– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 16 –


– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 16 –

 

0o0o0o0o0o0o0

 

Hembusan nafasnya terdengar halus. Kepalanya mengedar kesana-kemari. Ia mengeratkan tali ransel yang menggantung pada pundaknya. Tersenyum saat mobil yang dikendarai olehnya kini sudah masuk ke dalam sebuah pemukiman desa. Sekali lagi ia membaca kertas kecil yang berada di tangannya. Mendengus sedikit kesal.

 

“Donghae tidak bilang kalau mobil akan sulit untuk masuk.”

 

Dibukanya jendela mobil dan menyembulkan kepalanya melihat sekitar. Benar, sepertinya ia harus berjalan kaki untuk masuk lebih dalam.

 

“Lalu bagaimana dengan mobil ini? Aishh, Cho Kyuhyun.” Desahnya frustasi sembari menjambak rambutnya ringan.

 

Pemuda yang diketahui adalah Kyuhyun itu pun keluar dari mobil. Pakaian yang dikenakannya masih sama saat dia berangkat dari Jepang dan sampai dengan selamat di Korea. Itu menunjukkan kalau dia tidak beristirahat sejenak pasca tibanya di Negeri Ginseng ini. Sebenarnya Kyuhyun sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan rapi seperti menanyakan alamat Panti Asuhan yang kini ditinggali Sungmin. Yahh walaupun dia dulu pernah kesini ketika kecil, tapi apa yang diharapkan pada Bocah kecil seperti itu untuk mengingat alamat Panti? Dan juga, ia sudah menyewa mobil ini sesampainya di Korea. Mengingat sarana transportasi yang akan menjadi sulit apabila tidak mempunyai kendaraan. Bukan karena dia benar-benar tidak mempunyai mobil. Mobilnya ada di Jepang, dan sangat berlebihan apabila dia membawa serta mobil itu ke Korea saat ini.

 

“Ah masa bodoh, kalaupun dicuri pun nanti tinggal ganti rugi.” Ujarnya memutuskan.

 

Kyuhyun berjalan meninggalkan mobil itu disana. Langkahnya terdengar tenang dan ada rasa kerinduan mendalam di tiap pergesekan antara sepatunya dan jalanan.

 

Di tengah perjalanan, Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat mendapati seorang wanita paruh baya nampak kesulitan membawa berbagai kantung besar di tangannya. Melihat hal itu, Kyuhyun pun bergerak menghampiri wanita tersebut untuk menawarkan bantuan.

 

“Maaf.. Apa anda perlu bantuan?” Ujar Kyuhyun langsung pada inti.

 

Wanita tua yang ternyata ialah Bibi Kim itu pun terperangah saat seorang lelaki muda nan tampan kini tengah berdiri di hadapannya dan menawarkan bantuan padanya.

 

“Oh.. Tentu. Terima kasih anak muda.”

 

Kyuhyun tersenyum tipis saat mendengar respon Bibi Kim. Dengan hati-hati ia mengambil beberapa kantung dan membawanya.

 

“Dimana rumah Ahjumma?” tanya Kyuhyun di tengah-tengah langkah mereka.

 

“Tidak jauh dari sini. Di toko yang ada di depan, aku tinggal di sebuah Ruko.” Ujar bibi Kim dengan lugas.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya paham mendengar penjelasan wanita tua di sampingnya. Sedangkan Bibi Kim dengan lekat dan pandangan yang intens memperhatikan Kyuhyun.

 

“Sepertinya kau bukan orang sini.. Dan juga kau membawa ransel di pundakmu. Apa kau orang datangan?”

 

Kyuhyun menolehkan wajahnya menghadap Bibi Kim.

 

“Ne.. Aku baru saja tiba di Korea pagi ini. Aku ingin menemui seseorang disini.” Jelas Kyuhyun sopan.

 

Bibi Kim mengelus dagunya penasaran. Anak ini sangatlah tampan, baik hati, dan sopan. Sungguh mengesankan. Tidak jauh berbeda dari perangai keponakan tercintanya, Lee Donghae.

 

“Apa disini tokonya Ahjumma?”

 

Pertanyaan Kyuhyun membuat Bibi Kim tersentak dan membuyarkan segala hal yang tengah dia pikirkan sedari tadi. Apa? Sudah sampai ya?

 

“Oh iya iya.. Disini.. Terima kasih. Masuklah dulu dan tolong letakkan kantung-kantung itu di atas meja.” Perintah bibi Kim cepat.

 

Kyuhyun masuk ke dalam toko dan mematuhi ucapan Bibi Kim. Ditaruhnya kantung-kantung tersebut dan mengedarkan pandangannya pada isi toko.

 

“Ini toko bunga ya Ahjumma?” Kyuhyun menoleh ke arah Bibi Kim.

 

“Ne.. Kenapa? Apa kau mau membeli bunga?”

 

Kyuhyun diam beberapa saat. Sepertinya muncul di hadapan Sungmin dengan membawa bunga tidaklah buruk.

 

“Sepertinya aku tertarik untuk membeli. Apa aku boleh melihat-lihat terlebih dahulu?” Tanya Kyuhyun.

 

Bibi Kim mengangguk. Tapi tunggu dulu.. Membeli bunga? Untuk siapa? Apa untuk kekasihnya? Astaga! Orang ini sudah mempunyai kekasih!

 

“Eum.. Bunga seperti apa yang kau inginkan?” tanya Bibi Kim mencoba memastikan untuk siapa bunga itu.

 

“Menurut Ahjumma.. Bunga seperti apa yang cocok untuk diberikan pada kekasihku?”

 

Wajah Bibi Kim memerah tiba-tiba. Pupus sudah untuk mengenalkan pria tampan ini dengan Sungmin, batinnya.

 

“Ah kekasih ya? Apa kekasihmu tipe yang lembut? Ceria? Atau sedikit santai?” Kini suara bibi Kim terdengar sedikit berbeda. Kekecewaan masih merundungi benaknya.

 

“Dia ceria.. Dan juga sangat cantik tentunya.” Balas Kyuhyun cepat dan terselip rasa bangga pada ucapannya.

 

Bibi Kim sedikit mendengus saat mendengar ucapan Kyuhyun. Cantik? Dia tidak yakin akan lebih cantik daripada Sungmin.

 

“Oh! Bagaimana dengan ini?” Tunjuk Bibi Kim pada salah satu bunga pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang bunga itu cukup lama.

 

“Indah dan cantik.. Sepertinya cocok dengannya. Aku ambil yang ini saja Ahjumma.” Tukas Kyuhyun tersenyum puas.

 

Bibi Kim pun dengan segera mengambil bunga tersebut dan membawanya ke meja kasir untuk dirangkai. Kyuhyun mengikuti Bibi Kim dari belakang, dan sesekali kembali memandangi isi toko.

 

“Ahjumma.. Apa kau sendirian mengurusi tokomu?” Tanya Kyuhyun.

 

“Ahniya.. Sebenarnya ada keponakan perempuanku juga sering membantu disini. Dan ini miliknya, bukan milikku.” Ujar Bibi Kim.

 

Wanita paruh baya itu sejenak diam. Apa dirinya bisa membicarakan Sungmin dengan Pemuda ini? Sepertinya hal itu tidak buruk untuk dilakukan. Mungkin saja kan Pemuda ini tiba-tiba tertarik pada Sungmin dan meninggalkan kekasihnya itu? Oh tidak, pikirannya sungguh licik.

 

“Keponakan? Tapi dia tidak terlihat. Apa dia sedang pergi?”

 

Bibi Kim tersenyum diam-diam saat Kyuhyun bertanya.

 

“Dia memang tidak selalu ada disini. Dia punya pekerjaan lain. Eumm.. Apa kau mau menunggu keponakanku datang? Sepertinya akan sangat menyenangkan kalau kalian berkenalan.”

 

Bibi Kim menatap Kyuhyun penuh harap. Persetan dengan Pria Jepang milik Sungmin dan Kekasih cantik pemuda tampan di depannya ini. Hasratnya untuk menjodohkan Sungmin dengan pria ini begitu menggebu-gebu.

 

“Ah.. Terima kasih.. Tapi aku..”

 

“Keponakanku itu sangatlah cantik.. benar-benar cantik.. Kau tahu? Di daerah ini, banyak pemuda-pemuda yang mengincarnya.” Tukas Bibi Kim cepat.

 

Kyuhyun menggaruk pelipisnya mendengar ucapan Bibi Kim.

 

“Sepertinya dia Gadis yang sangat cantik.. Tapi maaf.. Aku tidak bisa tinggal lebih lama disini. Sekali lagi Maaf, sampaikan saja salamku padanya Ahjumma.” Ujar Kyuhyun sopan.

 

Wajah Bibi Kim kembali masam. Aishh! Kenapa sulit sekali?

 

“Oh begitu.. Baiklah.” Respon Bibi Kim ketus.

 

Kyuhyun memandang Bibi Kim tak enak. Ia tahu kalau wanita itu sedang ingin mengenalkan dirinya pada keponakannya. Tapi sayang sekali, hatinya ini sudah milik Sungmin seutuhnya.

 

.

 

.

 

“Yang itu.. itu itu itu.. Ah disana!”

 

Sungmin berteriak sembari menunjuk ke arah pohon besar di depannya.

 

“Aishh! Kenapa Noona berisik sekali? Serahkan saja padaku!” Ucap seorang anak lelaki kisaran 13 tahun dari atas pohon.

 

“Noona bisa melihat dari sini dengan jelas, jadi kau dengarkan saja komandoku.” Ujar Sungmin dari bawah.

 

“Noona! Tangkap baik-baik!”

 

Sungmin memposisikan kedua tangannya untuk menyambut benda yang akan segera dilemparkan dari atas pohon tersebut.

 

Dengan kesulitan Sungmin menangkap apel-apel tersebut.

 

“Taemin-ah.. Jangan seenaknya melemparnya!” Teriak Sungmin kesal saat bocah berumur 13 tahun itu melempar apel-apel yang baru mereka petik dengan asal-asalan.

 

“Aishh! Noona cerewet sekali! Kenapa tidak kau saja yang ada di atas sini..” Gerutu Taemin sebal.

 

“Ya! Apa kau kira akan normal kalau Gadis berumur 22 tahun memanjat pohon? Diamlah! Ambil saja apel-apel itu!”

 

Mereka berdua kembali fokus pada proses pemetikan buah apel di pohon tersebut. Taemin yang memetik dan Sungmin yang ada di bawah pun bertugas untuk mengumpulkannya.

 

“Noona! Sepertinya aku akan segera turun!” Teriak Taemin dari atas.

 

Sungmin mendongak.

 

“Waeyo? Apa sudah tidak ada lagi yang bisa dipetik?”

 

“Sudah habis.. Sisanya masih kecil-kecil.” Terang Taemin dan segera meluncur terjun ke tanah.

 

Sungmin meneliti ke atas pohon. Benar, sudah habis.

 

“Ya sudah.. Kau bawa keranjang ini ke dalam. Cepat.” Perintah Sungmin sembari mengambil satu apel dari sana.

 

“Kenapa tidak Noona saja?”

 

“Aku masih mau disini.. Kau kan tidak berkepentingan lagi disini. Jadi bawa saja masuk.”

 

Taemin menatap Sungmin sebal.

 

“Ya! Sungmin Noona.. Kau harus berterima kasih dengan wajah cantikmu itu. Baiklah, aku akan membawanya ke dalam.” terang Taemin dan segera mengangkat keranjang kemudian pergi dari sana.

 

Sungmin terkekeh pelan mendengar ucapan Taemin. Gadis itu kembali mendongak ke atas pohon.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya ke sekitar. Sepertinya aman. Ia melipat celananya sebatas lutut dan menyingsingkan lengan baju.

 

“Saatnya melihat kolong langit.” Gumamnya sembari tersenyum.

 

.

 

.

 

Kyuhyun memasuki area panti asuhan dengan wajah bingung. Harus darimana dia mulai bergerak setibanya di tempat ini?

 

Pemuda itu melanjutkan langkah kakinya lebih memasuki pekarangan disana. Apa perlu dia masuk dan bertanya dimana Sungmin?

 

“Aishh! Kalau bukan karena wajah cantiknya, mana mau aku disuruh-suruh seperti ini.”

 

Kyuhyun menolehkan wajahnya spontan saat sebuah suara yang terdengar lebih seperti menggerutu itu memasuki gendang telinganya.

 

Dan benar saja, disana ada seorang anak laki-laki yang tengah berjalan.

 

Kyuhyun segera melangkah menghampiri anak laki-laki itu.

 

“Ah tunggu sebentar.. Boleh Hyung bertanya padamu?”

 

Kehadiran Kyuhyun secara tiba-tiba membuat Taemin yang begitu fokus menggerutu pun terlonjak kaget. Nyaris saja dia menjatuhkan keranjang berisikan apel ini ke tanah.

 

“Oh.. Ne.. Tentu saja. Hyung mau bertanya apa?”

 

Taemin meneliti sosok pria di hadapannya. Kemeja berwarna kuning dan dalaman kaus putih, celana jeans berwarna hitam panjang, ransel berwarna biru dan satu bucket bunga di tangan.

 

Ada perlu apa orang berpenampilan seperti ini datang ke sebuah Panti Asuhan?

 

“Apa kau mengenal gadis bernama Lee Sungmin? Menurut informasi yang Hyung dapat, dia tinggal disini.” Tanya Kyuhyun.

 

Taemin mengernyitkan alis. Sungmin?

 

“Sungmin Noona? Hyung mencari Sungmin Noona?” Tanya Taemin balik.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan namun semangat.

 

“Memangnya.. Hyung siapanya Sungmin Noona?” Tanya Taemin ingin tahu.

 

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar pertanyaan Taemin.

 

“Ah itu.. Hyung.. Hyung ini kekasihnya.” Ujar Kyuhyun lugas.

 

Taemin terperangah mendengar jawaban Kyuhyun. Apa dia bilang? Kekasih? Sejak kapan Sungmin Noona punya kekasih?

 

“Aku bersumpah.. Seumur hidup, lelaki yang pernah berinteraksi cukup akrab dengan Sungmin Noona yang pernah aku lihat itu hanyalah Donghae Hyung. Tapi.. Bagaimana bisa tiba-tiba..”

 

Kyuhyun menautkan alisnya bingung menatap Taemin yang nampak menggerutu dengan suara yang begitu pelan.

 

“Ada apa? Apa ada masalah?” Tanya Kyuhyun bingung.

 

Taemin buru-buru mengangkat wajahnya lagi saat suara Kyuhyun kembali terdengar.

 

“Ah tidak.. Tidak ada apa-apa kok.” Terangnya pelan.

 

“Jadi.. Apa kau tahu dimana dia sekarang?” Tanya Kyuhyun kembali.

 

Taemin mengangguk cepat.

 

“Dia ada di pekarangan belakang. Hyung bisa melihatnya kesana.” Ujar Taemin menjelaskan.

 

Kyuhyun tersenyum lebar mendengarnya.

 

“Begitukah? Terima kasih sudah mau memberitahu. Hyung pergi dulu. Sampai jumpa.” Ujar Kyuhyun dan langsung melesat cepat.

 

Taemin memandangi sosok Kyuhyun datar. Dan kemudian mengendikkan bahunya bingung dengan apa yang terjadi dan kembali melangkah.

 

.

 

.

 

Sungmin menggigit apel dan duduk nyaman di atas pohon. Gadis itu termenung. Ini sudah 1 hari lewat dari hari dimana Kyuhyun berjanji untuk pulang menemuinya. Tapi nyatanya sampai saat ini pun tidak ada kabar sama sekali dari orang itu. Apa mungkin dia tidak jadi pulang? Mungkin kah dia akan pulang bulan depan? Atau tahun depan?

 

Sungmin menghela nafas panjangnya dan bersandar pada batang pohon. Mengunyah daging apel dengan tak bersemangat.

 

Tapi saat apel itu sudah menyentuh mulutnya. Sungmin kembali menarik apel itu menjauh dan menatapnya.

 

“Hahh~ sudah habis ternyata.” Gumamnya dan dengan asal membuang ampas apel itu entah kemana.

 

“Aww!”

 

Sungmin mengernyit saat sebuah suara asing tiba-tiba terdengar. Dengan buru-buru dia menunduk ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.

 

Dahi Sungmin makin mengernyit saat mendapati sesosok pria berdiri tepat di bawah pohon. Tapi siapa? Wajahnya tak bisa terlihat dari sini.

 

“Itu.. Tuan.. Apa ada yang bisa saya bantu?” Sungmin berujar dari atas pohon. Menunggu sosok itu menoleh kearahnya.

 

Perlahan sosok itu nampak menoleh kesana-kemari. Sepertinya dia bingung darimana asal suara yang sedang berbicara padanya.

 

“Itu.. Atas.. Saya di atas pohon.” Ucap Sungmin pada akhirnya. Sejujurnya dia sangat malu menyebutkan posisinya sekarang.

 

Sosok itu segera mendongak ke atas. Sementara itu, Sungmin tertegun di tempatnya. Matanya membulat dan mulutnya terperangah.

 

“Sungmin?!”

 

Sosok itu menyebut namanya, Itu Cho Kyuhyun.

 

“Ky.. Kyu.. Kyuhyun..” Gumam Sungmin tak jelas.

 

Gadis itu berangsur bergerak dari posisinya. Sedangkan di bawah, Kyuhyun menatap panik pergerakan Sungmin.

 

“Sungmin! Perhatikan tempat kau berpijak! Ya! Ya!”

 

“Kyuhyun.. Kyuhyun.. Kenapa kau ada disin- Aaaaaaaaa!”

 

Brukkk

 

Tubuh Sungmin merosot begitu saja dari atas pohon. Menghantam tubuh Kyuhyun yang secara panik dan malah dengan sukarela membiarkan tubuhnya tertindih Sungmin.

 

“Argh!”

 

Ringisan Kyuhyun terdengar berbarengan ketika tubuhnya ambruk ke lantai beralaskan rumput tersebut dan berada di bawah Sungmin.

 

Tangannya yang mendekap Sungmin erat masih tersampir di pinggang gadis itu.

 

Ya Tuhan! Pertemuan yang mengejutkan.

 

“Kau tidak apa-apa? Apa kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun pada sosok Sungmin yang masih nampak menindih tubuhnya.

 

Kyuhyun merasakan anggukan pelan kepala Sungmin di dadanya. Syukurlah.

 

Kyuhyun masih nampak sedikit meringis. Punggungnya.. Punggungnya sakit.

 

“Sungmin.. Eum.. Apa.. Apa kau tidak berniat untuk.. Berdiri?” Kyuhyun bertanya hati-hati.

 

Tapi melihat sosok Sungmin yang nampak tidak juga bergerak bahkan mengangkat wajahnya pun tidak. Kyuhyun merasa ada hal aneh pada Sungmin.

 

“Sungmin-ah.. Kau sungguh baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun khawatir.

 

Tapi sekali lagi hanya anggukan pelan dari kepala Sungmin dan lengan gadis itu kian erat memeluk tubuhnya yang dirinya dapatkan.

 

Kyuhyun tersenyum tipis mendapati pelukan erat dari Sungmin. Dan pada akhirnya dia pun memilih untuk ikut mengeratkan pelukannya pada tubuh Sungmin.

 

“Aku merindukanmu, sangat.” Bisik Kyuhyun lembut.

 

Kyuhyun mencium lembut rambut Sungmin. Namun ia sedikit tersentak saat merasakan sesuatu yang hangat di dadanya. Oh Tuhan! Sungmin menangis!

 

“Min.. Kau kenapa? Kau menangis?” Tanya Kyuhyun gusar.

 

Pemuda itu sedikit mengangkat kepalanya mencoba untuk melihat wajah Sungmin. Tapi gadis itu masih membenamkan wajahnya di dadanya.

 

“Apa aku menyakitimu?” tanya Kyuhyun lembut.

 

Buru-buru Sungmin menggeleng.

 

“Lalu kenapa? Bicaralah.”

 

“Aku merindukanmu.” Jawabnya.

 

Kyuhyun kembali tersenyum simpul dan menepuk punggung sungmin dengan tangannya lembut. Perlahan ia bangkit dari posisi berbaringnya dan membuat Sungmin juga ikut bangkit dan duduk.

 

Kyuhyun segera memegang wajah Sungmin dan mengusap airmatanya.

 

“Aku juga.. Sangat merindukanmu.” tukas Kyuhyun.

 

Pemuda itu melepaskan tangannya dari wajah Sungmin. Mendiamkan sejenak gadis itu untuk menstabilkan kondisinya.

 

Sungmin perlahan mengusap airmata dari wajahnya. Tapi ia masih tetap menundukkan wajahnya dari Kyuhyun.

 

“Sudah baikan? Kalau sudah.. Jadi angkat wajahmu.” Ujar Kyuhyun.

 

Sungmin perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun di depannya.

 

Kyuhyun tersenyum melihat wajah Sungmin. Wajah yang sudah 5 Tahun tidak dia lihat.

 

“Oh Tuhan.. Aku benar-benar merindukanmu.”

 

Kyuhyun langsung menarik Sungmin ke pelukannya. Mengusap kepala Sungmin dan memeluknya erat.

 

“Donghae menepati janjinya untuk menjagamu dengan baik. Aku berhutang banyak padanya.” Ujar Kyuhyun masih erat memeluk Sungmin.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Kedua tangannya menangkup pipi Sungmin lembut.

 

“Aku mencintaimu.” ucapnya nyaris berbisik sembari menatap mata Sungmin.

 

Sungmin yang masih ingin menangis pun kembali terlihat berkaca-kaca.

 

“Aku juga mencintaimu.” Balasnya.

 

Pemuda itu sedikit bergerak dan mengambil Bucket Bunga yang tidak jauh dari tempatnya.

 

Kyuhyun tersenyum dan mengecup lembut bibir Sungmin lalu kembali menatap Sungmin.

 

“Aku sangat mencintaimu.” ujarnya lagi sembari memberikan bunga itu pada Sungmin.

 

“Aku juga sangat mencintaimu.” balas Sungmin tersenyum dan menerima bunga yang diberikan Kyuhyun tersebut.

 

CUP~

 

Kembali Kyuhyun mengecup bibir Sungmin begitu manis.

 

“Aku sangat.. Sangat.. Sangat.. Sangat.. Mencintaimu.”

 

Sungmin merasa airmatanya makin deras keluar dari matanya.

 

“Aku juga sangat.. Sangat.. Sangat.. Sangat.. Mencintaimu.”

 

Kyuhyun mengelus kepala gadis itu dan kembali mencium bibir itu dengan lembut. Sedikit lama ia menempelkan bibirnya disana.

 

“I Love You..” bisiknya di depan bibir Sungmin.

 

.

 

.

 

“Aku seperti dejavu.”

 

Sungmin yang berdiri di samping Kyuhyun sontak menolehkan wajahnya.

 

“Dejavu? Wae?”

 

Kyuhyun mengeratkan genggaman tangan mereka dan membawanya menuju bibirnya dan mencium tangan Sungmin lembut, seperti dulu.

 

“Kau ingat pertama kali ketika kita bertemu? Kau sedang di atas pohon. Aku sangat ingat hal itu.”

 

Sungmin tersenyum tipis mendengar ucapan Kyuhyun. Ah iya.. Momen itu.

 

“Oppa..” panggil Sungmin sembari menahan tangan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menolehkan wajahnya.

 

“Ya?”

 

“Kau mau membawaku kemana sekarang?”

 

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Benar.. Dia belum memberitahu Sungmin akan kemana mereka pergi dan malah langsung menyeret gadis ini keluar.

 

“Aku mau mengajakmu kencan.. Apa kau mau?”

 

“Hahh?”

 

Sungmin terperangah mendengar ucapan Kyuhyun. Kencan? Astaga.. Seumur hidupnya dia belum pernah pergi kencan.

 

“Ke.. Kencan?” tanya Sungmin ulang.

 

“Ya.. Bagaimana? Kau mau kan? Atau kau ada urusan lain?” Tanya Kyuhyun sedikit cemas melihat ekspresi Sungmin.

 

Sungmin langsung menggelengkan kepalanya. Bukan.. Bukan karena itu..

 

“Tidak, hanya saja aku sedikit gugup. Aku belum pernah kencan sebelumnya.”

 

“Kau pikir aku sudah? Hey! Seumur hidupku hanya ada 2 wanita yang kusayangi dan kucintai. Omma dan kau.”

 

Sungmin menatap Kyuhyun lekat.

 

“Benarkah? Kau tidak pergi berkencan dengan wanita-wanita di Jepang?”

 

Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

 

“Kenapa aku harus berkencan dengan wanita lain kalau aku sudah memiliki kekasih yang sangat cantik?” Tanya Kyuhyun balik.

 

Wajah Sungmin sontak memerah mendengar perkataan Kyuhyun.

 

“Wajahmu merah.. Kau kenapa?”

 

Sungmin menundukkan wajahnya makin dalam saat Kyuhyun menyadari wajahnya yang memerah.

 

“Tidak.. Hanya sedikit janggal mendengarmu memanggilku sebagai kekasihmu.”

 

“Bukankah memang seperti itu?”

 

Ya Tuhan! Wajah Sungmin makin memerah saja mendengarnya.

 

“Aishh.. Terserah kau saja. Aku tidak perduli.” Tukas Sungmin langsung mempercepat langkah kakinya, meninggalkan Kyuhyun di belakangnya.

 

Kyuhyun tersenyum puas melihat rona merah di wajah Sungmin.

 

“Ya Sungmin-ah.. Kenapa kau harus malu? Kita kan memang sepasang kekasih. Jadi kau harus mulai terbiasa.”

 

Kyuhyun menyusul langkah kaki Sungmin dan kembali berdiri berdampingan dengan gadis itu.

 

“Aku tahu.”

 

“Lee Sungmin.. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai adikku kau tahu? Aku hanya ingin menjadikanmu istriku.. Itu saja kok.”

 

“Aku tahu.”

 

“Jadi jangan pernah memanggilku dengan sebutan Oppa lagi, kau mengerti?”

 

“Aku ta-”

 

Sungmin seketika menghentikan ucapannya saat menyadari perkataan Kyuhyun.

 

“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh lagi memanggilmu Oppa?”

 

“Karena aku bukan kakakmu dan tidak akan pernah mau menjadi kakakmu.”

 

“Tapi kau lebih tua dariku setahun. Kurasa itu wajar.”

 

“Tidak saat statusmu berubah menjadi kekasihku, sayang. Aku ingin ada perubahan pada caramu memanggilku.”

 

“Memangnya kau ingin aku memanggilmu apa?”

 

“Kau bisa memanggilku dengan nama biasa. Kyu, Kyuhyun, Kyuhyun-ah, Kyunnie, atau Chagia?”

 

“Aishh! Berhenti menggodaku.”

 

Kyuhyun terkekeh pelan melihat ekspresi Sungmin.

 

“Araso.. Maafkan aku sayang. Jadi, sekarang bisa kita pergi?”

 

“Apa kita akan ke kota?”

 

“Ya, kurasa dari sini hanya akan menghabiskan waktu 1 jam untuk sampai disana. Aku membawa mobil.”

 

“Aku harus menemui Bibi Kim terlebih dahulu di toko. Dia akan cemas kalau aku pergi tanpa pamit padanya.”

 

“Bibi Kim? Siapa?”

 

“Bibinya Donghae.. Dia yang selama ini membantuku dan menemaniku bersama Donghae juga tentunya.”

 

“Sepertinya dia orang yang baik.”

 

“Ya, tapi aku tidak yakin dia menyukaimu.”

 

“Kenapa?”

 

“Bibi Kim sangat terobsesi untuk menjodohkanku dengan Donghae. Tapi berhubung aku bilang sudah punya kekasih. Dia pun mundur dengan perlahan.”

 

“Sepertinya dia bukan orang yang baik. Aku cabut ucapanku barusan.”

 

Sungmin menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi Kyuhyun.

 

“Dia baik kok.”

 

“Aku tahu.”

 

.

 

.

 

“Kau yakin disini tokonya?”

 

Kyuhyun bertanya pada Sungmin tanpa menolehkan wajahnya dari bangunan di depannya. Sungmin mengangguk.

 

“Ya. Kenapa? Apa ada yang salah?”

 

Kyuhyun menggeleng pelan. Ia tersenyum geli saat ini. Astaga..

 

“Kau dan Bibimu itu berdua saja mengurusi toko ini?”

 

“Ya. Hei.. Kau kenapa? Kau jadi aneh.”

 

Kening Sungmin tambah berkerut saat mendapati Kyuhyun malah tersenyum entah karena apa.

 

“Tidak.. Aku tidak apa-apa. Ayo masuk.” Ujar Kyuhyun langsung menyeret Sungmin masuk.

 

Sesampainya di dalam. Kebetulan Bibi Kim seperti biasa berada di meja kasir.

 

“Bibi! Annyeong!” Sapa Sungmin langsung melepaskan tangan Kyuhyun yang menggandengnya dan berjalan mendekati meja kasir.

 

Bibi Kim mendongak. Tersenyum simpul melihat kedatangan Sungmin. Matanya bergerak dan beralih pada sosok tinggi yang berdiri sedikit di belakang Sungmin.

 

“Oh.. Kau..” Ujar Bibi Kim kaget melihat Kyuhyun.

 

“Annyeonghaseo.” Sapa Kyuhyun sopan sambil membungkuk hormat pada Bibi Kim dan dibalas anggukan kecil yang kaku oleh Bibi Kim.

 

Sungmin menarik tangan Kyuhyun untuk lebih mendekat. Sedangkan Bibi Kim masih bingung mendapati sosok Kyuhyun disini.

 

“Bibi.. Kenalkan ini Cho Kyuhyun. Kyuhyun-ah, kenalkan ini Bibi Kim.. Bibinya Donghae.” Ujar Sungmin memperkenalkan mereka berdua.

 

“Dia siapamu? Teman?” Tanya Bibi Kim berbisik pada Sungmin.

 

“Aku kekasihnya, senang bertemu dengan anda lagi.” Jawab Kyuhyun cepat.

 

Bibi Kim terlonjak saat mendengar jawaban Kyuhyun. Apa? Kekasih?

 

“Jadi.. Kau yang dari Jepang itu?”

 

“Ne.”

 

Bibi Kim bersemu merah. Dia malu. Ternyata pria yang ingin dia jodohkan dengan Sungmin tadi pagi nyatanya kekasih Sungmin sendiri.

 

“Kalian berdua sudah pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Sungmin seketika.

 

“Tadi dia membantu Bibi membawa belanjaan di jalan.” Jawab Bibi Kim cepat.

 

Sungmin mengangguk paham mendengar jawaban Bibi Kim.

 

“Eum.. Bibi. Ada yang ingin kubicarakan sebentar.”

 

“Tentang?”

 

Sungmin melirik Kyuhyun di sampingnya. Dia harus berbicara pada Bibi Kim untuk meminta izin pergi dengan Kyuhyun.

 

“Kita bicara di belakang saja. Katjaaa..” Ujar Sungmin sembari menyeret Bibi Kim ke belakang dan meninggalkan Kyuhyun sendirian.

 

Kyuhyun membalikkan badannya dan duduk di salah satu meja yang ada disana.

 

Kembali ia tersenyum geli. Sungmin mengatakan kalau Bibi Kim begitu terobsesi untuk menjodohkan dirinya dengan Donghae. Tapi nyatanya tadi pagi Bibi Kim begitu ingin mengenalkan dirinya dengan Sungmin? Apa dia beralih dari Donghae menuju dirinya ini? Mengingat Sungmin juga pernah mengatakan Bibi Kim sedikit sensi padanya ketika tahu kalau Sungmin sudah memiliki kekasih.

 

Kyuhyun memangku dagunya dengan tangan kanan miliknya. Melirik jam tangannya bosan. Kenapa mereka lama sekali?

 

“Maaf membuatmu menunggu.”

 

Kyuhyun langsung menegakkan posisi duduknya saat melihat Sungmin muncul dari pintu belakang. Tapi.. Dimana Bibi Kim?

 

“Bagaimana?”

 

Sungmin ikut duduk tepat di samping Kyuhyun.

 

“Dia tidak mengizinkan.”

 

“Mwo? Kenapa?!” Nada bicara Kyuhyun sedikit naik.

 

“Bibi Kim bilang ini sudah hampir sore, dia tidak mau aku pulang malam nantinya. Jadi kalau mau mengajakku keluar lebih baik pada pagi hari saja.”

 

Kyuhyun mendengus kecewa mendengarnya.

 

“Apa yang harus dikhawatirkan? Kau kan pergi denganku. Apa dia tidak percaya padaku?”

 

“Bukan begitu Kyu. Dia hanya mengkhawatirkanku, itu saja.”

 

Kyuhyun melipat kedua tangannya ke atas meja dan menaruh wajahnya disana.

 

“Aku kecewa.” lenguhnya.

 

“Maaf, bagaimana kalau besok saja?”

 

Kyuhyun sedikit mengangkat wajahnya melihat Sungmin.

 

“Besok?”

 

“Ya.”

 

“Kau janji?”

 

“Tentu saja.”

 

“Baiklah. Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?”

 

Sungmin menatap Kyuhyun tak enak.

 

“Pulang?” Tanya Sungmin meminta pendapat.

 

“Pulang?” ulang Kyuhyun.

 

“Ya. Pulang. Kau juga sepertinya belum istirahat setelah tiba di Korea.”

 

“Aku mau kau ikut aku pulang.”

 

“Ikut kau pulang? Kemana?”

 

“Tentu saja rumah kita.”

 

“Tidak bisa.”

 

“Kenapa tidak bisa? Itu kan rumahmu juga. Rumah kita. Rumah Appa dan Umma. Ikut pulang denganku ya? Mau ya?”

 

“Bibi Kim tidak akan mengizinkan.”

 

“Ayolah, kau tega melihat rumah sebesar itu tidak ada penghuninya? Rumah itu penuh kenangan. Ayolah Min. Ikut aku ya? Banyak yang ingin kuperlihatkan padamu.”

 

“Memperlihatkan apa?”

 

“Foto wisudaku dan tempatku bekerja di Jepang. Dan juga begitu banyak yang ingin kuceritakan padamu. Mengenai Appa dan Umma.”

 

“Wisuda? Bekerja? Appa dan Umma? Kau bisa menceritakannya sekarang.”

 

“Tidak mau. Kau harus ikut aku pulang dan akan kuceritakan semuanya.”

 

“Tapi aku tidak bisa ikut pulang.”

 

Kyuhyun melongos kecewa lagi.

 

“Araso araso.. Ayo kuantar kau kembali ke Panti itu.”

 

Kyuhyun segera berdiri dan menarik tangan Sungmin keluar dari Toko. Sesampainya di luar.. Sungmin melirik pemuda itu dan sedikit tak enak dengan Kyuhyun.

 

“Maaf.. Besok kita bisa pergi dan untuk rumah.. Aku juga bisa berkunjung kesana besok.”

 

“Aku tidak mau kau berkunjung.. Aku ingin kau tinggal disana denganku.”

 

“Kau marah?”

 

“Tidak.”

 

“Tapi kau marah.”

 

“Tidak. Sudah pernah kubilang aku tidak bisa marah denganmu kan?”

 

“Kau benar-benar tak marah?”

 

“Tidak, sayang.”

 

“Bagus.”

 

Sungmin tersenyum puas mendengar jawaban Kyuhyun. Sepanjang jalan tak henti-hentinya mereka menebar senyum bahagia. Kyuhyun mengeratkan genggaman tangan mereka saat keduanya sudah sampai di depan Panti.

 

“Ayo.. Aku akan mengantarmu sampai di dalam.” Tukasnya.

 

Sungmin melebarkan matanya saat tubuhnya ditarik masuk oleh Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah.. Tidak perlu.” Ucap Sungmin pelan.

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Sungmin.

 

“Pulanglah. Aku bisa masuk sendiri. Kau pasti lelah sepanjang hari ini. Aku ingin kau istirahat.”

 

Kyuhyun memandang Sungmin lekat. Cengkraman tangannya pada tangan gadis itu kian mengerat.

 

“Aku tidak mau pergi.” Ujar Kyuhyun nyaris berbisik.

 

“Tapi kau butuh istirahat.”

 

“Aku tidak mau jauh darimu lagi.”

 

Sungmin menarik nafasnya dalam-dalam. Ya Tuhan, Kyuhyun membuatnya gusar.

 

“Kau benar-benar tidak bisa ikut pulang denganku?” Tanya Kyuhyun dengan wajah sendu.

 

Sungmin menggigit bibir bawahnya kalut. Sejujurnya dia begitu ingin ikut Kyuhyun pulang. Tapi sekarang status mereka sudah berbeda. Mereka bukanlah ‘Keluarga’ lagi sejak 5 tahun yang lalu. Dalam jangka waktu yang begitu lama dan mereka bertemu kembali hari ini dan Kini mereka adalah sepasang kekasih kemudian Kyuhyun mengajaknya pulang dengannya? Oh astaga.

 

“Maaf.” Ujar Sungmin pelan.

 

Kyuhyun memejamkan matanya beberapa saat. Sepertinya ada sesuatu yang tengah mengganggu pikirannya.

 

“Hahh~ aku benar-benar bisa gila.” Bisik Kyuhyun tiba-tiba.

 

Sungmin tersentak kaget saat tangannya ditarik lembut oleh Kyuhyun kearah pemuda itu. Kyuhyun meraih kepala Sungmin dan menempelkan bibirnya dengan bibir gadis itu secara tiba-tiba.

 

Sungmin terbelalak saat Kyuhyun tiba-tiba menciumnya. Keterkejutannya tidak sampai disitu saja, Pemuda itu dengan lembut juga menyesap dan melumat bibirnya lembut. Jantungnya berdebar.. Berdegup.. Luar biasa. Sungmin merasakan Kyuhyun membawa satu tangan miliknya menyentuh pinggang Sungmin dan satu tangan lainnya masih berada di pipi Sungmin.

 

Perlahan Sungmin menutup matanya. Menikmati dan ikut membalas pergerakan bibir Kyuhyun, melumatnya begitu lembut. Jemari Kyuhyun yang sedari tadi menyentuh pinggang Sungmin pun mulai bergerak naik menuju tengkuk Sungmin. Sedikit mendorongnya untuk lebih memperdalam ciuman mereka.

 

Sungmin menangis dalam relung kebahagiaan. Merasakan tangan Kyuhyun mendekapnya erat dan pemuda itu yang tengah menciumnya dengan teramat lembut sungguh membuatnya benar-benar ingin menangis bahagia.

 

Sungmin mengangkat kedua lengannya dan mengalungkannya ke leher Kyuhyun, mempererat dekapan mereka.

 

Bibir keduanya masih terus bertaut, saling menyesap, mengecup, dan membelai satu sama lain. Tidak ada nafsu disana, hanya luapan kerinduan yang mengoar dari benak mereka.

 

Perlahan Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya pada Sungmin. Nafas keduanya masih nampak tersengal-sengal. Kyuhyun menyandarkan dahinya dengan dahi Sungmin. Menatap tepat kearah mata milik Sungmin.

 

“Kumohon..” Bisik Kyuhyun pelan.

 

Jemari miliknya dengan lembut membelai pipi Sungmin.

 

“Kumohon.. Ikut pulang denganku ya? Aku benar-benar tidak mau jauh darimu lagi.”

 

Sungmin ikut menatap mata Kyuhyun gundah. Astaga.. Pria ini..

 

“Kyuh..”

 

“Sayang.. Kumohon.”

 

Sungguh! Mata Kyuhyun yang tengah menatapnya kini benar-benar membuatnya terintimidasi.

 

Jari-jari milik Kyuhyun masih terus mengelus pipinya lembut.

 

“Ehem…”

 

Sebuah deheman sontak membuat tubuh Kyuhyun dan Sungmin sedikit menjauh. Kyuhyun mendesis sedikit geram dan mau tidak mau melepaskan rengkuhannya pada Sungmin.

 

Keduanya beralih pada sumber suara.

 

Dahi Kyuhyun mengernyit saat melihat sosok di depannya saat ini.

 

“Kau?”

 

Suara Kyuhyun nampak tertahan di tenggorokannya. Bukankah pria ini ialah pria yang duduk di sampingnya dalam pesawat?

 

“Sungmin-ah annyeong! Senang dan begitu beruntung bisa bertemu denganmu lagi disini.” sapa sosok pria itu.

 

Kyuhyun mengedipkan matanya masih bingung. Kenapa orang ini bisa tahu nama Sungmin?

 

“Jungmo? Kau.. Kim Jungmo?”

 

Kyuhyun langsung menoleh kearah Sungmin saat gadis itu mengeluarkan suaranya. Sungmin mengenal pria ini?

 

“Ne.. Senang kau masih mengingatku Min.” Senyum Jungmo merekah kearah Sungmin.

 

Jungmo melirik sosok lain yang berada di samping Sungmin. Ah! Dia ingat pria ini. Tapi.. Kenapa bisa sedang bersama Sungmin? Mata Jungmo bergantian menatap Kyuhyun dan Sungmin di depannya. Dan kemudian sebuah senyum simpul muncul dari bibirnya.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, senang bisa bertemu denganmu lagi.”

 

.

 

.

 

.

 

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

18 responses to “– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 16 –”

  1. gpristiya27 says :

    “Ternyata pria yang ingin dia jodohkan dengan Sungmin tadi pagi nyatanya kekasih Sungmin sendiri”
    yeay …..
    lanjut kaa lanjut ditunggu
    ama yg lainnya juga apalagi too bad nya kaa ditunggu wkwk

  2. 규민 사랑해요 says :

    huwaaaa akhirx kyumin bertemu jg…
    tapi mereka jd agak aneh ya
    sy jg bingung

  3. sungdongjae says :

    huaaaaaaaa……….
    Akhirnya ff ni keluar jga,
    udh aku tunggu”……….
    Akhirnya si kyu bertemu pujaan htinya si minnie hehehehehehe,
    Keren min……… Ditunggu yg lainnya😉

  4. Tika says :

    Huaaa Jungmo disini nggk bakal jd pengGangGu Kyuminkan? Tidakkan? Ya ya ya
    Mereka udah 5 tahun terpisah jd jgn ad pengGangGu lg deh…

  5. Cho Minyu says :

    kyumin dejavu~
    hahahah bibi kim malu.. dan kyu pastinya seneng banget liat bibi kim yg dukung dia.
    jungmo dateng? kyu min jungmo pasti bingung.
    ayo lanjut.. penasaran kelanjutannya.

  6. mikyungmii says :

    Huweeee…
    KyuMin so sweet bgt :3

    Ngebayangin pertemuan sama Yesung pas keluar wamil nanti bisa seromantis ini.. Huwaaa~~~

    Next chapter nn

  7. heldajungsoo says :

    oiy bru ingat jungmo adalh teman ming waktu di panti. makin seruuu.

  8. maya melani says :

    jan blg jungmo mau ngerebut sungmin?
    kurang kyumin momentnya nih hehe, trus donghae jg dibuat dpt couple jg dong biar ga syedih😀

  9. Chacha says :

    Pulang! Pulang! Pulang!!! :-V
    *apaan ini?. .-.
    Ming ayoo pulang, persetan dngan status kalian sekarang. Emang mau pisah lagi?.o_O
    Kan g ada salahnya tinggal sama calon suami sendiri. B-) Eaaak~ :-V
    Momo muncul sooman(?).😄
    Buat kyu jealous dulu sedikit coba desty.😄 Pasti seru tuh teman kecil reunian.😄

  10. Kyumin says :

    Kyuu udah pulang. .
    Wah mereka keliatan bahagia
    eh ada jungmo, jgan jd org ke 3 yaa hhe

  11. AnnaEvil says :

    akhirnya kyumin ketemu lagi
    ngakak pas baca bagian nya bibi kim, hahaha..
    jungmo balik lagi buat jadi orang ke3 kah? jangan lagi~
    lanjut eon….

  12. Nadra kyumin says :

    Pas ktemu sungmin ny d atas phon? Trus nimpa kyuhyun? Hahaha

    Kog bibi kim ga ngijinin siiih?

  13. Shisyl cloudsJOYer says :

    aahh~baca part ini,tiba2 jd inget part awal, kangen dibagian wktu mreka kemah dsb..hehe
    oiyaa,jungmo satu panti dg Minnie yaa,,apa akn ada lgi konflik cinta segitiga? mengingat next part udh ending..
    atau jgn end dlu deh.hehe
    karna sepertinya bgus kalo ada konflik baru..
    geurom…
    kita tunggu update-an next part dan juga karya2 terbarunya,
    ktanya mau bikin FF genre komedi romantis ne? oke tuh….
    udah hampir bulan puasa,dulu aku inget,baca hanakimi tiap pulang tadarus, kadang pas tadarus jg dsempet-sempetin#plakk
    haha,
    baiklah,
    gomawoyo^^

  14. KimShippo says :

    Kyu kyu kau romantis skali..
    Eh eh tnggu kyu menyuruh ming pulng ? Memang tak apa dg hankyung?
    Jungmo sprtiny mlihan kyumin ciuman jdi klihtanny jungmo hny menganggap ming hnya tman g lbih..
    Aq bca slnjtny ya

  15. eunsin says :

    smoga tdk ad konflik lg utk kebelakangnya

  16. guardiaNietha says :

    bibi kim keki tuuhh… hahahaha
    lucuu ihh…

    ayo dong minnie… ikut pulang aja sama kyuhun. dia udah kangen banget sama kamu lhooo…

    dan… akhirnya mereka ketemu jungmo juga…
    tapi aku yakin klo jungmo-sungmin ga bakal ada apa2…😀

  17. Isni Nur says :

    Omo Kyu oppa romantis bgtttttt :’)
    Sungmin eonni ikut pulang dooong kasian Kyu oppa hehe😀
    Lanjut thorrrrr:)

  18. ritsu says :

    akhirx kyumin brtemu lgi,,😀
    tpi masi kepo ni apa yg di lakukn jungmo,,,
    next >>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: