– Too Bad! – KyuMin – GS – Part 3 –


– Too Bad! – KyuMin – GS – Part 3 –

.

.

“Kau.. AHHH! Kau wanita gila malam itu ya?”

.

.

.

“Benar benar benar benar.. Aku tidak salah, kau wanita yang ada di malam itu kan?”

Kyuhyun mengarahkan telunjuknya ke arah Sungmin, membuat wanita itu menganga mendengar ucapan Kyuhyun. Apa dia bilang barusan?

“Mwo? Apa kau bilang? Orang.. Orang gila??! Ya!!! Kau mau mati hahh?!”

Kyuhyun mundur seketika saat suara Sungmin telak menghantam wajahnya. Sungguh! Wanita ini begitu penuh kejutan.

“Wae.. Wae.. Waeyo? Apa aku berbuat salah? Kenapa kau.. Kau malah berteriak?” Tanya Kyuhyun bingung.

Sungmin menepuk-nepuk dadanya nampak menahan agar tak kembali berteriak.

“Tentu saja! Kau salah!” Teriak Sungmin lagi.

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya takut. Ia menutup rapat-rapat mulutnya dan diam seribu bahasa. Sedangkan itu, saat ia menyadari ekspresinya sendiri yang agak berlebihan. Sungmin menghentikan sejenak ucapannya, mengontrol suaranya agar terlihat sedikit lembut.

“Ehm.. Ehmm. Itu.. Aku tahu malam itu juga salahku.. Tapi, bagaimana bisa kau mendorong seorang wanita seperti itu di pinggir jalan? Tidak kah itu kelewatan? Hari itu aku baru putus dengan kekasihku, coba kau bayangkan bagaimana perasaanku? Rasanya kalau aku mau saat itu juga aku ingin membunuh orang-orang.. Tapi untung saja aku masih mau melampiaskannya pada mobilmu.” Ucap Sungmin cepat dan panjang.

Kyuhyun tersenyum aneh saat mendengar ucapan panjang Sungmin. Energi wanita ini sangatlah banyak, batinnya.

“Maaf.”

Sungmin menatap Kyuhyun terkejut.. Apa? Dia bilang apa?

“Aku minta maaf. Aku tahu kalau malam itu aku sedikit berlebihan. Maaf, sekali lagi maaf.”

Sungmin menatap Kyuhyun tak enak. Melihat ekspresi pemuda itu sekarang, dia begitu yakin kalau terdapat penyesalan mendalam di matanya. Sungmin menghela nafasnya pelan dan memandang sendu sosok di depannya. Ternyata.. Cho Kyuhyun mempunyai rasa tanggung jawab yang baik.

“Tapi.. Kau memang mirip orang gila malam itu..”

DOENG!

“Apa kau kira menangis meraung-raung sambil memukul mobil orang malam-malam itu wajar? Apalagi kau malah mendorongku juga? Ya! Ini bukan sepenuhnya kesalahanku..” Terang pemuda Cho itu pada akhir ucapannya.

Sungmin kembali menganga mendengarnya. Ya Tuhan! Untuk apa dia meminta maaf kalau pada akhirnya masih mau mengatainya?

“Ya! Setidaknya kau mengalah padaku.. Kau itu pria.. Dan aku wanita! Apa pantas kau beradu mulut dengan seorang wanita sebegini panjangnya?” Semprot Sungmin tak kalah keras.

Kyuhyun menggertakkan giginya geram.. Kenapa wanita ini begitu cerewet?

“Araso..” Ujar Kyuhyun malas.

“Araso araso araso mwoya? Kau tahu? Malam itu.. Aku benar-benar ingin menendangmu ke jalan raya.”

Kyuhyun memejamkan matanya. Dia begitu pusing mendengar ocehan Sungmin. Apa yang harus dia lakukan agar perempuan ini berhenti bicara?

Membentaknya? Ahhh.. Image-mu akan rusak. Lalu apa?

“Ya! Jawab aku! Kenapa kau malah di-”

“Nona..”

Sungmin menghentikan ucapannya saat suara Kyuhyun akhirnya keluar juga. Pemuda itu nampak mengusap wajahnya secara berlebihan. Sungmin mengernyitkan dahinya saat melihat pemuda itu malah mendongak ke atas nampak menatap langit-langit ruangan. Memangnya ada apa di atas?

“Ini semua memang salahku,” Ucapnya pelan dengan nada menyedihkan.

Kyuhyun nampak menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya. Sesekali dia nampak memijat pelipisnya begitu mendramatisir.

“Tidak seharusnya.. Tidak seharusnya aku mendorongmu malam itu. Tidak seharusnya.”

Sungmin masih setia menatap aneh tingkah Kyuhyun di hadapannya.

“Wae? Wae? Kau pasti sudah melewatkan hari yang begitu sulit saat itu. Dan aku memperlakukanmu sedemikian buruknya. Aku manusia nista, tak termaafkan. Wae? Wae?” Tukas pemuda itu nampak makin mendongakkan wajahnya menghadap langit-langit ruangan. Apa ada hal yang begitu menariknya disana?

Sungmin makin menatap ilfil sosok Kyuhyun. Astaga?

“Itu.. Apa kau pemain teater?”

Kyuhyun kembali menolehkan wajahnya menatap Sungmin. Masih dengan ekspresi lusuhnya ia menggeleng.

“Bukan. Waeyo?” jawab pemuda itu.

“Aktingmu buruk.”

JEDERR!

Kyuhyun sweatdrop mendengarnya. Dia sudah begitu berusaha keras untuk berlaku baik. Tapi.. Tapi apa? Tidak bisakah wanita itu Memaafkannya dan selesai?

“Aku sampai merinding mendengar ucapanmu.” Gumam Sungmin pelan namun masih bisa didengar jelas Kyuhyun.

“Yaishh! Bisakah kau bersikap selayaknya wanita normal? Baiklah! Sepertinya kau tidak mau menerima kebaikanku. Araso, Aku tidak akan sopan lagi denganmu setelah ini. Bukankah aku sudah meminta maaf, sekarang giliranmu yang meminta maaf padaku. Kau pikir ini semuanya atas kesalahanku. Ahni! Ini semua karnamu! Berteriak dan memukul mobil orang seenak jidatmu!”

Sungmin menganga mendengar ucapan Kyuhyun. Aaaaa.. Akhirnya keluar juga sifat buruknya. Bagus! Bagus sekali!

“Ya! Kau tahu apa yang biasanya gadis lain seusiaku lakukan kalau sedang putus cinta? Tentu saja bunuh diri atau mengurung diri. Kupikir memukul mobil orang itu masih dalam tahap di bawah normal!”

“Mwo? Hahahaha”

Kyuhyun tertawa begitu menyebalkan di mata Sungmin. Rasanya dia ingin memasukkan cabe sebanyak-banyaknya ke dalam mulut yang tengah tertawa itu.

“Lalu.. Sedang apa kau disini? Tidak sedang mengurung diri kan?”

“Eh? Ya!”

Sungmin reflek mengangkat tangannya dan bersiap untuk memukul kepala Kyuhyun.

SRATT

Sungmin melotot saat pemuda itu menahan tangannya.

“Kau pikir semudah itu memukul wajah tampanku hehh?” Tukas Kyuhyun memegang tangan Sungmin.

CKLEK

Suara pintu terdengar terbuka. Sungmin dan Kyuhyun langsung menolehkan wajahnya menghadap pintu.

“Sungmin-ah?”

Sungmin melebarkan matanya saat Jungmo kini sudah berdiri di depan pintu.

Apa? Kenapa harus pada kondisi seperti ini Jungmo melihatnya??

“Ju.. Jungmo-ah.” panggil Sungmin.

SRATT

Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun yang sedari tadi memegang tangannya dan segera berdiri.

Jungmo menatap Kyuhyun dengan ekor matanya. Dia.. Dia tahu persis siapa orang itu, orang yang secara tidak langsung membuatnya putus dengan Sungmin.

“Mianhae, sepertinya aku menganggu kalian. Aku hanya disuruh Guru Hwang untuk mengambil absen kelas musik.”

Sungmin menggigit bibir bawahnya. Aishh, Sejak hari mereka putus, Sungmin amat tahu kalau Jungmo begitu tidak menyukai Kyuhyun.

“Jungmo-ah.”

Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan dari jauh hanya bisa memandang kedua orang itu bingung. Apa ini? Pertengkaran sepasang kekasih? Menggelikan.

“Tidak, ini bukan seperti yang kau pikirkan. Aku dan orang ini tidak sengaja-”

“Walaupun benar pun sudah tidak ada hubungannya lagi denganku.” ucap Jungmo memotong ucapan Sungmin.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya mendengar ucapan pria yang ada disana. Kenapa dia begitu dingin dengan wanita ini?

Tunggu dulu.. Ahh! Atau jangan-jangan apa mungkin ini mantan kekasih wanita ini? Bukankah dia bilang kalau dia baru saja putus?

Dan tunggu dulu, siapa namanya? Jungmo?? Jungmo??

“Jungmo?” Ucap Kyuhyun spontan saat merasa pernah mengetahui nama itu.

Menyadari suaranya yang cukup keras, Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menemukan dua orang itu kini sedang menatapnya tajam.

Aishh, kenapa suaramu besar sekali Cho!

“Silahkan dilanjutkan, anggap saja tidak ada orang.” Persilah Kyuhyun sembari tersenyum teramat manis, setidaknya menurutnya sendiri.

Kyuhyun menghela nafas saat kedua orang itu berhenti menatapnya tajam.

Tapi tunggu dulu.. Jungmo.. Ah! Dia ingat! Jungmo? Bukankah itu nama orang si pemilik meja itu? Meja yang terdapat buku yang bertuliskan Lee Sungmin begitu banyaknya?

Lee Sungmin? Apa mungkin wanita di depannya ini yang bernama Lee Sungmin?

Kalau benar begitu, kenapa si Jungmo ini sebegitu dinginnya pada Sungmin? Tidakkah aneh jika dia berlaku dingin pada Sungmin yang jelas-jelas di bukunya sendiri dipenuhi nama wanita itu?

“Lee Sungmin?” Panggil Kyuhyun memastikan.

Jungmo dan Sungmin pun serentak menolehkan kepalanya lagi menghadap Kyuhyun. Kenapa orang ini suka sekali memanggil nama orang? Batin Sungmin dan Jungmo.

Kyuhyun mengangguk paham, ternyata benar namanya Lee Sungmin.

“Ya! Darimana kau tahu namaku? Kita baru saja bertemu? Ya! Jangan bertingkah laku kau mengenalku!” Desis Sungmin pada Kyuhyun.

Sementara itu, Jungmo mencengkram telapak tangannya. Pemuda itu segera mengambil absen dan segera membalikkan tubuhnya nampak akan pergi.

“Aku pergi.”

Sungmin seketika menoleh ke arah Jungmo yang berjalan keluar menuju pintu.

Sungmin baru saja sudah ingin membuka mulutnya untuk memanggil Jungmo, tapi pemuda itu sudah terlanjur menghilang di balik pintu.

Sungmin langsung menolehkan wajahnya ke arah Kyuhyun lagi. Tajam!

“Aishhh! Ya! Darimana kau tahu namaku?!”

Kyuhyun menatap Sungmin datar. Pertanyaan seperti apa itu?

“Tentu saja dari name tag seragammu. Kau pikir aku fansmu?”

.

.

.

“Huaaaah, atap gedung memang yang terbaik!”

Jungmo yang masih berdiri di dekat pintu hanya terus memandangi sosok yang berjalan kesana kemari di hadapannya.

Mantan kekasih Lee Sungmin itu terus melemparkan pandangan anehnya ke arah sosok disana.

“Anginnya banyak sekali, aku menyukainya.” Terang sosok yang nampak hyper tersebut.

Tubuh itu tak henti-hentinya bergerak ke segala arah, membuat Jungmo yang memperhatikannya pusing sendiri.

Ia menolehkan wajahnya ke belakang. Menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Jungmo yang masih bertahan berdiri disana.

“Ya Bocah! Kenapa kau masih disana? aku menyuruhmu kesini untuk berbicara, bukannya berteriak dari jarak jauh seperti ini.”

Jungmo menghela nafas panjang saat sosok itu berteriak padanya, kenapa orang ini menyebalkan sekali?

Jungmo berjalan dengan langkah pelan mendekatinya dan kemudian menghentikan langkahnya saat dirinya sudah berada tepat di samping sosok itu.

“Wae? kau mau bicara apa Kibum-ah?”

“Kau memutuskan Sungmin?”

jungmo terkesiap saat pertanyaan itu tiba-tiba ditanyakan padanya. Ah dia lupa, pasti Sungmin yang memberitahu bocah ini. Mereka kan sudah seperti kembar siam.

“Ne.”

Kibum melirik Jungmo di sampingnya.

“Kau sudah tidak menyukainya lagi?” Tanya Kibum cepat.

Kibum menatap lekat Jungmo yang nampak diam tak membalas pertanyaannya. Pemuda tinggi itu nampak melamun?

“Ya Kim Jungmo! Kau tidak menyukainya lagi?”

Jungmo menarik nafasnya dalam-dalam. Dia tidak ada selera untuk membahas masalah ini.

“Sudahlah, lagipula kami sudah putus.”

“Kau tahu kalau dia menangis setelah kau putuskan?”

Jungmo langsung menoleh ke arah Kibum. Apa? Sungmin menangis? Apa dia sudah menyakiti gadis itu?

Jungmo sudah ingin membuka mulutnya dan bertanya mengenai keadaan Sungmin ketika dia menangis pada Kibum, tapi belum sempat dia bersuara.. Kibum sudah terlebih dahulu berbicara.

“Satu hal yang kubenci adalah melihatnya menangis. Aishh, bagaimana bisa kau membuat Sungmin-ku menangis eoh?”

Jungmo menatap lekat sosok Kibum di sampingnya. Kibum terus meracau tentang ketidaksukaan dirinya mengenai sikap Jungmo yang sudah membuat Sungmin sedih. Sementara itu, Kibum pun menolehkan wajahnya saat menyadari Jungmo menatapnya.

Apa? Apa dia salah bicara?

“Wae? Kau marah kalau aku memanggilnya dengan ‘Sungmin-ku’? Ya! Kami sudah bersahabat lama, tentu saja wajar kalau aku menyebutnya seperti itu.” Tukas Kibum cepat.

“Sampai kapan kau seperti ini? Kau menyukainya Kibum-ah.”

Kibum tertegun saat Jungmo mengatakan hal itu padanya. Namun pemuda itu buru-buru merubah ekspresi wajahnya.

“Mwo? Menyukainya? Ya! Sudah berapa kali aku bilang kalau aku tidak menyukainya! Aishh, kenapa kau selalu berpikiran seperti itu, dia itu gadis aneh, berisik dan mengganggu. Masih untung aku bertahan jadi tetangganya.” Terang Kibum cepat.

Jungmo memutar bolamatanya malas. Dasar pembohong!

“Hahh.. Kau selalu pintar mencari alasan!”

“Alasan mwoya? Aku jujur! Aku tidak menyukainya kok!”

“Ya ya ya terserah kau saja.”

Jungmo kembali meluruskan pandangannya ke depan, mengabaikan Kibum yang masih merengut sehabis ditanya-tanyai Jungmo mengenai perasaannya dengan Sungmin.

“Tadi aku bertemu Sungmin.”

Kibum berdecih, pernyataan apa itu?

“Tentu saja kau akan bertemu dengannya, kau dan dia satu sekolah. Ah bukan, lebih tepatnya kita bertiga.”

“Bukan.. Bukan seperti yang kau maksud. Dia bersama pria itu.. berdua di ruang musik.”

Kibum mengerjap-ngerjapkan matanya saat mendengarnya. Pria itu? Siapa?

“Siapa memangnya? Hwang Seongsengnim? Guru musik itu? Kenapa Sungmin bersamanya? Sungmin kan payah sekali dalam musik, aku jadi ingat saat dia berusaha bermain gitar.. senarnya langsung putus hahahaha..”

Kibum tertawa mengingatnya. Wanita itu benar-benar ajaib! Jungmo menatap ilfil sosok Kibum yang tertawa dengan suara yang begitu keras.

“Bukan.. Dia bersama artis itu.”

“Hahaha.. Artis? Memangnya sekolah kita ada artis? Hahaha” Tanya Kibum masih tertawa geli.

“Cho Kyuhyun, artis itu.”

Tawa kencang itu langsung berhenti. Kibum mengangkat wajahnya dengan benar, matanya membesar saat mendengar ucapan Jungmo?

Kyuhyun? Cho Kyuhyun?

“Kenapa.. Dia ada disini?” Tanya Kibum pelan masih nampak shock.

Pemuda itu segera meraih bahu Jungmo dan menggoncangnya membabi buta.

“Aishh, aku saja kaget kenapa dia ada disini. Dia.. Juga menggunakan seragam seperti kita.”

Kibum menatap Jungmo lekat, membuat Jungmo bergidik ngeri.

“Ya! Kau kenapa?” Tanya Jungmo.

“Aku pergi dulu.”

SRAT

Jungmo menganga melihat Kibum sudah menghilang dari atap. Astaga, tidak salah lagi kenapa orang itu bisa menjadi juara lomba lari tingkat provinsi.

Tapi Jungmo berdecih pelan melihatnya. Berlari?

“Mwoya? Dia bersikeras tidak mengaku kalau juga menyukai Sungmin, tapi langsung hilang begitu saja saat nama Pria sok tenar itu kusebut. Ck, dasar aneh.”

.

.

.

“Lee Sungmin!! Minnie!”

Suara keras milik Kibum membuat seisi ruangan kelas tiba-tiba hening. Sungmin membulatkan matanya dan menganga mendengar Kibum kembali membuat kelasnya berisik.

Kibum mengerjapkan matanya saat semua pasang mata kini menatapnya. Kenapa? Apa dia berbuat salah? Ini kan masih jam istirahat?

“Annyeong!” Sapa Kibum sembari masuk ke dalam kelas pada semua orang yang ada disana. Tak lupa melempar senyum andalannya tentunya.

Sontak saja itu membuat teriakan histeris para Murid perempuan kembali keluar. Ayolah! Siapa yang bisa tahan dengan senyuman Kim Kibum di sekolah ini?

Sungmin langsung menutup telinganya saat teriakan disana makin menggila saja. Aishh!

“Minnie.. Minnie..”

Sungmin mendongak dan menemukan Kibum sudah berdiri tepat di depan mejanya.

“Aishh! Sudah berapa kali kukatakan jangan lagi masuk ke kelasku! Kau kan sudah tahu mereka akan berteriak seperti orang gila kalau melihatmu!” Ucap Sungmin setengah berteriak pada Kibum.

Namun yang menjadi lawan bicara pun hanya nyengir tanpa dosa kearahnya.

“Mianhae.. Tapi.. Aku butuh bicara denganmu sebentar saja. Katjaaa.. Ikut aku keluar sebentar..”

Sungmin mengernyitkan dahinya saat Kibum sudah menarik-narik tangannya agar berdiri. Bicara? Tentang apa?

“Kau ingin bicara apa memangnya?”

“Aishh makanya ikut aku dulu keluar. Kita bicara di tempat lain. Katjaaaa! Aishh Minnie-ah.. Ayo.. Ayo..” Desak Kibum cepat.

Sungmin pun berdiri dan membiarkan Kibum menarik tangannya dan membawanya ke luar kelas entah kemana.

Sementara itu, di tempat yang tidak terlalu jauh. Kyuhyun yang kebetulan tengah berjalan-jalan di dekat kelas Sungmin mengernyitkan dahi dan menyipitkan mata saat melihat wanita bernama Lee Sungmin itu baru saja keluar dari kelasnya.

Kyuhyun memandang aneh kearah wanita itu. Sedang dengan siapa dia? Siapa pria yang bersamanya itu?

Kyuhyun memegang dagu dan mengelusnya nampak berpikir.

Ah! Apa mungkin penyebab Sungmin dan Pria bernama Jungmo itu putus gara-gara Sungmin yang berselingkuh dengan pria yang barusan itu? Ya, mungkin saja.

“Ckckck.. Ternyata dia seorang Playgirl.” Tukas Kyuhyun pelan.

.

.

.

“Cho Kyuhyun bersekolah disini?”

Pertanyaan itu langsung dilempar Kibum pada Sungmin saat mereka sudah berada di halaman belakang sekolah.

Sungmin sedikit terkejut saat Kibum bertanya padanya mengenai hal itu.

“Kau tahu?” Tanya Sungmin malah balik bertanya.

“Cepat jawab saja, apa itu benar?” Tanya Kibum kembali.

Sungmin menatap Kibum cukup lama dan pada akhirnya dia mengangguk membenarkan pertanyaan Kibum.

Kibum menggigit bibir bawahnya saat Sungmin menganggukkan kepalanya. Aishh, kenapa dia jadi resah begini? Kenapa dia malah merasa takut begini? Memangnya kenapa kalau Artis itu ada disini?

“Lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau berubah pikiran dan memutuskan untuk kembali menjadi fansnya? Atau kau ingin mendekatinya? Atau juga ingin mencaci makinya?” Tanya Kibum cepat dan lugas.

Ya, dia harus menanyakan hal ini pada Sungmin.

“Ya Kim Kibum, kau ini kenapa?” Tanya Sungmin merasa sikap Kibum agak aneh.

Kibum kembali mengerjap-ngerjapkan matanya saat ditanyai seperti itu oleh Sungmin. Benar, ada apa dengannya?

“Aish, memangnya aku kenapa? Aku kan hanya bertanya.. Apa itu salah?” Jawabnya cepat.

Sungmin mendelik aneh ke arah Kibum. Dasar autis.

Gadis itu kembali merenungi pertanyaan Kibum padanya mengenai Kyuhyun. Benar, apa yang akan dia lakukan setelah tahu mantan idolanya itu juga bersekolah di tempat yang sama dengannya.

“Entahlah aku juga tidak tahu harus bagaimana.”

Kibum kembali menolehkan wajahnya menghadap Sungmin. Entahlah? Jawaban seperti apa itu? Dia butuh jawaban yang tegas!

“Mungkin aku akan menganggapnya seperti orang biasa saja? Ya, benar. Anggap dia orang biasa dan bertingkah selayaknya dia bukan orang yang pernah menjadi idolaku. Walaupun aku sudah memutuskan untuk tidak mau melihat wajahnya lagi, tapi bagaimana bisa itu terjadi kalau dia juga sekolah disini? Lagipula aku sangat menyukai suaranya. Jadi untuk menjadi seorang antifan kupikir tidak mungkin. Bagaimana menurutmu?” Tanya Sungmin menanyakan pendapat Kibum.

Kibum diam sejenak nampak berpikir.

“Jadi maksudmu.. Kau akan bersikap biasa saja dengannya? Tidak memuja ataupun memaki?”

“Ne.”

Kibum mengangguk paham.

“Ya sudah, kupikir itu tidak terlalu buruk.”

.

.

.

Sungmin menjentuk-jentukkan sepatunya ke lantai. Ia kini sedang berada di kantin sekolah atau lebih tepatnya tengah mengantri untuk memesan makanan. Sungmin menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ya, salah satu hal yang paling dibenci Sungmin di dunia ini adalah menunggu, walaupun semasa dia menjadi Fans Kyuhyun pekerjaannya tidak lepas dari kata menunggu. Entah itu menunggu perilisan album, menunggu mulainya acara Fanmeeting, konser dan sebagainya.

“Lee Sungmin, ternyata kau membenci hal yang sering kau lakukan.” Gumam Sungmin pada dirinya sendiri.

Gadis itu mendongakkan wajahnya dan melihat antrian. Setidaknya tinggal 2 orang lagi di depannya.

Sungmin melirik ke arah salah satu meja disana. Meja yang sedari tadi dipenuhi murid-murid dan menjadi sumber kebisingan nomor satu di tempat ini.

Kenapa? Kalian bertanya kenapa? Apalagi jawabannya kalau bukan karna Cho Kyuhyun yang ada disana.

“Ckckck, apa kalau masih menjadi fansnya aku juga akan berada disana?” Gumam Sungmin menatap meja itu.

Entah kenapa dia jadi bergidik ngeri sendiri membayangkan dirinya juga berada disana.

“Nona, mau pesan apa?”

Sungmin terkesiap saat sebuah suara mengagetkannya. Ah! Ternyata sekarang gilirannya memesan.

“Ah mianhae ahjussi, aku mau pesan seperti biasa saja.”

.

Kyuhyun mengaduk minumannya dengan gusar. Oh ayolah! Bagaimana bisa dia makan kalau sedang dikerumuni seperti ini!

“Kyuhyun-ah.. Bagaimana kesanmu bersekolah disini?”

“Kyuhyun-ah.. Apa kau sudah menyukai salah satu murid disini?”

“Kyuhyun-ah.. Aku sudah membeli tiket konsermu untuk minggu depan.”

Kyuhyun tersenyum aneh merespon tiap ucapan siswi-siswi. Apa kalian berpikir dia akan menggebrak meja dan mengusir mereka? Tidak! Tidak mungkin untuk image-nya.

Kyuhyun mendesah pelan. Apa setiap hari akan seperti ini?

Kyuhyun seketika berhenti mengaduk minumannya saat matanya menangkap satu hal. Sebuah lampu menyala nampak keluar dari kepalanya.

Disana, Lee Sungmin sedang menolehkan kepalanya kesana kemari tak tahu kemana harus duduk. Sebagai seorang murid baru dan Idol papan atas, Kyuhyun tak mungkin sembarang menarik seseorang tak dikenal bukan? Jadi, ia pikir Lee Sungmin adalah orang yang tepat.

“Sungmin-ssi! Sungmin-ssi!” Panggil Kyuhyun seraya berdiri.

Merasa namanya dipanggil, Sungmin pun menolehkan wajahnya. Dan seketika langsung melotot saat mendapati Cho Kyuhyun yang ternyata memanggilnya.

Apa-apaan ini? Kenapa dia malah memanggilnya seperti itu? Kenapa dia sok akrab sekali padanya?

“Sungmin-ssi.. Aku tahu kau sedang mencari meja kosong.. Duduklah denganku disini.”

Sungmin menganga mendengar ucapan pemuda itu. Tidak! Jangan memanggilnya, dirinya mohon. Dia sudah tidak mau berurusan dengannya lagi. Sungguh!

“Sungmin-ssi! Kemarilah!”

Ya Tuhan! Rasanya kalau bisa dia ingin melempar nampan berisikan makanan ini segera ke wajah Cho Kyuhyun kalau saja dia tidak takut mati dianiaya fansnya.

“A-ahniya! Tidak perlu, kau lanjutkan saja makanmu Kyuhyun-ssi! Aku tidak ap.. Pa-apa.. Kok” Balas Sungmin makin memelankan suaranya saat matanya menemukan wajah siswi-siswi disana sudah menatapnya murka.

Nampak wajah itu tengah berbicara padanya dan berkata, ‘Turuti kemauan Kyuhyun dan jangan buat dia kecewa! Kalau tidak kau mati!’

Sungmin mendesah menyerah dan mulai berjalan menuju meja itu.

Kyuhyun tersenyum puas saat Sungmin akhirnya berjalan kearahnya. Dan mau tidak mau lambat laun para siswi yang dari tadi mengerubunginya mesti pergi dari sana.

Sesampainya disana, Sungmin menatap Kyuhyun dengan beringas. Perempuan itu sedikit membanting nampannya di meja, menunjukkan kalau dirinya tengah kesal setengah mati.

Kyuhyun tersenyum menatap Sungmin yang nampak merengut, ternyata gadis ini manis juga. Ah iya! Dia lupa, gadis ini kan Playgirl.

“Lain kali berhentilah bersikap selayaknya kau dan aku saling kenal. Kau tidak sedang mencoba untuk membunuhku melalui Fansmu kan?” Tanya Sungmin berbisik.

Kyuhyun memandang Sungmin sebentar dan kemudian kembali beralih pada makanannya.

“Kau seharusnya merasa bangga karna seorang Idol papan atas sepertiku mempersilahkanmu untuk makan satu meja.”

Sungmin kembali mendengus kesal mendengar ucapan Kyuhyun. Setidaknya dia merasa keputusannya untuk berhenti memuja orang ini tidak terlalu buruk.

Sungmin memutuskan untuk tidak membalas ucapan menyebalkan Kyuhyun padanya. Dan pada akhirnya mereka berdua pun menikmati makanan masing-masing dengan cukup tenang. Setidaknya itu terjadi sebelum mereka berdua kini nampak menatap lekat kotak tisu di meja itu. Disana, di kotak tisu itu tinggal ada satu tisu lagi tersisa. Sungmin melirik Kyuhyun di depannya, pokoknya dia harus mendapatkan tisu itu.

Sedangkan, disana Kyuhyun juga nampak menatap kotak tisu itu waspada. Pemuda itu juga melirik Sungmin, memastikan perempuan itu tidak mengambil satu tisu yang tersisa disana.

‘Hana’ / ‘Hana’

Kyuhyun mengaduk-aduk minumannya masih nampak tenang. Sedangkan Sungmin masih terus menyantap makanannya.

‘Dul’ / ‘Dul’

Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya yang mengaduk minumannya dan Sungmin kini sudah meletakkan sendoknya di atas piring.

‘Set!’ / ‘Set!’

GREEPP

Kedua tangan yang berbeda pemilik itu kini sama-sama memegangi satu sisi kotak tisu itu masing-masing. Kyuhyun dan Sungmin sontak saling pandang.

“Aku yang duluan memegangnya.” Ucap Sungmin berbisik.

“Tidak, aku duluan.” Balas Kyuhyun tak mau kalah.

Sungmin menarik kotak tisu ke arahnya. Namun berselang dari itu kotak tisu tersebut tertarik ke arah Kyuhyun.

Sungmin melotot geram ke arah Kyuhyun, bisakah dia mengalah dengan perempuan?

SRAT

Sungmin kembali menarik ke arahnya.

SRET

Kotak tisu kini kembali ditarik Kyuhyun kearahnya.

Sungmin mendelik kearah pemuda itu. Dan Kyuhyun hanya menyeringai disana.

SRAT

Kembali Sungmin menariknya.

SRET

Kyuhyun menariknya.

SRAT

SRET

SRAT

SRET

SRAT

SRET

Sungmin menarik nafasnya dalam. Baiklah, setelah ini dia akan menariknya dengan sekuat tenaga.

SRATTTTT

SUING!

Sungmin melongo saat tarikannya berhasil tapi.. Kenapa malah melayang?

BRAK

Sebuah suara keras terdengar disana. Sungmin tidak berani menolehkan wajahnya ke belakang. Apa? Apa yang terjadi? Kotak itu tidak jatuh di tempat yang tidak tepat kan?

Sungmin menatap Kyuhyun di hadapannya.

“Apa yang terjadi? Apa kotak itu menghantam kepala murid lain?” Tanya Sungmin pada Kyuhyun.

Kyuhyun menggelengkan wajahnya. Tapi kenapa ekspresi pemuda itu seperti ini?

“Lalu.. Ada apa dengan ekspresimu?” Tanya Sungmin.

“Guru..” Ucap Kyuhyun pelan.

“Ne? Guru? Ada apa dengan Guru?” Tanya Sungmin tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

“Guru.. Kotak itu mengenai kepala seorang Guru.” lanjut Kyuhyun.

“MWO?!”

Sungmin langsung membalikkan badannya dan melotot tak percaya saat disana seorang Guru tengah menatapnya murka.

“SIAPA YANG MELEMPARNYA?!”

Sungmin menelan salivanya gugup. Apa? Apa yang harus dia lakukan saat ini?

“SEKALI LAGI, SIAPA YANG MELEMPARNYA!”

Sungmin memejamkan matanya frustasi. Aishh!

“Sa.. Saya.. Guru.”

Sungmin berdiri dan menunjuk tangan.

‘Matilah aku.‘ batin gadis itu.

“KAU! KAU HARUS DIKENAI HUKUMAN!”

Sungmin makin menundukkan wajahnya saat suara itu kembali berteriak disana.

Kenapa hari ini dia sial sekali?

“Guru.”

Sungmin mendongakkan wajahnya saat sebuah suara lain muncul.

Kyuhyun, itu Kyuhyun.

Mau apa lagi dia?

“Sebagai orang yang makan satu meja dengannya. Aku merasa juga ikut bersalah, bolehkah aku juga ikut dihukum?” Tanya Kyuhyun.

Seketika semua murid disana menatap Kyuhyun penuh kagum. Setidaknya di mata mereka kini Kyuhyun adalah seseorang yang sangat baik hati.

Tapi tidak untuk Sungmin. Menurutnya pemuda itu sungguh pintar mencari muka!

“Tapi.. Kau tidak bersalah.” Balas Guru itu kemudian.

Kyuhyun melirik ke arah Sungmin. Pandangan mereka berdua bertemu. Dan hanya Sungmin yang bisa menyadari seringai yang tengah ditunjukkan pemuda itu ke arahnya.

“Sebagai laki-laki sejati, aku tidak bisa membiarkan seorang wanita dihukum, Guru. Apalagi dia adalah teman makan satu mejaku.”

Dan seketika Sungmin bisa mendengar teriakan histeris siswi-siswi disana. Menggelikan, kau menggelikan Cho Kyuhyun.

“Baiklah kalau begitu, kau memang anak yang baik.” Ucap Guru itu mengiyakan ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum puas mendengarnya. Ia kembali menoleh ke arah Sungmin. Dan disana Sungmin benar-benar terlihat ingin menguburnya hidup-hidup.

.

.

.

“Bagus.. Bagus sekali.”

Sungmin berdumel tak henti saat itu. Ia nampak tengah merapikan kardus-kardus berdebu yang ada disana.

“Uhuk Uhuk.”

Sungmin terbatuk ketika debu yang menempel di kardus itu melayang kemana-mana.

Ya, saat ini dirinya tengah berada di gudang. Guru tadi menghukumnya untuk membersihkan gudang sekolah. Bagus kan?

“Kau berlaga seperti seorang pahlawan dan membuatku seperti orang bodoh yang dikasihani. Bagus.. Bagus sekali.” Racaunya lagi.

Sungmin mengangkat kardus-kardus yang berserakan itu untuk ditumpukan di satu tempat. Dengan wajah yang masih tertekuk ia berdumel di sela-sela pekerjaannya.

“Aishh!”

BRAK

Sungmin menjatuhkan kardus itu dengan kasar. Ia benar-benar tidak tahan untuk tidak meluapkan kejengkelannya.

“Ya.. Ada apa?! Kenapa kau ribut sekali?”

Sungmin menolehkan wajahnya dan menemukan wajah yang sedari tadi dimakinya dalam diam.

“Aish! Jangan banyak tanya, lanjutkan saja pekerjaanmu agar cepat selesai, aku mau pulang!” Bentak Sungmin pada sosok Kyuhyun disana.

Kyuhyun mengamati Sungmin dari tempatnya. Sepertinya orang itu sangat marah padanya. Apa dia kelewatan?

“Pekerjaanku sudah selesai, disana sudah rapi.” Ujar Kyuhyun sembari berjalan mendekati Sungmin.

Kyuhyun tersenyum aneh saat gadis itu tak menghiraukannya yang sedang berbicara. Pemuda itu mengamati hasil pekerjaan Sungmin.

“Huaaa, ternyata kau sudah selesai juga. Tenagamu benar-benar banyak untuk ukuran perempuan.” Tukas Kyuhyun bermonolog.

Sungmin berbalik dan jalan melewati Kyuhyun yang tadi berdiri di belakangnya. Gadis itu duduk di salah satu sudut gudang. Sepertinya dia butuh istirahat sejenak sebelum pulang.

Kyuhyun mengamati Sungmin yang tertunduk lesuh disana. Ia pun memutuskan untuk ikut duduk di sampingnya.

Sungmin mendelik saat Kyuhyun ikut-ikutan duduk di sampingnya. Apa-apaan orang ini?

“Ya! Kenapa kau ikut-ikutan duduk disini?” Tanya Sungmin tak suka.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada dinding. Dia menoleh sedikit ke arah Sungmin.

“Aku juga butuh istirahat. Jadi aku duduk.” Jawabnya.

“Tapi tidak perlu tepat di sampingku begini. Menjauhlah sedikit.” Perintah Sungmin.

“Aku sudah tidak punya tenaga untuk kembali bergerak. Diamlah.”

Kyuhyun menidurkan kepalanya di bahu Sungmin. Pemuda itu tersenyum kecil.

Sungmin terlonjak saat Kyuhyun menaruh kepalanya di atas bahunya. Apa yang dilakukan orang ini? Aishh!

“Ya! Angkat kepalamu atau tidak kau benar-benar mati di tanganku.” Ancam Sungmin pada Kyuhyun untuk mengangkat kepalanya.

Kyuhyun terus diam, pemuda itu sama sekali tak menghiraukan ucapan Sungmin.

“Aku bahagia,” Ujar Kyuhyun akhirnya bicara namun tidak nyambung dengan ancaman Sungmin barusan.

Sungmin melirik Kyuhyun, bahagia? Tadi katanya lelah? Kenapa sekarang malah bilang bahagia? Dasar aneh.

“Entah kenapa.. Kalau bersamamu, bicara denganmu, bertengkar denganmu, aku merasa menjadi diriku sendiri.” Kyuhyun melanjutkan ucapannya.

Sungmin perlahan merubah ekspresi jengkelnya ketika Kyuhyun berbicara hal lain. Sepertinya pemuda ini tengah serius sekarang.

“Aku memutuskan debut sebagai penyanyi ketika berumur 14 tahun. Dan ketika itu terjadi, aku mau tidak mau harus menjadi orang lain, tersenyum di hadapan setiap orang, berbicara sopan, berprilaku baik entah dalam kondisi sejengkel apapun.”

Sungmin mendengarkan tiap perkataan Kyuhyun. Terbukti dari mulutnya yang sedari tadi berdumel kini akhirnya bisa diam.

“Kau bukan fansku ataupun Antifansku. Itulah yang membuatku nyaman denganmu. Aku bisa bebas berprilaku kalau di hadapanmu. Karna kau pasti tak peduli dengan statusku sebagai Artis.”

“Kau menyesal menjadi seorang penyanyi?” Tanya Sungmin tiba-tiba.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari bahu Sungmin dan menoleh ke arah gadis itu.

“Tidak, siapa bilang? Hanya saja terkadang aku jenuh.” Jawabnya.

Kyuhyun kembali menaruh kepalanya di bahu Sungmin. Sepertinya pria itu benar-benar menyukai bersandar di bahu Sungmin.

“Mau tahu alasanku menjadi penyanyi?” Tanya Kyuhyun.

Sungmin tak menggeleng ataupun mengangguk dan itu membuat Kyuhyun mencibir.

“Baiklah aku akan menceritakannya saja walaupun kau tidak minta.” Ujar Kyuhyun memutuskan.

Sungmin merasakan kepala Kyuhyun bergerak kecil di bahunya. Sepertinya pemuda itu sedang mencari posisi nyamannya. Memangnya dia kira bahunya ini bantal heh?

“Ketika aku berumur 10 tahun, aku diajak oleh ayah dan ibuku pergi ke toko musik. Disana, aku mendengarkan musik yang sangat indah. Benar-benar indah. Rasanya aku berada di surga saat mendengarnya. Aku tahu ini berlebihan, tapi sungguh rasanya seperti di surga. Kau harus mempercayai ucapanku.”

Sungmin tersenyum mendengar perkataan Kyuhyun, dia masih seperti bocah.

“Dan saat itulah aku berpikir.. Aku merasakan hal yang baik ketika mendengar musik. Dan aku ingin membuat orang juga merasakan hal baik seperti yang kurasakan ketika mendengar musik.. Lebih tepatnya musik yang aku ciptakan. Dan aku pun akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang penyanyi, berharap orang-orang akan senang mendengar suara dan musikku.”

Sungmin tersenyum kecil mendengarnya. Suaramu indah Kyu, sungguh. Batin Sungmin.

“Aku tahu suaraku indah, tapi bukan itu yang ingin kudengar.”

Sungmin sedikit kaget saat Kyuhyun tiba-tiba berujar sama seperti apa yang dia ucapkan dalam hati. Apa pria ini bisa membaca pikiran?

“Aku ingin sekali mendengar bagaimana rasanya ketika mereka mendengar suara dan musikku. Bukan seperti apa suara dan musikku. Aku ingin mereka memberitahuku rasanya saat mendengarnya. Bukan hanya berkata indah indah dan indah.”

SRATT

Kyuhyun kembali mengangkat kepalanya dari bahu Sungmin. Pemuda itu menatap gadis itu lekat, membuat Sungmin salah tingkah ditatap seperti itu.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Sungmin.

“Kau pernah mendengar aku bernyanyi kan? Di ruangan musik, bisakah.. Bisakah kau menjelaskan bagaimana perasaanmu ketika mendengarku bernyanyi?” Pinta Kyuhyun.

Sungmin terdiam mendengar permintaan Kyuhyun. Menjelaskan bagaimana perasaannya?

“Bagaimana? Apa bisa?” Tanya Kyuhyun sekali lagi.

Sungmin mengangguk pelan saat itu. Perasaannya ya.. Itu..

“Ketika kau bernyanyi.. Rasanya pikiranku jadi kosong.” ujar Sungmin.

“Ne?” tanya Kyuhyun. Kosong? Apa-apaan itu?

Sungmin berdehem saat Kyuhyun menatapnya aneh. Bisakah dia terima-terima saja ucapannya?

“Iya.. Saat kau bernyanyi. Aku hanya bisa memikirkan suaramu saja, tidak ada yang lain.” Lanjut Sungmin.

Gadis itu menuntun tangannya sendiri menuju dadanya.

“Disini.. Di hatiku. Aku merasakan ada yang tengah mengikatnya.. Suaramu mengikat hatiku. Seperti tidak membiarkannya pergi. Ya, suaramu mengikat hatiku, sangat kencang. Seperti itu rasanya.”

Sungmin kembali menoleh ke arah Kyuhyun yang masih memandangnya dalam diam.

“Begitukah? Seperti itu rasanya?” Tanya Kyuhyun.

“Ne, seperti itu.” Ujar Sungmin.

Kyuhyun tersenyum pada Sungmin.

“Baiklah, aku sudah puas sekarang.”

Pemuda itu kembali membawa kepalanya menuju bahu Sungmin.

“Sungmin-ah.. Bisakah aku memanggilmu seperti itu?”

Sungmin mengangguk pelan. Kyuhyun tersenyum merasakan anggukan itu.

“Sungmin-ah.”

Kyuhyun kembali memanggil nama itu.

“Sungmin-ah,”

Sekali lagi pemuda itu memanggil namanya.

Sungmin merasa dadanya entah kenapa malah berdebar saat suara itu memanggil namanya.

“Sungmin-ah,”

Kyuhyun tersenyum saat dirinya sendiri memanggil nama itu berulang kali.

Pemuda itu kembali mengangkat kepalanya dan menghadapkan wajahnya melihat Sungmin.

“Sungmin-ah.”

Sungmin menolehkan wajahnya menghadap Kyuhyun. Pandangan mereka bertemu.

“Sungmin-ah, Terima kasih.” Ucap Kyuhyun lembut.

Sungmin tertegun ketika Kyuhyun mengucapkan terima kasih padanya. Namun berselang dari itu Sungmin reflek ikut tersenyum saat melihat Kyuhyun tengah tersenyum padanya.

“Terima kasih, sekali lagi Terima kasih.”

.

.

.

Cont-

Terima kasih untuk yang masih nunggu ff ini, maaf apabila banyak kekurangan. Saya bukan penulis professional soalnya🙂 Saya ga akan nuntut review.. tapi kalo masih ada yang mau review saya sangat senang.

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

16 responses to “– Too Bad! – KyuMin – GS – Part 3 –”

  1. 규민 사랑해요 says :

    entah kenapa baca bagian awal langsung mikir minta balikin ming ke jungmo aja
    kelewat baik tu namja
    tapi berhubung hubungan kyumin udah ada peningkatan jd gak papa deh
    ma kyu aja

  2. heldajungsoo says :

    Hahah. diawal saling gak mau nglah. tapi akhr.a saling melempar senyum. so sweet

  3. gpristiya27 says :

    yee akhirnya kakanya lanjutin juga hehe…
    itu si kyu niat gak sih minta maap
    abis minta maap kok ngeledek umin lagi ckck ..
    ternyata ada kibum disini toh
    agak lupa ama ceritanya,tapi masih inget dikit dikit sihh hehe..
    hiyaa ming kasian kena hukuman
    iah kyumin ada peningkatan
    lanjut kaa
    ditunggu
    keep writing😀

  4. mikyungmii says :

    Pengennya Ming balikan lagi sama Jungmo.. Kkk
    Kyuhyun pikir Ming bukan fans maupun antifans nya dia. Nah.. Kalo mereka udah deket terus Kyu tau kalo Ming mantan fansnya gimana tuh? :3
    Update nya jangan lama2 ya..🙂

  5. kyuminbias says :

    Hallo aku reader baru, ijin baca ff disini ya😀
    Crtanya bagus bikin penasaran.
    Ditunggu next chapternya ya.

    Fighting!!

  6. Chacha says :

    Andaikan kau tau kalau dulu ming itu fansmu kyu. .-.
    KyuMin mulai ada peningkatan nih hubungannya.😀
    Kkkk~
    Aku rela deh kalau JungMin putus, kan masih ada kyu.
    Kyu bersikaplah yng baik pada ming, eoh.

    Aku akan tetap menunggu kelanjutan FFmu yng lain mau seberapa lamapun. ^^

  7. Cho Minyu says :

    hahh liat ada update’an too bad chap4.. pas baca jd bingung. eh ternyata gara gara chap3 belum selesai baca baru setengah dan lupa lanjutin bacanya hehhhe
    jd sekarang langsung baca dan review ^^v
    mianhae saeng??
    wahh kayanya kyumin mulai akur nih.
    kyu kalo ama min jd diri sendiri ya? lama lama jd nyaman nih nantinya kyu ke min.
    lanjut baca~

  8. sara samuel wuarlela pangemanan says :

    wow keren. . . . Kyumin akhrx 1 sekolah. . . Malah skarang bs di bilang jdi teman. . . Lanjt tho

  9. ChoLee KyuMin says :

    Naahh,, terungkap sisi laen dr seorang cho kyuhyun..
    Hahahaa, awal’ny udah sama_sama keras kepala..
    Akhir’ny kyuhyun malah jd curhat k’ming😀
    Smoga dengan gthu KyuMin ada peningkatan yaaa~~

  10. Yuniari (@yuniari24) says :

    hahahahaha..
    sumpah chap ini bikin ngkak abis
    gg ngbayangin deh klo kyu akting kyak gitu
    daebak eonn
    lanjutkan
    maju terus pantang mundur

  11. Iin rachma says :

    Uwaaa.. kyumin klo berantem sumpah bikin ngakak.. Tp akhirnya bisa so sweet jga😀

  12. seungyoung says :

    Aduuhh masa kyu ngatain sungmin wanita gila…

  13. Indriyana Prasasti says :

    Seruuuuuu… seriuuuuuuus lah
    next chapter.
    Semoga sungmin bisa mengerti kyuhyun

  14. kyuminshipper says :

    aigo. .kyu tega bgt ngatain ming wanita gila.
    Dasar evil ! #plaak
    haha. .kyumin di hukum berdua😀

  15. Vivi says :

    Wow kyu oppa jdi bersikap lembut, begitu lbih baik kyu?

  16. ritsu says :

    kyaaaaaaaaa ~
    saya suka…saya sukaaa….
    saya suka wktu kyu manggil2 nmanya minnie,,
    joooaaaaahhh ~
    next >>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: