– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 17 –


– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 17 –

0o0o0o0o0o0o0

.

.

.

Kyuhyun menggerak-gerakkan ponsel yang berada di tangannya dengan gerakan memutar. Dengan punggungnya yang bersandar di sebuah pohon ia mencoba memejamkan matanya sejenak. Tapi mau berapa kalipun ia mencoba untuk tertidur. Kepalanya pasti tak henti-hentinya menoleh ke belakang. Memperhatikan sosok Sungmin dan pria bernama Jungmo yang tengah berbincang-bincang di sebuah kursi panjang yang masih terdapat di halaman panti asuhan ini.

Ini sudah lebih dari setengah jam mereka berdua mengobrol. Sungmin tadi sempat memberitahunya kalau Jungmo adalah teman kecilnya semasa masih di Panti. Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tak tahu, ia sudah lupa apa ia pernah bertemu dengan Jungmo ketika hari dimana ia dan orangtuanya membawa Sungmin ke rumah mereka?

.

.

“Jadi.. Apa yang membawamu kemari?”

Sungmin kembali melanjutkan pertanyaannya pada Jungmo. Sudah 30 menit mereka berdua mengobrol tapi pertanyaan tak henti-hentinya berhenti dari mulut Sungmin.

“Hanya saja ingin. Hari ini adalah pertama kalinya aku kembali menginjakkan kaki di Korea setelah kurang lebih 8 tahun menetap cukup lama di Jepang.” Jawab Jungmo santai.

“Selama ini kau tinggal di Jepang? Bagaimana bisa?”

Sungmin tak menyangka kalau temannya itu selama ini menetap di negara tetangga.

“Setelah sebulan kau diadopsi, aku juga ikut diadopsi oleh sebuah keluarga. Keluarga baruku itu tak memiliki anak. Jadi dia mengadopsiku. Mereka memiliki bisnis yang cukup banyak di Jepang maupun Korea. Kedua orangtua barukupun memutuskan untuk langsung menyekolahkan dan menempah kemampuanku di Jepang. Mereka benar-benar ingin membuatku menjadi ahli waris mereka dan menjalankan bisnis keluarga dengan sangat baik.”

Sungmin memandang Jungmo kagum. Ternyata ia mempunyai teman yang sungguh hebat.

“Kebetulan satu minggu ini aku memiliki waktu luang untuk bisa kembali ke Korea. Mengunjungi orangtua angkatku. Ah aku lupa memberitahumu.. Di Jepang aku tinggal bersama paman dan bibi angkatku. Aku benar-benar ingin bertemu dengan orangtua angkatku dan akupun teringat denganmu.”

Jungmo masih terlihat ceria dan bersemangat ketika bercerita. Pemuda itu tak banyak berubah.

“Tadinya aku ke panti untuk menanyakan alamat keluarga angkatmu. Tidak disangka bisa bertemu langsung denganmu disini. Kenapa kau bisa berada di panti Sungmin-ah?”

Sungmin menundukkan wajahnya sejenak dan kembali mengangkat kepalanya.

“Aku tinggal disini.. Sebagai pengasuh.”

“Mwo? Keluargamu?”

“Lima tahun yang lalu mereka pindah ke Jepang.. Dan karena ada sesuatu hal aku tidak bisa ikut jadi ini sudah lima tahun aku tinggal di panti kembali.”

Jungmo memandang Sungmin penuh prihatin.

“Apa keluarga angkatmu itu tidak memperlakukanmu dengan baik?”

“Ahniya! Bukan seperti itu!”

Sungmin tanpa sadar sedikit berteriak. Matanya melirik kearah Kyuhyun yang bersandar di sebuah pohon tak jauh dari posisi dirinya dan Jungmo.

“Keluargaku sangat baik.. Tapi memang karena ada suatu hal yang tak bisa kusampaikan padamu jadinya aku tidak bisa ikut mereka ke Jepang. Percayalah.. Mereka sangat baik padaku.”

Jungmo mengangguk paham mendengar penjelasan Sungmin.

“Syukurlah.. Aku senang mendengarnya kalau begitu.” Ucap Jungmo sambil tersenyum.

“Oh iya.. Kenapa kau bisa tahu nama Kyuhyun?”

Sungmin sangat penasaran akan hal ini.

“Aku? Aku duduk bersebelahan dengannya ketika di Pesawat menuju Seoul. Kami sempat berkenalan. Dia.. Kekasihmu kan?”

Jungmo bertanya dengan senyum menggodanya kearah Sungmin. Membuat pipi chubby itu bersemu merah.

“Kau.. Tahu?”

Jungmo tersenyum lebar mendengar pertanyaan Sungmin.

“Tentu saja! Ketika kami berkenalan di pesawat. Aku masih ingat kalau dia bilang padaku bahwa dia ke Korea ingin menemui kekasihnya. Aku tahu persis kalau melihat baju yang ia kenakan, bajunya masih sama seperti ketika di pesawat. Sepertinya dia tak beristirahat dulu setidaknya untuk berganti pakaian. Kukira dia sangat merindukanmu. Oh ya.. Sudah berapa lama kalian berpacaran? Bagaimana bisa bertemu? Selama apa dia meninggalkanmu di Jepang?”

Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya mendengar pertanyaan Jungmo yang datang bertubi-tubi kearahnya.

“Kami.. Kami berpacaran sejak SMA.”

“Hoaaaa.. Sudah lumayan lama. Lalu bagaimana kalian bisa bertemu?”

Sungmin melirik Jungmo yang menatapnya penasaran. Sepertinya temannya itu belum menyadari kalau Kyuhyun dulunya pernah menjadi kakak angkatnya

“Kami bertemu di panti asuhan ini.”

“Ne? Panti asuhan? Kenapa bisa? Aku tidak paham.” Tanya Jungmo bingung.

“Lalu.. Berapa lama dia di Jepang?” Lanjutnya bertanya.

“5 Tahun.”

Jungmo terdiam mendengar ucapan Sungmin.

“5 tahun? Bertepatan dengan kepindahan keluarga angkatmu?”

“Ya.. Kyuhyun adalah kakak angkatku. Dan sekarang.. Menjadi kekasihku.”

Mulut Jungmo menganga.

“Jadi.. Kau dan kakak angkatmu berpacaran?”

“Dia bukan kakak angkatku lagi! Dia kekasihku sekarang!” Sungut Sungmin kesal.

Jungmo gelagapan saat Sungmin berteriak sebal padanya.

“Araso araso.. Mianhae.”

Sungmin mendengus dan menatap tajam Jungmo.

“Eum.. Sebaiknya aku pulang. Ini sudah terlalu sore aku berkunjung.”

Jungmo langsung bangkit dari kursi panjang disana diikuti juga oleh Sungmin.

“Sudah mau pulang?”

“Ini sudah sore. Aku tidak mau menganggumu lebih lama.” Ucapnya seraya melirik Kyuhyun yang masih bersandar di badan pohon disana.

Sungmin yang menyadari arah mata Jungmo pun tersadar kembali bahwa Kyuhyun masih disana.

“Kyuhyun-ah! Cho Kyuhyun!” Panggil Sungmin.

Seketika Kyuhyun langsung bangkit dari posisinya dan membalik badan kearah Sungmin yang memanggilnya.

“Wae?!” Tanyanya dari sebrang sana.

“Kemarilah! Jungmo sudah mau pulang!” Ajak Sungmin agar Kyuhyun mendekat.

Kyuhyunpun berjalan menghampiri mereka berdua dan berdiri tepat di samping Sungmin.

Pemuda Cho itu nampak membungkuk sopan memberi salam dan juga dibalas bungkukan oleh Jungmo.

“Aku akan pulang. Maaf sudah menganggu kalian. Eum.. Sungmin-ah..”

Jungmo nampak menggantung ucapannya dan mengeluarkan sesuatu dari dompetnya.

“Ini.. Simpan kartu namaku.” Ucapnya seraya menyodorkan kartu namanya pada Sungmin.

Jungmo juga melirik Kyuhyun yang ada di samping Sungmin.

“Eum.. Kyuhyun-ssi.. Ini juga untukmu.” Ucapnya yang juga menyodorkan kartu namanya pada Kyuhyun.

Setelah ajang pemberian kartu nama. Jungmopun kembali membungkuk untuk pamit.

“Aku pulang dulu. Sungmin-ah senang bertemu denganmu. Dan Kyuhyun-ssi.. Kuharap kau menjaga Sungmin dengan baik. Aku pamit. Sampai jumpa.” Tukasnya dan berjalan meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun disana.

Setelah sosok Jungmo sudah tak terlihat. Lama mereka berdua diam pada pikiran masing-masing hingga saatnya Kyuhyun dan Sungmin saling pandang.

“Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang ingin kau katakan?” Tanya Sungmin memutuskan kekakuan di antara mereka berdua.

“Kau belum menjawab pertanyaanku. Ikutlah denganku tinggal di rumah.”

Sungmin menundukkan wajahnya kembali saat mengingat percakapan mereka yang sempat tertunda karena kehadiran Jungmo beberapa saat yang lalu.

“Min.. Cepat jawab.” Desak Kyuhyun.

Sungmin melirik kearah Kyuhyun.

“Bagaimana dengan pekerjaanku di Panti? Dan juga bibi Kim?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun mulai tersenyum mendengar pertanyaan Sungmin.

“Wae? Kalau perlu sekarang juga aku akan menghadap kepala panti dan bilang kau akan tinggal denganku mulai dari sekarang. Kita kemasi semua barang-barangmu. Lalu bertemu dengan bibi Kim untuk berpamitan.”

Sungmin memandang sedih Kyuhyun.

“Kau benar-benar ingin membawaku pindah dari sini?”

“Tidak mungkin selamanya kau akan disini kan? Kita akan menikah suatu saat nanti.”

Sungmin menunduk dan mengangguk paham pada Kyuhyun.

“Araso. Tapi kau yang berbicara pada Kepala Panti dan Bibi Kim.”

Kyuhyun tersenyum lebar mendengarnya.

“Kau menyetujuinya?”

Sungmin mengangguk.

“YES!” Teriak Kyuhyun senang.

Pemuda itu memeluk Sungmin dengan penuh suka cita.

“Tenang saja. Semuanya.. serahkan padaku.”

.

.

.

“PINDAH?????!”

Kyuhyun dan Sungmin seketika menarik tubuhnya ke belakang saat suara Bibi Kim terdengar begitu keras. Kini mereka baru saja tiba dan berbicara sedikit mengenai kepindahan Sungmin dari tempat ini. Dan untuk keperluan Izin dari kepala panti, hal itu sudah mereka dapatkan sebelumnya.

“Aku.. Aku dan Sungmin akan menikah Ahjumma. Jadi.. Sungmin akan tinggal denganku sementara waktu di Seoul.” Cicit Kyuhyun sedikit gugup.

“Bagaimana bisa begitu? Kau baru hari ini muncul dan tiba-tiba sudah mau membawa Sungmin.”

Sungmin menundukkan wajah untuk menyembunyikan raut mukanya. Sudah ia duga respon Bibi Kim akan seperti ini.

“Ahjumma.. Aku mohon. Izinkan aku membawa Sungmin tinggal denganku. Kami sudah 5 tahun tidak bertemu. Aku benar-benar merindukannya.” Kyuhyun terus berusaha meminta izin.

Bibi Kim mengalihkan matanya menuju Sungmin. Wanita paruh baya tersebut menatap Sungmin tajam.

“Kau bersedia dibawa oleh Pria ini?” Tanya Bibi Kim pada Sungmin.

Sungmin menelan salivanya dan sedikit melirik kearah Kyuhyun.

“Ya.. Apa boleh buat.”

Kyuhyun memandang Sungmin sedikit tak terima. Apa boleh buat?

Sementara disana.. Bibi kim nampak menghela nafas panjang. Ekspresi wanita paruh baya itu seketika berubah lesuh.

“Ya sudah kalau itu mau kalian.”

Ucapan Bibi Kim kembali mengalihkan perhatian Kyuhyun.

“Ahjumma mengizinkan?”

“Hmm..”

Kyuhyun tersenyum dan meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya di atas pahanya.

“Terima Kasih Ahjumma. Terima Kasih.”

Kyuhyun segera berdiri dan ikut menarik Sungmin agar ikut juga berdiri.

“Sekali lagi terima kasih Ahjumma.. Terima kasih. Aku janji akan menjaga Sungmin.” Ucap Kyuhyun dan Sungmin sembari membungkuk pada Bibi Kim.

.

.

CKLEK

“Selamat datang di rumah kembali!” Ucap Kyuhyun setelah mereka berdua masuk ke dalam rumah.

Sungmin mengedarkan pandangannya pada seisi rumah. Rasa rindu pada kenangan lalu kembali memenuhi benaknya.

“Rumah ini masih terlihat bersih dan rapi.” Ucap Sungmin.

Kyuhyun yang baru saja menutup pintupun kembali menghampiri Sungmin dan merangkul sosok itu.

“Tentu saja! Ketika Donghae memberitahuku kau tidak mau tinggal di rumah ini. Aku langsung meminta seseorang untuk menjaga rumah ini dan membersihkannya. Dan tadi pagi aku menyempatkan mampir untuk meminta kuncinya.”

“Pantas saja rumah ini tak terlihat seperti ditinggal pergi tuannya selama 5 tahun.”

Kyuhyun mengelus-ngelus kepala Sungmin.

“Ya sudah.. Kita ke kamar masing-masing dulu. Bersihkan tubuh dan berganti pakaian. Katjaaa.”

Kyuhyun menarik Sungmin menaiki tangga. Kamar mereka berdua terletak bersebelahan kan?

Ketika mereka sudah berdiri di depan pintu kamar masing-masing. Sungmin tersenyum pada Kyuhyun ketika pria itu melambaikan tangan padanya saat akan ingin masuk ke dalam kamar. Setelah Kyuhyun masuk ke dalam kamar. Sungminpun ikut masuk ke dalam kamarnya.

Setibanya di ruangan itu lagi. Sungmin tersenyum mendapati tak ada sesuatu yang banyak berubah dari ruangan ini. Ia meletakkan tas besar yang sedari tadi dia bawa dan duduk di atas kasurnya.

“Semuanya kembali.” Gumamnya pelan.

.

.

Keadaan tempat itu kini hanya hening yang dirasakan. Sungmin dan Kyuhyun sama-sama diam di meja makan dan menyantap makan malam mereka. Beberapa saat yang lalu pengantar makanan delivery baru saja tiba ke rumah mereka. Kyuhyun yang menelepon jasa pengantar makanan tersebut. Tentunya dengan melihat nomor beberapa penyedia jasa di internet terlebih dahulu.

Sungmin melirik kearah Kyuhyun yang duduk di depannya di sela-sela kegiatan makannya. Gadis itu nampak ingin mengatakan sesuatu.

“Kyu..”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin yang baru saja memanggil namanya.

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun dan kembali menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.

“Kau tidak mau mulai menceritakan segala sesuatu yang terjadi di Jepang? Pekerjaanmu misalnya? Appa dan Umma?”

“Kau mau mendengarnya sekarang?”

“Eum!” Angguk Sungmin cepat.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan permintaan Sungmin.

“Araso.. Habiskan dulu makanan dan aku akan bercerita.”

.

.

“Kemarilah.. Duduk disini denganku.”

Kyuhyun segera memanggil Sungmin yang baru saja selesai mencuci piring bekas mereka makan sebelumnya untuk ikut duduk di sofa yang juga tengah ia tempati.

Sungmin melangkah menuju Kyuhyun dan mendudukkan tubuhnya disana. Ia melirik kearah layar TV yang tengah menyala.

“Pertama-tama apa yang ingin kau tanyakan? Aku tidak tahu darimana memulainya.” Tanya Kyuhyun pada Sungmin.

Sungmin menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan berpikir.

“Pekerjaanmu.. Ya.. Aku mau mendengar mengenai pekerjaanmu.”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Pekerjaan ya?” Gumam Kyuhyun sembari tersenyum berbinar.

Kyuhyun menghadapkan tubuhnya kearah Sungmin. Tangannya yang memegangi kepalanya kini bertumpu pada sandaran sofa.

“Mungkin akan lebih baik kalau aku bercerita dari mulai kelulusan SMA-ku? Setelah kepindahan sekitar 5 tahun yang lalu.. Aku menyelesaikan setengah semester yang tersisa di bangku kelas 3 dengan sangat baik.”

Sungmin terlihat fokus pada Kyuhyun yang mulai bercerita.

“Setelah lulus.. Aku mencoba mengikuti tes masuk Universitas disana.. Beruntung sekali aku lulus di Universitas Tokyo.”

Sungmin menatap Kyuhyun kagum. Ya.. Dia tahu dan amat tahu bagaimana dan seperti apa Universitas Tokyo. Setidaknya dia sering mendengarnya di bangku SMA saat murid-murid menceritakan Universitas-universitas terkenal.

“Aku menyelesaikan sarjanaku dalam waktu 3 tahun. Dan keberuntungan lagi-lagi menyertaiku. Aku lulus dengan menyandang status Cum Laude.”

Sungmin masih terkagum-kagum mendengar cerita Kyuhyun.

“Kau.. Hebat.”

“Tentu saja.” Ujar Kyuhyun sombong.

Pemuda itu mengulurkan telapak tangannya kearah Sungmin dan mengelus lembut kepala gadis itu.

“Tidak lama dari kelulusanku menjadi sarjana. Sebuah perusahaan menawariku untuk bekerja di perusahaan mereka. Perusahaan itu berjalan di bidang IT. Kau tahu apa jabatan yang mereka tawarkan padaku saat itu?”

Sungmin menggeleng.

“Excecutive officer. Itulah jabatan yang mereka tawarkan untukku.”

Sungmin nampak bingung mendengar sebutan yang diucapkan Kyuhyun.

“Excecutive officer? Aku belum bisa membayangkannya.”

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bagaimana menjelaskannya ya?

“Excecutive officer itu bisa dibilang berada di atas Manager dan General manager. Kau mengerti?”

Walau dengan raut wajah yang sedikit ragu. Sungmin mengangguk.

“Setelah satu tahun memegang jabatan sebagai Excecutive officer.. Keberuntungan lagi-lagi datang padaku. Aku naik jabatan.. Coba kau tebak jabatan seperti apa itu?”

Sungmin lagi-lagi menggeleng.

“Senior Director! 2 bulan yang lalu aku baru saja naik jabatan sebagai Senior Director!” Ucap Kyuhyun girang.

Sungmin lagi-lagi hanya bisa terdiam. Dia tak mengerti dan tak bisa membayangkan Senior Director itu jabatan yang seperti apa.

“Kau juga tak bisa membayangkannya?” Tanya Kyuhyun saat lagi-lagi menangkap raut bingung dari Sungmin.

“Ya.. Jabatan seperti apa itu?”

Kyuhyun kembali diam dan nampak menghitung jari-jarinya.

“Di perusahaanku yang paling tinggi jabatan itu dinamai Presiden Direktur atau CEO, lalu diikuti Wakil Direktur. Dibawahnya ada Managing Director. nahhhh setelah itu jabatanku, Senior Director. Baru setelahnya ada Excecutive Officer, General Manager, Deputy Manager, Manager, dan Asisten manager. Baru karyawan-karyawan lainnya. Kau sudah paham? Bisa membayangkannya?” Tanya Kyuhyun usai berpanjang lebar.

“Jadi.. Jabatanmu itu berada nomor 4 tertinggi di perusahaan?”

Kyuhyun mengangguk mantab.

“Huaaaa.. Kau benar-benar hebat.”

Kyuhyun tersenyum bangga mendengar ucapan Sungmin. Sebenarnya sudah banyak sekali teman-teman di kantor dan orangtuanya yang berkata seperti itu. Tapi akan beda ceritanya saat wanita yang kau cintailah yang mengatakannya langsung. Kau tahu? Rasanya benar-benar fantastis!

“Melihatmu seperti ini.. Apa aku pantas untukmu? Aku jadi tidak percaya diri.”

Kalimat yang baru saja keluar dari bibir Sungmin nampaknya mampu membuat Kyuhyun buru-buru kembali menoleh kearah gadis itu. Keningnya mengernyit tak suka.

“Apa maksudmu? Sudah pernah kukatakan.. Tetaplah di sampingku dan kau akan tahu seberapa pantasnya kau bersanding denganku. Kau lupa? Jadi jangan berbicara seperti itu lagi. Aku memperjuangkan cintaku padamu nyaris 10 tahun sejak kita bertemu di panti. Jadi.. Kau sangat berharga.. Lee Sungmin.”

Sungmin terdiam tak enak saat Kyuhyun berbicara padanya seperti itu. Apa.. Dia sudah membuat Kyuhyun marah?

“Mianhae.. Kyu.. Mianhae..” Ucap Sungmin.

“Jangan meminta maaf. Aku tidak marah denganmu.” Ucap Kyuhyun.

“Benarkah?”

“Tentu saja.”

“Bagus! Jadi sekarang ceritakan tentang Umma dan Appa.”

Kyuhyun kembali menolehkan wajahnya kearah Sungmin.

“Kau bersemangat sekali.”

“Tentu saja.. Cepat ceritakan padaku. Bagaimana mereka disana? Apa mereka sehat-sehat saja?”

“Eum.. Umma menjadi seorang ibu rumah tangga.. Dan Appa masih sibuk dengan pekerjaannya hingga masih suka meninggalkan Umma sendirian di rumah. Aku dan Appa bekerja.. Alhasil Umma sendirian.. Dia pernah ngotot ingin kembali ke Seoul dan menemuimu. Dia juga sangat merindukanmu.”

Sungmin tersenyum lembut mendengar cerita Kyuhyun.

“Umma juga merindukanku?”

“Tentu saja.. Tidak hanya Umma.. Tapi Appa juga merindukanmu. Tapi dari mereka berdua.. akulah yang sangat merindukanmu.” Ujar Kyuhyun dan membuat Sungmin tersenyum tipis.

Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan digenggamnya lembut. Matanya menatap Sungmin penuh kasih sayang.

“Terima kasih karena sudah menungguku.”

.

.

.

“Horror.. Romantis.. Action.. Kau mau nonton yang mana?”

Kyuhyun dan Sungmin kini tengah berada di tempat pembelian karcis bioskop. Seperti janji mereka. Keduanya akan kencan hari ini.

“Kalau kau mau yang mana?” Tanya Sungmin balik.

“Aku ikut denganmu.” Jawab Kyuhyun.

Sungmin kembali menatap papan besar di depannya. Dia juga bingung mau menonton apa.

“Itu saja.” Ucapnya seraya menunjuk salah satu gambar disana.

Kyuhyun mengernyit melihat arah tangan Sungmin.

“Kau serius?”

“Ya..”

Kyuhyun mengendikkan bahu dan mengangguk.

“Oke.. Let’s go!” Ucapnya seraya maju untuk membeli karcis.

.

.

Sungmin memeluk Cup yang berisikan popcorn tersebut dengan begitu erat. Matanya menyipit kearah layar dan dahinya mengernyit tak enak. Berulang kali matanya tertutup dan terbuka nampak enggan menatap layar lebar di hadapannya.

Sungmin menggerak-gerakkan tangannya gelisah. Gadis itu kini terlihat tengah mencari-cari tangan Kyuhyun. Dan ketika ia mendapatkannya.. Dirinyapun langsung menggenggamnya kuat.

Menyadari tangannya tengah digenggam. Kyuhyun melirik kearah tangan Sungmin yang tengah memegang tangannya. Senyum tipis terlukis dari wajah pemuda itu.

“Tenang.. Hantunya tidak akan keluar dari layar.” Bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.

Sungmin menoleh kearah Kyuhyun dengan wajah ketakutannya.

“Kenapa kursi kita harus yang paling depan?”

Kyuhyun mengendikkan bahu.

“Entahlah.”

DUARRRRR

“Aaaaaaa!”

Suara keras yang tiba-tiba muncul di film membuat Sungmin langsung memeluk lengan Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya di bahu pemuda itu. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan mendapati Sungmin yang memeluknya.

“Hantunya sudah muncul.” Bisik Kyuhyun kembali di telinga Sungmin.

Membuat wanita itu kian erat memeluk tubuhnya.

“Wajahnya benar-benar mengerikan.. Kau tidak mau melihatnya?”

Kyuhyun merasakan gelengan kepala Sungmin di atas bahunya. Entahlah.. Kenapa ia merasa ingin sekali menjahili gadis ini?

“Wajahnya penuh darah.. Matanya.. Astaga matanya sangat mengerikan.” Ucap Kyuhyun melanjutkan ocehannya.

Mendengar ucapan Kyuhyun itupun membuat tangan Sungmin yang tengah memeluk lengan Kyuhyun kini berpindah memeluk leher pemuda itu.

“OMO! Bola matanya keluar!” Ujar Kyuhyun kian menjadi-jadi.

Pemuda itu tersenyum puas merasakan pelukan Sungmin makin mengerat.

Kisaran 10 menit posisi mereka tetap seperti itu. Kyuhyunpun tidak tahu kenapa Sungmin sebegitu tahannya memeluknya.

“Angkat wajahmu. Mana bisa kau membeli karcis tapi tidak menonton filmnya? Sudah tidak ada hantunya kok.”

Mendengar penuturan Kyuhyun.. perlahan Sungmin mengangkat wajahnya dari bahu pemuda itu.

“Sudah tidak ada?” Tanyanya pada Kyuhyun dan belum mau benar-benar menoleh kearah layar.

“Ya.”

Sungmin menggeser tubuhnya dan berniat duduk dengan benar di kursi. Namun tiba-tiba Kyuhyun menahan tangannya.

Sungmin kembali menoleh kearah Kyuhyun.

“Kenapa?”

Sungmin melirik kearah Kyuhyun yang tengah mengelus-elus punggung tangannya.

“Pejamkan matamu.”

Mata Sungmin melebar saat Kyuhyun menyuruhnya memejamkan mata.

“Kenapa harus?”

“Pejamkan matamu.” Desak Kyuhyun lagi.

Sungmin pun memejamkan matanya. Kyuhyun mendekatkan wajahnya kearah gadis itu. Entah kenapa ia jadi ingin mencium Sungmin disini.

Ketika wajah mereka sudah bisa saling merasakan deru nafas masing-masing. Tiba-tiba lampu disana menyala.

Kyuhyun melirik kearah layar yang sudah berubah menjadi hitam. Wajahnya seketika berubah kesal.

“Ehem..” Kyuhyun berdehem dan kembali lagi ke kursinya.

“Kau bisa buka matamu.” Suruhnya.

Sungmin membuka matanya dan menatap ruangan yang sudah terang dan beberapa orang sudah mulai keluar dari ruangan.

“Filmnya sudah selesai?” Tanyanya.

Kyuhyun mengangguk pelan.

“Kau kenapa?” Tanya Sungmin saat melihat raut wajah Kyuhyun yang aneh.

Kyuhyun bangkit dari kursinya dan mengulurkan tangan pada Sungmin.

“Ayo.. Kita keluar.”

Sungminpun menerima uluran tangan Kyuhyun dan berjalan keluar.

Ketika mereka sudah di luarpun Sungmin masih bisa melihat Kyuhyun yang nampak gelisah.

“Kyu.. Kau kenapa? Kau jadi aneh.. Dan.. Kenapa kau menyuruhku menutup mata tadi?”

Pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun tertegun.

“Ah.. Ti.. Tidak apa-apa kok. Eum ya.. Kau lapar tidak? Kalau iya.. Ayo kita cari makan.” Ucap Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

Sungmin sebenarnya masih penasaran ada apa dengan Kyuhyun. Tapi akhirnya gadis itu menyerah dan mengangguk.

“Ya sudah.. Ayo kita cari makan.”

.

.

Sungmin dan Kyuhyun memasuki sebuah ruangan. Gadis itu menoleh kearah Kyuhyun yang ada di sampingnya.

“Kau yakin kita akan makan disini? Tapi.. Ini kurasa terlalu berlebihan.”

Kyuhyun menarik sebuah kursi dan menyuruh Sungmin untuk segera duduk. Sungmin yang mengertipun segera menduduki kursi tersebut.

Mata gadis itu masih terus-terusan memperhatikan Kyuhyun.

“Ini makan siang.. Tapi.. Kyu.. Apa tidak mahal kalau kau sampai harus menyewa sebuah ruangan khusus untuk kita berdua?” Tanya Sungmin mengeluarkan keresahannya.

“Jangan memikirkan mahal atau tidaknya.”

Sebuah pelayan pria menghampiri mereka.. Dan Kyuhyun nampak menunjuk-nunjuk sesuatu di buku menu pada pria itu.

Setelah pelayan itu kembali pergi. Kyuhyun menatap Sungmin tersenyum.

“Aku baru tahu kalau kau ternyata penakut.”

Sungmin kembali mengingat kejadian di bioskop.

“Mwoya? Aku tidak takut.. Hanya saja film itu terlalu berlebihan.. Musik dan gambar yang sengaja diseram-seramkan..”

Kyuhyun terkekeh pelan mendengar penyangkalan Sungmin. Dan tidak lama dari itu makanan mereka telah datang.

Sungmin mengamati makanan yang tersaji di depannya.

“Huaaaa.. Dari wujudnya saja bisa dikenali kalau ini mahal.. Hei.. Berapa biaya yang kau habiskan untuk ini?”

Sungmin bertanya pada Kyuhyun. Tapi sungguh.. Ini sangat berlebihan.. Baginya.

“Lee Sungmin. Ini tidak seberapa. Jadi makanlah. Kau lebih berharga asal kau tahu. Ini belum apa-apa.”

Sungmin mengerucutkan bibirnya dan mulai menyantap makanannya. Wanita itu lagi-lagi mencuri-curi pandang kearah Kyuhyun. Lama Sungmin menatap pria itu penasaran. Dan tiba-tiba entah kenapa Kyuhyun seketika ikut menatapnya. Membuat Sungmin harus menunduk menyembunyikan wajahnya.

Wajahnya seketika memanas ketika dia tertangkap basah oleh Kyuhyun saat ia sedang melirik-lirik kearah pemuda itu.

Dengan wajah yang masih tertunduk. Sungmin menyendokkan makanan ke mulutnya. Perlahan ia sedikit mengangkat wajahnya untuk kembali melihat Kyuhyun. Namun lagi-lagi ia kembali harus menyembunyikan wajahnya. Pemuda itu ternyata masih menatapnya disana!

“Sungmin-ah..”

Jantung Sungmin berdegup saat suara Kyuhyun memanggil namanya. Dengan ragu-ragu gadis itu mengangkat wajahnya dan menoleh kearah Kyuhyun.

“Ya?”

Dahi Sungmin kembali mengernyit mendapati raut aneh Kyuhyun. Hey! Ada apa dengan pria itu? Ekspresinya benar-benar aneh hari ini.

“Kyu.. Kenapa? Apa ada masalah? Kau aneh hari ini.” Tanya Sungmin.

Kyuhyun meletakkan pisau dan garpu makannya di atas piring. Pemuda itu nampak seperti sedang menahan nafas.

“Kyuhyun-ah.. Wae geurae? Apa kau sakit? Wajahmu merah dan.. Kau nampak berkeringat banyak.”

Sungmin menatap Kyuhyun cemas. Tapi sungguh.. Pemuda itu terlihat berkeringat banyak.

“Sungmin-ah..”

Sungmin kembali menatap mata Kyuhyun saat pemuda itu lagi-lagi memanggilnya.

“Kyu.. Sepertinya kau demam.. Keringatmu banyak sekali.” Ucap Sungmin saat menyadari keringat pemuda itu makin menjadi-jadi.

Sungmin bangkit dari kursinya. Sepertinya dia harus membawa Kyuhyun pulang.

“Sebaiknya kita-”

“Ikutlah denganku tinggal di Jepang.”

Ketika tubuhnya baru saja berdiri dari kursi. Sungmin tertegun mendengar ucapan Kyuhyun. Gadis itu langsung menegakkan posisi tubuhnya dengan benar dan menatap pemuda itu lekat.

“Kau.. Kau..” Ucap Sungmin kehilangan kata-kata.

“Menikahlan denganku.. Sesegera mungkin.”

Dan pada akhirnya. Sungmin kembali terkaget-kaget saat Kyuhyun melanjutkan ucapannya kembali.

.

.

.

Cont-

Chapter depan diusahakan adalah Chapter Terakhir! Terima kasih bagi yang masih setia ama HITS.

Maaf updatenya lama. Soalnya kemarin deg-deg-an nunggu pengumuman kelulusan. Dan alhamdulillah berkat doanya saya LULUS! ^^ Tapi saya masih mohon doanya buat SNMPTN saya ya semua๐Ÿ™‚

Seperti biasa.. Komen = semangat saya untuk menulis.

Terima kasih๐Ÿ™‚

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

20 responses to “– Hole In The Sky – KyuMin – GS – Part 17 –”

  1. kim yebbi says :

    kirain jungmo jd org ke3 ..
    chapter dpn moment kyumin nya d banyakin yg romantis ..
    minnie mau ga ya d ajak ke jepang ..
    ngelamar nya yg romantis donk kyu ..

  2. heldajungsoo says :

    Semoga thor diberi kelancaran. .eumm hahaha kyu gk jadi cium min. ck, gelisah yah? woo ming dilamar kyu, ayo terima

  3. heldajungsoo says :

    Semoga thor diberi kelancaran. .eumm hahaha kyu gk jadi cium min. ck, gelisah yah? woo ming dilamar kyu, ayo terima

  4. Tika says :

    HITS udah menjelag End jg ya… Duh tuh Kyu knp? Kebelet nikah,eoh? Kasian sekali ekspresinya

  5. Kyumin says :

    Untung jungmo bkan org ke 3๐Ÿ˜€

    kyu ngelamar ming! Harus terima wkwk

  6. Nadra kyumin says :

    Wwahh, kyu ampe brkringat gtu… Ckckck

  7. maya melani says :

    yah gajadi deh kesian kyu hahaha.
    min follback dong mau minta pw nyaaa~ u.u

  8. AnnaEvil says :

    kirain momo jadi orang ke-3
    padahal baru ketemu mau langsung di ajak ke jepang aja
    ngelamarnya gak romantis nih kyu
    lanjut eon~
    makin banyakin kyumin moment nya ya๐Ÿ˜€

  9. Chacha says :

    Aseeeek~ akhirnya ming mau jga diajak ke seoul.๐Ÿ˜„
    Yaaah~ udah mau endnya. ._.
    Semoga ming mau diajak ke jepang trus tinggal disana dan menikah sama kyu.
    Aku mau banyak KyuMin moment nanti.

    Chukkae desty. ^^
    Semoga lulus SNMPTNnya.

  10. Cho Minyu says :

    hahahah kasian deh si kyu mau nyium min ga jadi..
    heh menikah? ya ayo cepat kalian menikah dan hidup bahagia.

  11. mikyungmii says :

    Ngahaha.. Kyuhyun cari kesempatan biar dipeluk peluk Sungmin :3
    Kalo Sungmin diajak tinggal bareng Kyuhyun di Jepang terus nikah, kira2 bakalan ketemu sama Donghae ngga ya disana?
    *emang Donghae ke jepang?*
    *lupa*

  12. Kanaya says :

    jadi senyum2 sendiri mbayangin wajah kyuhyun nggak jadi nyium sungmin,hehe
    .
    segera aja nikah ya,dan buatin baby kyumin๐Ÿ™‚

  13. .... says :

    cie kyu ampe kringetan gitu haaha
    ming terima kyu ya

  14. anestiakyu203 says :

    Aq kira jungmo bakal jd orang k’3 , eh gak twny cuma sahabat lama aja! Hehe
    next par ending?
    Wah ditunggu bgt itu!

  15. KimShippo says :

    Akhrny mau juga ming ikt kyu pulng..
    Wah kyumin kencan nich..
    Kyu mau mencri ksemptan dlm ksempitan nich haha
    loh qu kira kyu kracunan eh trnyta itu mau mlamar ming toh bkin org yg bca kaget ja..

  16. choiyoungun says :

    waduh lama2 ga kemari tauk2 udah chap 17 ne parah cerita na udah mpe chap 18

    nah loh ntu sch epil napa ntu???

  17. guardiaNietha says :

    kyaaaaa….
    kyuhuun ngelamar sungmin!!!!
    appa ngelamar eomma!!!
    terima. terima. terima!!!!!
    huahahahhaa…
    seneng banget ngeliat mereka udh bareng2 kaya gini…
    kangen juga sama pasangan hanchul…
    can’t wait to see what will happen in the next chapter ^^

  18. usagie chan says :

    Ahahahaha… kyu keringetan gara2 mo nglamar ming bknnya demam~.~
    Aku sk sfat ekonomisny ming brsa nyata ma sfat aslinya sih=D
    dn kyu yg mo kissu ming pke acra modus di bioskop tp gk jd? Bwuahahaha syukurin,enk aja maen terkam baby ming tnpa pemanasan dlu #plaaaakkkk abaikan
    aku plng suka ps bag donghae yg mncurigai hub tak wajar kyumin dsklh,dn plg bahagia ps awal mulany donghae sebel ma innocent ming gra2 kjadian ajaib ps ospek dlu,bkn ngakak asli tu part=D
    dn aku sukaaaaaaaa bibi kim yg ngtot mo ngjodohin ming ma pria tampan dr donghae mp kyu sndri,pantang mnyerah,hahahaha…
    jwb iya ming buruan nikah gih ma kyu trs bkn tim ksebelasan,xixixixixi…..

  19. Isni Nur says :

    Aaaa omo! Kyu oppa ngelamar Sungmin eonni? huaaaaaa daebak ^^
    Next next thor :))))

  20. ritsu says :

    yehet ~
    minni di lamar sama kyu,,๐Ÿ˜€

    next >>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: