– BABBLE – KyuMIn – Boy x Boy – Part 4 –


BABBLE

KyuMin © God

Story © Chizawa Lynch

Rated : T

~KyuMin~

Warning : Mungkin OOC, Typo, Gaje. dll.

Genre : Romance & Comedy

Length : Chaptered.

.

Boys Love

.

Point of View : Author

.

0o0o0

Chapter 4

.

“Sungmin.. bisa dibilang.. dia adalah mantan kekasihku.”

Ucapan Donghae kembali terngiang-ngiang di dalam telinganya. Membuat Kyuhyun yang sedang mengendarai mobil berulang kali menarik nafas dan menghelanya. Luar biasa. Kejutan apa lagi yang dia dapatkan mengenai Lee Sungmin huhh? Mantan kekasih? “Sulit dipercaya.” Gumam Kyuhyun.

Sebenarnya ia sudah bisa memprediksi bahwasanya Sungmin dan Donghae memang mempunyai hubungan yang tidak biasa. Tapi.. Bagaimana bisa mereka masih berhubungan ‘baik’ dengan status mantan kekasih? Tidakkah itu akan terlihat canggung?

CKIT

Kyuhyun memberhentikan mobilnya tepat di tempat parkir gedung apartemennya. Dengan segera ia turun dan melangkah masuk ke dalam gedung. Setibanya di depan pintu apartemen dan ketika ia membuka pintu tersebut. Dahinya mengernyit melihat lampu apartemen itu yang menyala. Seingatnya ketika ia keluar tadi pagi semua lampu sudah dia matikan.

“Oh sayang.. Kau sudah pulang?”

Kyuhyun yang baru saja selesai melepas sepatunyapun mendongak saat sebuah suara terdengar. Matanya menangkap sesosok wanita yang sangat dikenalinya berdiri disana. “Umma? Umma datang?”

Kyuhyun langsung melangkah masuk dan mengikuti arah sang Ibu berjalan. Ternyata sang Ibu menuju dapurnya. Kyuhyun menghampiri sang Ibu yang nampak tengah sibuk mewadahi berbagai makanan dari plastik ke dalam wadah makanan yang lebih tertutup rapat.

“Umma membawakanmu makanan. Jadi Umma kemari. Umma tahu kau sibuk sehingga mungkin saja tak sempat memasak dan malah memilih makan di luar.”

Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan sang Ibu. Ia melangkah mendekati lemari es, membukanya lalu mengambil sebotol air mineral dari sana. “Setidaknya aku makan makanan yang sehat. Umma tenang saja.” Tukas Kyuhyun dan kemudian menenggak air es yang ada di dalam botol tersebut.

“Bagaimana hubunganmu dengan putera Tuan Lee itu?”

“UHUK!”

Kyuhyun yang sedang meminum itupun sontak tersedak saat mendengar pertanyaan yang tidak disangka-sangka tersebut dari Ibunya. Dengan cepat Kyuhyun mengelap bibirnya dan menutup botol tersebut. “Umma.. tanya apa?” Tanya Kyuhyun kembali memastikan ucapan Ibunya.

Sang Ibu menoleh sejenak kearah sang putera dan kembali melanjutkan kegiatannya pada makanan. “Umma tanya bagaimana dengan hubunganmu dengan Putera Tuan Lee. Apa berlangsung baik?”

Kyuhyun membuka kembali lemari es dan menaruh botol minumnya disana. Ia menarik salah satu kursi di meja makan dan duduk. “Memangnya hubungan seperti apa yang bisa terjalin hanya dalam waktu kurang dari seminggu?” Ucap Kyuhyun. Pemuda itu mulai membuka jas kerjanya dan melonggarkan ikatan dasi yang mengikat lehernya.

“Apa dia anak yang baik? Anak Tuan Lee itu?”

Kyuhyun tersenyum miris mendengar pertanyaan sang Ibu. Baik? Entahlah. Coba kalau ibunya bertanya apa dia cerewet dan mudah marah. Mungkin ia bisa menjawabnya tanpa ada rasa ragu sedikitpun. “Sejauh ini belum ada bagian tubuhku yang terluka. Jadi kurasa dia orang baik.” Jawab Kyuhyun sarat canda.

Kyuhyun melepas ikatan dasinya dan segera meletakkannya di atas meja makan. Sementara itu sang Ibu masih memandangi puteranya dengan datar. “Kalau kau merasa sulit dengan perjodohan ini. Kau bisa membicarakannya dengan Appamu Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun menoleh kearah sang Ibu. “Sudah kulakukan. Tapi Appa tetap saja tidak mendengarkanku.”

“Kau selalu seperti itu. Setiap kali kau tak menyukai sesuatu yang Appamu lakukan padamu.. kau pasti bilang pada kami kalau kau tak menyukainya. Tapi kau sama sekali tak berniat lebih untuk menghentikan sikap Appamu yang selalu memaksakan kehendaknya itu. Kau selalu menuruti semua perkataannya. Bersikaplah sekali-kali tegas. Mungkin Appamu akan sadar kalau kau bisa melakukan segala hal sesuai keputusanmu sendiri.”

Kyuhyun tertunduk lemas. Ia menjatuhnya kepalanya di atas meja makan dengan lesuh. “Tidak apa. Selagi aku bisa menyanggupi kemauan Appa. Tidak masalah untukku.”

“Termasuk pasangan hidup?”

Kyuhyun menatap wajah sang Ibu. Benar. Gara-gara perjodohan ini dia nyaris harus mengubur hidup-hidup mimpinya dan menikahi seseorang yang sama sekali di luar jangkauan tipenya. Tapi bukankah hanya 3 bulan saja kan? Setelah itu perjodohan ini akan segera berakhir. Benar! Ya benar!

“Tenang saja. Umma jangan khawatir.”

“Tenang saja? Kyuhyun-ah.. Apa mungkin kau menyukai anak Tuan Lee itu?”

“Mwo?!”

Kyuhyun sontak berteriak. Apa-apaan itu? Menyukai? Tidak! “Tidak! Kenapa Umma malah bicara seperti itu?”

“Lalu kenapa kau terlihat santai sekali?”

“Siapa bilang aku terlihat santai? Umma kan tahu sendiri aku selalu tenang dalam menghadapi segala sesuatu. Jadi serumit apapun permasalahan tak akan membuatku gelabakan.” Terang Kyuhyun seraya berdiri dari kursi yang ia duduki.

“Umma.. Aku masuk ke dalam kamarku dulu ya. Mau ganti baju.” Pamit Kyuhyun dan hanya dibalas anggukan pelan sang Ibu.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan langsung menyalakan lampu disana. Setibanya di dalam kamar langsung saja ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Ditatapnya langit-langit kamarnya dalam diam. Kembali pikirannya yang muncul ketika saat dia mengemudi tadi mengisi otaknya.

Lee Sungmin adalah mantan kekasih Lee Donghae.

Setidaknya seperti itulah deretan kalimat yang memenuhi kepalanya saat ini. Sampai sekarang dia masih belum percaya atas ucapan Donghae tersebut. “Aishhh! Dia membuatku penasaran.” Gerutu Kyuhyun mengacak-acak rambutnya kesal.

.

.

“Selamat pagi Tuan Kyuhyun.”

Kyuhyun membalas salam sapaan beberapa pelayan rumah Sungmin dengan senyuman ramah. Sejak dirinya yang sering bolak-balik ke rumah ini. Sampai-sampai pelayan-pelayannya sudah kenal dengan wujudnya. Kyuhyun masuk ke dalam rumah dan duduk di salah satu sofa disana. Sepertinya sofa itu sudah menjadi Kursi Tunggu miliknya saat sedang menunggu Sungmin keluar dari kamar. Kyuhyun mengamati keadaan rumah itu dengan seksama. Terkadang ia berpikir Sungmin Cerewet itu beruntung memiliki pelayan sebegini banyaknya di rumah. Coba bayangkan kalau tidak ada pelayan yang hilir mudik di rumah sebesar ini? Mungkin tempat ini akan lebih pantas disebut sebagai rumah hantu.

PRANG!

Kyuhyun langsung meloncat dari sofa saat suara benda pecah menyentaknya yang sedang melamun. Dengan tergesa-gesa ia menghampiri sumber suara. Sesampainya disana, Kyuhyun tertegun melihat pemuda yang disinyalir merupakan Saudara Lee Sungmin yang dirinya lihat kemarin itu tengah berdiri dengan kondisi telapak tangan yang tengah mengucur darah begitu banyak. Kyuhyun mengamati piring-piring yang sudah hancur berantakan di lantai. “Ada apa ini?”

Kyuhyun langsung menghampiri sosok Ryeowook yang masih berdiri mematung disana. Tapi kalau melihat ekspresi wajahnya itu.. Pemuda itu juga nampak menahan sakit. “Kau tidak apa-apa?” Tanya Kyuhyun memastikan. Matanya kembali melihat kearah telapak tangan Ryeowook. Kenapa darahnya keluar sebegini banyaknya?

“Tolong ambilkan obat dan perban. Siapa saja tolong ambilkan.” Suara Kyuhyun terdengar memerintah para pelayan yang berkumpul disana. Tapi tak satupun dari pelayan itu yang bergerak. Apa-apaan ini?

“Kalian sedang apa? Ambilkan perban! Kalian tidak lihat darahnya sudah keluar banyak begini?” Teriak Kyuhyun kesal bercampur panik. Ayolah.. Siapa yang tidak panik kalau melihat seseorang sedang berdarah di hadapannya hahh?

“Maaf Tuan Kyuhyun.. Tuan Lee Sungmin memerintahkan kami agar tidak membantu Tuan Ryeowook dalam hal apapun.”

Kyuhyun menganga mendengar penjelasan salah satu dari pelayan itu. Apa dia bilang? Itu hal konyol! Tanpa mengomel lebih lanjut. Kyuhyun langsung berjalan masuk ke dalam dapur. Biasanya kotak P3K diletakkan di dalam dapur kan? Setelah mendapat kotak P3K disana. Kyuhyun kembali menghampiri Ryeowook dan tanpa basa-basi lagi langsung memperban telapak tangan pemuda itu untuk menghalau darah lebih banyak keluar.

“Hanya untuk sementara. Sekarang ikut aku kedepan. Lukamu mesti diobati. Ini bisa infeksi kalau dibiarkan. Katja.”

Kyuhyun kembali membawa kotak P3K dan membawa Ryeowook ke depan untuk diobati. Sesampainya di ruang tengah. Mereka berdua langsung duduk disana. Kyuhyun kembali membuka perban itu dan mulai mengoleskan betadin pada luka tersebut. Kyuhyun berulang kali mendongak menatap Ryeowook mencoba melihat reaksi pemuda itu. Tapi pemuda itu nampak tak meringis sedikitpun?

“Anda..”

“Oh itu.. Namaku Cho Kyuhyun. Pegacara Lee Sungmin. Pasti kau kaget ya melihatku? Hehe.. Maaf.” Cengir Kyuhyun. Yahh dia lupa kalau dia belum sama sekali berkenalan dengan pemuda ini.

“Namaku Kim Ryeowook. Kyuhyun-ssi.. Terima kasih.” Ucap Ryeowook.

Kyuhyun mengangguk ramah dan kembali berkonsentrasi pada telapak tangan Ryeowook. “Kau.. Sepupu Lee Sungmin?” Tanya Kyuhyun. Baiklah.. Sifat terlalu ingin tahu milik Kyuhyun keluar.

“Ne. Ibu kami bersaudara.”

Kyuhyun membentuk mulutnya seperti huruf ‘O’. Sekarang banyak sekali pertanyaan-pertanyaan seputar Lee Sungmin yang tengah mengantri di kepalanya menunggu untuk ditanyakan.

“Tadi kudengar.. Pelayan bilang Sungmin tidak memperbolehkan mereka membantumu. Kenapa? Dan juga.. Kenapa darahmu bisa begitu banyak keluar?” Kyuhyun bertanya tanpa melihat wajah Ryeowook. Dia takut mungkin saja setelah mendengar pertanyaan yang sedikit bernada Kepo itu tiba-tiba pemuda di hadapannya ini marah dan berteriak. Mungkin saja kan? Bukankah dia berdarah sama dengan Lee Sungmin yang Cerewet itu?

“Hyung membenciku. Dia sangat membenciku. Dan untuk masalah darah.. Aku mengidap Hemofilia.”

Kyuhyun yang nampak baru saja selesai memasangkan kembali perban pada telapak tangan Ryeowookpun langsung mengangkat kepala dan menatap Ryeowook. Hemofilia? Itu penyakit sukarnya darah membeku ketika terluka. Penderita akan tak henti-hentinya mengeluarkan darah sebelum diobati. Kyuhyun pernah membaca mengenai penyakit ini sebelumnya. Katanya juga penyakit itu cukup fatal.

“Dia membenciku. Tapi kurasa dia pantas membenciku. Semuanya salahku.” Kyuhyun menatap Ryeowook penuh rasa iba.

“Tapi walaupun begitu.. Tidak harus seperti itu? Kau kan terluka.. Masa dia memerintahkan pelayan agar-“

“Kalian berdua sedang apa?”

Kyuhyun sontak menghentikan ucapannya saat sebuah suara menginterupsi perkataannya. Dia menoleh dan mendapati sosok Sungmin sudah berdiri disana dengan pakaian rapi. Mata Sungmin bergantian menatap Kyuhyun dan Ryeowook dengan tajam.

“Kenapa kau melamun? Cepat berdiri dan jalan. Bukankah kau kemari untuk menjemputku?”

Nada sinis itu kembali mengarah padanya. Setelah berbicara hal yang begitu singkat itu. Sungmin langsung berlalu keluar. Kyuhyun mengelus dadanya berulang kali. Ya Tuhan, sabarkanlah dirinya. Kyuhyun menoleh pada Ryeowook dan setelah itu segera berdiri.

“Aku sepertinya harus pergi dulu. Eumm.. Kotak ini tidak apa-apa kan kau saja yang membereskannya?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak apa. Biar aku saja. Terima kasih sebelumnya.”

Kyuhyun tersenyum lebar dan langsung beringsut dari sana. Ryeowook menatap punggung Kyuhyun yang mulai berlalu itu dalam diam. Tapi senyum tipis terukir disana.

“Cho Kyuhyun..” Gumamnya lembut.

.

.

“Kenapa kau bisa bersama bocah sial itu tadi?”

Sudah 10 menit mereka berdua tak berbicara satu sama lain. Dan pada akhirnya Sungmin memutuskan untuk bertanya. Dia memang penasaran kenapa Kyuhyun dan Ryeowook bisa bersama-sama tadi.

“Bukan urusanmu.” Jawab Kyuhyun acuh. Sepertinya pemuda itu masih sebal dengan Sungmin. Dia tidak menyangka selain cerewet dan pemarah. Orang ini juga tidak mempunyai hati.

“Tentu saja urusanku. Kalian berduaan di rumahku.” Balas Sungmin tak kalah sengit. Kyuhyun mendelik kearah Sungmin sekilas. Orang ini benar-benar..

“Dia terluka.”

DEG

Raut wajah Sungmin langsung mengeras saat mendengar ucapan Kyuhyun. Terluka? Bagaimana bisa? Wookie mengidap penyakit Hemofilia kan? Terluka sedikit saja sudah fatal! “Terluka?” Sungmin bertanya sekali lagi. Nada suaranya masih terkontrol dengan baik.

Kyuhyun mencibir di posisinya. “Apa kau tidak punya hati?” Sungmin menatap Kyuhyun tertegun. “Apa maksudmu?” desis Sungmin.

“Kau tahu dia mengidap Hemofilia kan? Lalu kenapa kau bisa-bisanya menyuruh pelayan agar tak membantunya. Setidaknya kau gunakan otakmu. Bagaimana kalau aku tidak ada? Mungkin saja Saudaramu itu sudah ada di alam baka akibat kehabisan darah.”

Sungmin tercenung mendengar ucapan Kyuhyun. Wookie berdarah? “Apa lukanya parah?”

“Tidak usah sok mengkhawatirkannya. Aku tahu jelas watakmu. Kau itu memang tidak punya hati. Aku tahu kau membencinya. Tadi aku mengobrol dengannya. Tapi setidaknya kau tidak harus membiarkan orang nyaris sekarat kan?”

Kyuhyun terus berbicara panjang lebar tanpa melihat kearah Sungmin yang sudah merubah ekspresinya dengan raut terluka. Pemuda itu memang sedang dalam keadaan mood yang kurang baik. Setidaknya itu sejak dia mengobrol dengan Donghae tadi malam.

“Memangnya apa masalah kalian? Apa kau tidak bisa memaafkannya? Aku rasa kalau melihat gelagatmu pasti itu bukan hal yang serius. Kau kan memang sering membesar-besarkan masalah kecil. Kau tidak sadar nyaris membuat anak orang nyaris mening-“

“Kau tidak tahu apa-apa.” Kembali ucapan Kyuhyun terpotong akibat ucapan Sungmin. Untuk pertama kalinya sejak dia mengoceh panjang lebar Kyuhyun menolehkan wajahnya menghadap Sungmin. Dia sempat tertegun melihat ekspresi terluka nampak jelas terlukis dari wajah pemuda manis itu. Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya pada jalan raya. Walaupun begitu.. Setidaknya ia masih harus menyetir dengan benar.

“Kau tidak tahu apa-apa. Jadi diamlah.” Tidak hanya ekspresi terluka yang mengoar dari sana. Tapi nada suara Sungmin juga terdengar seperti itu.

“Aku tidak perduli kau menganggapku punya hati atau tidak. Tapi ini kehidupanku. Aku yang lebih tahu bagaimana harus bersikap. Kau tidak tahu apa-apa. Jadi jangan mencoba menghakimiku.”

Kyuhyun terdiam membisu. Ini pertama kalinya Sungmin berbicara padanya dengan nada suara seperti ini. Pemuda manis itu memang sudah sering memarahi, mengomeli, dan meneriakinya. Tapi.. Nada suaranya berbeda dengan yang kali ini. Yang sekarang.. Kenapa terdengar begitu terluka?

Setibanya disana Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di depan gedung seperti biasanya. Ia melirik kearah Sungmin yang langsung keluar dari mobil. Tepat sekali, saat itu juga sosok Donghaepun kembali muncul.

“Kenapa dia sering sekali muncul? Apa Sungmin tidak kesal diekori seperti itu? Aku saja yang melihatnya kesal.” Gumam Kyuhyun dan langsung tancap gas dari sana.

.

.

“Sungmin Hyung!”

Donghae berjalan setengah berlari guna menyusul Sungmin yang entah kenapa sedari tadi dirinya panggil tapi tak kunjung menyahut ataupun menoleh. Tidak biasanya.

“Hyung.. Sungmin Hyung!” Donghae pada akhirnya mampu menyamakan posisi berdiri di samping Sungmin yang masih berjalan.

“Hyung.. Kau tidak apa-apa?” Tanya Donghae cemas melihat ekspresi yang tidak biasanya dari Sungmin.

TING!

Pintu lift itu terbuka dan Donghae maupun Sungmin sama-sama melangkah masuk. Tapi tak terlihat kalau Sungmin akan menjawab pertanyaannya. “Hyung.. Kau ada masalah? Bisa cerita denganku kalau mau.”

Hanya tarikan nafas panjang yang terdengar disana. “Tidak apa-apa. Jadi diamlah.”

TING!

Lift itu kembali terbuka dan Sungmin maupun Donghae melangkah keluar. “Hyung.. Kau membuatku cemas. Sungguh. Ada apa denganmu?”

BRAKKK

Tanpa disadari olehnya Sungmin sudah masuk ke dalam ruangannya dan membanting pintu tepat di depan wajahnya. Sepertinya moodnya benar-benar rusak. “Ada apa dengannya?” Gumam Donghae.

.

.

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan perlahan. Matanya menerawang jauh di luar sana. Belum lagi selesai kepusingannya mengenai perkataan Donghae semalam. Pagi ini Sungmin sudah membuatnya merasa bersalah sendiri. Kenapa dia harus memasang wajah terluka seperti itu sih? Kenapa tidak balas membentaknya saja? Itu akan lebih baik daripada yang seperti tadi. “Hahh~ ini benar-benar membuatku pusing.”

Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk menekan tombol radio di mobilnya. Sepertinya alangkah baiknya jika ia mendengar musik saja saat ini. Kyuhyun sesekali mengalihkan pandangannya menuju radio dan jalanan. Tapi saat dia menoleh tak sengaja dia melihat sebuah benda asing yang juga tak bisa dibilang asing. Kyuhyun dengan segera meninggalkan radio mobilnya dan menepikan mobilnya untuk sejenak. Dia beringsut meraih benda yang terletak di dashboard mobilnya.

“Ponsel?? Ini ponsel siapa?” Tanyanya pada diri sendiri. Kyuhyun mengotak-atik benda komunikasi tersebut. Tapi sepertinya benda itu dikunci dengan password. “Ahh! Apa ini punya Sungmin?”

Kyuhyun mengangguk-angguk paham. Benar, sepertinya ini punya pria itu. Tapi kenapa bisa-bisanya ketinggalan? Awas saja kalau dia menuduhnya yang mengambil ponselnya!

“Aishh.. Jadi aku harus putar balik ke kantornya? Begitu?” Kyuhyun meletakkan ponsel itu lagi ke tempat asalnya dan menghidupkan mesin mobil dan melanjutkan perjalanannya.

.

.

[“Tidak usah sok mengkhawatirkannya. Aku tahu jelas watakmu. Kau itu memang tidak punya hati. Aku tahu kau membencinya. Tadi aku mengobrol dengannya. Tapi setidaknya kau tidak harus membiarkan orang nyaris sekarat kan?”]

SRAT

Sungmin menutup kasar dokumen yang sedang dia baca. Perkataan Kyuhyun terus berputar di dalam kepalanya. Nafasnya berderu nyaman. Pandangan matanya lurus menatap pintu ruangannya yang tengah tertutup. Ditangkupnya wajahnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya. “Atas dasar apa dia bicara seperti itu padaku?” Desis Sungmin kesal.

TOK

TOK

Sungmin mengangkat wajahnya sigap saat sebuah ketukan terdengar dari arah pintu ruangannya. Kembali ia membuka dokumen yang ia tutup tadi dan membacanya.

“Masuk!” Ucapnya setengah berteriak.

Pintu itupun terbuka. Tapi Sungmin nampak tak berminat untuk melihat siapa yang masuk. “Hyung?”

Sungmin menarik nafasnya panjang saat suara itu terdengar, Lee Donghae. “Ada apa?” Tanya Sungmin singkat dan masih fokus pada dokumen di depannya.

“Kau terlihat tidak seperti biasanya. Ada apa denganmu?” Sungmin membolak-balik halaman kertas itu. Sesekali nampak tangannya menggoreskan tinta pena di atas kertas putih tersebut.

“Tidak ada.” Jawab Sungmin tenang.

Donghae mendesah tak puas mendengar jawaban Sungmin. “Aku tahu persis siapa kau, Hyung. Saat ini pasti ada sesuatu yang mengganggumu.”

“Sudah kubilang tak ada ya tak ada. Kenapa kau cerewet sekali sih?” Sungmin mengangkat wajahnya sejenak dan kembali fokus pada pekerjaannya.

“Sungmin Hyung.. Kau tidak berbakat menutupi masalahmu padaku. Beritahu aku.”

Sungmin melepas pena yang ada di genggamannya. Nafasnya tertarik panjang dan kemudian menghelanya perlahan. “Ryeowook datang.”

Donghae tertegun mendengar ucapan Sungmin. “Ryeowook? Dimana dia sekarang?”

Sungmin menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan menatap Donghae cukup lama. “Dia tinggal serumah denganku. Aku sudah mengusirnya. Tapi dia masih tidak tahu malu.” Lanjut Sungmin.

Donghae menatap mata Sungmin yang kembali terlihat penuh kebencian. Dan itu membuatnya lemas. “Kau.. Masih membencinya Hyung?” Tanya Donghae.

Sungmin sedikit menolehkan wajahnya menatap Donghae. “Kau tahu sendiri aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang mengkhianatiku Donghae-ah.” Tukas Sungmin sembari menatap tajam Donghae disana.

Donghae meremas tangannya mendengar ucapan Sungmin tersebut. “Hyung.. Tapi itu sudah berlalu sangat lama. Apa kau sama sekali tidak bisa melupakannya?” Tanya Donghae tenang.

“Tidak perduli lama atau baru. Kalau dia mengkhianatiku. Maka harga mati untuk memaafkannya. Hubungan kembali baik? Tapi tidak akan pernah baik seperti dulu.”

Donghae memandang sendu Sungmin. Perasaan bersalah itu kembali merasukinya. “Aku berharap kau mau memaafkannya, Hyung.” ucap Donghae.

Sungmin tersenyum sinis mendengar perkataan Donghae tersebut. “Memaafkannya? Kenapa? Jangan mengurusi kesalahan orang lain. Itu tidak akan mempan padaku.”

Sungmin kembali menegakkan tubuhnya dan beralih lagi pada dokumen yang ada di atas mejanya.

“Maaf, maafkan aku.” Sungmin memandang Donghae saat pria itu tiba-tiba mengatakan maaf padanya. Tangannya yang sudah memegangi pena kembali mengerat dengan sendirinya. “Kenapa minta maaf? Diamlah.” Perintah Sungmin dingin.

“Maafkan aku Hyung.” Ulang Donghae lagi. Pemuda itu perlahan berjalan lebih mendekati meja kerja Sungmin. Sesampainya tepat di depan Sungmin. Ia kembali mengulang kata-katanya. “Maafkan aku.”

“Diamlah. Kenapa kau minta maaf?!” Balas Sungmin yang kini sudah memandangi tajam Donghae.

“Aku tahu kau belum memaafkanku Hyung. Tapi kenapa kau selalu bersikap tak apa-apa padaku?”

“Tutup mulutmu Donghae.”

“Kenapa Hyung? Kau belum bisa memaafkan Ryeowook. Maka mustahil kau mau memaafkanku.”

“Sudahlah.”

“Sungmin Hyung! Tidak bisakah kau memaafkanku? Aku menyesal. Ini sudah 7 tahun.”

“Apa maksudmu ini?”

“Aku tahu kau kecewa padaku. Aku tahu aku menyakitimu. Aku tahu aku brengsek. Aku tahu kau tersakiti akibat ulahku. Tapi kau tidak pernah memakiku. Kau tidak pernah marah padaku. Itu membuatku frustasi Hyung!”

Donghae berujar penuh emosi di hadapan Sungmin. Sementara itu Sungmin hanya membuang pandangannya ke tempat lain.

“Aku tidak mengerti apa yang sedang kau katakan ini. Lebih baik kau keluar. Aku sedang sibuk.” Usir Sungmin.

“Lee Sungmin!!”

Donghae meneriaki namanya saat Sungmin sama sekali tak mengindahkan ucapannya.

PRAK

Dengan emosi Sungmin melempar dokumen yang sedang berada di atas mejanya. Ia berdiri dari kursinya seketika. “Jangan berteriak di hadapanku. Kau pikir kau siapa hah?”

Sungmin yang sedari tadi tak mau menatap mata Donghae kini malah balik membalasnya tajam. “Baguslah. Sepertinya kau sadar diri. Kau sadar kalau perbuatanmu lebih menyakitiku daripada apa yang diperbuat Ryeowook.”

Donghae tertegun menatap mata penuh kebencian itu kini tengah terarah padanya. “Kesalahanmu lebih besar padaku. Sampai-sampai aku tidak mau mengingatnya. Kau membuatku seperti orang bodoh selama 3 tahun. Kau berharap aku memakimu? Tidak akan. Kalau aku memakimu sama saja aku mengakui kalau aku memang bodoh. Bukankah aku mudah dibodohi? Jadi memaki orang yang sudah membodohiku sama saja membuatku terlihat lebih bodoh.”

“Sungmin.. Maafkan aku.”

“Sudahlah. Aku tidak mau mengungkit masalah ini. Ini membuatku muak.”

“Tapi aku-“

CKLEK

Ucapan Donghae terpaksa terhenti saat pintu terbuka tiba-tiba. Donghae maupun Sungmin menatap kearah pintu serempak. Mata Sungmin mengikuti arah sosok itu bergerak. “Kenapa kau datang lagi?” Tanya Sungmin.

“Ponselmu tertinggal di mobilku.” Ucap sosok yang diketahui adalah Kyuhyun tersebut. Kyuhyun menoleh sejenak pada Donghae yang ada disana dan kembali menatap Sungmin.

“Jadi, berhubung aku bukan supir atau pembantumu. Kau harus ikut aku mengambilnya sendiri di dalam mobilku. Oke?” Kyuhyun langsung meraih tangan Sungmin dan membawanya keluar dari ruangannya. Meninggalkan sosok Donghae yang masih terpaku di sana sendirian.

.

.

“Sudah? Aku tidak bohong kan? Kau memang meninggalkan ponselmu di mobilku.”

Kyuhyun segera berujar saat Sungmin baru saja mengambil ponselnya melalui kaca jendela yang terbuka. “Aku sibuk. Mana tahu aku kalau ponselku tertinggal.” Balas Sungmin acuh.

Kyuhyun mencibir mendengar ucapan Sungmin. “Kau sama sekali tak mengucapkan terima kasih padaku. Ckckck..” Ujar Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Sungmin.

Kyuhyun mengamati Sungmin yang masih tetap diam pada posisinya. Sebenarnya dia sudah cukup lama tiba disini. Tapi.. Ketika ia sudah akan memutar knop pintu ruangan Sungmin. Dia mendengar percakapan yang sepertinya serius. Setidaknya dia sudah mendengar atau istilah lainnya itu menguping sejak Sungmin mengucapkan “Ryeowook datang.” cukup lama bukan dia menguping? Yahh.. Kyuhyun memang mudah dibuat penasaran.

“Kau tidak masuk lagi?”

Sungmin melirik Kyuhyun yang berujar padanya. “Kau mengusirku di halaman gedung perusahaanku sendiri?” tanya Sungmin sinis.

“Ya sudah. Kenapa kau selalu sinis padaku sih? Aku mau pergi kalau kau sudah mengambil ponselmu itu. Minggir.” Ujar Kyuhyun sembari berjalan untuk masuk ke dalam mobilnya kembali. Sementara itu Sungmin masih tetap pada posisinya. Itu malah membuat Kyuhyun tambah frustasi melihatnya. Kyuhyun bukannya tidak peka atau tidak bisa memahami keadaan. Dia tentu saja mengerti kenapa Sungmin nampak enggan kembali masuk ke dalam gedung. Dia hanya saja ingin mendengar Sungmin sekali-kali meminta bantuannya secara langsung.

“Aish. Masa bodoh.” Kyuhyun membuka pintu mobil dan segera masuk lalu duduk di kursi kemudi. Tapi lagi-lagi ia melirik kearah Sungmin yang masih berdiri di luar sana.

“Hey. Hey!”

Sungmin membalikkan tubuhnya saat Kyuhyun memanggilnya. “Kenapa?” Tanya Sungmin.

“Mau ikut aku jalan-jalan sebentar?”

Sungmin melebarkan matanya sejenak saat itu. Benar. Kalau dia ikut Kyuhyun sekarang. Dia tak perlu kembali ke dalam dan bertemu dengan Donghae untuk beberapa waktu.

“Ya! Kenapa kau malah diam saja? Mau tidak?” Desak Kyuhyun.

“Baiklah.”

Kyuhyun tersenyum saat mendengar ucapan Sungmin. Pemuda manis itu segera membuka pintu mobil Kyuhyun. Tapi kenapa tidak bisa terbuka? “Hey. Pintunya terkunci. Cepat buka.”

Kyuhyun menoleh santai kearah Sungmin. “Aku akan membukanya kalau kau mau meminta tolong padaku baik-baik.”

“Apa?!”

Sungmin menggeram mendengar ucapan Kyuhyun. “Kau mengerjaiku ya?”

“Tidak. Kalau tidak mau ya sudah. Aku akan pergi saja kalau kau tak mau.”

Sungmin menatap Kyuhyun panik saat pemuda itu sudah mulai menghidupkan mesin mobilnya. Aishh, ini membuatnya gila! “Ba.. Baiklah!”

Kyuhyun tersenyum penuh kepuasan mendengar ucapan Sungmin. “Ayo cepat katakan.” perintahnya. Sungmin mendesis menahan amarah di dalam benaknya. Awas saja nanti!

“Tolong bukakan pintu mobilnya.”

Kyuhyun mendelik dengan kening berkerut mendengar ucapan Sungmin. “Nadamu itu sedang meminta tolong atau menyuruh sih? Lebih haluslah sedikit.”

Sungmin menarik nafasnya panjang. Sungguh dia ingin mencekik Cho Kyuhyun sekarang juga! “Cho Kyuhyun-ssi. Aku minta tolong bukakan pintu mobilnya.”

“Araso. Permintaan tolong diterima.”

KLEK

Bunyi pintu mobil yang terbuka terdengar di telinga Sungmin. Dan dengan menahan dongkol pemuda manis itu membukannya dan segera melangkah masuk.

.

.

“Enaknya kemana ya? Kau punya saran?”

Sungmin memutar bola matanya nampak berpikir. “Entahlah. Aku tidak tahu. Terserah kau saja.”

Kyuhyun mendecak kesal mendengar ucapan Sungmin yang sama sekali tak membantu. Ini sudah setengah jam ia memutar-mutar mobilnya tapi belum juga menemukan tempat mana yang enak dikunjungi.

Sungmin memandangi jalanan di luar. Sebenarnya dimana posisi mereka sekarang? Bukannya apa-apa. Tapi sepertinya jalanan ini sudah bukan jangkauan Kota lagi. Melihat banyaknya pepohonan dan rumah-rumah sederhana bercampur warung dan minimarket yang mereka lewati.

Sungmin mengernyitkan dahinya saat mobil tiba-tiba berhenti. Kenapa berhenti? “Hey! Kenapa berhenti?” Tanya Sungmin dan menoleh pada Kyuhyun.

Dahi Sungmin tambah mengernyit melihat tingkah Kyuhyun yang nampak mengoceh atau merutuk tak jelas.

“Kenapa? Apa yang terjadi? Jangan bilang kalau bensinmu habis? Kalau benar, aku akan membunuhmu.”

Kyuhyun menatap jengkel Sungmin yang malah marah-marah. “Tidak. Siapa bilang aku mau mengatakan hal seperti itu. Aku hanya ingin bilang kalau mobil tidak bisa jalan. Puas?”

“Itu sama saja Bodoh!” Kesal Sungmin.

“Inikan juga karenamu.”

“Kenapa malah menyalahkanku? Inikan mobilmu.”

“Tadinya aku mau mengisi bensin. Tapi akibat ponselmu tertinggal aku malah kembali lagi ke kantormu dan lupa untuk mengisi bensin lagi.”

“Ya itukan karena kau saja yang pelupa.”

“Ya setidaknya kau jangan marah-marah. Memangnya kalau kau marah mobil ini bisa jalan? Tidak kan?”

Kyuhyun benar-benar dibuat tak habis pikir oleh Sungmin. Karena keseringan ‘bergaul’ dengan orang ini entah kenapa dia sering ikut marah-marah juga. “Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan?!”

“Aku akan menelpon teknisi saja agar kesini.”

“Ya sudah cepat telpon.”

“Sabar sedikit bisa tidak sih? Kau ini cerewet sekali.”

Sungmin menggerutu selama Kyuhyun menelpon teknisi agar cepat kesini. “Mereka bilang setengah jam akan sampai kemari.”

“Mwo? Setengah jam? Kenapa lama sekali?”

“Ya ini sudah jauh. Ini sudah diluar kota Seoul.”

“Ini salahmu kenapa mengemudikan mobil sampai keluar kota seperti ini.”

“Memangnya apa yang harus dikunjungi di dalam Seoul? Taman Hiburan? Lotte? Mall? Istana Tradisional? Sungai Han? Namsan Tower? Aku sudah bosan dengan semua itu.”

Kyuhyun melepas sabuk pengamannya dan berjalan keluar. “Cepat keluar.”

“Mau kemana?”

“Setidaknya jalan-jalan sedikit disini. Kau mau mati kering menunggu teknisi di dalam mobil? Kulihat disana juga ada Minimarket. Mau ikut tidak?”

Sungmin keluar dari mobil dengan mulut yang penuh dengan umpatan. Mereka berdua berjalan beriringan saat itu. Setibanya di salah satu minimarket disana. Sungmin hanya berjalan mengikuti Kyuhyun di belakangnya. Kyuhyun mengambil sebuah botol mineral di dalam sebuah lemari pendingin dan satu snack ukuran jumbo. Matanya melirik Sungmin sejenak.

“Kau tidak ambil sesuatu?” Tanya Kyuhyun.

“Aku tidak bawa dompetku. Kau menarikku begitu saja tadi.”

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Sungmin. Apa susahnya meminta tolong sih? Setidaknya dirinya ini bukan orang yang pelit! Apalagi hanya karena beberapa makanan ringan.

“Aku tidak semiskin itu. Jadi ambillah apapun yang kau butuhkan.”

Kyuhyun berlalu dari sana. Ia segera pergi menuju kasir. Namun tidak lama dari itu Sungmin juga muncul. Kyuhyun melirik kearah bawaan pemuda itu. Ternyata ia hanya membeli sekaleng bir saja. Melihat apa yang dibeli Sungmin entah kenapa membuatnya kembali mengingat kejadian saat ia mencium Sungmin yang tengah mabuk. Aishh! Jangan sampai terulang lagi kalau tidak mau Sungmin benar-benar membunuhnya.

Setibanya mereka di luar minimarket. Mereka berdua segera mengambil tempat duduk yang memang disediakan pihak minimarket untuk tempat makan dan minum. Kursi meja itu dilindungi oleh sebuah payung besar di atasnya. Sungmin dan Kyuhyun segera membuka makanan dan minuman belian mereka. Kyuhyun membuka snacknya terlebih dahulu dan Sungmin membuka kaleng birnya.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap langit yang mulai terlihat mendung dan gelap. “Sepertinya akan turun hujan.” Gumamnya dan mulai memasukkan isi snack ke dalam mulutnya.

Sungmin ikut mendongakkan wajahnya menatap langit. “Semoga saja tidak.”

Tapi sepertinya prediksi milik Kyuhyun lebih jitu daripada harapan Sungmin. Tidak begitu lama dari itu hujan deras segera mengguyur. Kyuhyun menggeser kursinya untuk lebih ke tengah. Setidaknya kalau seperti ini percikan air hujan tak akan terlalu banyak mengenainya. Melihat Kyuhyun yang malah bergerak mendekatinya Sungmin mendelik tak suka. “Kenapa kau dekat-dekat denganku?”

Kyuhyun kembali menautkan alisnya. “Dekat-dekat apanya? Kau tidak lihat sekarang Hujan? Kau juga cepatlah geser sedikit kursimu itu ke tengah mendekat padaku. Kau tidak sadar kalau tubuhmu kena banyak percikan hujan?”

Sungmin menoleh kearah sampingnya. Benar.. Posisinya sangat berbahaya. Dengan cepat Sungmin menggeser posisi duduknya sehingga dia dan Kyuhyun duduk tepat bersampingan.

“Aku baru sadar kau hanya menggunakan kemejamu saja? Selain tak membawa dompet kau juga tak memakai jas.”

“Ini akibat kau yang langsung menarikku keluar begitu saja.”

“Kau menyalahkanku lagi?”

“Memang itu kenyataannya kan?”

Kyuhyun dan Sungmin serempak mengalihkan wajah masing-masing kearah berlawanan. Cukup lama mereka terdiam tak saling mengeluarkan kata. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin di sampingnya. Pemuda itu nampak menahan dingin. Bagaimana tidak dingin kalau hanya memakai kemeja?

Kyuhyun mendongak menatap langit dan setelah itu melepas jasnya. Ia sedikit ragu-ragu untuk memberikannya pada Sungmin.

“Pakai ini.”

Sungmin sontak sedikit kaget saat Kyuhyun tiba-tiba menyampirkan jas miliknya pada tubuhnya. “Tidak perlu. Aku bukan wanita yang biasanya diberi pinjaman jaket oleh pria.”

“Aku meminjamkanmu jas, bukan jaket. Jadi itu berbeda.” balas Kyuhyun.

Sungmin hanya terdiam saat itu. Ia terus memandangi Kyuhyun yang juga nampak menahan dingin. Cihh, kalau juga kedinginan kenapa sok-sok-an meminjamkan jas?

Sungmin kembali meraih kaleng birnya dan meneguknya lumayan banyak. Setelah kembali meletakkan kaleng bir itu ke atas meja. Ia kembali menoleh kearah Kyuhyun.

“Hey Cho Kyuhyun.” Panggil Sungmin.

Kyuhyun yang sedang mengusap-usap kedua telapak tangannya itupun menoleh kearah Sungmin saat mendengar namanya dipanggil. Tapi saat dirinya menoleh.. Sungmin membuatnya tertegun. Pemuda itu langsung ikut menyampirkan jas itu pada tubuhnya. Jadilah saat ini mereka berdua duduk dengan berbagi jas bersama.

“Kau itu juga kedinginan. Tapi masih sok memikirkan keadaan orang lain. Orang sepertimu inilah yang sering dibodohi orang-orang.” Ucap Sungmin.

Kyuhyun yang masih menghadapkan wajahnya kearah Sungminpun hanya mengerucutkan bibirnya sebal. “Tapi kau sedang memikirkan kondisi orang yang kau sebut bodoh itu sekarang. Nyatanya kau ikut menyampirkan jas pada tubuhku kan?”

Kyuhyun menatap wajah Sungmin yang ada di hadapannya dengan lekat. Ternyata dari jarak sedekat ini pemuda ini lebih terlihat manis.

“Menurutmu begitu? Hahh~ terserahmu sajalah.” Ucap Sungmin sembari tersenyum dan melirik Kyuhyun sejenak.

Kyuhyun tertegun saat melihat Sungmin tersenyum padanya tadi. Walau itu hanya sepersekian detik. Tapi itu benar-benar fantastis. “Kau tersenyum?”

Mendengar ucapan Kyuhyun. Sungmin menolehkan wajahnya balas menatap Kyuhyun. “Wae? Apa aku tidak boleh tersenyum? Kenapa wajahmu seperti melihat hantu seperti itu?”

Sungmin mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi aneh Kyuhyun padanya. Pemuda manis itu memandangi wajah Kyuhyun cukup lama. Sungmin mulai beringsut mendekatkan wajahnya lebih mendekat kearah Kyuhyun yang masih juga menatapnya tanpa reaksi. Cukup lama mereka saling berpandangan satu sama lain. Sungmin menelan ludahnya entah kenapa. Dengan ragu-ragu ia membawa telapak tangannya menuju tengkuk Kyuhyun dan setelah itu menariknya menuju dirinya. Kyuhyun terbelalak saat bibir Sungmin sudah menempel tanpa batas dengan bibirnya. Apa ini? Sungmin.. Menciumnya?

.

.

.

Cont-

Terima kasih untuk tetap membaca FF abal ini. Akhirnya ff ini update juga. Maaf untuk keterlambatan update karena lagi sibuk2nya ngurusin masuk kuliah. Dan pada akhirnya sukses juga😄 ada yg kuliah di FKIP Fisika Universitas Sriwijaya? Kali aja ada #plak

Sebenarnya ff udh pada selesai sebulan yg lalu tapi aku lebih pengennya publish setelah seluruh urusan selesai. Seperti janji.. Saat semua urusan selesai aku bakal publish semua ff yg masih on-going secara berbarengan(?). Jd bagi yg nungguin ff-ku kayak Gallery, Hole In The Sky, Too Bad!, BABBLE. Aku udh pada update-in semuanya. Berhubung Object udh update wktu KyuMin’s Day jd nanti part depannya nyusul. Dan juga aku baru post ff KyuMin GS baru judulnya Chaperone. Klo sempet dibaca ya ffnya hehe.

Baiklah sekali lagi terima kasih sudah mau nunggu ff ini. ^^~~

 

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

11 responses to “– BABBLE – KyuMIn – Boy x Boy – Part 4 –”

  1. Tika says :

    Yah itu kok Sungmin jd cium Kyuhyun. Apa efek dr bir i2 ya atau memang dasarnya dia sadar.

  2. gpristiya27 says :

    jut lanjut ternyata ming agresif yaa wkwk
    kyu aja kaget kkk

  3. heldajungsoo says :

    캬 캬 ming kau manis bgt, ciyeh maen cium ajah.

  4. maya melani says :

    adoh efek ujan jd cium2an deh ah hahaha. kasian ryeowook, sabar yaa :p

  5. ZaAra eviLKyu says :

    Kya…… Ming nyium duluan,horeee…. Kalau kyk gni ming gk bkal ngamuk kyk kmren2 kan? Hahaha.. Kyu kan mau2 aja..

  6. Nadra kyumin says :

    Yeeyyy…..
    Ming kissing kyu..
    HohohoB-)
    Tp ming ny sdar gak tu?

    Oh, jd donghae ama ryeowook prnah mghianati sungmin ya?

    Update ny bsa kilat gak nie?
    Ga sbr bget aq nya
    Hahaha:-D

  7. Nadra kyumin says :

    Yeeeyyy…..
    Ming kissing kyu
    Hohoho:-*
    Tp ming ny sdar gak thu?

    Oowh, jd wookie ama donghae prnah mghianati sungmin ya?

    Update nya bsa kilat gak nie?!
    Gak sbar pgen bca next chap nya..
    Hahaha:-D

  8. sara samuel wuarlela pangemanan says :

    wow suka buanget cerita ffx. . . . Hmhm rumit donghae pernh pcran mha sungmin. .pexebab kandasx hubngan haemin pasti wookie. . .apa min mulai suka mha kyuhyun? Knpa lngsung nyium kyu. . . Ach penasaran. Min part 1 bcax dimana?

  9. ChoLee KyuMin says :

    Kaget ama akhir crita d’chao ini…
    Itu sungmin tiba_tiba nyium kyuu??
    Aaawww awww, sulit d’percaya..
    ga sabar ama lanjutan’ny><

  10. Kyumin pu says :

    Yaaak penasaran apa yg terjadi dengan ryewook donghae dan sungmin -_- ayolah eonni flashback😀 haha Lanjut yaaak

  11. Kyumin pu says :

    Yaaak penasaran apa yg terjadi dengan ryewook donghae dan sungmin -_- ayolah eonni flashback😀 haha Lanjut yaaak waaa mereka kiss :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: