– Babble – KyuMin – Yaoi – Chapter 3 –


– Babble – KyuMin – Yaoi – Chapter 3 –

.

.

KRING

KRING

KRING

Bunyi dering alarm jam waker terdengar sangat memekakkan telinga. Sungmin yang terlihat masih terbaring pulas di atas ranjang pelan-pelan mengerjap-ngerjapkan matanya. Tangannya memijat pelan keningnya. Dengan kesal ia bangkit dari posisi berbaringnya dan menatap sumber suara. Segera ia meraih jam waker itu dan melemparnya ke lantai.

PRAK

Sejak kapan ia punya jam waker hahh? Apa ini ulah Cho Kyuhyun juga? Tapi kapan dia menaruh benda pengganggu tidur itu disana?

Sungminpun lebih memilih sikap tak perduli. Kembali ia memijat keningnya yang masih terasa pusing.

“Aku benci hangover,” Gerutunya.

Dia meneliti pakaian yang tengah ia gunakan saat ini, sudah berubah. Siapa yang menggantinya? Apa pelayannya? Lalu.. Siapa yang mengantarnya pulang? Apakah Cho Kyuhyun?

Ekspresi Sungmin sontak berubah pucat pasih. Ia ingat kalau dia mabuk berat semalam. Dan yang ia takutkan adalah.. ketika dirinya mabuk maka ia akan selalu mengoceh tak jelas. Setidaknya itu yang ia ingat ketika bangun tidur setelah semalamnya mabuk.

“Apa Kyuhyun yang bersamaku ketika mabuk? Jadi dia melihatku yang mengoceh tak jelas?”

Sungmin memegang kepalanya frustasi. Kyuhyun sudah melihatnya dalam keadaan mabuk. Dan itu memalukan!

“Bagaimana ini? Bagaimana?”

Sungmin mulai bergerak gelisah di atas kasur. Kyuhyun pasti akan menatapnya aneh setelah ini!

“Apa saja yang kulakukan semalam? Apa yang terjadi?” Tanyanya sendirian.

Sungmin kembali mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Sebuah ingatan mengenai dia yang meracau tak karuan sebelum dibopong Kyuhyun untuk memasuki mobilpun muncul.

“Hahh! Benar-benar memalukan!”

Dengan brutal ia mengacak-acak rambutnya. Sungmin kembali mengingat-ingat kejadian selanjutnya. Apa.. Apa yang ia lakukan ketika di mobil?

Sebuah bayangan muncul di pikirannya.

“AKU MENANGIS?! TIDAKKKKKKKKKKK!”

Sungmin kembali menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Dengan kian frustasi ia berguling-guling disana.

“Bagaimana bisa? Ahhhh! Aku sudah tidak mempunyai muka lagi di depannya!”

Sungmin memukul-mukul bantal gulingnya sebal. Kenapa ia bisa-bisanya mabuk? Kenapa pula ia lupa kalau dia akan selalu bertingkah aneh kalau mabuk? Dan kenapa harus Kyuhyun???!

“Lalu apalagi yang terjadi setelah itu?”

Dengan wajah yang tertekuk masam, Sungmin kembali mengingat-ingat.

Bayangan saat ia dan Kyuhyun beradu mulut melintas di kepalanya. Dan setelah itu.. Kyuhyun tiba-tiba..

“MENCIUMKU??!”

Seketika Sungmin kembali bangkit dari posisi berbaringnya dengan mata melotot.

“DIA MENCIUMKU???????! DUA KALI!” teriaknya semakin seperti orang gila.

Sungmin meraih gulingnya dan menggigit benda itu menahan kekesalan.

“CHO KYUHYUN KUBUNUH KAU!!!”

.

.

.

Sekitar 5 pelayan perempuan disana mengintip dari arah dapur. Mereka sesekali terlihat berbisik-bisik sembari menatap sosok Kyuhyun yang nampak gelisah di sofa yang berada di ruangan tengah. Kyuhyun sudah sesuai jadwal seperti kemarin kalau dia akan datang pagi-pagi untuk menjemput Sungmin ke kantor.

Tapi sesuatu membuat mereka bingung. Kenapa Cho Kyuhyun yang nampak sudah rapi dengan jasnya itu terlihat begitu gelisah disana.

“Ahjumma!”

Sontak kelima pelayan yang tengah memperhatikan Kyuhyun tersebut bergerak panik saat sosok yang sedari tadi mereka perhatikan malah menoleh kearah mereka.

Keempat pelayan disanapun dengan kompak mendorong salah satu rekan mereka yang terbiasa dibully untuk mendekat kearah Kyuhyun yang memanggil.

Melihat takdirnya itupun pelayan tersebut dengan ragu-ragu mendekat menuju Kyuhyun.

“Ada apa Tuan?” Tanyanya sopan.

Kyuhyun melirik kearah kamar Sungmin yang berada di lantai atas sebentar.

“Apa Lee Sungmin belum juga bangun?” Tanya Kyuhyun.

“Belum tuan.”

Kyuhyun memperlihatkan ekspresi gundahnya.

“Ya sudah kalau begitu. Terima kasih.” Ucap Kyuhyun dan kembali pada posisinya di sofa. Sementara itu si pelayan kembali ke belakang untuk melanjutkan tugasnya.

Kyuhyun memegangi kepalanya frustasi. Dia masih teringat-ingat aksi gilanya yang mencium Sungmin ketika mabuk. Mana dua kali!

“Aishhh ini gila.. Apa dia akan mengingatnya?” Tanya Kyuhyun pada diri sendiri.

Pemuda itu benar-benar gelisah. Sungguh.. kejadian Mencium semalam sangat diluar kesadarannya. Maksudnya itu.. Itu terjadi begitu saja.

“Aku bisa mati di tangannya kalau dia mengingat itu.” Racau Kyuhyun.

Kyuhyun masih terus menarik-narik rambutnya. Lihatlah dia sekarang! Untuk menerobos ke kamar Sungmin seperti yang dia lakukan kemarin saja dia sudah tidak ada muka. Yahh walaupun tindakannya itu ditahan oleh beberapa pelayan.

“Ya Cho Kyuhyun!”

Sebuah suara memanggil namanya. Kyuhyun mendongak dan menemukan sosok Sungmin yang sedang berdiri tepat di atas tangga. Kyuhyun menatap Sungmin tambah gugup.

“Kau.. Kau sudah bangun?” Tanya Kyuhyun berbasa-basi.

Sedangkan disana Sungmin masih memasang wajah menyeramkannya.

“Cepat naik dan ikut aku ke ruanganku, sekarang!”

Setelah mengatakan hal itu. Sungminpun berlalu. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak.

“Ya Tuhan.. Bantu aku.” Gumamnya dan kemudian bangkit dari sofa menuju ruangan Sungmin di atas.

Ketika kakinya sudah berpijak tepat di depan pintu ruangan yang Sungmin maksud tadi. Kyuhyun nampak ragu untuk meraih knop pintu. Dia sedang memikirkan sesuatu.. Akankah ia bisa selamat setelah masuk ke dalam ruangan ini?

“Tenang.. Tenang. Kau harus tenang Kyu.” Ucapnya seraya menenangkan dirinya sendiri.

Dengan sekali tarikan nafas panjang Kyuhyun membuka pintu dan melangkah masuk. Setibanya di dalam ruangan. Kyuhyun lagi-lagi harus menelan salivanya saat matanya sudah menangkap sosok Sungmin tengah duduk di sofa sembari melayangkan tatapan tajam kearahnya.

“Duduk.”

Satu kata perintah yang diucapkan Sungmin membuat batin Kyuhyun makin bergejolak. Namun mengingat eksistensinya di depan Sungmin selama ini, Kyuhyunpun dengan bersusah payah tetap menunjukkan ekspresi tenangnya.

Sekali lagi tarikan nafas panjang Kyuhyun ambil saat bokongnya sudah menyentuh busa sofa. Kyuhyun melirik Sungmin yang duduk berhadapan dengannya. Kenapa pemuda ini sungguh mengerikan? Batin Kyuhyun.

“Kau tahu sebabnya kenapa aku menyuruhmu kesini?”

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali.

“Tidak.. Memangnya ada apa?”

Sungmin kian tajam melayangkan tatapannya pada Kyuhyun. Sontak saja ketika diberi tatapan mengerikan seperti itupun membuat Kyuhyun kalang kabut.

“Jangan berpura-pura. Kalau tidak.. Kau habis di ruangan ini.”

Mendengar perkataan Sungmin padanya.. Kyuhyun tanpa sadar melonggarkan ikatan dasinya. Apa? Apa dia harus mengaku?

“YA CHO KYUHYUN!”

“Araso! Araso! Aku mengaku menciummu semalam! Dua kali! Puas?!”

Setelah melakukan pengakuan di saat yang terjepit. Kyuhyun menjambak rambutnya kasar. Aishhh.. Memalukan!

“Kenapa kau menciumku hahhh???? Kau pikir aku mau kau cium? Memangnya kau siapa? Teman bukan.. Pacar apalagi. Sekali mungkin bisa kutolerir. Tapi kenapa kau menciumku dua kali?! Kau taruh dimana otakmu itu hahh?!”

Kyuhyun menutup kedua telinganya saat Sungmin mengomel di hadapannya. Astaga! Cerewetnya datang lagi.

“Habisnya kau selalu mengoceh! Kau pikir malam-malam mendengar ocehanmu itu menyenangkan?! Kau mabuk! Kalau kau dalam keadaan sadar mungkin sudah kupukul kepalamu itu! Tapi aku masih mempunyai hati nurani pada orang mabuk yang kehilangan akal sepertimu untuk tidak menjedotkan kepalamu saat itu juga!”

Teriakan Kyuhyun kali ini membuat Sungmin menganga. Berani-beraninya dia balas membentak Lee Sungmin?

“Kenapa kau yang malah membentakku?! Kau tersangkanya disini!”

“Ya sudah kalau begitu aku minta maaf!”

“Maaf.. Maaf.. Maaf kepalamu hahh?!”

“Ya! Kenapa bicaramu tidak sopan begini? Kau pikir aku mau menciummu? Kalau tidak terdesak aku juga tidak mau!”

Sungmin dan Kyuhyun langsung melempar pandangan mereka masing-masing kearah lain. Keduanya nampak mengerikan.

“Awas kalau kau menyukaiku Cho!”

Ucapan Sungmin membuat Kyuhyun kembali menoleh.

“Tidak akan! Kau pikir aku menciummu karena menyukaimu? Jangan bercanda!”

“Tapi gelagatmu mencurigakan! Kau menciumku!”

“Memangnya kenapa kalau aku menciummu? Aku juga suka mencium anjing dan kucingku di rumah.”

“Jadi kau menyamakanku dengan peliharaanmu?!”

“Aku tidak bilang begitu. Kau saja yang terlalu sadar diri.”

“Ya!!”

Sungmin kembali berteriak kalap. Ya Tuhan! Cho Kyuhyun benar-benar bermulut besar!

“Aku benar-benar tidak menyukaimu!” Ujar Sungmin.

“Aku juga tidak!” balas Kyuhyun.

Sungmin menepuk-nepuk pelan dadanya guna menenangkan diri. Tuhan.. Tolong dia.

“Lupakan semua kejadian semalam! Jangan mengungkitnya lagi. Kau paham?!”

“Oke! Memangnya untuk apa diingat-ingat?”

Sungmin tersenyum kecil di dalam hati. Ya.. Setidaknya sejauh ini si Mulut besar di depannya itu tak membahas mengenai dirinya yang menangis. Jadi alangkah baiknya kalau semua kejadian semalam mereka lupakan.

“Baiklah! Lupakan semuanya dan jangan pernah membahasnya lagi! Lupakan!” Ucap Sungmin sekali lagi.

“Araso! Kau tenang saja!”

Sungmin bangkit dari sofa dan berjalan mendekati pintu. Sementara Kyuhyun memandangi tubuh Sungmin yang bergerak menuju pintu dengan kening berkerut.

“Kenapa kau malah pergi? Kau mau meninggalkanku sendirian disini?” Tanya Kyuhyun.

“Ya kalau mau keluar ya keluar. Kau punya kaki kan? Lagipula pembicaraan kita sudah selesai.” Jawab Sungmin acuh.

“Lalu kau mau kemana?”

“Tentu saja mau bersiap? Kau tidak lihat aku masih memakai piyama? Tidak mungkin aku ke kantor dengan piyama kan?”

Kyuhyun cengo mendengar ucapan Sungmin. Benar juga, batin Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun sedikit bergerak gelisah ketika di mobil. Oh ayolah.. Mana bisa dia tenang menyetir kalau sedari tadi mata Sungmin terus menatapnya lekat.

“Berhenti menatapku seperti itu.” Ucap Kyuhyun meminta.

Sungguh! Sungmin membuatnya benar-benar tidak nyaman. Tatapan Sungmin yang dilayangkan padanya itu seperti seorang pelisi yang tengah mempelototi tersangka tindak kejahatan.

“Perjalanan kita masih panjang Cho. Ini baru dimulai. Tapi kau sudah menciumku. Kau mengkhawatirkan.”

Kyuhyun mengernyitkan alis mendengar ucapan Sungmin.

“Itu terjadi karena aku dalam posisi panik dan terdesak.”

“Memangnya aku bisa percaya dengan ucapanmu?”

Kyuhyun menarik nafas panjang ketika mendengar ucapan Sungmin. Yahhh.. Sepertinya menarik nafas panjang sudah menjadi kebiasaan dirinya kalau berbicara dengan pemuda itu.

“Tenang saja.. Kenapa kau takut sekali? Walaupun.. Yahh.. Walaupun nantinya mungkin aku menyukaimu.. Tapi kalau kau tidak menyukaiku.. Maka aku akan mengaku pada kedua orangtua kita kalau aku tidak menyukaimu. Itu sih kalau aku jadi menyukaimu. Tapi kurasa tidak akan.”

Sungmin memutar kedua bolamatanya malas. Pemuda manis itu menyanggah kepalanya dengan menggunakan telapak tangan miliknya yang bertumpu pada jendela mobil.

“Aku harap kau bisa memegang ucapanmu. Aku sudah muak dengan kebohongan.”

Kyuhyun menoleh sejenak kearah Sungmin. Pemuda manis itu nampak berbeda saat ini.

“Kau.. Kau bisa mempercayaiku.” Ucap Kyuhyun.

Sungmin tak bereaksi apa-apa atas ucapan Kyuhyun. Pemuda Lee itu hanya membuang pandangannya keluar jendela.

Kyuhyun melirik-lirik Sungmin. Hei.. Kenapa tidak merespon ucapannya?

“Aku bilang.. Aku bilang kau bisa mempercayaiku.” Ulang Kyuhyun. Mungkin saja Sungmin tak mendengar ucapannya tadi kan?

“Kenapa aku harus begitu mudahnya mempercayaimu? Terkadang seseorang yang sudah kita kenal lama saja masih bisa berbohong. Lalu kenapa aku harus mempercayaimu?”

Kyuhyun melirik Sungmin yang masih nampak melempar pandangannya keluar jendela. Pemuda manis itu nampak seperti orang yang menganut krisis kepercayaan terhadap orang lain. Apa.. Sebelumnya dia pernah dibohongi? Dan itu menyisakan bekas mendalam?

“Kau bisa mempercayaiku.. Karena aku menghargaimu.”

Kyuhyun tersenyum tipis saat itu. Pemuda itu kembali memfokuskan pandangannya menuju jalan. Ketika dirasanya mobil yang dia kendarai sudah tiba tepat di depan gedung. Kyuhyun dengan segera memberhentikan mobil.

Kyuhyun menolehkan wajahnya menghadap Sungmin yang nampak baru saja beringsut untuk keluar mobil.

“Aku akan menjemputmu sepulang kerja nanti.”

Sungmin mengangguk kecil dan membuka pintu mobil. Ketika Direktur muda itu baru saja membuka pintu. Entah darimana tiba-tiba sosok Donghae muncul.

“Hyung! Kau datang lebih pagi.. Tidak biasanya.”

Ucapan Donghae masih bisa terdengar oleh Kyuhyun yang berada di dalam mobil. Setidaknya jendela pintu dimana Sungmin keluar barusan tidak tertutup.

“Aku masuk dulu. Kau juga masuklah. Kenapa kau berkeliaran di jam kerja seperti ini?” Ucapan Sungmin terdengar lebih seperti menasehati. Jauh dari kata memarahi ketika bersamanya.

Kyuhyun memperhatikan dari dalam mobil sosok Sungmin yang berbeda ketika bersama Donghae. Setidaknya lelaki itu lebih beruntung darinya yang harus tiap pagi mendengar teriakan Sungmin. Ah bukan setiap pagi, mungkin setiap saat.

“Kyuhyun-ssi.”

Lamunan Kyuhyun seketika buyar saat sebuah suara memanggil namanya.

Kyuhyun mendapati sosok Donghae yang tengah berdiri dan bertumpu di kaca pintu mobil yang terbuka.

“Sungmin hyung kenapa?” Tanya Donghae sembari menunjuk ke belakang tubuhnya dan memperlihatkan Sungmin yang baru saja masuk ke dalam gedung.

“Entahlah..” Jawab Kyuhyun enteng.

Donghae mengangguk paham.

“Kalian bertengkar?” Tanyanya lagi.

“Ya.”

Donghae tersenyum tipis mendengar ucapan Kyuhyun.

“Dia memang seperti itu. Kalau pagi-pagi begini sangat sensitif. Jadi kau harus maklum. Tapi.. Kalau kau sudah mengenalnya. Kau akan mulai terbiasa dengan sifat dingin dan cerewetnya itu. Oh ya sudah kalau begitu.. Aku permisi masuk ke dalam juga ya.. Sampai jumpa.”

“Donghae-ssi tunggu sebentar!”

Donghae kembali menoleh kearah Kyuhyun.

“Ya ada apa?”

Kyuhyun sejenak diam nampak berpikir.

“Bisa malam ini kita bicara sesuatu? Ada yang ingin kutanyakan padamu.”

Donghae sedikit menimbang-nimbang ajakan Kyuhyun.

“Ya.. Kurasa aku tidak ada pekerjaan lain setelah pulang kantor.”

Donghae mengeluarkan dompetnya dan menyodorkan kartu namanya pada Kyuhyun.

“Hubungi saja aku nanti.”

Donghae dengan segera berlari kecil memasuki gedung. Kyuhyun menatap pemuda itu bingung.

“Apa dia.. Mempercayai Donghae?”

.

.

.

“Hyung.”

Sungmin mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang baru masuk ke dalam ruangannya. Saat matanya menemukan sosok Donghae. Iapun kembali menatap kertas-kertas yang berada di atas mejanya.

“Oh kau.. Ada apa?” Tanya Sungmin masih fokus pada pekerjaannya.

Donghae duduk di salah satu sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.

“Kau rajin ke kantor belakangan ini. Aku senang melihatnya.”

“Ada tidaknya aku disini. Perusahaan akan baik-baik saja. Ayahku mempunyai banyak kaki tangan untuk menggerakkan perusahaan.”

“Akan lebih baik kalau Putera tuan besar Lee sendiri yang menjalankan perusahaan.”

Sungmin tersenyum tipis mendengar ucapan Donghae.

“Apa kau mau perusahaan ini? Aku bisa memberikannya padamu. Hae-ah.” Tanya Sungmin dan menatap Donghae disana.

“Hyung.. Jangan mulai lagi.”

Sungmin mengangkat kedua tangannya nampak seperti menyerah.

“Oke oke.. Aku hanya bercanda.” Ujar Sungmin.

Donghae berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri meja Sungmin.

“Ini..”

Sungmin menatap map yang baru saja diletakkan Donghae di atas mejanya.

“Apa ini?” Tanya Sungmin.

“Proposal proyek baru antara perusahaanmu dengan perusahaan lain. Aku tidak begitu tahu tentang perusahaan yang akan menjadi mitra bisnis terbesar kita ini. Kau bisa membaca data perusahaan itu lebih detailnya. Aku hanya ingin memberikan ini padamu Hyung. Ketika proposal ini sampai di mejaku.. Mereka bilang agar segera memberikannya pada ayahmu. Tapi kurasa kau juga harus tahu kalau ada proyek sebesar ini yang akan dibangun oleh ayahmu bersama perusahaan itu.”

Sungmin mengambil map berwarna biru tua itu untuk mendekat padanya.

“Baiklah.. Aku akan membacanya.”

Donghae tersenyum dan membungkuk hormat pada Sungmin.

“Aku pamit keluar dulu Hyung.”

Sungmin hanya tersenyum kecil dan memandang sosok Donghae yang menghilang dari balik pintu.

Setelah sosok Donghae sudah benar-benar tidak ada.

Sungmin membuka map itu dan sesegera mungkin membaca sesuatu disana.

Matanya terhenti pada suatu tulisan yang ada disana.

“Sudah kukira. Ini perusahaan milik Cho family.”

Sungmin melanjutkan kegiatan membacanya. Pada susunan nama-nama petinggi yang berperan dalam proyek di proposal tersebut, Sungmin tak menemukan nama Cho Kyuhyun disana.

“Nama bocah itu tidak ada disini. Apa dia tidak tahu apa-apa mengenai hal ini? Kurasa dia tidak sedang memperalatku demi bisnis keluarga kan?”

Sungmin menutup map tersebut dan kembali merenung. Kyuhyun sama seperti dirinya. Hanya dibuat sebagai alat penyatuan untuk mengokohkan bisnis besar di antara dua belah keluarga.

“Perjodohan ini harus segera berakhir.”

.

.

.

Kyuhyun yang sedari tadi nampak menyandarkan tubuhnya di badan mobilpun dengan segera menegakkan tubuhnya saat sosok Sungmin baru saja keluar dari dalam gedung.

“Lama sekali. Tumben kau keluarnya terlalu sore.” Keluh Kyuhyun.

Sungmin mendelik tak suka kearah pemuda itu.

“Siapa suruh kau menjemputku? Itukan kemauanmu.” Ujar Sungmin sinis.

Kyuhyun terdiam dan memilih untuk tenang. Sungmin masih sensitif. Jadi jangan membalas ocehan pemuda manis itu Kyu!

“Araso.. Masuklah.. Kita pulang.”

Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk mempersilakan Sungmin agar segera masuk.

Setelah keduanya sudah sama-sama berada dalam mobil. Kyuhyunpun dengan segera menjalankan mobil itu.

Di tengah perjalanan seperti biasanya tak ada percakapan berarti di antara mereka berdua hingga saat terdengar bunyi ponsel milik Sungmin berdering.

Kyuhyun sedikit melirik Sungmin yang tengah mengangkat telponnya.

“Ada apa?”

Kalimat pertanyaan tanpa salam itu langsung dilempar Sungmin pada seseorang disebrang sana.

“…….”

“Apa? Dia datang? Untuk apa anak itu datang? Mengganggu saja!”

“…….”

“Baiklah.. Pastikan semua bendaku tidak dia sentuh dan awas kalau bocah itu masuk ke dalam kamarku. Kalian semuanya kupecat.”

FLIP

Sungmin kembali menyimpan ponselnya. Wajah pemuda itu yang memang awalnya sudah ketus kini bertambah ketus.

“Bisa kau lebih cepat? Ada orang menyebalkan yang datang ke rumahku!” Desak Sungmin agar Kyuhyun mempercepat laju mobilnya.

“Ara.. Araso..”

Kyuhyunpun sedikit menambah laju mobilnya. Ya hanya sedikit. Dia tidak mau mengambil resiko lebih jauh untuk menambah banyak kecepatan mobil.

Dalam waktu yang terbilang bisa dikatakan tidak terlalu lama. Merekapun akhirnya tiba. Dengan cepat Sungmin membuka pintu mobil dan berlalu keluar.

Kyuhyun mengerutkan dahi saat melihat tingkah Sungmin. Memangnya ada apa? Dan akhirnya.. Setelah menyimpan begitu banyak pertanyaan di dalam kepala. Kyuhyunpun ikut keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah Sungmin.

“Siapa yang menyuruhmu datang kesini hehh bocah?!”

Suara teriakan Sungmin yang seperti biasanya menyambut kedatangan Kyuhyun di dalam rumah. Kyuhyun memperhatikan sosok Sungmin yang tengah berdiri dengan sesosok pemuda lain disana.

“Paman Lee sudah mengizinkan. Paman bilang aku bisa tinggal di rumah ini bersama Hyung. Boleh ya Hyung?”

Sosok asing itu dengan cepat meraih tangan Sungmin dan memegangnya.

“Lepaskan tanganmu! jangan sentuh-sentuh aku!”

Dengan cepat Sungmin menarik tangannya dan membuat tubuh pemuda asing itu terjatuh ke lantai.

“Sudah kubilang jangan menyentuhku! Dasar menyebalkan!” Bentakan Sungmin membuat ruangan tengah itu hening. Puluhan pelayan yang sedari tadi juga ikut menontonpun masih diam tak bergerak.

“Hyung.. Sungmin Hyung.. Kenapa kau selalu bersikap seperti ini padaku?”

“Habisnya aku muak denganmu! Kau selalu datang mengangguku! Dasar bocah!”

“Hyung masih membenciku karena hal itu?”

“Menurutmu? Apa aku harus menjamu kedatanganmu setelah kau melakukan hal itu padaku? Jangan bermimpi.”

Sungmin melepas jas kerjanya dan melemparnya kearah pemuda asing yang masih terduduk di lantai.

“Seperti biasa.. Kau tinggal disini tidak gratis! Cuci jas itu. Dan kalian semua pelayan!”

Sungmin memandang satu persatu pelayannya.

“Jangan melayani bocah ini! Aku pemilik rumah ini.. Araso?!”

Sungmin segera berlalu dan menaiki tangga menuju kamarnya. Sementara itu satu persatu pelayan yang nampak diam kini mulai mendekati sosok asing yang masih terduduk di lantai disana.

Kyuhyun mengamati kejadian yang ada di depannya dengan kening berkerut. Sebenarnya ini ada apa?

“Oh ahjumma..”

Kyuhyun menahan salah satu pelayan yang lewat di depannya.

“Ya Tuan?”

“Siapa pria itu?”

Si Pelayan menoleh kearah sosok yang dimaksud Kyuhyun.

“Oh dia Tuan Muda Kim Ryeowook. Dia sepupu Tuan Lee Sungmin.”

Setelah menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pelayan itu kembali berlalu.

Kyuhyun mengamati sosok yang sedang dibantu berdiri oleh pelayan-pelayan disana.

Bahkan dengan sepupunya sendiri dia bersikap seperti itu, batin Kyuhyun. Tapi.. Kenapa kalau dengan Donghae..

“Sebenarnya siapa Lee Donghae bagi Sungmin?” Gumam Kyuhyun.

.

.

.

Kedua pria itu kini nampak sedang bersandar di badan mobil masing-masing. Kyuhyun benar-benar menghubungi Donghae agar bertemu untuk membicarakan sesuatu. Dan sekarang tibalah mereka berdua disini. Di pinggir jalan dengan menghadap kearah sungai kecil di depan mereka berdua pada malam hari ini.

Kyuhyun menolehkan pada sosok Donghae yang nampak masih asik bergelut dengan ponselnya.

“Maaf menganggumu malam-malam seperti ini.”

Kyuhyun pertama kali yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua.

“Tidak apa-apa.. Jangan sungkan seperti itu.” Jawab Donghae namun masih bergelut dengan games ponselnya.

“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan. Tapi maaf kalau pertanyaanku agak sedikit tidak sopan. Hanya saja aku penasaran.”

Donghae tersenyum simpul mendengar ucapan Kyuhyun.

“Tanya saja.. Selagi aku bisa menjawab akan kujawab. Coba kutebak.. Kau mau bertanya tentang Sungmin Hyung kan?”

Donghae sedikit melirik Kyuhyun disana. Dan kembali ia memfokuskan perhatiannya pada ponsel.

“Ya.. Ini tentang Sungmin.”

Kyuhyun kembali menoleh kearah Donghae yang nampak tak terlalu memperdulikan ucapannya disini. Bagaimana bisa Sungmin bisa bersikap sedikit ‘jinak’ dengan pemuda yang memiliki sikap seperti ini?

“Sudah berapa lama kau dan Sungmin saling mengenal?”

Donghae sedikit bergeming dari games ponselnya saat Kyuhyun menanyakan hal itu. Namun itu hanya terjadi sepersekian detik saja. Buru-buru ia kembali memainkan gamesnya.

“Aku kenal dengannya sudah sejak bangku SMA.. Itu sekitar 9 tahun yang lalu.”

Kyuhyun mengangguk paham. Sudah dia duga mereka pasti sudah kenal lama.

Kyuhyun membasahi bibirnya pelan. Apalagi yang harus dia tanyakan?

“Eumm.. Boleh kutahu seperti apa hubungan diantara kalian berdua?”

Donghae kembali melirik kearah Kyuhyun yang berada disana.

“Ya seperti yang kau lihat selama ini. Seperti itu, yahh hanya seperti itu.” Jawab Donghae singkat karena fokusnya masih terpusat pada games ponselnya.

Kyuhyun belum terlalu puas mendengar jawaban Donghae. Dia yakin ada hal lain diantara mereka berdua.

“Kau tahu? Aku pernah berpikir kalau kau dan Sungmin berpacaran. Karena sungguh jarang melihat Sungmin bersikap seperti itu saat bersama orang lain, apalagi denganku.”

Donghae mempausekan games ponselnya saat mendengar ucapan Kyuhyun. Pemuda Lee itu menarik nafas panjangnya.

“Kyuhyun-ssi..”

Kyuhyun menoleh kembali saat Donghae terdengar memanggil namanya.

Donghae ikut menoleh kearah Kyuhyun dan kini mereka berduapun saling tatap.

“Kami tidak berpacaran.”

Ucapan Donghae terdengar tenang. Ya.. Dirinya dan Sungmin tidak sedang berpacaran.

“Tapi.. Kami pernah berpacaran sebelumnya.”

DEG

Kyuhyun membulatkan matanya saat mendengar ucapan Donghae. Perkataan Donghae terlalu jauh di luar jangkauan spekulasi-spekulasi yang selama ini ada di kepalanya.

“Sungmin.. bisa dibilang.. dia adalah mantan kekasihku.”

.

.

.

Cont-

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

7 responses to “– Babble – KyuMin – Yaoi – Chapter 3 –”

  1. heldajungsoo says :

    Mwo? hae mantan kyu, kyu harus ekstra sbar hdapin ming.

  2. maya melani says :

    oww jd mantannya toh. kaget loh hahaa.

  3. gpristiya27 says :

    sebenarnya kenapa dengan cerita ini?
    sebenarnya ada apa dengan ff ini?
    aigoo kyu mulai tertarik dengan kehidupan umin..kukuku
    kenapa dengan kim ryeowook
    kenapa sungmin kejam dengan ryeowook, apa ryeowook itu pernah berbuat kesalahan ama sungmin *pasti pernah
    aigoo haemin pernah pacaran?
    lanjut ka lanjut
    di tunggu semua ff nya apalagi too bad, ama ff galeri nya
    aku suka banget
    keep writing ya ka🙂
    update cepet

  4. Tika says :

    Mantan? #gubrak#apasihnggkpenting
    Lnjt Cingu… Suka kalau Kyumin’nya ribut… Lucu

  5. sara samuel wuarlela pangemanan says :

    ming ingat kyu menciumx 2 kali. . . Mwo knpa sikap ming pada wookie kasar skali. . . Apa yah kesalahan wookie? Trus hae ngaku lg kalo ming adalah mantanx. . . . . . Lanjt thor

  6. ChoLee KyuMin says :

    Waaooww…
    Jd donghae mantan’ny sungmin??
    Wae??
    Trus apa ad hubungan’ny dgn ryewook??
    Okeh ini mulai rumit :s

  7. Kyumin pu says :

    Hiyaaa penasaran flashback dongs~ ckckck Lanjut yaa sungmin nya evil si kyu kenapa dia rada takut sama sungmin yaa hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: