– Gallery – KyuMin – GS – Part 9 –


– Gallery – KyuMin – GS – Part 9 –

0o0o0o0

.

.

.

Kyuhyun dan Kibum terus mengedarkan pandangannya mencoba mencari sosok Lee Sungmin. Kibum menatap Kyuhyun iba. Pria itu seperti orang gila saat ini.

“Ya Tuhan! Kemana dia?!” Racau Kyuhyun frustasi.

Kibum yang juga sedang menemani Kyuhyun mencari Sungminpun tak henti-hentinya menepuk punggung temannya itu untuk menenangkan.

“Tenanglah.. Kau sudah mencoba menghubunginya?”

“Sudah.. Tapi ponselnya mati.”

Kibum menuntun Kyuhyun untuk duduk di salah satu bangku disana. Sudah 1 jam mereka kesana kemari mengitari isi kampus.

Kyuhyun mengusap-usap wajahnya panik. Air mukanya benar-benar memprihatinkan.

DRTTTT

DRTTTT

Kyuhyun merasakan getaran dari sakunya. Ia meraih ponselnya yang ada di saku celana. Saat ponsel itu kini sudah berada di tangannya. Ia terdiam saat membaca nomor yang tertera disana. Siapa?

KLIK

Kyuhyunpun menempelkan ponsel itu ke telinganya.

“Jaga bicaramu atau Sungmin dalam bahaya.”

Sebuah suara langsung membungkam mulut Kyuhyun untuk berbicara.

Pemuda Cho itu langsung merasakan tubuhnya menegang saat mendengar suara seseorang yang menelponnya menyebut nama Sungmin.

Kyuhyun perlahan menolehkan wajahnya kearah Kibum yang tengah menatapnya penasaran.

“Nugu?” Tanya Kibum.

Kyuhyun menelan salivanya gugup. Tidak.. Sungmin akan dalam bahaya.

“Umma..” Jawabnya bohong.

Dengan tubuh yang gemetar, kembali Kyuhyun memfokuskan perhatiannya pada si penelepon.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun mencoba tenang.

Kyuhyun mengepalkan tangannya geram. Kau tahu? Rasanya dia ingin melempar ponsel ini sekarang juga.

“Tidak.. Aku hanya ingin bertemu denganmu.. Hanya kau. Bisa kita bertemu? Aku akan mengirim alamatnya lewat sms. Kau tidak mau sesuatu yang buruk menimpa Sungmin kan?”

Mendengar nama Sungmin kembali disebut. Kyuhyun merasakan kalau tubuhnya lumpuh seketika.

“Baiklah.”

Kibum mengamati tingkah aneh Kyuhyun yang ada di sampingnya saat pemuda Cho itu nampak baru selesai menutup telponnya.

“Ada apa?” Tanyanya.

Kyuhyun menoleh kearah Kibum lalu tersenyum kaku.

“Aku.. Sepertinya aku harus pulang terlebih dahulu.”

“Ada apa? Apa ada yang terjadi?”

Kyuhyun menggeleng cepat. Bolamatanya nampak bergerak gelisah.

“Umma.. Dia menyuruhku pulang lebih cepat.”

Kibum mengernyitkan dahi saat mendengar jawaban Kyuhyun.

“Lalu bagaimana dengan Sungmin?”

Kyuhyun terlihat sedang membasahi bibirnya.

“Aku akan terus mencari dan menghubungi ponselnya. Kibum-ah.. Aku harus pergi.” Ucap Kyuhyun dan langsung bangkit dari duduknya lalu berlari.

“Ya Cho Kyuhyun!”

Kibum memandangi tubuh Kyuhyun yang terus menghilang dari kejauhan. Ada apa dengannya?

.

.

.

Henry melirik kearah sosok Sungmin yang tengah duduk di salah satu kursi disana. Kini mereka berdua sedang berada di apartemen miliknya.

“Henry-ah.. Kenapa Kyuhyun menyuruhmu untuk membawaku ke tempat ini?”

Henry menolehkan wajahnya pada Sungmin saat suara gadis itu berbicara padanya.

“Ah.. Itu.. Kemarin dia bilang ingin memberi kejutan untukmu.. Jadi.. Aku disuruhnya untuk menahanmu di ruangan ini. Apa.. kau bosan?”

Sungmin menggeleng dan tersenyum manis.

“Ahniya.. Aku hanya tidak sabar apa yang akan dia lakukan..” Tukas Sungmin.

Henry tersenyum getir. Ia kembali tertunduk diam. Apa? Apa ini sudah benar? Jari-jari tangannya bergerak gelisah.

“Henry-ah..”

Henry kembali menoleh kearah Sungmin yang menatapnya sambil tersenyum manis seperti biasanya.

“Aku merasa beruntung Kyuhyun mempunyai teman sebaik kau dan Kibum.”

Henry langsung menundukkan wajahnya lagi saat mendengar ucapan Sungmin.

“Dia juga pernah bilang padaku kalau dia sangat bahagia memiliki teman seperti kalian.”

Henry terdiam dan memilih makin menundukkan wajahnya. Jemarinya mencengkram kuat disana.

“Oh ya.. Masalah tadi pagi. Apa Kyuhyun dan kau sudah bertemu? Dia ingin meminta maaf padamu mengenai kejadian di kantin tadi.”

Henry mengangkat wajahnya dan menatap Sungmin sendu.

“Dia sangat menyesal. Dia sadar tidak seharusnya bersikap begitu denganmu. Percayalah, dia sangat menyayangi sahabatnya.”

Henry mengepalkan tangannya. Apa? Kenapa dia melakukan hal seperti ini?

“Sungmin..” Suara Henry akhirnya terdengar.

“Ya?”

“Apa.. Kau bahagia dengan Kyuhyun?”

Henry menatap Sungmin lekat disana. Tubuhnya gemetar. Suatu keraguan memenuhi benaknya.

“Tentu saja! Tidak atau ada dia bersamaku.. Aku akan selalu merasa bahagia karena pernah mengenalnya.. Bukankah begitu? Kau juga merasakannya kan sebagai teman? Dia memang suka seenaknya.. Tapi dia sangat menyayangi orang yang sangat dia sayangi.”

Henry merasakan airmatanya mengalir dari wajahnya dan buru-buru kembali menundukkan wajahnya lalu menghapus airmatanya.

“Oh iya.. Astaga aku hampir lupa.”

Sungmin mengambil sebuah kotak dari tasnya.

“Ini.. Dari Kyuhyun untukmu.”

Henry terdiam menatap benda yang tengah disodorkan Sungmin kearahnya. Perasaan bersalah benar-benar menghampirinya.

“Ini.. Kenapa..”

“Hari ini ulang tahunmu kan?”

Henry mengangguk kecil. Ya.. Ini hari ulang tahunnya.

“Kyuhyun menyuruhku memilihkan hadiah yang cocok untukmu. Yahh kau tahu sendiri seleranya tidak bagus. Aku lupa memberikannya pada Kyuhyun agar dia bisa memberikannya padamu langsung. Tapi kukira tidak akan ada masalah kalau aku yang menyerahkannya.. Apalagi setelah kelakuannya padamu di kantin.. Kurasa dia sedikit malu. Ayo ambil.”

Henry mengambil benda itu. Airmatanya terus mengalir. Matanya yang berair memandang sendu kearah kotak yang kini berada dalam genggamannya.

“Henry-ah.. Kau menangis? Huaaaa.. Kau seterharu ini karna Kyuhyun.” tukas Sungmin saat menyadari Henry menangis.

Henry menggenggam erat kotak kecil yang baru diberikan oleh Sungmin itu terhadapnya.

“Sungmin-ah..”

“Ya?”

Henry memejamkan matanya lama. Dia.. Bagaimana bisa dia melakukan ini pada Kyuhyun?

“Kyuhyun.. Aku.. Kyuhyun..”

“Waeyo? Kenapa dengan Kyuhyun?”

Henry mendongakkan wajahnya dan menatap Sungmin.

“Siwon.. Dia..”

Wajah Sungmin sudah mulai berubah tegang saat mendengar nama Siwon disebut.

“Henry-ah..”

“Siwon.. Dia mau mencelakai Kyuhyun. Maafkan aku.”

.

.

.

Kyuhyun menatap bangunan tua di hadapannya. Pemuda itu menarik nafasnya dalam-dalam dan melanjutkan langkahnya memasuki bangunan itu.

Kyuhyun meraih knop pintu lalu membukanya. Ia melangkah masuk dan kembali menutup pintu dengan hati-hati.

“Selamat datang.. Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun langsung menolehkan wajahnya waspada dan mendapati sosok pria yang dikenalnya ada disana.

Kyuhyun seketika mengepalkan telapak tangan saat matanya bertemu pandang dengan sosok yang ada disana.

“Mana Sungmin?” Tanya Kyuhyun cepat dengan suara tertahan.

Kyuhyun melangkah mendekati sosok itu. Matanya tak pernah lepas dari orang tersebut.

“Jangan terburu-buru. Kau lupa kalau aku sangat mencintai Sungmin? Dia aman.. Dia sangat aman dengan Henry.”

Kyuhyun tertegun saat mendengar nama Henry disebut-sebut.

“Kau! Kau menculik Henry juga?!” Bentak Kyuhyun.

“Mwo? Menculik Henry? Astaga.. Kau dari dulu memang bodoh. Bukan aku yang menculik Henry.. Tapi Henry yang menculik Sungmin.”

“JAGA UCAPANMU CHOI SIWON!”

“JANGAN BERTERIAK DI DEPANKU!”

Teriakan kedua laki-laki disana menggelegar ke segala penjuru ruangan. Kyuhyun mencoba bersikap tenang kembali. Ia mengamati seisi ruangan melalui ekor matanya.

“Apa maumu?”

Siwon tersenyum miring mendengar ucapan Kyuhyun.

“Kenapa kau terburu-buru sekali?”

“Aku tidak ada waktu untuk hal yang tak berguna. Cepat katakan apa maumu?”

Siwon berjalan menuju sebuah kursi tua disana. Ia pun menduduki bangku itu.

“Apa kau tahu kalau Henry menyukai Sungmin?”

Perkataan Siwon berhasil membuat jantung Kyuhyun berdegup kencang. Wajahnya nampak terkejut luar biasa.

“Bagaimana perasaanmu? Kejadian dulu kembali terulang. Kau dan sahabatmu yang mencintai Lee Sungmin. Tidakkah itu mengesankan?” Ucap Siwon dengan senyuman lebarnya.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Ahh iya.. Aku lupa kau amnesia.. Ckckck.. Kau semakin terlihat bodoh.”

Siwon tertawa begitu menjijikkan di hadapannya, itulah yang dirasakan Kyuhyun.

“Apa maumu? CEPAT KATAKAN APA MAUMU!” Bentak Kyuhyun lagi.

“Mauku? Aku mau kau lenyap. Menyingkir dari kehidupan Sungmin dan berhenti membuatnya menangis.”

Siwon bangkit dari kursinya dan berjalan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun melirik kearah balok kayu yang berada di tangan Siwon.

“Jauhi Sungmin. Pergi dari hidupnya.” Ujar Siwon saat pemuda bermarga Choi itu sudah berdiri tepat di depannya.

“Aku mencintainya.”

BRAK

Pukulan balok kayu yang mengenai bahunya berhasil membuat Kyuhyun jatuh berlutut di hadapan Siwon.

“Jangan sekali-kali kau mengatakan hal yang menjijikkan itu di depanku.”

Kyuhyun memejamkan matanya menahan sakit yang teramat pedih di bahunya. Dengan susah payah ia kembali mendongak kearah Siwon.

“Wae? Aku mencintainya.. Jadi berhentilah. Dia.. Tidak akan pernah mencintaimu.”

BRAK

Tubuh Kyuhyun terjengkang ke belakang saat perutnya di tendang keras oleh Siwon.

“Akhhh!”

Kyuhyun meringis kesakitan memegangi perutnya. Kini daerah belakang maupun depan tubuhnya terasa remuk.

“Sun.. Sungmin.. Dia mencintaiku.”

BRAK

Lagi.. Tendangan itu mengarah ke perutnya. Kyuhyun menarik nafasnya yang tersengal-sengal. Pandangannya sudah mulai mengabur. Ia melirik kearah balok kayu yang berada di dekatnya. Dijulurkannya tangan untuk meraih benda itu.

“Berani kau melawan.. Sungmin taruhannya.”

Ucapan Siwon membuat Kyuhyun menghentikan pergerakan tangannya. Ia mendongakkan wajahnya menatap Siwon.

“Aku terkadang bisa nekat Kyuhyun-ah.. Menabrak sahabatku sendiri saja aku bisa.”

Kyuhyun memegangi kepalanya yang mulai terasa aneh. Ucapan Siwon membuat kepalanya aneh.

BRUK

“Akhh!”

Lagi hantaman balok kayu mengenai tulang rusuknya.

“Akhhhh!” Teriakan kesakitan Kyuhyun menggema di ruangan itu.

“Aku mencintai Sungmin! Kau yang mengambilnya dariku! Brengsek!”

BRAKK

Balok kayu itu terbelah dua saat lagi-lagi membentur tubuh Kyuhyun.

“Akhhh!”

Jeritan kesakitan Kyuhyun kembali menggema.

BRAK

“Akhhh!”

Sentakan kasar sepatu Siwon yang menendang wajahnya membuat dirinya memuntahkan cairan darah dari mulutnya.

“Aku menyayangimu Kyuhyun-ah! Kau sahabatku! Tapi.. Tapi kau merebut Sungmin dariku!”

PRAKK

Siwon kembali melayangkan balok-balok kayu disana kearah tubuh Kyuhyun yang sudah tergeletak mengenaskan. Darah segar tak henti-hentinya mengalir dari mulutnya.

“A.. Aku.. Aku men.. Ci.. Cintai..nya”

Siwon kian geram mendengar Kyuhyun yang masih saja mengatakan hal itu.

Pemuda bermarga Choi itu mengambil kursi kayu yang ada disana kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi..

BRAK

“Hentikan! Kumohon hentikan!”

Suara pintu yang terbuka dan sebuah jeritan membuat Siwon menolehkan kepalanya.

BRUK

Kursi yang tengah dia pegang sontak jatuh begitu saja ke belakang tubuhnya saat matanya menangkap sosok Sungmin disana.

“Su.. Sungmin-ah?” Panggil Siwon lirih.

Siwon menatap sosok yang dia cintai itu kini perlahan berjalan mendekat.

Siwon memandangi tubuh itu saat Sungmin menghampiri tubuh Kyuhyun yang sudah tergeletak hampir kehilangan kesadaran disana. Sungmin menutup mulutnya saat matanya melihat kondisi Kyuhyun seperti ini.

“Kyuh.. Kyuhyun-ah.. Aku.. Aku minta maaf.”

Sungmin terisak menatap Kyuhyun. Tangannya memegangi wajah Kyuhyun dengan gemetar. Isakannya makin kencang saat tangannya menyentuh darah disana.

“Apa.. Apa yang harus.. Kulakukan?” Tanya Sungmin putus asa melihat kondisi Kyuhyun.

Siwon termangu di posisinya. Sungmin.. Dia menangis. Dia menangis tepat di depan matanya.

“Ja.. Jangan men.. Mena.. Ngis.”

Sungmin membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun saat mendengar suara lirih pemuda itu. Tangisannya pecah. Dengan erat ia mendekap tubuh itu.

“Ini.. Ini semua salahku.. Kau.. Kau seperti ini salahku.”

Isakan Sungmin terus menggema disana. Siwon mundur dari posisi berdirinya. Ia nampak begitu shock dengan apa yang dia lihat.

Sementara itu Henry yang datang bersama Sungmin disana hanya bisa memandangi jauh Kyuhyun dan Sungmin. Matanya terlihat basah. Melihat sahabatmu terluka di depanmu sangat menyakitkan. Sahabat? Apa dia masih pantas disebut sahabat?

“Sungmin-ah.. Jangan menangis..”

Suara Siwon akhirnya keluar. Melihat Sungmin menangis di depannya membuatnya merasa kesakitan.

Sungmin mendongak dan menatap Siwon disana. Dengan tubuh gemetar ia melepaskan Kyuhyun sejenak dan mendekati pria itu.

Siwon tertegun kaku saat Sungmin memegangi kakinya.

“Ku.. Kumohon. Hentikan.. Aku.. Aku tidak bisa melihat Kyuhyun seperti ini. Kumohon.. Jangan pukuli dia lagi.. Kumohon.”

Airmata Siwon keluar saat Sungmin bersujud di kakinya demi orang lain.

“Sungmin.. Berdirilah.. Kumohon.. Jangan begini.” Ujar Siwon.

Sungmin terus memegangi kaki Siwon.. Gadis itu benar-benar merendahkan harga dirinya di hadapan Siwon saat ini.

“Tidak.. Kumohon.. Jangan sakiti dia lagi. Aku.. Aku mencintainya.”

Siwon menggigit bibir bawahnya tak sanggup melihat Sungmin seperti ini di depannya. Tidak.. Bukan seperti ini. Jangan bersujud di kakinya.

“Dia.. Dia menyakitimu.. Dia sering membuatmu menangis.. Aku.. Aku tidak bisa melihatnya seperti itu terhadapmu.”

“Aku.. Aku mencintainya. Kumohon.. Jangan melakukannya lagi pada Kyuhyun.. Kumohon.. Siwon-ssi.”

Siwon kehabisan kata-kata. Kau tahu? Melihat Sungmin seperti ini membuatnya lumpuh?

“Sungmin-ah.. Dia sudah menyakitimu sangat lama.”

“Aku tidak perduli mau seberapa banyak dia menyakitiku. Aku tidak perduli. Dia membunuhkupun aku tidak perduli!! Aku.. Aku mencintainya! Kumohon..”

Siwon terdiam membeku mendengar ucapan Sungmin.

“S.. Sung.. Min..”

Sungmin kembali menolehkan wajahnya saat suara Kyuhyun terdengar memanggilnya. Dengan cepat ia kembali menghampiri pemuda itu.

“Kyu.. Kyuhyun-ah.. Waegeurae?” Tanya Sungmin dengan suara bergetar.

Siwon memegangi kepalanya frustasi.

“Kenapa? Kenapa kau tak pernah melihatku Sungmin?”

Siwon membuka suaranya. Namun Sungmin tak mengindahkannya. Wanita itu terus-terusan menangis sambil memeluk Kyuhyun.

“Aku yang melihatmu lebih dulu.. Tapi kenapa kau..”

Siwon memundurkan tubuhnya menjauh.

“Berhentilah.”

Siwon menolehkan wajahnya kearah Henry.

“Bisa kau hentikan ini semua?”

Siwon menatap Henry lekat. Kenapa? Kenapa dia menyerahkan Sungmin pada Kyuhyun? Bukankah dia menyukai Sungmin? Lalu kenapa?

“Aku memang menyukai Sungmin. Aku menyayanginya. Tapi Kyuhyun adalah sahabatku. Bagaimana bisa aku menyakiti kedua orang yang sangat kusayangi?”

Henry menolehkan wajahnya kearah Siwon yang masih menatapnya ambigu.

“Aku.. aku rela gadis yang kusayangi bersama dengan sahabatku.. Asal dia bahagia. Dan sahabatku itu Kyuhyun. Aku akhirnya sadar akan hal itu.”

Siwon kembali tertegun mendengar ucapan Henry. Sahabat? Apa sehebat itu kata sahabat? Sehingga seseorang bisa merelakan cintanya begitu saja demi sahabat?

PRAKK

Suara gencatan senjata menggema di bangunan itu. Kisaran 20 aparat kepolisian tengah menodongkan senjata kearah Siwon.

“Jangan bergerak!”

Siwon memandangi satu persatu orang-orang yang tengah menodongkan pistol kearahnya. Dan pada akhirnya pandangannya bertemu pada seseorang.

Seseorang yang berdiri tak begitu jauh dari pintu.

“Kim Kibum..” Gumam Siwon pelan.

.

.

.

“Dia kuat.. Dia anak yang kuat.”

Sungmin tersenyum tipis sembari menggenggam lembut tangan Kyuhyun yang masih terbaring di depannya.

“Aku tahu, Ahjumma. Kyuhyun.. Dia kuat.” Balas Sungmin.

Sungmin mengelus lembut wajah Kyuhyun disana.

“Ini bukan pertama kalinya dia terbaring seperti ini. Percayalah, dia akan bangun. Karena dia sangat mencintaimu, Sungmin-ah.”

Sungmin menoleh kearah wanita paruh baya yang berada di sampingnya, Ny Cho.

“Untuk hari ini biar aku saja yang menunggui Kyuhyun. Ahjumma pasti lelah seharian kemarin menungguinya.” Ucap Sungmin.

“Araso.. Ahjumma percayakan Kyuhyun padamu.”

Sungmin mengangguk dan menatap tubuh Ny Cho yang terlihat baru saja menghilang dari balik pintu. Setelah itu ia kembali menoleh kearah Kyuhyun.

“Kau pasti sangat lelah.. Sampai-sampai belum mau bangun.” Gumam Sungmin.

Sungmin menidurkan kepalanya di pinggiran kasur Kyuhyun.

“Aku akan menunggumu. Jadi setelah kau sudah tidak lelah lagi. Cepatlah bangun.” Tukas Sungmin.

Wanita itu memandangi kondisi tubuh Kyuhyun. Perban di kepala, bagian rusuk, dan lengan. Siwon benar-benar gila.

CKLEK

Suara pintu yang baru saja terbuka membuat Sungmin menoleh.

“Oh! Kalian datang?”

“Apa dia masih belum bangun?”

“Eum.. Mungkin dia sedang ingin bermalas-malasan. Henry! Apa yang kau bawa?”

Sosok yang dipanggil Henry itupun langsung memberikan keranjang yang sedang dia tenteng.

“Hanya beberapa buah-buahan.” ucapnya.

“Dan ini juga, ambillah.” Ucap Kibum ikut menyodorkan sesuatu.

“Apa ini?” tanya Sungmin.

“Beberapa Gadget, mungkin Kyuhyun membutuhkannya.”

“YA!!”

“Wae?! Kenapa kau berteriak padaku?”

Kibum langsung beringsut mundur saat mendengar teriakan Sungmin.

“Dia ini sedang sakit, mana bisa bermain Gadget!”

Kibum mengerjap-ngerjapkan matanya dan menoleh kearah lain menghindari mata Sungmin yang berkilat tajam padanya.

Sungmin mengendus sebal dan segera meletakkan benda-benda yang dibawa Kibum dan Henry menuju sebuah meja disana.

“Apa dia akan memaafkanku?”

Ucapan Henry yang tiba-tiba membuat Sungmin dan Kibum menoleh kearah pemuda keturunan Cina tersebut. Wajah imut Henry nampak sendu menatap Kyuhyun.

“Tenang saja.. Kyuhyun pasti akan memaafkanmu.” Ucap Sungmin.

“Tapi karenaku juga dia terbaring seperti ini.” Ujar Henry menyesal.

PLETAK

“Aw! Kim Kibum! Kenapa kau menjitak kepalaku??!” Bentak Henry saat sebuah jitakan mendarat tiba-tiba ke kepalanya.

“Sebenarnya apa yang membuatmu hingga mau-mau saja disuruh-suruh Siwon hehh?!” Sengit Kibum.

Henry mengerucutkan bibirnya.

“Siwon itu pintar sekali mempengaruhi pikiran seseorang!” Bela Henry.

“Dan kau bisa-bisanya menyukai Sungmin?! Aishh dasar bocah!”

PLETAK

Kembali Kibum menjitak kepala Henry. Kedua orang itu sepertinya lupa sedang ada dimana mereka saat ini.

“Ehem!”

Deheman Sungmin menginterupsi tingkah Kibum dan Henry.

“Ini rumah sakit bukan arena gulat.” Peringatnya.

Kibum dan Henry terlihat membuang pandangan satu sama lain.

“Araso. Maaf.” Ujar Kibum pelan.

Henry melirik Sungmin yang ada disana.

“Sungmin-ah..” panggil Henry.

“Ya?”

“Aku minta maaf. Aku akan dengan segera menghilangkan perasaan ini. Tenang saja. Jangan khawatir.”

Kibum mendelik kesal kearah Henry.

“Tentu saja, jadi cepatlah cari pacar?!” Serobot Kibum.

“Kau juga. Bodoh!” Balas Henry.

Sungmin menghela nafas jengah melihat tingkah laku kedua pria di depannya itu.

“Kibum-ah..”

Suara Sungmin kembali menengahi perdebatan Kibum dan Henry.

“Kenapa?” Tanya Kibum.

“Bagaimana dengan orang itu?”

“Orang itu? Siapa? Siwon?”

Sungmin mengangguk.

“Dia aman di penjara.” Jawab Kibum.

“Tapi terakhir kabar yang kudapat. Otaknya agak sedikit bermasalah.” Lanjutnya.

Sungmin dan Henry menatap Kibum lekat.

“Dia gila?” Tanya Henry.

“Tidak.. Kurasa tidak. Dia seperti orang yang terkena amnesia.”

Henry makin mengernyit tak mengerti pada Kibum.

“Amnesia? Kukira kepalanya tidak terbentur apa-apa.” Gumam Henry.

“Menurut kabar, amnesianya itu diakibatkan oleh semacam depresi, frustasi, dan tekanan jiwa.. Ya seperti itu. Aku pernah melihat kejadian seperti ini di film-film.. Seseorang yang stress berat bisa mengalami amnesia. Dan kurasa dalam hati kecilnya dia juga ingin melupakan kejadian-kejadian lalu.”

Sungmin dan Henry terdiam.

“Berapa lama hukumannya?” Tanya Sungmin.

“Sebenarnya dia bisa dihukum cukup lama. Tapi ya kau tahu sendiri orangtuanya itu pengusaha kaya. Hukumannya hanya 4 tahun.”

“Penganiayaan dan percobaan pembunuhan pada Kyuhyun 3 tahun yang lalu. Itu tuntutan untuknya.” Lanjut Kibum.

Sungmin tertegun beberapa saat mendengar penuturan Kibum.

“Maksudmu? Kecelakaan 3 tahun yang lalu? Siwon dia..” Ucapan Sungmin menggantung.

“Ya, kasus itu kembali dibuka dan taraaaaa.. Ternyata polisi berhasil mengungkapnya. Siwon jugalah yang menjadi dalang semuanya. Hahh~ dia terlalu menggilaimu.” Ucap Kibum pada Sungmin.

“Benar-benar mengerikan.” Gumam Henry pelan kembali ikut merespon.

“Kau juga.. Jangan sampai mengikuti jejaknya ara?” Peringat Kibum sambil menunjuk Henry.

“Aishhh! Kenapa kau sensitif sekali padaku?!”

Sungmin menggeleng-gelengkan lagi kepalanya melihat tingkah Kibum dan Henry. Gadis itu kembali duduk di kursi yang berada di samping kasur Kyuhyun.

Digenggamnya tangan pemuda itu dan dengan tangan satunya ia mengelus pipi pemuda itu lembut.

“Eh?”

Sungmin melebarkan matanya saat ia merasakan tangan Kyuhyun bergerak dan juga pemuda itu nampak menggeliat.

Sungmin kian mengeratkan pegangannya pada tangan Kyuhyun.

“Kyuhyun! Cho Kyuhyun! Kau bisa dengar aku?”

Suara Sungmin berhasil membuat Kibum dan Henry lagi lagi menoleh.

“Wae? Kyuhyun kenapa?”

“Sungmin.. Apa? Kenapa?”

Sungmin berdiri dari kursinya dan terus menatap Kyuhyun yang nampak akan segera sadar.

Kibum dan Henry mengamati telapak tangan Kyuhyun yang sedikit bergerak di genggaman tangan Sungmin.

Mata mereka berdua naik mencoba melihat wajah Kyuhyun. Dan merekapun melihat mata itu perlahan terbuka.

Kibum dan Henry saling bertukar pandang satu sama lain.

“Dia.. Bangun?” Ucap kedua pemuda itu serempak.

.

.

.

Cont-

Saya kembali membawa ff abal ini. Terima kasih bagi yg nunggu. Maaf ga bisa cepet-cepet updatenya. Kemarin lagi deg-deg-an ama pengumuman kelulusan. Alhamdulillah saya lulus hehe..

Rencananya FF ini bakal ending di chapter depan.. Jadi doakan ff ini untuk segera lenyap #plak

Terima kasih atas doanya buat saya biar lulus kkkk~ doain lagi buat pengumuman SNMPTN ya ^^

Seperti biasa.. Komen = semangat saya untuk menulis🙂

 

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

22 responses to “– Gallery – KyuMin – GS – Part 9 –”

  1. gpristiya27 says :

    aduh aku gak tau mau koment apa…
    sedih banget baca chap ini hiks
    aku setuju ama penjelasan henry tentang sahabat🙂
    aigoo kibum ternyata bisa jadi detektif kkk
    lanjut ka
    semoga gak ada cobaan lagi kumohon😦
    ayo kyu bangun jangan lama lama tidurnya🙂
    cepet update ya ka
    ditunggu

  2. heldajungsoo says :

    Astaga wonie dibutakan cinta jadi menganiaya kyu. . good story

  3. 규민 사랑해요 says :

    kyaa kyaaa kyaaa akhirx bentar lagi kebahagiaan menghampiri kyumin

  4. Tika says :

    Huaaa akhrnya smwnya trungkap. Next chap akhr ya. Ah banyakin Kyumin momentnya ne…
    Oh ya selamat atas kelulusannya.

  5. annaevil says :

    siwon kejam banget, untung min cepet-cepet dateng
    yah, kenapa cont pas kyu sadar?
    lanjut eon~

  6. Chacha says :

    Abang kuda mengerikan sekali disini. ><
    Part ini benar" asdfghjkl sekali, g tau mau review apa. -_-
    Semoga chap depan kaga bikin galo lagi.

  7. Nadra kyumin says :

    Jhat bgt siiih siwon oppa..
    Alhmdulillah, akhirny kyu sdr jg.
    Dilanjut y disty!
    Chukkae ud lulus!:-)

  8. Cho Minyu says :

    huahh akhirnya siwon di kasih hukuman karna perbuatannya.
    kyumin harus bahagia setelah kyu sadar..

  9. mikyungmii says :

    Jangan sampe Kyuhyun lupa ingatan lagi LoL
    Siwon nya jahat bgt disini, kasian juga dia..

  10. Kanaya says :

    sahabat,chap ini bener2 bisa mewakili makna kata sahabat yg sebenarnya..

  11. lovely says :

    kejam skali siwon mha kyu..,
    terlalu cinta sungmin sampe sgtunya…kkk

  12. dheelfanjani295 says :

    aigooo akhirnya smuanya kbongkar jg..

    lucu ngeliat tingkah bummie sm mochii ih gemess

  13. Maya melani says :

    sungmin cinta bgt yak ama kyu hehe.
    kesian siwon, ama aku aja😛

  14. Leeznakyu says :

    Ahhh akhir nya siwon di penjara juga,
    mdh”an stlh kyu sadar memory msa lalu dia kmbali

  15. imSMinL says :

    Kyu sadar, apa ingetannya kembali ??
    Akhirnya siwon masuk penjara juga tapi kasian siwon kayak orang sikopat (?)
    Akhrinya masalah kyumin sesai tinggal nunggu gmna kyu nanti ^^

  16. Putri407 says :

    Huaa,suami gue dipenjara😥
    kenapa dia dikasih peran yg jahat sekali,aigo lihat wajahnya saja tidak ada evil2nya sama sekali tapi disini dia kejam #plok,tampar ddangko
    #abaikan

  17. andini virgo says :

    Anyeong aq readers baru,,maaf eonni aq baru comment ,,,Ћϱϱ \=D/ Ћϱϱ \=D/ Ћϱϱ  \=D/…. ,
    Di sini aq suka bnget ama kibum,,,

  18. guardiaNietha says :

    kamu sakit Siwon ssi… benar2 sakit…
    gilaaaa… siwon bisa jadi psyco banget yaahh disini…
    dan uri baby mochi… jangan diulangi lagi ne?
    km udah bikin reader dag-dig-dug tau ngga? mau2nya disuruh nyulik sungmin sama si kuda… kekeke
    pas scene kyuhyun lagi dipukulin, ga tau kenapa aku malah inget adegan di meteor garden. hahaha #abaikan
    moga2 kyuhyun bgeitu sadar malah jadi langsung inget semuanya yaaa…

  19. smilebunny says :

    kyu jg sembuh dr igatnny?

  20. kyuma0403 says :

    setidaknya henry g kyk siwon…

    pa ingatan kyu akan kmbli…???

    siwon kejam bgt…

  21. usagie chan says :

    Kyaaaaaaaaa…. mdh2an gk amnesia chap 2 lg nih kyu nya,kasian klo hrs liat ming nahan prasaan lg:'(
    Dn wonpa depresiiiiii? Bwuahahahaha… ssh untk dbayangkn tp entah knp klo feeling aku sh emg pantes2 aja scra obsesiny ke ming udh akut (jiwa troble maker couple2ny gk prng memudar) =D
    suka ma ming yg kesiksa prasaan dsni n kyu se amnesia apapun tp prsaan gk prnh amnesia,eaaaaaaaaa^^

  22. citra_ratna 868 says :

    Aku gemeteran waktu kyuhyun n siwon saling baku hantam…pa lgi sungmin sampi sujut k siwon…aduh..knp kibum n henry begitu konyol sekali bwt ku tertawa ja sma tingkah’a…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: