– Babble – KyuMin – Boy X Boy – Chapter 2 –


– Babble – KyuMin – Yaoi – Chapter 2 –

.

.

“Aku.. Aku Calon Suamimu. Jadi.. Jangan banyak bicara lagi, Lee Sungmin.”

.

.

.

Sungmin tertegun untuk waktu yang cukup lama. Tubuhnya menegang tiba-tiba. Mata bulat miliknya masih menatap lekat wajah Kyuhyun yang berada di hadapannya.

“Omong kosong apalagi ini?”

Suara Sungmin terdengar pelan namun sarat akan kesinisan.

Kyuhyun memundurkan tubuhnya dari Sungmin. Membebaskan pria manis itu dari kungkungannya.

“Aku juga berpikir ini Omong kosong dari ayahku. Tapi memang inilah yang terjadi.”

Kyuhyun kembali duduk di kursi kemudinya. Punggungnya ia sandarkan pada sandaran kursi dan menghela nafas cukup panjang.

“Lalu.. Apa yang akan kau lakukan?”

Kyuhyun menolehkan wajahnya kembali menghadap Sungmin.

“Entahlah.. Aku tidak bisa berpikir dengan baik saat ini.” Tukas Kyuhyun.

Sungmin memukul pintu mobil sehingga menimbulkan suara BRAK yang cukup keras. Pemuda itu benar-benar frustasi.

“Ya Tuhan.. Aku bisa gila.. Benar-benar gila.” racau Sungmin sambil menjambak halus rambutnya.

Kyuhyun menatap Sungmin gusar. Melihat respon pemuda itu membuatnya tambah bingung. Apa yang harus dia lakukan?

“Aku tahu ini tidak masuk akal. Kau juga pasti memiliki wanita di luar sana.. jadi kurasa-”

“Tidak.. Bukan karena itu.. Aku tidak menyukai wanita.” Ucap Sungmin memotong perkataan Kyuhyun.

Kyuhyun membelalakkan matanya. Apa? Tidak menyukai wanita? Jadi dia..

“Masalahnya adalah.. Aku tidak menyukaimu, Kyuhyun-ssi. Benar-benar sangat tidak menyukaimu.” Desis Sungmin sambil menatap wajah Kyuhyun.

Kyuhyun yang ditatap seperti itupun hanya bisa memegang dahinya frustasi.

“Dan aku masih mempunyai kriteria istri idaman, Sungmin-ssi. Dan berharap menikah dengan seseorang yang sesuai dengan tipeku, dan tentunya kau tidak masuk tipeku.” Terang Kyuhyun.

Sungmin melirik Kyuhyun di sampingnya.

“Bagus.. kita sama-sama tidak menyukai satu sama lain. Dan kurasa hal itu sudah cukup untuk kujadikan alasan pada ayahku agar membatalkan perjodohan konyol ini.” Ujar Sungmin.

Kyuhyun memandang Sungmin dengan wajah serius.

“Kau akan menghadap ayahmu? Segera?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja.. Kau pikir untuk apa aku berlama-lama mempertahankan perjodohan ini? Jangan bodoh, Cho Kyuhyun.”

Sungmin segera meraih ponselnya dan mengetik sesuatu disana. Dan kemudian meletakkan benda itu lagi.

“Cepat jalan. Aku ingin segera pulang saja.” Perintah Sungmin.

Pemuda manis itu tak henti-hentinya menghela nafas panjang dan memijat pelipisnya.

“Kau tidak jadi ke Cafe?”

“Kau pikir dalam keadaan konyol seperti ini aku bisa makan dengan tenang? Cepat antarkan aku pulang saja. Jangan banyak bicara.” Oceh Sungmin kesal.

Kyuhyun memutar bola matanya. Orang ini yang ingin ayahku nikahkan denganku? Astaga! Batin Kyu berteriak.

“Mulutmu sesekali harus disekolahkan Sungmin-ssi.” Ucap Kyuhyun tenang dan segera menjalankan mobil kembali.

“Apa kau bilang?!”

“Tidak! Aku tidak bilang apa-apa! Kau mau pulang kan? Oke! Akan kuantar kau pulang!” Teriak Kyuhyun kesal.

.

.

BRAK

Suara pintu yang dibuka dengan kasar menggema di kediaman tersebut. Kisaran 5 pelayan berbondong-bondong menuju pintu. Sungmin masuk ke dalam rumah dengan wajah sebalnya, dengan cepat pemuda itu membuka jas yang tengah ia kenakan dan melonggarkan ikatan dasi di lehernya. Kyuhyun yang berada di belakang pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir saat Sungmin melempar asal jas itu kearah pelayan-pelayannya.

“Siapkan makanan.. Cuci segera jas itu. Oh Pelayan Jang!”

Seorang pelayan segera menghampiri Sungmin.

“Iya Tuan?”

“Siapkan segala sesuatunya.. Sambungkan aku dengan Appa melalui Webcam.. Aku ingin berbicara dengannya setelah aku berganti pakaian. Pastikan dia ada di tempat.” Terang Sungmin memberi perintah.

“Baiklah Tuan.”

Sungmin kembali melanjutkan langkahnya. Namun ia kembali berbalik dan menatap seseorang disana.

“Hei Kyuhyun.. Kau bisa pulang sekarang.” ucap Sungmin.

“Aku akan menunggu disini.. Aku ingin tahu hasil pembicaraanmu dengan Tuan Besar.”

Sungmin memutar bolamatanya malas.

“Terserah kau saja.” dan Sungmin pun berlenggang menuju kamarnya

.

“Kau menganggu pekerjaan Appa dan hanya menampilkan wajah manyunmu di layar laptopku. Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan?”

Sungmin yang nampak sudah berganti pakaian santai itu terus menatap wajah sang ayah di layar laptopnya.

“Ya Lee Sungmin! Kau ini kenapa hehh?” Panggil Tuan Lee kembali.

Sungmin mendengus dan menegakkan posisi badannya dari sandaran kursi.

“Kenapa Appa tiba-tiba mengirimkanku pengacara baru?”

Sungmin ingin memulai pembicaraan ini dengan pelan-pelan. Dia ingin bertanya dari tahap ke tahap.

“Kau sudah bertemu dengannya? Cho Kyuhyun?” Tanya Tuan Lee dari sana.

Sungmin menggeram di tempatnya. Tahan, tidak mungkin kan kau membentak ayahmu sendiri Lee Sungmin?

“Ya, aku sudah bertemu dengannya.” Jawab Sungmin tenang.

Sungmin mengernyitkan alis saat menangkap senyum lebar ayahnya disana. Kenapa dia malah tersenyum aneh seperti itu?

“Dia anak yang baik kan? Bagaimana menurutmu?”

Apa? Anak baik? Orang bermulut besar seperti itu disebut baik?

“Dia tidak sebaik yang Appa pikirkan.”

Ucapan Sungmin agaknya membuat Tuan Lee kali ini yang mengernyitkan alis.

“Apa maksudmu? Kau tidak menyukainya? Hei dia itu anak yang baik, sopan, dan pintar. Sangat cocok untukmu.”

Nampak begitu jelas Tuan Lee sangat menyukai Kyuhyun. Lelaki paruh baya itu melirik layar laptopnya yang masih berisikan Sungmin disana. Ia terdiam sejenak dan kaku saat mendapati ekspresi anaknya yang begitu menuntut penjelasan.

“Oh.. Baiklah baiklah. Begini anakku. Apa.. Apa kau sudah tahu?” Tanya Tuan Lee.

Ya, sepertinya Sungmin sudah tahu dengan perjodohan itu kalau melihat ekspresinya saat ini.

“Kalau Appa bertanya tentang perjodohan konyol itu. Ya, aku sudah tahu dan aku tidak mau dijodohkan dengannya, Appa.”

Tuan Lee membulatkan matanya saat mendengar ucapan Sungmin.

“Sungmin, jangan bertingkah gegabah. Kau harus mau menerima perjodohan ini.”

Sungmin menganga menatap sosok sang ayah yang berada di layar laptop.

“Mwoya? Aku tidak mau. Aku tidak menyukainya. Pokoknya aku tidak mau!”

“Dia pria yang baik Sungmin! Bagaimana bisa kau menolak Kyuhyun? Pokoknya kau harus menikah dengan pemuda itu!”

“Appa!”

Sungmin benar-benar kesal saat ini. Kenapa di zaman modern seperti ini pikiran ayahnya dan ayah Kyuhyun begitu kolot? Perjodohan? Apa-apaan itu?

“Sungmin, dia sangat tampan. Kau ini bodoh atau apa hehh?”

Sungmin memanyunkan bibirnya. Kenapa malah mengatainya?

“Memangnya kalau dia tampan aku pasti mau dengannya? Jangan harap!”

Sungmin menghentak-hentakkan kakinya. Kedua tangannya dilipat di dada. Dan memasang pose merajuknya.

“Lihatlah! Kau itu masih kekanak-kanakan. Menjadi anak tunggal membuatmu manja!”

“Apa hubungannya perjodohan dengan manja? Pokoknya aku tidak mau. Appa harus membatalkan perjodohan itu segera. Kalau perlu malam ini juga tidak apa-apa.”

“Tidak bisa, keputusanku sudah bulat.”

Sungmin mengacak-acak rambutnya frustasi. Kalau dia tidak takut menjadi anak durhaka. Sudah dia lempar laptop berisikan wajah ayahnya itu saat ini.

“Tidak mau!”

“Kau harus mau!”

“Tidak!”

“Kalau Appa bilang iya kau harus iya!

“Tidak! Tidak! Tidak!”

“Harus!”

“Tidak mau! Kenapa Appa sangat menyebalkan sekali?!”

“Terserah kau mau bilang apa. Pokoknya kau harus terima perjodohan ini!”

“Tidak mau! Sudah kubilang tidak mau!”

“Lee Sungmin! Kau harus menerimanya!”

“Kenapa Appa ngotot sekali? Kalau begitu aku akan bunuh diri saja!”

“Terserah! Pokoknya kau harus menerimanya!”

Sungmin bungkam mendengar ucapan ayahnya. Apa dia bilang? Dia ini mau bunuh diri dan kenapa Ayahnya bilang terserah?

“Kau harus menerimanya Sungmin. Kyuhyun baik untukmu.”

Sungmin memegangi kepalanya pusing. Apa yang harus dia lakukan? Mau seberapapun ia membantah pasti ayahnya tetap pada pendiriannya.

Sungmin memukul-mukul kepalanya dengan tangannya sendiri.. Ayolah.. Berpikir.. Berpikir.

Dia harus memikirkan caranya agar ayahnya mau membatalkan perjodohan ini. Tapi dengan cara apa? Ayahnya harus menyetujui solusi itu, jadi dia harus membuat solusi yang seakan-akan menguntungkan ayahnya padahal tidak.

“Sungmin-ah.. Kau tidak sedang tidur kan?”

Suara ayahnya dari laptop mengusik otaknya yang sedang berpikir.

“Tidak, tenang saja aku masih sadar kok.” Jawab Sungmin.

Pemuda itu masih menundukkan wajahnya dan berpikir keras.

Ayolah..

“Aku tahu!”

Seketika Sungmin berdiri dari kursinya. Tuan Lee yang mendapati anaknya tiba-tiba bertingkah aneh pun mengernyitkan alisnya lagi.

“Ya Lee Sungmin! Kau kenapa?”

Sungmin buru-buru kembali duduk di kursinya. Pemuda itu menatap lekat sang ayah disana.

“Aku punya penawaran menarik untuk Appa.”

Tuan Lee menatap Sungmin waspada. Apa lagi isi otak anaknya itu?

“Apa? Kau mau menawarkan apa?”

Sungmin segera memasang wajah seriusnya kala itu. Sebuah tekad terukir jelas dari pancaran sinar matanya.

“Aku ingin perjodohan ini lebih baik diuji coba terlebih dahulu.” Tukasnya kemudian.

Tuan Lee terdiam untuk sejenak. Apa dia bilang? Uji coba?

“Uji coba? Kau pikir ini mesin?”

Sungmin menatap aneh ayahnya. Aishh, jangan banyak bertanya!

“1 bulan.. Aku akan mencoba melakukan pendekatan dengan Kyuhyun. Apabila Setelah 1 bulan lewat, salah satu dari kami ada yang mempunyai perasaan suka. Kami akan menerima perjodohan ini. Tapi kalau setelah 1 bulan lewat dan kami berdua semuanya tidak ada yang merasakan suatu ketertarikan. Perjodohan ini harus dibatalkan. Bagaimana?”

Tuan Lee memandang putranya dengan seksama.

“Tunggu.. Maksudmu.. Apabila dalam 1 bulan.. Misalnya kau menyukai Kyuhyun.. Tapi Kyuhyun tidak menyukaimu maka perjodohan itu masih akan kalian terima? Lain halnya apabila kalian berdua sama-sama tidak menginginkannya? Jadi secara tidak langsung.. Apabila ada satu pihak saja yang menginginkan perjodohan ini dilanjutkan.. Maka pihak yang tidak menginginkan perjodohan harus mau menerimanya?”

Sungmin mengangguk cepat.

Ya, solusi yang sangat tepat keluar dari otaknya yang cemerlang.

Karena Sungmin yakin, amat sangat yakin. Satu bulan tidaklah lama. Mengingat dirinya yang sangat tidak menyukai Kyuhyun maka ia yakin bisa tidak akan memiliki perasaan dengan pemuda itu. Dan sedangkan Kyuhyun.. Bukankah dia bilang bahwa dirinya ini tak sesuai tipe istri idamannya? Jadi tidak ada yang harus ditakutkan kalau Kyuhyun akan menyukainya. Itu tidak mungkin.

Sungmin tersenyum penuh arti. Yah.. Hanya 1 bulan.. Dan dia akan terbebas dari perjodohan ini.

“Tidak Bisa!”

Sontak Sungmin kembali mengangkat kepalanya saat suara ayahnya terdengar nyaring.

“Waeyo?? Kenapa tidak bisa?”

Sungmin benar-benar kalut saat ini.

“1 bulan terlalu singkat! Itu pasti akal-akalanmu saja untuk menolak perjodohan ini!”

Sungmin berdecak sebal.

“Lalu Appa mau yang bagaimana?”

“Aku ingin 3 bulan!”

“Mwo?? Kenapa lama sekali? Tidak mau! Pokoknya 1 bulan!”

Tuan Lee menyipitkan matanya menatap Sungmin.

“Kenapa?? Kau takut?”

Sungmin memandang ayahnya tidak terima.

“Takut? Kenapa harus takut?”

“Kau takut. Apa kau takut dalam 3 bulan kau akan menyukai Kyuhyun atau Kyuhyun yang menyukaimu eoh?”

Sungmin meremas tangannya. Siapa bilang dia takut?

“Appa.. Penawaran yang aku tawarkan ini sudah sangat menguntungkan perjodohanmu itu. Aku hanya mempunyai 1 syarat agar perjodohan ini dibatalkan yakni kedua pihak tidak menginginkan perjodohan. Sedangkan kau memiliki 2 syarat.. Kedua pihak menginginkan perjodohan atau 1 pihak menginginkan perjodohan maka perjodohan sudah bisa dilanjutkan. Kenapa kau malah memperpanjang waktunya?” Ujar Sungmin panjang dan cepat.

“Pokoknya 3 bulan! Selain itu, tawaranmu ditolak.”

Sungmin cengo di tempatnya. Aishh.

“Baiklah baiklah.. 3 bulan!”

Akhirnya Sungmin menyerah, terserah.. Mau 1 bulan, 3 bulan, bahkan setahun pun. Dia yakin bahwa mereka tak akan saling menyukai.

Sedangkan di tempatnya, Tuan Lee tersenyum mendengar kalimat sepakat dari putranya itu.

“Baiklah, deal!”

.

.

Sungmin keluar dari ruangannya. Saat dia baru saja melangkahkan kakinya keluar, wajah Kyuhyun sudah menyapanya.

“Bagaimana?”

Sungmin menjambak rambutnya pelan. Bisakah wajah ini menghilang untuk sejenak saja?

“Kau memang tidak membiarkanku istirahat. Hahh~ masuklah, kita bicara di dalam saja.” Ucap Sungmin dan kembali membuka pintu ruangannya.

Keduanya masuk ke dalam ruangan yang bisa disebut ruang kerja milik Sungmin tersebut. Sungmin segera duduk di salah satu sofa berbentuk L disana dan Kyuhyun mengikutinya.

“Baiklah, setelah mendengarkan apa yang akan kusampaikan. Aku minta kau jangan banyak komplain, mengerti? Ini adalah solusi terbaik yang bisa kudapatkan dalam kondisi konyol seperti sekarang.”

Kyuhyun mengangguk.

“Oke, jadi bagaimana hasilnya?”

“Aku menawarkan sebuah kesepakatan dalam jangka waktu 3 bulan dari sekarang.”

“Kesepakatan?”

Sungmin mengangguk mantap. Kyuhyun pun makin menatap lekat sosok itu.

“Ya, kesepakatan agar perjodohan ini bisa dibatalkan atau malah dilanjutkan. Dan tentunya yang kita inginkan adalah pembatalan.”

Kyuhyun mengelus dagunya lembut. Apa dia bisa mempercayai solusi yang diberikan orang ini?

“Kesepakatan macam apa itu?”

Sungmin berdehem pelan saat Kyuhyun bertanya mengenai mekanisme kesepakatan yang akan mereka berdua jalani 3 bulan ke depan. Baiklah, dia akan menjelaskannya.

“Kalau kita ingin membatalkan perjodohan ini, dalam waktu 3 bulan.. Kita berdua harus sebisa mungkin menjaga perasaan kita satu sama lain. Appa akan setuju membatalkan perjodohan kalau setelah waktu 3 bulan berakhir tidak satu pun dari kita berdua yang merasakan suatu ketertarikan.”

Kyuhyun makin bingung mendengar ucapan Sungmin. Kenapa penjelasannya ribet sekali?

“Maksudmu? Aku belum mengerti.”

“Begini.. Misalnya Kau menyukaiku.. Tapi aku tidak menyukaimu. Kalau satu pihak saja yang merasa tertarik.. Maka perjodohan akan tetap dilanjutkan. Jadi, cara untuk membuat perjodohan ini batal adalah.. Diantara kita berdua.. Semuanya tidak boleh ada yang mempunyai perasaan suka. Kau mengerti Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Jadi intinya kalau satu saja di antara mereka berdua ada yang menyimpan perasaan, maka perjodohan ini akan tetap berlanjut. Jadi jalan satu-satunya adalah mereka berdua harus berjanji tidak akan menyimpan perasaan satu sama lain.

“Bagaimana aku bisa percaya kalau kau tidak akan menyukaiku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin menganga mendengar pertanyaan Kyuhyun. Pertanyaan itu begitu menyebalkan di telinganya.

“Ya! Seharusnya aku yang bicara seperti itu! Kau tidak boleh menyukaiku Cho Kyuhyun!” Ujar Sungmin tak terima.

“Lee Sungmin-ssi. Khawatirkan saja dirimu itu. Kau kan memiliki ketertarikan dengan pria. Jadi sudah wajar aku mencemaskan kau yang akan menyukaiku.”

“Percaya diri sekali kau kalau aku akan menyukaimu? Awas saja kalau setelah 3 bulan tiba-tiba kau menyatakan cinta padaku dan membuat perjodohan itu terjadi, akan kubunuh kau Cho Kyuhyun.” Teriak Sungmin sembari menunjuk wajah Kyuhyun.

“Tidak akan!” Kyuhyun ikut berteriak.

Keduanya saling melempar tatapan permusuhan seperti biasanya. Dan pada akhirnya Sungmin lah yang memutuskan tatapan di antara mereka berdua. Oh ayolah, hanya kesepakatan inilah yang masih memberikannya harapan untuk membatalkan perjodohan. Tapi ia sedikit tidak habis pikir, kenapa ayahnya mudah saja ditawari kesepakatan macam ini? Apa ayahnya itu begitu percaya diri kalau dia dan perjodohan bodohnya itu yang akan memenangkan kesepakatan ini? Ahh masa bodoh!

Pemuda manis itu menyandarkan punggungnya pada sandaran Sofa. Matanya kembali tertuju kearah Kyuhyun yang masih menatapnya.

“Bagus kalau tidak.. Dan aku tidak akan menyukaimu atau semacamnya. Jadi kuharap kita sama-sama berjuang. Hanya 3 bulan.. Dan semuanya akan berakhir.” Ujar Sungmin dengan nada yang lebih tenang.

Kyuhyun berdiri dari duduknya. Membuat Sungmin terpaksa harus mendongakkan kepalanya.

“Baiklah, aku setuju. Aku akan menjaga perasaanku terhadapmu.. Dan kuharap, kau juga bisa menjaga perasaanmu terhadapku, Sungmin-ssi.”

Kyuhyun mengulurkan telapak tangannya nampak ingin berjabat tangan kearah Sungmin. Dan dengan cepat pulalah Sungmin sedikit bergerak untuk menyambut tangan itu.

“Tentu saja, Kyuhyun-ssi.”

Setelah berjabat tangan, mereka berdua segera melepaskan tangan mereka satu sama lain. Kyuhyun segera berjalan menuju pintu, lalu menghilang. Sungmin yang masih duduk santai di atas sofa pun kembali menyandarkan tubuhnya pada sandara sofa dan menghela nafas panjang.

“Akhirnya dia pulang juga.”

.

.

Sungmin merasakan ada samar-samar bunyi gaduh menembus indera pendengarannya. Matanya yang sedang tertutup pun pulai mengerjap-ngerjap saat suara itu makin mengusik tidur nyenyaknya.

Perlahan ia bangkit dari posisi tidur menjadi duduk di kasur empuknya. Diacak-acaknya rambut hitamnya yang halus dengan salah satu tangan miliknya lalu membuka mata.

Diliriknya jam yang terpajang di dinding kamar dan sukses membuatnya mengernyit.

“Ini masih pukul 7 pagi? Kenapa sudah berisik sekali?!” Sungut Sungmin kesal.

Dengan malas ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan turun dari kasur. Ketika ia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya. Sungmin berjalan mendekati tangga yang menjadi penghubung lantai tempat ia berpijak ini dengan lantai bawah.

Ekspresinya berubah menjadi tambah kesal saat wajah Kyuhyun ada disana beserta 3 orang pelayannya. Kenapa lagi orang itu?

“Ya kalian disana! Kenapa berisik sekali? Tidurku terganggu karena kalian!” teriak Sungmin dari lantai atas.

Ketiga pelayan disana sontak menunduk minta maaf atas terganggunya tidur sang majikan. Lain halnya dengan Kyuhyun yang sudah nampak rapi disana.

“Dan kau! Kenapa kau sudah membuat onar pagi-pagi begini hahh?” Bentak Sungmin kesal.

Rasanya barusan saja Kyuhyun pulang, kenapa sudah kembali menampakan wajah begini padanya?

“Aku menyuruh pelayanmu untuk membangunkanmu. Tapi tak satupun dari mereka yang berani masuk ke kamar untuk membangunkanmu. Jadi kupikir aku harus menerobos ke kamarmu tapi pelayanmu menghalangiku.”

Sungmin mendengus tak peduli dengan perkataan Kyuhyun.

“Itu perintahku! Aku yang memerintahkan mereka agar tidak pernah mengusikku yang sedang tidur!”

Kyuhyun menganga di posisinya.

“Mwo? Walaupun begitu setidaknya kau harus bangun tepat waktu. Kau harus pergi ke perusahaan pukul 8 ini.”

“Memangnya aku perduli? Itu perusahaanku! Tidak ada yang akan memarahiku kalau aku terlambat bahkan tidak datang sama sekali!”

Kyuhyun membasahi bibirnya yang kering. Astaga kenapa orang ini sangat bebal sekali?

Dengan cepat Kyuhyun menaiki tangga berjalan menghampiri Sungmin. Ketiga pelayan disana pun sudah menghilang entah kemana.

Sungmin masih berdiri di posisi semula. Apa? Apa Kyuhyun akan mengajaknya berkelahi sekarang? Oke! Siapa takut!

“Wae? Kau mau mengajakku berkelahi? Jangan memandangku remeh Cho, begini-begini aku ahli dalam Martial Art.”

Kyuhyun berhenti tepat di hadapan Sungmin yang sudah berancang-ancang untuk berkelahi. Tapi melihat pemuda itu malah diam dan tak memulai perkelahian dengannya, Sungmin pun mengerjap-ngerjapkan matanya aneh.

Tunggu dulu, kenapa disini dia seperti orang bodoh di depan Kyuhyun?

Sungmin kembali memperbaiki posisi badannya dan membalas tatapan Kyuhyun.

“Wae? Kau.. Mau apa?” Tanya Sungmin dengan nada yang terdengar ragu-ragu.

“Pergilah mandi dan bersiap lalu sarapan. Aku akan menunggu di depan, seperti kemarin.. Aku akan mengantarmu ke kantor.” Ujar Kyuhyun dengan nada tenang.

Sungmin menggigit bibir bawahnya menahan emosi. Oh jadi orang ini mau melanjutkan sikap menyebalkannya pada dirinya ini?

“Sudah pernah kukatakan, jangan memerintahku seenak jidatmu. Aku atasanmu, dan kau bawahanku. Tidak perduli kau akan menjadi calon suamiku atau tidak.. Aku tidak perduli.” Ujar Sungmin seperti berbisik.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari mata Sungmin. Pria itu lebih memilih memandang lantai bawah rumah ini.

“Sepertinya kau salah paham. Pagi ini aku berdiri di depanmu bukan sebagai pria yang akan dijodohkan denganmu, tapi aku berdiri disini sebagai orang yang bekerja pada Ayahmu dan itu untuk menjadi pengacara sekaligus orang yang bertanggung jawab penuh atas dirimu. Ini semua permintaan ayahmu untuk memastikan kau datang ke kantor tepat waktu. Aku seorang profesional. Jadi, kuharap kau segera bersiap-siap.”

Sungmin menggeram marah dan segera beranjak dari sana. Dengan suara BRAK yang cukup keras dari pintu kamar yang tertutup secara kasar ia meninggalkan sosok Kyuhyun yang masih tetap dalam posisinya.

.

.

PRAK

Sungmin melempar kesal tumpukan kertas itu di atas meja kerjanya. Ternyata Cho Kyuhyun benar-benar membuatnya terkurung di kantornya sendiri beserta tumpukan pekerjaan yang memang kemarin ia abaikan ketika pergi ke Jepang. Dan alhasil sudah 8 jam ia duduk disini menyelesaikan pekerjaan yang ia abaikan beberapa bulan ke belakang.

Oh tolonglah, bukankah dia pemilik perusahaan ini? Kenapa dia seperti pegawai magang yang tengah lembur seperti ini? Sebenarnya kalau ia tidak mengabaikan dokumen-dokumen ini selama beberapa bulan, mungkin nasibnya tidak setragis sekarang.

Tapi bukan karena itu pokok permasalahannya. Semuanya karena ulah Cho Kyuhyun! Pria bermulut besar yang suka mengatur-ngatur hidupnya itulah yang membuatnya seperti ini! Kalau saja tidak ada Cho Kyuhyun, mungkin ia masih bergelut dengan selimut hangatnya di kamar.

Sungmin melirik ke arah 8 Dokumen yang baru saja ia tuntaskan. Ketika ia baru saja menyelesaikan satu dokumen maka pintu ruangannya akan diketuk oleh sang sekretaris yang membawa dokumen lainnya. Ya tidak habis-habis!

TOK

TOK

“Sial.” Umpatnya kesal mendengar suara ketukan itu.

“Masuk!”

Pintu itu kembali terbuka. Menampakkan wajah sang sekretaris yang terlihat jelas dari wajahnya kalau dia sedikit tidak enak karena keluar masuk di ruangan atasannya itu.

“Maaf tuan, saya hanya ingin-”

“Ya ya ya aku tahu. Taruh disana saja.” Potong Sungmin cepat.

Sang Sekretaris pun segera meletakkan dokumen yang dibawanya ke atas meja Sungmin.

“Kalau begitu saya permisi dulu Tuan.” Izinnya sambil menundukkan kepala.

Sungmin hanya bergumam untuk mengiyakan perkataan sekretarisnya itu. Setelah pintu kembali tertutup. Sungmin langsung menaruh wajahnya di atas meja.

“Sabar Lee Sungmin. Sebentar lagi waktunya pulang.” ucapnya pada dirinya sendiri.

Sungmin kembali mengangkat wajahnya dari atas meja dan mulai berkecamuk lagi dengan pekerjaannya. Matanya sudah memerah karena sedari tadi bolak-balik melihat kearah Laptop dan kemudian beralih pada kertas yang di depannya.

Tampilan Sungmin sudah sangat memprihatinkan saat ini. Rambut acak-acakan karena tak henti-hentinya dia menggaruk kepalanya, dasi yang sudah longgar, jas yang sudah dia lepaskan entah kemana, dan mata yang memerah tentunya.

“Hahh~”

Sungmin menutup laptop dan dokumennya saat itu juga. Akhirnya selesai juga.

Pemuda manis itu melirik jam yang terpasang di tangannya.

“Tepat, waktunya pulang!” Serunya bersemangat.

Sungmin segera beranjak dari tempat duduknya dan mengambil jas lalu memakainya kembali.

“Kalau tahu akan seperti ini, aku tidak akan mengabaikan dan menumpukkan pekerjaan seperti ini lagi.” Gumamnya.

TOK

TOK

Sungmin menatap waspada kearah pintu yang kembali diketuk. Apa? Apa mungkin masih ada dokumen lain? Hey! Ini sudah waktunya pulang!

“Masuk!”

Pintu itu terbuka. Dan Sungmin bisa bernafas lega karena bukan sang Sekretaris yang muncul dari sana.

“Hyung? Apa aku menganggumu?”

Sungmin menggeleng pelan.

“Ahniya, masuklah Donghae-ah. Ada perlu apa kau ke ruanganku?”

Donghae segera berjalan menghampiri meja Sungmin.

“Kau sudah mau pulang Hyung?”

“Ya, bukankah sekarang sudah jam pulang? Lain halnya kalau kau masih ada kegiatan lembur. Wae?”

“Ahniya.. Aku tidak sedang lembur kok. Eum Hyung.. Apa kau lapar? Aku ingin mengajakmu makan di luar. Kau pasti kelaparan.. Kau tidak keluar ruangan kan sepanjang hari ini?”

Sungmin terdiam memikirkan ucapan Donghae. Benar, dia tidak makan seharian ini.

“Kau benar. Aku terlalu terobsesi untuk menyelesaikan pekerjaanku jadi lupa untuk makan. Baiklah, ayo makan.” Ujar Sungmin tersenyum tipis.

Keduanya pun segera keluar dari ruangan. Sepanjang perjalanan mereka di lobi kantor, hanya Donghae lah yang terlihat banyak bicara dan Sungmin hanya bergumam untuk merespon ucapan pemuda itu.

“Oh Sungmin-ssi!”

Sungmin dan Donghae sontak menghentikan langkah mereka dan menoleh kearah sumber suara.

“Sungmin-ssi, aku datang untuk menjemputmu.”

Sungmin memejamkan matanya untuk sejenak. Astaga! Kenapa dia lupa kalau Cho Kyuhyun masih berkeliaran di dekatnya? Dia sungguh lupa kalau pulang pergi Cho Kyuhyun lah yang akan menjadi sopirnya.

“Sungmin Hyung, sepertinya kau harus memperkenalkan aku dengan pria ini.”

Sungmin menoleh kearah Donghae yang baru saja berbicara. Ah iya..

“Kyuhyun-ssi perkenalkan ini temanku, Lee Donghae. Dan kau Donghae perkenalkan di Cho Kyuhyun, pengacaraku.”

Kyuhyun dan Donghae saling berjabat tangan. Kyuhyun memandang Sungmin dan Donghae bergantian. Kenapa mereka sedang bersama? Apa mereka ingin ke suatu tempat?

“Kalian ingin pergi bersama?”

Kyuhyun bertanya pada akhirnya.

“Ne, kami berencana ingin makan di luar. Sungmin Hyung tidak makan seharian karena banyaknya pekerjaan di kantor.” Ucap Donghae menjelaskan.

Kyuhyun melirik Sungmin yang ada di sampingnya. Sejak kejadian tadi pagi, ia masih merasakan kalau Sungmin masih marah dengannya.

“Kalau mau kau bisa ikut dengan kami dan kemudian kau bisa mengantarku pulang. Bagaimana?” Tawar Sungmin dengan ekspresi datarnya.

“Baiklah, tidak masalah.”

Donghae yang memperhatikan Sungmin dan Kyuhyun pun berdehem pelan.

“Eum.. Hyung.. Kau satu mobil dengan dia?”

“Ne, wae? Ada masalah?”

Donghae buru-buru menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tidak. Tidak ada kok. Eum.. Kalau begitu.. Mobilku akan ada di depan kalian.. Jadi kalian bisa ikuti mobilku saja. Aku.. Aku mau mengambil mobilku dulu.. Hyung dan Kyuhyun-ssi silahkan juga mengambil mobil.”

Donghae pergi meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin disana.

Sungmin pun melanjutkan langkahnya keluar.

“3 langkah di belakangku Kyuhyun-ssi. Kau tidak lupa kan?” Interupsinya pada Kyuhyun yang berjalan di belakangnya.

Kyuhyun tertegun mendengar suara Sungmin. Sepertinya posisinya agak dekat.

“Ah iya, maaf.”

Kyuhyun mengintip sosok Sungmin yang ada di depannya. Dia benar-benar marah ya padanya?

“Ehem.. Sungmin-ssi, mendengar ucapan pria itu, sungguh tidak bagus untuk kesehatanmu kalau kau tidak makan sepanjang hari. Kau bisa sakit.”

Kyuhyun mencoba menawarkan sebuah percakapan pencair suasana.

“Bukan urusanmu. Kau diam saja.”

JLEB

Kyuhyun terpaku di tempatnya. Yah.. mengajak orang yang tengah sensitif berbicara nyatanya hanya akan membuatmu sakit hati Cho.

.

“Katjaaaa.. Kita duduk!”

Donghae langsung menyeret tangan Sungmin untuk duduk di sampingnya. Kyuhyun mengamati tingkah dua orang di depannya tersebut. Kenapa sikapnya berlebihan sekali? Apalagi yang bernama Donghae.

“Kyuhyun-ssi silahkan duduk disana.”

kyuhyun mengangguk pelan dan duduk di bangku yang berhadapan dengan Donghae dan Sungmin.

“Eum.. Aku punya satu menu favorit di tempat ini. Apa kalian mau mencobanya? Aku jamin kalian akan menyukainya.” Terang Donghae sembari menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian.

“Terserah kau saja.” Jawab Sungmin datar.

Donghae tersenyum mendengar jawaban Sungmin dan kemudian beralih pada Kyuhyun.

“Bagaimana denganmu Kyuhyun-ssi?”

“Aku juga terserah padamu.”

“Baiklah, aku akan pergi memesan makanan dulu. Kalian tunggulah disini.”

Donghae segera bangkit dari kursi dan pergi. Tinggallah Kyuhyun dan Sungmin sendirian di meja itu.

Kyuhyun bingung dan merasa amat kaku ditinggal berdua dengan Sungmin dalam keadaan ‘marahan’ seperti ini. Ah ayolah.. Kenapa pria di depannya ini begitu kekanakan? Merajuk eoh?

Sudah 8 menit Donghae pergi memesan makanan. Tapi kenapa belum sampai juga?

“Tjaaa! Makanannya datang.. Mian mian mian membuat kalian menunggu lama.”

Kyuhyun tersenyum lega melihat kedatangan Donghae. Akhirnya..

“Hyung ini punyamu.. Ini punyaku.. Dan untukmu Kyuhyun-ssi.” Ujar Donghae sembari meletakkan mangkuk berisikan makanan di atas meja

“Ah!”

Donghae sedikit meringis saat tangannya terkena cipratan kuah yang memang masih panas.

Kyuhyun memandang Donghae aneh.. Apa orang ini memang selalu terlihat berlebihan?

“Donghae-ah hati-hati.”

Suara Sungmin akhirnya terdengar. Kyuhyun melirik Sungmin disana. Sepertinya hubungan Sungmin dengan Donghae sangat dekat.

“Ne Hyung.. Mianhae. Aku akan lebih hati-hati.”

Donghae segera duduk dan mereka pun mulai menyantap makanan yang tersuguh di depan mereka.

Sepanjang acara makan-makan. Kyuhyun tak henti-hentinya melirik dua orang yang ada di depannya.

“Hyung.. Apa aku boleh meminta sayurmu? Sayurku sudah habis.”

“Kau mau sayur? Ini ambillah.”

Kyuhyun makin mengerutkan dahi saat melihat Sungmin yang begitu sukarela memberikan makanannya pada Donghae.

“Gomawo Min Hyung.”

“Eum.” Sahut Sungmin hanya dengan deheman biasa.

Kyuhyun kembali menyendokkan makanan ke mulutnya. Rasanya aneh melihat sikap Sungmin pada orang lain seperti ini.

“Sungmin Hyung!”

Kyuhyun kembali mengangkat wajahnya saat suara kekanakan Donghae lagi-lagi terdengar.

“Waeyo?” Tanya Sungmin datar.

“Buka mulutmu. Aku akan menyuapimu.”

“UHUK!”

Tanpa sengaja Kyuhyun tersedak makanannya sendiri ketika mendengar ucapan Donghae pada Sungmin. Apa?? Menyuapi?? Astaga! Ini gila!

Sungmin melirik Kyuhyun yang nampak sedang minum setelah tersedak. Aishh..

“Ahniyo.. Aku tidak mau. Jangan kekanakan Donghae-ah.” Tolak Sungmin datar.

“Ya Hyung.. Sekali saja. Ayolah Min Hyung..”

“Tidak mau.. Itu memalukan.” tolak Sungmin bersikeras.

“Sungminnie Hyung.. Kumohonnnn.”

Sungmin melirik Donghae yang tengah memohon di sampingnya. Astaga..

“Ara ara.. Cepat suapi aku..”

Donghae tersenyum lebar dan segera menyuapi Sungmin.

Dan Kyuhyun? Dia hanya menganga di tempat duduknya.

Akhirnya mereka selesai, Kyuhyun masih diam sendirian di tempat duduknya sembari memandangi tingkah Donghae yang sedari tadi berbicara banyak sekali pada Sungmin yang hanya ditanggapi pemuda manis itu dengan datar.

“Maaf mengganggu.. Ini total yang harus dibayar.”

Seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka sembari membawa tagihan. Donghae pun segera mengambil dompetnya namun..

“Tidak perlu Donghae-ssi.. Biar aku saja.” Cegah Kyuhyun.

Mata Donghae memandang takjub sosok Kyuhyun.

“Huaaaa.. Kau baik sekali Kyuhyun-ssi.” respon Donghae saat mendapati kebaikan Kyuhyun.

Sungmin melirik Kyuhyun melalui ekor matanya. Cihh, sok sekali gayanya.

“Apa bisa dengan kartu kredit?” Tanya Kyuhyun sembari menyodorkan kartunya pada si Pelayan.

“Tentu bisa Tuan.” Ucap si pelayan serasa tersenyum genit pada Kyuhyun dan mengambil kartu kredit Kyuhyun.

Sungmin mengernyitkan alis saat melihat si pelayan yang sengaja menyentuh tangan Kyuhyun saat mau mengambil kartu dari tangan pemuda itu.

“Saya akan kembali dengan cepat Tuan, mohon tunggu sebentar.”

Sungmin memutar bolamatanya malas. Dasar pelayan genit!

Sungmin menoleh kearah Donghae yang nampak sedang mengangkat telepon. Kenapa? Apa ada masalah?

Donghae menutup ponselnya dan menoleh kearah Sungmin.

“Hyung.”

“Wae? Kenapa?”

“Mianhae, sepertinya aku harus pulang duluan. Ibuku menelpon dan ada keperluan mendesak. Tidak apa-apa kan?”

Sungmin mengangguk santai.

“Ya silahkan kalau kau mau pulang.”

“Mianhae sekali lagi Hyung. Oh Kyuhyun-ssi, maaf aku harus pulang terlebih dahulu. Terima kasih untuk makanannya sebelumnya.”

Kyuhyun mengangguk sopan mengiyakan ucapan Donghae.

“Ne, tidak apa-apa. Hati-hati Donghae-ssi.”

“Baiklah, aku pulang duluan. Maaf sekali lagi.” Pamitnya pada akhirnya.

Sungmin hanya menghela nafas panjang saat itu.

“Tuan, ini kartu kredit anda.”

Pelayan Genit kembali lagi muncul.

“Oh iya, terima kasih.”

“Sama-sama.” Ujar si pelayan yang kali ini mulai berani mengedip-ngedipkan matanya pada Kyuhyun.

“Ya Ahjumma!”

Kyuhyun sontak menoleh saat suara Sungmin terdengar.

Si pelayan genit pun nampak tersentak kaget dan sedikit tak suka dengan panggilan Sungmin yang memanggilnya dengan ‘Ahjumma’, tapi mau bagaimana lagi, dia harus melayani pelanggan bukan?

“Ya tuan?”

“Ahjumma, berikan aku satu botol bir.” Perintah Sungmin cepat.

Si Pelayan Genit pun segera beranjak dari sana dan setelah itu kembali lagi dengan satu botol bir untuk Sungmin.

“Ini tuan.”

Pelayan Genit itu langsung pergi dari sana saat melihat ekspresi Sungmin yang seakan ingin mencincangnya hidup-hidup.

Kyuhyun memandangi Sungmin yang tengah menuangkan isi botol ke dalam gelas lalu meminumnya sekali teguk.

“Sungmin-ssi, kau tidak boleh banyak minum.”

Sungmin hanya diam dan mengabaikan ocehan Kyuhyun. Pemuda manis itu terus saja meminum minumannya.

“Sungmin-ssi, ayahmu bilang padaku kalau dia tidak begitu menyukaimu minum. Sebaiknya berhentilah.”

Sebanyak apapun Kyuhyun berbicara maka sebanyak itulah Sungmin mengabaikannya.

Kyuhyun mendesah kehabisan akal berbicara dengan Sungmin, ia memandangi isi botol bir yang sudah habis setengah diminum sendirian oleh Sungmin.

Kyuhyun segera mengambil paksa botol itu dari Sungmin saat pemuda manis tersebut nampak akan kembali menuangkan isinya ke dalam gelas.

Sungmin yang nampak sudah mabuk itu pun terdiam sejenak saat Kyuhyun mulai berulah padanya.

TAK

Dengan kasar ia menaruh gelas yang ada di tangannya ke atas meja.

“Berikan.. Cepat berikan padaku.” Ucap Sungmin pelan.

“Berhentilah minum, kau sudah mabuk berat. Ayo pulang.. Kau butuh istirahat.” Perintah Kyuhyun.

Pemuda manis itu hanya bisa membenamkan wajahnya di atas meja. Efek alkohol begitu mendominasinya.

“Sungmin-ssi, ayo sebaiknya kita pulang.” Ajak Kyuhyun sembari mencoba memegang lengan pemuda itu.

Sungmin mengangkat wajahnya dan memandang Kyuhyun dengan sayu.

“Lucu.. Lucu sekali.” Gumamnya tiba-tiba.

Sungmin tertawa aneh saat itu. Kyuhyun mendengus melihat kondisi Sungmin yang tengah mabuk di depannya itu. Namun setelah itu Sungmin kembali diam.. Ia memandang Kyuhyun kembali, dan sekarang dengan wajah memelasnya.

“Kyuhyun-ssi.. Kumohon.. Biarkan aku minum lagi.. Aku benar-benar butuh penenang saat ini..”

Kyuhyun memandang Sungmin lekat. Ia menghela nafas panjang dan dengan segala pertahanannya ia pun memberikan botol itu kembali pada Sungmin. Menyerah.

Sungmin menerima botol itu dengan cepat. Kyuhyun memandang Sungmin dengan ekspresi datarnya.

“Aku mengalah kali ini. Jadi.. Jangan berpikir aku akan mengalah padamu sekali lagi, arachi?” Ujar Kyuhyun pelan sembari memandangi Sungmin yang nampak tak begitu peduli dengan perkataannya.

.

.

“Aishh.. Sudah kubilang kau pasti akan membuatku susah. Kenapa kau keras kepala sekali?”

Kyuhyun terus mengoceh. Kini ia tengah membopong tubuh Sungmin yang sedang mabuk berat.

“Ya Cho Kyuhyun! Kau.. Kau.. Bukankah ituuuu.. Memang tugasmu? Bertanggung jawab.. Atasku? Benarkan?”

Sungmin meracau tak henti. Kyuhyun mendengus sebal mendengar suara Sungmin yang begitu memekakkan telinganya itu.

“Boneka.. Hahaha.. Kyuhyun-ssi.. Apaaaaa.. Kau pernah menjadi.. Bone.. Ka?”

“Aishh berhentilah bicara hal yang tak masuk akal.. Katjaaaa.. Cepat masuk.”

Dengan susah payah Kyuhyun membuka pintu dan mendudukkan tubuh Sungmin di samping kursi kemudi yang akan dia tempati. Kyuhyun segera menutup pintu dan berjalan mengitari mobil dan masuk melalui pintu dan ikut duduk.

“Ini sudah begitu larut dan kau terjebak dengan orang mabuk.. Hahh.. Bagus sekali Kyuhyun-ah.” gumamnya lebih pada diri sendiri.

Kyuhyun meraba saku jasnya dan mengambil kunci mobil darisana. Sekali lagi ia mencoba menoleh kearah Sungmin yang ada di sampingnya.

“Pria unik.” Gumam Kyuhyun pelan.

“Cho Kyuhyun tolol! Dasar tolol! Menyebalkan.”

Sungmin kembali bergumam, Kyuhyun yang memang sedang memperhatikan pria itu dari tempat duduknya pun memilih untuk menghadapkan posisi badannya benar-benar kearah Sungmin.

Kyuhyun terkekeh pelan melihat keadaan Sungmin saat ini. Pemuda itu bergumam dengan mata yang tertutup.

“Orang bilang ketika kau mabuk maka semua yang keluar dari mulutmu adalah kejujuran, sepertinya kau benar-benar membenciku.” Ujar Kyuhyun masih memandangi Sungmin.

Kyuhyun menghembuskan nafas beratnya.

“Tapi.. Aku tidak membenci Cho Kyuhyun.”

Kembali Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin. Sepertinya ocehan Sungmin di saat mabuk akan sangat menarik.

“Hehehe.. Aku benci.. Yang hikk.. Aku benci adalah.. Diriku sendiri..”

Sungmin membuka matanya. Dengan sorot mata yang tak fokus dan sayu ia menoleh kearah Kyuhyun di sampingnya.

“Aku.. Aku.. Apa menurutmu tidak berguna?”

Tanya Sungmin kearah Kyuhyun.

“Diamlah. Kau sedang mabuk.” balas Kyuhyun datar.

“Hehehe.. Aku mabuk? Ya.. Aku mabuk.. Karena aku tidak berguna.. Jadi aku mabuk.”

Kyuhyun benar-benar tak mengerti kemana arah perkataan Sungmin.

“Hahh~ Lee Sungmin tak berguna.. Hahaha.. Benar-benar tak berguna.” Tawa Sungmin.

“Kau berguna, jadi jangan bicara seperti itu.”

“Benarkah? Ahniyaaaa.. Kau pasti kasihan padaku jadi kau bicara seperti itu? Aku! Aku tidak berguna.”

Sungmin meraih pintu mobil nampak akan membukanya. Tapi dia mendengus kesal saat pintu itu terkunci.

“Buka.. Buka pintunya.”

“Jangan bertingkah konyol.. Kita harus pulang. Diamlah di kursimu.”

Sungmin tak mengindahkan ucapan Kyuhyun. Pemuda yang memang sedang didominasi pengaruh alkohol itupun terus-terusan menggedor-gedor pintu mobil dari dalam.

“Bukaaaa! Aku tidak mau pulang!”

DOK

DOK

DOK

Kyuhyun menjambak rambutnya menahan kesal. Kenapa pria ini begitu keras kepala?

“Lee Sungmin, diamlah. Aku tidak mau ada orang yang berpikiran aku sedang melakukan hal macam-macam terhadapmu. Jadi berhentilah menggedor-gedor pintu.”

DOK

DOK

DOK

Sungmin terus menggedor pintu.

“Kembalilah duduk dengan benar dan pakai sabuk pengamanmu.” Perintah Kyuhyun masih dengan suara tenang miliknya.

DOK

DOK

DOK

Kyuhyun memejamkan matanya menahan kesal.

“Lee Sungmin.” peringatnya lagi.

DOK

DOK

DOK

“Berhentilah, kumohon.”

DOK

DOK

DOK

“Yaishh! Kau ini keras kepala sekali!”

Kyuhyun berteriak sangat keras pada akhirnya. Dengan kesal ia menarik tangan Sungmin dan menyenderkan tubuh pemuda itu kembali ke kursinya.

“Tidak bisakah kau mendengarkan ucapanku? Berhentilah berprilaku kanak-kanak.”

Diambilnya sabuk pengaman dan dipasangkannya pada Sungmin.

“Ya Lee Sungm-”

Teriakan Kyuhyun terhenti begitu saja. Saat ia mendongak dan melihat wajah Sungmin. Kyuhyun tertegun.

“Kau.. Menangis?”

Pegangannya pada sabuk pengaman Sungmin terlepas begitu saja. Kyuhyun benar-benar tidak tahu kalau ekspresi Sungmin akan seperti ini.

Ini.. Ini sulit dipercaya. Pria yang selalu berteriak padanya kini sedang menangis.

“Ma.. Maaf. Apa.. Aku menyakitimu?” Tanya Kyuhyun dengan nada bicara yang masih tak percaya.

Sungmin memandang sayu wajah Kyuhyun di depannya. Senyum miris terukir di sudut bibirnya.

“Sejak aku lahir.. sampai menjadi Direktur, hidupku sudah diatur oleh ayahku. Kupikir setelah itu.. tidak ada lagi yang akan mengaturku. Ternyata Ayahku mengirimmu. Apa.. aku tidak seberguna itu sampai-sampai kalian.. mengatur hidupku seperti ini?”

Kyuhyun memandang Sungmin lekat. Apa ini sisi lain Lee Sungmin yang arogan?

“Sungmin-ssi. Tenanglah.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Kenapa kalian.. Mengaturku? Selalu.. Mengaturku?” Suara lirih Sungmin kembali terdengar.

Kyuhyun memandang mata Sungmin yang telah basah itu. Ya Tuhan.. Apalagi ini?

“Kami mengaturmu karena kau memang sulit diatur.” Jawab Kyuhyun cepat.

“Dan aku menjadi pembangkang karena aku muak dengan segala peraturan!” Balas Sungmin berteriak.

Kyuhyun membasahi permukaan bibirnya yang kering. Tahan.. Tahan Cho. Kau sadar sepenuhnya dan Sungmin tengah mabuk. Jadi kaulah yang harus bertingkah normal disini.

“Tidurlah.. Selagi aku menyetir menuju rumahmu.. Tidurlah.”

Sungmin segera menahan lengan Kyuhyun saat pemuda itu nampak akan kembali beringsut pada kursi kemudinya.

“Jawab aku.. Apa aku benar-benar tidak berguna?”

Kembali Kyuhyun menghela nafasnya dalam-dalam.

“Berhentilah menanyakan hal konyol.”

“Jawab aku.. Hanya jawab aku. Apa aku benar-benar tidak berguna?”

“Sudahlah.”

“Ya Cho Kyuhyun!!”

Sungmin berteriak tepat di depan wajah Kyuhyun.

Oh baiklah! Sepertinya Kyuhyun mulai terpancing emosi.

“Kau berguna. Jadi berhentilah bertanya hal itu lagi.”

Sungmin memandang Kyuhyun lama.

“Tidak, bohong. Kau bohong. Katakan yang jujur. Jangan berbohong.”

“Aku tidak berbohong. Kau berguna. Percayalah.”

“Tidak.”

“Lee Sungmin.”

“Kau berbohong!”

“Aku jujur, kau berguna.”

“Tidak!”

“Berguna!”

“Tidak!”

“Berguna!!”

“Tid- eumpptth..”

Tanpa adanya kontrol lebih lanjut. Kyuhyun pun secara tiba-tiba mencium bibir Sungmin cepat.

Kyuhyun memejamkan matanya sekuat tenaga saat bibirnya menyentuh lembut bibir milik Sungmin.

Tidak, dia tidak tahu apa yang sedang dirinya lakukan ini. Dia hanya tidak tahu apalagi yang harus dia lakukan terhadap Sungmin.

Dengan tubuh gemetar Kyuhyun melepaskan bibirnya. Dengan ragu-ragu ia kembali menatap mata Sungmin.

Kyuhyun menelan salivanya susah. Suaranya hilang.. Kenapa dia tidak bisa bersuara. Berbicaralah Cho! Katakan sesuatu!

Pemuda jangkung itu menggerakkan bolamatanya gelisah. Apa? Apa yang harus dia katakan?

“Kau..”

Kyuhyun menatap lekat wajah Sungmin kembali saat suara bermarga Lee itu kembali terdengar.

“Apa.. Yang kau..”

Tidak! Jangan berbicara! Jangan lanjutkan ucapanmu Lee Sungmin!

Kyuhyun merasakan tubuhnya tengah berkeringat luar biasa saat ini.

“Apa.. Kenapa kau malah.. Menci- Eumpptt.”

Dan sekali lagi. Cho Kyuhyun mendiamkan Sungmin dengan menggunakan bibirnya.

.

.

.

 

Cont-

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

6 responses to “– Babble – KyuMin – Boy X Boy – Chapter 2 –”

  1. Tika says :

    Aku udah cingu.. Prolog ma chap 1

  2. maya melani says :

    dua2 nya jaim nih. pdhal sama2 suka tuuh haha.
    buat sungmin jd lembut dong thor haha ^^

  3. gpristiya27 says :

    aduhh ini ff nya haha🙂
    aduh ming kau berguna kok benar apa kata kyu itu…
    kyu apa yang kau lakukan?
    kyumin ciuman? sebuah kemajuan
    lanjuttt

  4. sara samuel wuarlela pangemanan says :

    wow kyu mencium min ampe 2 kali lg. . . . Kyu suka yah mha min?

  5. ChoLee KyuMin says :

    Kkkk~~
    Saking kesel’ny si cho kyuhyunpun mencium sungmin agar mau diam…
    Setelah itu masih ga mau diam, akhirny si cho membungkam lg dgn ciuman…
    Hahaha mari qta baca crita lanjutan’ny😄

  6. Kyumin pu says :

    Hohoho leee sungmin kera kepala sekali…. Ayo cho taklukan sungmin -_- Lanjut yaaak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: