusaha keras Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun tersenyum menatap Sungmin.

“Tentu saja! Dan sebentar lagi, kakiku akan benar-benar pulih. Kau tenang saja. Ini sudah tidak sakit lagi kok. Aku tidak akan menyerah. Pegang janjiku ini Sungmin.”

Sungmin tersenyum simpul membalas ucapan Kyuhyun. Ya, Kyuhyun tidak akan menyerah.

.

Sepulang sekolah Sungmin sengaja mengikuti Kyuhyun. Ia merasa penasaran kenapa setiap pulang sekolah atau pulang sehabis latihan, Kyuhyun begitu terburu-buru.

Setibanya di suatu tempat Sungmin terkejut saat melihat Kyuhyun masuk ke dalam sebuah rumah sakit yang terletak tidak begitu jauh dari sekolah mereka.

Melihat Kyuhyun masuk ke dalam gedung pun membuat Sungmin terus mengikuti kemana arah pemuda itu pergi.

Setibanya di dalam Rumah Sakit, Sungmin lagi-lagi dibuat tertegun saat melihat Kyuhyun masuk ke dalam sebuah ruangan. Perempuan itu tak menyerah, dia berdiri di dekat jendela dan mengawasi dari jauh sedang apa Kyuhyun disana.

Lama dirinya berdiri di dekat jendela ruangan itu. Dan lama juga dia sudah melihat Kyuhyun merintih kesakitan di ruangan yang kini bisa dia simpulkan sebagai ruangan terapi.

Sungguh, melihat Kyuhyun kesakitan seperti itu membuat airmata Sungmin mengalir dan tidak tega. Kenapa Kyuhyun tidak pernah bilang padanya kalau cideranya sudah begitu parah seperti ini hingga harus diterapi? Bukan seperti yang Kyuhyun katakan padanya yang menyebutkan hanya perlu istirahat saja.

.

CTAS

CTAS

Terdengar jelas suara bola dan stick pemukul beradu, Kyuhyun nampak tengah berlatih baseball malam itu di taman. Ia berulang kali melakukan lemparan bola. Tapi lagi-lagi lemparannya meleset.

Kyuhyun melepaskan sarung tangannya dan membantingnya ke atas tanah. Ia duduk di lantai taman. Ia menggerutu pelan akan dirinya sendiri.

Pemuda itu menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya disana. Dia merasa kesal dengan kemampuannya sendiri saat ini.

Sebuah langkah terdengar berjalan mendekatinya. Yang pada akhirnya Membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya dan mendapati sosok Sungmin sedang berada di hadapannya dan memegang Sarung tangan baseball miliknya.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya melihat keberadaan Sungmin.

“Berikan padaku.” ujar Kyuhyun seraya berdiri.

Ia nampak meminta Sungmin untuk menyerahkan sarung tangan itu padanya.

“Tidak mau.”

“Apa?”

Kyuhyun menatap Sungmin dengan penuh kebingungan.

Apa yang sedang Gadis ini lakukan?

“Ya Lee Sungmin, jangan bermain-main.”

“Aku tidak sedang bermain Kyuhyun-ah, aku..”

Sungmin mencengkram sarung tangan yang tengah berada di tangannya erat. Dia.. Tidak sanggup mengatakannya pada Kyuhyun.

“Aku.. Aku ingin.. kau bisa berhenti.. Kau harus berhenti berlatih, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun makin mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Sungmin padanya.

“Cho Kyuhyun, berhentilah bermain baseball.” Ulang Sungmin saat melihat Kyuhyun tak merespon ucapannya.

Sungmin menggigit bibir bawahnya nampak resah. Maafkan aku Kyuhyun-ah, batinnya.

Sementara itu Kyuhyun menatap Sungmin tak suka. Sungguh, dia benar-benar tak menyukai ucapannya.

“Apa katamu? Berhentilah bicara melantur.” Tukas Kyuhyun.

Sungmin kembali mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. Dia menggelengkan kepalanya.

“Tidak, aku tidak melantur. Berikan bolanya padaku dan pulang lalu istirahatlah.” Perintah Sungmin.

Kyuhyun menatap Sungmin tajam saat itu.

“Tidak mau. Kau yang harus memberikan sarung tangan itu padaku.” Tukas Kyuhyun.

Sungmin kembali menggigit bibir bawahnya, kenapa Kyuhyun begitu keras kepala?

“Ya Cho Kyuhyun. Sebenarnya seberapa penting Baseball bagimu? Apa itu lebih penting dari tubuhmu? Apa itu lebih penting dari hidupmu? Walau kau tak melakukan ini, kau bisa terus hidup, Kyuhyun-ah. Jadi, jangan berlatih lagi.” Sungmin berkata dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Dia hanya tidak ingin kondisi Kyuhyun makin memburuk kalau pria itu terus memaksakan diri.

“Tidak, aku tidak bisa. Kau bertanya Seberapa penting baseball untukku? Baseball adalah lenganku, kakiku, hatiku. Jika aku tak bermain baseball lagi.. Aku tak akan menjadi Cho Kyuhyun lagi. Jika hidupku tak punya baseball, maka aku tak punya apa-apa.” Jawab Kyuhyun.

Mata Kyuhyun mulai memerah, pandangannya berubah sendu menatap Sungmin.

“Bagaimana kau tahu itu!? Bagaimana bisa kau tahu itu?!” Tanya Sungmin setengah berteriak.

Memangnya darimana Kyuhyun tahu kalau dia tidak akan mempunyai apa-apa tanpa Baseball?

“Aku tahu.. Aku tahu.. Aku sangat tahu. Aku terlalu tahu.” Jawab Kyuhyun cepat.

Pemuda itu seketika mengalihkan wajahnya dari Sungmin. Sedikit nampak mengusap matanya.

“Kyuhyun-ah..” Sungmin memanggil nama itu pelan saat mendapati pemuda itu menangis.

Ada apa dengannya?

“Jadi, jangan bicara apa-apa dan tunggulah aku, jika aku kehilangan baseball, maka aku akan kehilangan sesuatu yang lebih penting.” Pemuda itu kembali bersuara.

Kyuhyun memandang sedih Sungmin di hadapannya.

“Sesuatu yang lebih penting? Apa?” Tanya Sungmin kemudian.

Kyuhyun menatap Sungmin nanar. Ya.. Dia akan kehilangan sesuatu yang lebih penting.

‘Itu adalah kau. Aku akan kehilanganmu kalau aku menyerah akan Baseball. Jadi kumohon, jangan bicara seperti ini lagi Sungmin.’

“Apa itu?” Tanya Sungmin sekali lagi.

Mendengar Sungmin kembali bertanya padanya. Kyuhyun menggerakkan bola matanya gelisah.

Apa yang harus dia katakan?

“Kyuhyun-ah.. Sesuatu yang lebih penting.. Apa itu?”

Kyuhyun meremas telapak tangannya gugup. Tidak, tidak boleh seperti ini.

“Aishhh! Kau sungguh keras kepala. Biarkan saja aku. Sejak kapan kau boleh menganggu latihan orang seperti ini?” Tukas Kyuhyun tiba-tiba.

Dirinya meraih tasnya yang tengah tergeletak di tanah dan sedikit melirik Sungmin.

“Aku pergi dulu. Berikan padaku.”

Kyuhyun mengambil sarung tangan miliknya dari tangan Sungmin dan setelah itu ia beranjak pergi dari sana.

SRAT

“Ah!” desis Kyuhyun.

Ia hampir terpeletot saat berjalan saat itu.

Pemuda itu mencuri lihat ke belakang, pasti Sungmin melihatnya.

“Aishh.. Kaki sialan.” Rutuknya.

Namun Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak, bukan saatnya untuk mengeluh.

“Tapi.. Itu sangat baik, Kyuhyun-ah. Kau sudah melakukan hal yang benar.” bisiknya pada diri sendiri.

Ya, dia tidak akan pernah membiarkan dirinya menyerah akan Baseball. Tidak akan pernah.

Sedangkan disana Sungmin menatap Kyuhyun sendu. Apa sebegitu berartinya ‘Suatu hal penting’ itu bagi Kyuhyun? Sehingga membuat pemuda itu bersikeras untuk tidak menyerah.

Sungmin menurunkan pandangannya ke arah kaki Kyuhyun. Dan pada akhirnya saat itulah dia tersenyum simpul.

Bukankah Kyuhyun sedang ingin berjuang? Lalu kenapa dirinya ini harus mencegahnya? Bukankah kau sangat menyayangi pria itu Lee Sungmin?

“Ya Cho Kyuhyun!”

Sungmin meneriakkan nama Kyuhyun lagi. Gadis itu tersenyum saat Kyuhyun kembali menoleh ke arahnya.

“Ayo kita menonton sebelum pulang.” Ajaknya.

Kyuhyun memandang Sungmin sedikit bingung.

“Menonton? Menonton apa?” tanyanya.

“Apa kau lupa hari ini Piala dunia dan Korea sedang bertanding?”

Kyuhyun terdiam sejenak.

Ah, begitu.

“Araso.. Ayo.”

Sungmin membulatkan matanya saat mendengar Kyuhyun mau diajak menonton.

“Jinja? Kau mau? Wae?”

Kyuhyun mengangguk. Ya, Kyuhyun ingat. Korea menang dalam pertandingan hari ini.

“Kalau kau tak menonton pertandingan hari ini, kau akan menyesal seumur hidup.” Jelas Kyuhyun tersenyum.

“Kenapa? Bagaimana kau tahu?”

“Ya aku tahu saja.”

Sungmin menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum melihat sikap Sungmin.

“Oke! Ayo kita pergi.” Teriak Kyuhyun.

.

“Tehamin-goo! Tehamin-goo! Tehamin-goo!”

Gedung besar itu kini sudah dipenuhi oleh warga Korea yang sedang menyaksikan siaran langsung pertandingan piala dunia.

Kyuhyun dan Sungmin juga tak luput dalam euforia tersebut.

“Tehamin-goo! Tehamin-goo!”

Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun yang duduk di sampingnya. Buru-buru ia melepaskan kain kecil yang sedari tadi terikat di lehernya.

“Pakai ini.”

Kyuhyun langsung terdiam saat Sungmin membalutkan sebuah kain merah bertuliskan Korea Selatan yang merupakan atribut para suporter padanya.

Kyuhyun menatap Sungmin gugup saat wanita itu tengah memegang tangannya.

“Tjaa! Sekarang mari bersorak lagi.” Ujar Sungmin setelah selesai memasangkan kain itu pada pergelangan tangan Kyuhyun.

Kyuhyun memandang sosok Sungmin yang tengah bersorak-sorak di sampingnya. Ia nampak sedang memikirkan sesuatu, berulang kali bibirnya terbuka lalu nampak tertutup lagi entah ingin mau mengatakan apa.

“Sungmin-ah..”

Kyuhyun akhirnya bisa mengeluarkan suaranya setelah berulang kali merasa ragu. Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun.

“Hmm?”

Kyuhyun menelan salivanya amat susah. Dia.. Dia gugup.

“Sebenarnya.. Sebenarnya aku.. ”

= Lee Young pyo mendapat bolanya! Kanan! Kanan! Operan tipuan, bawa bolanya! Tendang! =

Sebuah suara komentator membuat Sungmin tak mendengar begitu baik ucapan Kyuhyun.

“Mwo? Kau sedang bicara apa?”

Kyuhyun menghadapkan tubuhnya menghadap Sungmin. Pemuda itu berulang kali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.

“Kau. Aku suka.. ”

= GOLLLLLL! =

Kyuhyun dan Sungmin terlonjak kaget saat sebuah teriakan GOL menggema. Buru-buru mereka berdiri.

“Kyaaaaa! Gol! Kyaaaaa!” Teriak Girang Sungmin.

Seisi warga Korea yang memenuhi gedung besar itu juga nampak berdiri dari duduk mereka dan bersorak bahagia.

Kyuhyun dan Sungmin saling berpelukan kelewat senang saat itu. Mereka begitu senang melihat tim kebanggaan mereka mencetak gol.

Namun setelah cukup lama merasa ada yang janggal pada posisi mereka berdua. Perlahan Kyuhyun dan Sungmin sadar. Keduanya nampak mengerjap-ngerjapkan mata salah tingkah, keduanya pun melepas pelukan mereka perlahan dan tersenyum canggung.

Kyuhyun menggerak-gerakan bola matanya ke kiri dan ke kanan. Dia begitu bingung harus ke arah mana dia menatap.

“Hyaaaa! Gol! Korea Gol!” Ucap Kyuhyun kembali berteriak untuk lepas dari suasana canggung.

Sungmin ikut kembali tersenyum dan berjingkrak senang melihat Kyuhyun.

Mereka tak henti-hentinya melompat-lompat senang. Kyuhyun merangkul Sungmin dan terus berteriak dan melompat.

“Aaaaa!”

BRUK

Seseorang menyenggol Sungmin dan menyebabkan perempuan itu kehilangan keseimbangan dan malah jatuh menimpa Kyuhyun.

Namun..

Sungmin membulatkan matanya saat merasakan benda lain membentur bibirnya.

Keterkejutan juga tak kalah dari Kyuhyun. Pemuda itu melotot nampak tak berkedip saat bibirnya dan Sungmin menempel.

.

.

.

Cont-

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

7 responses to “– Operation Love Remake – KyuMin – GS – Part 3 –”

  1. Tika says :

    Ah… Mereka lucu sekali…

  2. heldajungsoo says :

    Yess di lanjutkan.
    Huaa kyu gunakan momentmu dgn sungmin dgn baik.. first kiss huaa romantis.

  3. Cho Minyu says :

    kya kyaa kyaa lanjut saeng..
    semoga kyu kali ini berhasil dan ga kehilangan min lagi.
    kyu pasti bisa.. semangat!!
    kyumin ga boleh terpisah🙂
    Fighting!!! ^^9

  4. Chacha says :

    Aku jadi bingung, aku lupa sama alurnya. -_-
    Tapi kok disini kyu kesian sekali ye?.😀
    Kkkkk~
    Bingung mau comment apa. ._. Soalnya aku rada bingung sama alurnya karna jujur aku blum nonton dramanya. –“

  5. maya melani says :

    omaigot >.<
    kapan kyu blgnyaaaaa, keburu yunho dket2 ntar. lanjuuut~

  6. usagie chan says :

    Time slip yah? Jd kyu blk lg demi mndptkn ming kah,good=D
    tp dmsa skr kyu cm jd sales pralatan olah raga? Brsa gk pantes ih,gd tmpang memelasny soalny tu epil,hahahaha….
    tp liat sisi lain sfat kyu yg biasany arogan semauny sndri jd gk PD an gni boleh jg lha,seenggknya sekali2 epil jg pnya perasaan manusiawi,xixixixi…
    jgn lma2 pendingnya min^^

  7. niefi3ani says :

    aaaaaaaaa ko pending sich? aku kn penasaran ma kelanjutannya, ditunggu chap berikut’y🙂 smga kyu g buang2 kesempatan lg, ayo kyu bilang cinta ma ming😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: