– BABBLE – Chapter 5 – Boys Love – KyuMin –


 

Kyuhyun masih tidak bisa berkedip saat bibir milik Sungmin menempel tanpa batas pada bibirnya. Dirinya mencoba menatap wajah Sungmin. Pemuda manis itu sedang apa sebenarnya? Kenapa menciumnya seperti ini? Kyuhyun terpana melihat wajah yang berada di hadapannya. Apa benar ini Sungmin? Kyuhyun memejamkan matanya perlahan. Sesuatu berbicara di benaknya untuk segera membalas ciuman ini dan dia pun melakukannya. Dilumatnya bibir Sungmin dengan begitu lembut namun belum sempat 5 detik Sungmin sudah melepas ciumannya dan bergerak menjauh darinya.

 

 

 

Kyuhyun menelan ludahnya kalut. Apa setelah ini Sungmin akan memukulinya? Tapi kan dia sendiri yang menciumnya! “Apa yang kau-“

 

 

 

“Satu sama.” potong Sungmin.

 

 

 

Kyuhyun menatap Sungmin dengan raut tak mengerti. “Satu sama?” Sungmin kembali meluruskan posisi duduknya dan mengabaikan tatapan penuh tanya dari Kyuhyun. “Eum. Satu sama. Kau pernah menciumku kan? Jadi ini pembalasan.” Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan mata mendengar ucapan Sungmin. “Kau balas dendam padaku? Begitu?”

 

 

 

Sungmin mengangguk pelan. Ia menengadahkan wajahnya menghadap langit. Terbersit raut gugup di wajahnya. “Sepertinya hujannya sudah reda. Ayo kembali ke mobilmu.” Setelah benar-benar menengguk habis birnya. Sungmin langsung berdiri dan meninggalkan Kyuhyun di belakangnya. Ia melangkah pelan dan sesekali melirik ke belakang melihat Kyuhyun. Sungmin memejamkan matanya gusar. Dengan frustasi ia mengacak-acak rambutnya resah. “Apa yang sudah aku lakukan? Gila.. Gila.. Semuanya gila.” Gerutunya dan menambah laju kecepatan langkahnya.

 

 

 

.

 

 

 

BABBLE

 

 

 

KyuMin © God

 

 

 

Story © Chizawa Lynch

 

 

 

Rated : T

 

 

 

~KyuMin~

 

 

 

Warning : Mungkin OOC, Typo, Gaje. dll.

 

 

 

Genre : Romance & Comedy

 

 

 

Length : Chaptered.

 

 

 

.

 

 

 

Boys Love

 

 

 

.

 

 

 

Point of View : Author

 

 

 

.

 

 

 

0o0o0

 

 

 

Chapter 5

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

Donghae berdiri dengan kondisi gelisah di depan gedung perusahaan. Rambutnya yang biasa tertata rapi kini nampak berantakan akibat terus ia acak-acak. Ia menoleh saat suara sebuah mesin mobil terdengar. Pintu mobil itu terbuka dan menampakkan sosok Kyuhyun maupun Sungmin disana. Untuk beberapa saat Donghae terdiam bingung mendapati kedua orang itu keluar dari mobil yang sama. Jadi dia bersama pemuda itu sejak tadi? Batinnya. Donghae segera berjalan menghampiri Sungmin.

 

 

 

“Hyung.” Tanpa ragu ia langsung memanggil Sungmin. Sungmin maupun Kyuhyun serempak menoleh kearah Donghae. “Sungmin Hyung.. Aku minta maaf.”

 

 

 

Kyuhyun bergantian menatap Donghae dan Sungmin yang ada di depannya. Dia benar-benar benci berada di antara dua orang yang sedang ber-konflik. “Aku tahu.” Hanya ucapan itu yang keluar dari Sungmin. Pemuda manis itu menepuk pelan pundak Donghae dan berlalu dari sana. Kyuhyun hampir ingin memanggil Sungmin. Bagaimana bisa dia langsung pergi begitu saja dan tak mengucapkan terima kasih atau berpamitan, mungkin?

 

 

 

“Dia memang suka seenaknya.” Gumam Kyuhyun pelan. Donghae menoleh kearah Kyuhyun. Pemuda itu nampak memasang ekspresi tak setuju dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Kyuhyun. “Kau tidak mengenalnya. Jangan asal menilai.”

 

 

 

Kyuhyun menatap Donghae aneh. Ia berdehem sejenak karena baru saja terkena interupsi dari seseorang. “Araso. Maaf.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

[Flashback]

 

 

 

Sungmin memangku tangannya setengah bosan sembari menatap guru yang tengah berceloteh di hadapannya. Saat ini ia sedang berada di tingkat kedua sekolah menengah atas. “Sungmin Hyung?”

 

 

 

Sungmin menoleh ke samping dan menatap sosok yang ada disana. “Eum?”

 

 

 

“Minggu depan akan diadakan ujian tengah semester. Hyung sudah belajar belum? Aku sangat frustasi memikirkannya.” Sungmin tersenyum simpul mendengar lenguhan sosok di sampingnya itu. “Aku juga belum. Ya mungkin nanti akan kupelajari lagi. Wookie-ah.. belum belajar saja kau sudah frustasi. Bagaimana kalau sudah?”

 

 

 

Sungmin menggelengkan-gelengkan kepalanya setengah terkekeh. “Murid yang disana! Kenapa malah mengobrol hah?!”

 

 

 

Sungmin dan Wookie sontak terdiam saat suara guru yang sedari tadi berceloteh di depan sana kini malah menuju mereka. Sontak saja itu membuat suasana di kelas itu seketika menjadi sepi senyap. “Salah satu dari kalian cepat kerjakan 5 contoh soal yang saya tulis di papan tulis. Cepat!!”

 

 

 

Sungmin menggigit bibir bawahnya sembari menatap soal-soal yang ada disana. Lalu ia menoleh sejenak kearah Wookie dan ia hanya menemukan ekspresi memelas dari wajah itu. Sungmin menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Ia mengangguk dan tersenyum mencoba menenangkan Wookie bahwa dirinya yang akan maju ke depan. Sungmin mulai berdiri dari kursi dan berjalan menuju ke depan. Ia mengambil satu spidol disana dan mulai mengamati soal-soal disana. Sekitar 10 detik Sungmin membaca keseluruhan soal-soal tersebut. Ia pun dengan segera mengerjakannya.

 

 

 

Semua murid disana terdiam. Sang Guru juga nampak bungkam. Wookie tersenyum bangga menatap Hyung-nya itu dengan begitu mudah bisa menyelesaikan soal-soal tersebut. Hanya dalam waktu 10 menit Sungmin bisa mengerjakan 5 soal-soal kalkulus disana. Sungmin meletakkan kembali spidol dan membalikkan tubuh menghadap sang Guru. “Apa saya sudah boleh kembali duduk?” tanya Sungmin sopan.

 

 

 

Sang guru berdehem gugup dan mengangguk kikuk. Sungmin menundukkan kepalanya sejenak dan kembali ke tempat duduknya. “Hyung.. Kau hebat!” Wookie langsung berceloteh saat Sungmin sudah sampai di bangkunya. Membuat Sungmin hanya bisa tersenyum simpul mendengar ucapan Wookie. “Hebat apanya? Lain kali kau yang harus mengerjakan soal disana. Arachi?”

 

 

 

Wookie mengangguk dan tersenyum. Sementara itu Sungmin merogoh saku seragam miliknya dan segera mengeluarkan ponsel yang baru saja bergetar tersebut. Wookie melirik Sungmin yang nampak melihat layar ponsel. “Siapa?” Tanya Wookie hanya ingin tahu.

 

 

 

Namun alih-alih menjawab pertanyaan Wookie. Sungmin malah tersenyum ketika menatap layar ponselnya. Wookie kian mengerutkan dahi melihat ekspresi yang ditunjukkan Sungmin tersebut.

 

 

 

“Hyung?” Panggil Wookie kembali. Dan akhirnya kali ini ia berhasil membuat Sungmin menoleh menghadapnya. “Ada apa?” balas Sungmin. “Hyung tersenyum tiba-tiba. Ada apa?”

 

 

 

Sungmin masih belum menghilangkan senyum manisnya ketika mendengar ucapan Wookie. “Begitukah? Apa terlalu terlihat jelas?” Tanyanya dan langsung diberi anggukan oleh Wookie. “Siapa? Kau terlihat senang.”

 

 

 

“Donghae..”

 

 

 

“Ahh. Sudah kuduga dia pelaku utamanya. Memangnya kenapa dia?” Sungmin langsung memberikan ponselnya pada Wookie untuk memperlihatkan sesuatu pada sepupunya itu. Sontak saja ketika melihat ada apa pada ponsel itu. Wookie hampir tersedak. “Dia gila.” respon Wookie cepat. “Di jam belajar dia malah membuat sketsa wajahmu? Dan sekarang mengirimkannya padamu? Norak sekali.”

 

 

 

“Eum. Dia norak sekali. Tapi aku suka.”

 

 

 

[Flashback End]

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Sungmin mengacak-acak rambutnya seperti orang yang tidak waras. Sudah beberapa jam terlewat sejak ia kembali ke ruangannya. Namun perasaannya tetap merasa gelisah. Dia benar-benar tidak bisa memaafkan apa yang ia lakukan beberapa jam yang lalu. Mencium Kyuhyun? Yang benar saja!

 

 

 

Dan apa-apaan yang ia katakan setelah itu? Satu sama? Pembalasan karena kemarin Kyuhyun yang menciumnya? Sungguh kekanak-kanakan sekali. Rasanya ia sudah mau mengubur dirinya ke dalam tanah membayangkan sekarang Kyuhyun sedang mentertawakan kelakuannya di suatu tempat.

 

 

 

“Ini sudah tidak waras. Oke, Lee Sungmin. Relaks.” Sungmin menenangkan dirinya sendiri. Matanya tiba-tiba melirik kearah tumpukan berkas yang berada di atas meja kerjanya. “Tidak. Aku tidak bisa bekerja saat ini.” gumamnya frustasi. Dengan berat hati ia berdiri dari kursinya dan beringsut entah kemana.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Kyuhyun menatap kosong layar laptopnya. Saat ini ia sedang berada di kantornya. Dan sudah belasan orang yang lewat di dekatnya dan menggelengkan kepala melihat apa yang tengah ia lakukan. Sudah hampir 3 jam ia terduduk diam di kursinya dan melamun seperti orang autis. Dia masih memikirkan apa yang Sungmin lakukan beberapa jam yang lalu padanya. Pemuda itu menciumnya. Lalu berkata kalau itu hanya aksi balas dendam. Tapi bukan itu yang menjadi inti dari lamunannya 3 jam ini. Yang menjadi masalah adalah.. Rasanya.

 

 

 

Kyuhyun tak tahu ada apa dengannya. Yang jelas.. Ia merasa sedikit aneh setelah kejadian itu. Dia merasa aneh. Tidak seperti biasanya. Dan juga.. Setelah mengetahui fakta bahwa Donghae dan Sungmin adalah mantan pasangan. Ia masih tidak percaya bahwa ternyata hubungan mereka tidak terlalu baik seperti apa yang diperlihatkan. Apa yang membuat mereka berpisah? Apa karena hal itu yang membuat hubungan mereka buruk seperti ini? Entahlah.

 

 

 

“Apa Donghae selingkuh?” tebak Kyuhyun. Namun untuk beberapa saat ia langsung menggeleng. “Walau aku sedikit tidak suka padanya. Kurasa dia bukan orang yang seperti itu.” ucapnya. “Lalu karena apa?” Kyuhyun tahu ini semua karena Donghae yang memiliki kesalahan yang tak termaafkan seperti apa yang sempat ia curi dengar. Tapi kesalahannya apa?

 

 

 

Kyuhyun melirik kearah ponselnya yang tiba-tiba bergetar. Siapa yang menelponnya di saat jam kerja seperti ini? “Yeoboseyo?” Ucapnya mengangkat panggilan itu.

 

 

 

“Cho Kyuhyun, dimana kau?”

 

 

 

Kyuhyun mengernyit mendengar pertanyaan itu. Ada apa lagi dengan orang ini? “Kenapa? Aku masih di kantorku.” Kyuhyun mendengar Sungmin berdecak saat itu. “Cepat jemput aku. Temui aku di kantorku.”

 

 

 

Kyuhyun memutar bola matanya. “Tidak bisa. Memangnya kenapa kau tiba-tiba minta jemput? Kau sudah mau pulang? Ini masih jam 3 sore.” Balasnya. “Kau ini cerewet sekali? Tugasmu kan mengantar jemputku. Kenapa malah sekarang kau tak mau?”

 

 

 

“Oke, aku akan menjemputmu. Tapi bisa kau jelaskan ada apa? Ini tidak biasanya.”

 

 

 

“Bisa kalau kau tidak banyak bertanya?”

 

 

 

“Kau mau aku menutup telepon ini?”

 

 

 

“Oke akan kujawab. Kau menyebalkan.”

 

 

 

Kyuhyun tersenyum simpul mendapati kemenangannya dalam debat kali ini. Tidak lama dari itu ia mendengar tarikan nafas panjang. “Aku tidak mau bertemu dengannya sendirian.” Mendengar ucapan Sungmin, Kyuhyun dengan cepat merubah ekspresinya. “Siapa?” tanya Kyuhyun. “Kau tahu siapa.” Balas Sungmin.

 

 

 

Donghae. Sungmin tidak mau bertemu dengan Donghae sendirian. Dia mau Kyuhyun menemaninya dan menjemputnya disana. “Oke. Aku akan datang. Tunggu aku di ruanganmu.” Ujar Kyuhyun lembut.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Donghae berdiri gelisah di depan lift yang berada di koridor perusahaan. Ia menunggu dengan sabar sampai sosok Sungmin muncul dan ingin mengatakan sesuatu padanya. Ia tidak bisa membiarkan situasi di antara mereka ini terus berlanjut. Ini sudah 7 tahun. Ia harus menyelesaikan semuanya. Bila perlu dia akan bertanya apa yang harus ia lakukan agar Sungmin bisa seperti dulu lagi padanya. Donghae menolehkan wajahnya menghadap seseorang yang sudah begitu sering ia lihat hari ini kembali muncul. Matanya mengawasi gelagat Kyuhyun yang baru saja muncul tersebut dan nampak akan segera menuju lift yang berada di dekatnya. “Kyuhyun-ssi.. Kau datang lagi?” Tanya Donghae saat Kyuhyun dan ia saling melihat satu sama lain. Kyuhyun nampak sedikit terkejut mengetahui Donghae berada disini. Ternyata Sungmin benar-benar peka akan keberadaan Donghae yang menunggunya sepanjang hari. “Aku datang untuk menjemput Sungmin-ssi. Tidak disangka-sangka kita akan kembali bertemu.” Ujar Kyuhyun ramah. “Menjemput Sungmin Hyung? Kenapa? Apa dia tidak enak badan? Ini belum jam pulang masalahnya.”

 

 

 

“Entahlah, aku tidak tahu. Baiklah, aku permisi dulu.”

 

 

 

Kyuhyun berlalu dan masuk ke dalam lift. Di dalam lift ia mengoceh dan mengumpat tidak jelas. Apa Lee Donghae itu tidak ada pekerjaan lain selain mengekori Sungmin kemana-mana? Kenapa dia harus menganggu Sungmin dan membuat Sungmin merepotkan dirinya ini untuk menjemputnya di jam kerja seperti sekarang?

 

 

 

TING

 

 

 

Saat pintu lift terbuka. Kyuhyun berjalan keluar dan segera menuju ke arah ruangan Sungmin yang sudah ia begitu hapal. Ia tidak ingin repot-repot untuk mengetuknya jadi ia langsung saja masuk dan melihat Sungmin yang sedang duduk santai dan nyaman di kursi kebesarannya. “Oh! Kau sudah sampai? Cepat juga.” Ujar Sungmin angkuh seperti biasanya. Kyuhyun menghembuskan nafas dan menutup pintu lalu segera berjalan mendekat. “Ayo.” ucapnya menyuruh Sungmin agar cepat beranjak. Rasanya hari ini dia hanya berkutat dengan segala hal mengenai Lee Sungmin.

 

 

 

“Araso. Katja.” Sungmin berjalan mendahului Kyuhyun yang berada di belakangnya. Ketika mereka berdua sudah berada di dalam lift menuju lantai bawah. Kyuhyun melirik Sungmin yang berada di sampingnya. Jelas sekali pemuda itu gelisah. “Aku tidak bermaksud mengejutkan dan menakutimu. Tapi Donghae memang sedang menungguimu di koridor. Aku bertemu dengannya tadi.” ucap Kyuhyun. “Apa? Dia benar-benar ada disana?” Kyuhyun menatap Sungmin yang kian menunjukkan ekspresi gelisahnya. “Apa sebegitu takutnya kau dengannya?” tanya Kyuhyun.

 

 

 

Sungmin buru-buru memperbaiki ekspresinya dan meluruskan pandangannya ke depan. “Kau bercanda? Kenapa harus takut.” sangkal Sungmin. Dan untuk beberapa saat kemudian pintu lift terbuka. Membuatnya untuk pertama kali bertatapan dengan Donghae yang ada disana.

 

 

 

Kyuhyun melangkah pertama kali dari lift dan diikuti oleh Sungmin yang berada di belakangnya. “Hyung?” Seperti yang diperkirakan. Donghae dengan segera menghampirinya. “Oh.. Kau.. Wae?” tanya Sungmin. Donghae melirik sejenak kearah Kyuhyun dan kembali lagi kearah Sungmin. “Hyung sudah mau pulang? Apa Hyung tidak enak badan?” Tanyanya.

 

 

 

Kyuhyun sekali lagi melirik kearah Sungmin. Matanya beralih kearah telapak tangan Sungmin yang nampak bergetar. Kenapa rasanya konflik di antara kedua orang ini begitu terlihat serius? “Eum. Kepalaku sedikit pusing. Jadi kurasa aku perlu beristirahat sebentar.” jelas Sungmin. Tanpa aba-aba Sungmin langsung menggandeng tangan Kyuhyun dan itu membuat Donghae tertegun untuk beberapa saat dan menyebabkan Kyuhyun blank untuk seketika. “Apa kalian..” Ucapan Donghae tidak selesai. Karena Sungmin sudah terlebih dahulu memotongnya. “Eum.. Kami berpacaran saat ini.”

 

 

 

Belum sempat ada penyangkalan yang akan keluar. Ia dengan segera menarik Kyuhyun ikut bersamanya dan meninggalkan Donghae yang masih tertegun di posisinya. Perlahan Sungmin sudah kembali melepas gandengannya dan mereka berjalan sendiri. Keduanya saling tidak berbicara saat di dalam mobil. Dan itu membuat Kyuhyun tidak tahan. “Aku baru tahu kalau kau sepengecut ini.”

 

 

 

Sungmin menoleh dan menatap Kyuhyun tajam. “Apa maksudmu?” Kyuhyun tetap meletakkan matanya ke jalanan dan tidak berniat untuk membalas tatapan Sungmin. “Hanya karena ingin menghindarinya kau sampai harus memanggilku untuk mengatakan kalau kita berpacaran? Apa kau sebegini putus asanya?”

 

 

 

“Aku tidak Pengecut.” ujar Sungmin. Kyuhyun sudah akan membuka mulutnya namun suara Sungmin kembali terdengar. “Tapi kalau kau berkata aku putus asa, mungkin kau benar.” Kyuhyun tertegun mendengarnya. Tidak. Ini terlalu mengganjal. Jadi mereka perlu bicara. Dan dengan hati-hati ia meminggirkan mobilnya lalu berhenti. “Kenapa kau malah berhenti menyetir?” tanya Sungmin yang terlihat heran melihat Kyuhyun tiba-tiba menepi.

 

 

 

“Aku rasa kau dan aku perlu bicara.” ujar Kyuhyun. Pemuda Cho tersebut melepaskan sabuk pengamannya dan memiringkan tubuhnya menghadap Sungmin. “Kau tahu kan kalau yang kau lakukan bisa berbuntut panjang? Kau mengatakan kita berpacaran di depan Donghae. Bagaimana kalau semua orang tahu. Kau pikir apa yang akan terjadi? Orangtua kita.. Bagaimana kau menjelaskannya?” Kyuhyun langsung berbicara apa yang menjadi pokok permasalahan. Dan itu membuat Sungmin harus berdehem sebelum membuka suaranya.

 

 

 

“Tenang saja.. Aku tetap akan membuat perjodohan ini tidak pernah terjadi.” Ucap Sungmin cepat. Kyuhyun menatap Sungmin cukup lama dan menghembuskan nafasnya perlahan. “Tapi..”

 

 

 

“Jadi kumohon. Bantu aku. Bersikaplah seperti kekasih pada umumnya jika di depannya.”

 

 

 

“Kenapa harus? Kau sangat berbeda hari ini. Kau terlalu lemah hari ini.” Tanya Kyuhyun tajam. Sejak kejadian di kantor itu. Sungmin terlalu banyak diam. Setidaknya diam dari biasanya.

 

 

 

“Karena aku takut.” Ucap Sungmin cepat. Pemuda manis tersebut memandang Kyuhyun lekat. “Takut? Untuk apa? Kau takut dengan Donghae?” Kyuhyun kembali bertanya. Apa yang harus ditakuti dari orang seperti Donghae?

 

 

 

“Aku takut kembali hancur.” Sungmin menjawabnya dengan tenang. Ia sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi. Berhubung ia sedang meminta bantuan Kyuhyun maka ia akan menceritakan masalahnya. “Dia pernah menghancurkanku dan melihatku hancur satu kali. Jadi aku perlu seseorang untuk memperlihatkannya kalau aku sudah tidak semenyedihkan lagi seperti dulu.”

 

 

 

“Dan sekarang dengan kata lain kau secara tidak langsung mengakui kalau kau kembali hancur karenanya?” Sungmin tidak menjawab. Dan itu membuat Kyuhyun kembali bertanya. “Apa jangan-jangan kau masih menyukainya?”

 

 

 

Sungmin menoleh kearah Kyuhyun. Kenapa Kyuhyun bisa berpikiran seperti itu? “Kau tahu kalau kami pernah berpacaran?”

 

 

 

“Aku diberitahu oleh Donghae.” Jawab Kyuhyun. Untuk beberapa saat keadaan menjadi sepi senyap. Sungmin belum sama sekali kembali berbicara. Dan pada akhirnya terdengar Sungmin berdecak. “Orang itu benar-benar minta dibunuh ternyata.”

 

 

 

Sungmin menendang-nendang apapun yang bisa ia tendang. Kyuhyun bergidik melihatnya. Dan sampai-sampai Kyuhyun spontan memegang pintu mobil di sisinya bersiap untuk melarikan diri. “Serius. Aku akan membunuhnya. Kenapa mulutnya tidak bisa dijaga? Aishh.. Seharusnya sudah kutendang dia tadi.”

 

 

 

Kyuhyun sudah berniat untuk menenangkan Sungmin yang nampak menggila. “Sungmin-ssi..” Ucapnya. Namun dia tidak sempat berbicara panjang lebar karena saat itu tatapan tajam Sungmin sudah merajamnya.

 

 

 

“Dan kau juga?! Kenapa baru sekarang kau beritahu aku?! Kau mau kubunuh juga ya? Hahh?!” Dan Kyuhyun memilih bungkam karena ketakutan.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Kyuhyun menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan tepat pukul 8 malam. Matanya kembali beralih pada sosok yang sedang berdiri di luar mobil dan entah sedang apa. Baiklah. Ia merasa seperti pembantu. Seharian hanya berkutat dengan segala urusan Lee Sungmin. Dan saat ini dengan tidak elitnya malah menuruti kehendak hati orang itu yang katanya hanya sedang ingin sendirian. Dan jelas saja kini ia sedang duduk seperti orang aneh menunggui Sungmin yang sedang merenung di luar sana. “Kalau memang ingin sendirian kenapa harus mengajak dan merepotkanku?” gerutu Kyuhyun tak habis pikir. Dan juga.. Apa menariknya berdiri di luar seperti itu dan hanya melihat sesuatu yang bisa dibilang hanya rumput dan tanah gersang. “Ini tidak benar.”

 

 

 

Kyuhyun keluar dari mobil dan dengan cepat menghampiri Sungmin yang ada disana. “Lee Sungmin. Ini sudah semakin larut. Kurasa lebih baik kau cepat kuantar pulang. Sudah 1 jam kau berdiri disana.” Ucap Kyuhyun mengeluarkan keinginannya. Tidak ada jawaban dari ucapannya. Kyuhyun memejamkan matanya menahan kesal. “Lee Sungmin..” panggilnya.

 

 

 

“Kau mendengarku tidak? Kita harus pulang. Ini sudah larut.” namun tetap saja Sungmin tidak bersuara. Kyuhyun bergerak menghampiri Sungmin dan kini sudah berada tepat di belakangnya. Apa jangan-jangan ini bukan Sungmin? Bagaimana kalau yang di depannya itu Hantu yang menyamar menjadi Sungmin? Baiklah, pikirannya sudah kemana-mana.

 

 

 

“Sungmin?” Kini Kyuhyun dengan berani menepuk bahu Sungmin untuk mendapatkan perhatiannya. Dan sepertinya tindakan yang ia lakukan sedikit berhasil melihat Sungmin bergerak. “Kenapa kau keluar dari mobil?” tanya Sungmin masih belum menoleh. “Ini sudah satu jam. Kurasa kita perlu pulang cepat.”

 

 

 

“Masuklah terlebih dahulu. Aku akan menyusul.”

 

 

 

“Ini sudah terlalu lama. Apa kau tidak kedinginan?”

 

 

 

“Kalau kubilang tunggu di dalam mobil ya tunggu saja. Kenapa kau malah keluar seperti ini dan menunjukkan kecerewetanmu?”

 

 

 

“Mwo?” Kyuhyun speechless mendengar ucapan Sungmin. Jadi dia salah lagi? “Jadi masuklah duluan.” Perintah Sungmin lagi. Kyuhyun yang merasa selalu disalahkan pun tak bisa menuruti permintaan Sungmin lagi. “Kenapa harus aku duluan yang masuk? Itu mobilku jadi terserahku mau masuk atau tidak.” Ucap Kyuhyun keras kepala.

 

 

 

“Kumohon.”

 

 

 

“Kau terlalu banyak memohon hari ini. Apalagi kau memohon padaku.. Ini meresahkan asal kau tahu.”

 

 

 

“Kumohon, pergilah.” Untuk yang terakhir Sungmin berbicara dengan nada yang begitu pelan. Membuat Kyuhyun mulai merasakan ada yang aneh pada orang di depannya. “Berbaliklah.” perintah Kyuhyun. Untuk nada bicara yang Sungmin gunakan terakhir kali, Kyuhyun berani bersumpah bahwa ia mendengar isakan yang ditahan.

 

 

 

“Lee Sungmin, kau menangis?” dan akhirnya Kyuhyun menanyakan apa yang ia pikirkan sedang terjadi. Kenapa Sungmin menangis? Apa dia melakukan kesalahan lagi? Atau ini masih tentang Donghae? “Lihat aku. Cepat berbaliklah.” perintah Kyuhyun.

 

 

 

Dengan sedikit memaksa Kyuhyun membalikkan tubuh Sungmin menghadapnya. Dan saat itu juga akhirnya pertanyaannya telah terjawab. “Ada apa denganmu?” tanya Kyuhyun. Sungmin masih nampak terisak di hadapannya. Dan itu entah kenapa membuat Kyuhyun merasa begitu terganggu. Perasaannya menjadi tidak enak melihat Sungmin yang biasanya keras kepala dan bicara tanpa rem itu sedang menangis terisak-isak di depannya.

 

 

 

“Boleh aku meminta satu permintaan lagi padamu?” Sungmin kembali bersuara. Dengan lekat ia menatap Kyuhyun. “Tolong biarkan aku menangis hanya untuk malam ini saja.”

 

 

 

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau seperti ini?” tanya Kyuhyun. “Kumohon. Biarkan aku menangis.” Sungmin kembali berujar. “Setelah ini aku akan berjanji.. Besok aku akan kembali menjadi seperti biasanya. Menjadi Sungmin yang keras kepala, seenaknya dan menjadi orang yang terus beradu mulut denganmu. Tapi untuk malam ini saja.. Biarkan aku menangis.”

 

 

 

Kyuhyun menatap Sungmin tepat pada mata pemuda manis tersebut. “Kyuhyun, Kumohon. Tinggalkan aku sebentar saja. Aku perlu menangis.”

 

 

 

“Bagaimana kalau aku tidak mau?” Ucapan Kyuhyun terdengar begitu dingin. Membuat Sungmin yang sedang dibanjiri airmata tersebut tertegun untuk beberapa saat. “Bagaimana kalau aku tidak bisa menuruti perintahmu untuk membiarkanmu menangis?”

 

 

 

Mata Kyuhyun mulai terlihat gelisah. Ekspresinya juga nampak tidak karuan. “Dan bagaimana kalau aku tidak bisa melihatmu menangis?”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cont-

 

 

 

6 Bulan ff ini ga dilanjut? Bener ga sih? Oke.. Dengan segala hal apapun itu, saya minta maaf sebesar-besarnya. Yang bikin ff ini ngadat kemarin-kemarin itu ya karena otak saya buntu seketika ga bisa ngelanjutin ff ini. Maaf ya.. Tapi tetep kayak yg saya bilang. Pasti semua ff bakal saya tamatin. Tapi ya itu.. Emang suka lama. Berhubung FF saya yg lain yaitu Object lagi lancar idenya.. Jd saya ngelanjutin yg itu dulu. Dan ternyata tiba-tiba dan tidak terduga-duga minat buat ngelanjutin BABBLE tiba-tiba datang.

 

 

 

Terima kasih buat yang masih mau baca. Terima kasih buat yang masih mau komen. Komen lagi ya? itung-itung ngasih semangat saya yang pemalas ngelanjutin ff ini hehe..

 

 

 

Komen please🙂

 

 

 

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

3 responses to “– BABBLE – Chapter 5 – Boys Love – KyuMin –”

  1. usagie chan says :

    Aigoooooo…. trnyta uri ming sbnrnya mnympan luka yg mndalam ya? Tp krna gk mau trpuruk lg mknya dy brsrmbunyi dbalik topeng keras kepala mnyebalkan ny itu,so sweet,hahahaha….
    Kyaknya mrka bneran jatuh cinta tuh ujung2ny (y iyakaaah nmany jg ff kyumin) dprpanjang lg konflik ny min br tmbh seru=D
    X ni jgn klmaan apdet ny ne,klo bs smnggu 2x,hahahaha….
    hwaiting

  2. Dheena13 says :

    wahhhh…. makin kesini makin keliatan konfliknya yak… Sesakit itukah ampe Umin nangis 1 jam….
    penasaran ama masa lalu Umin, Donghae & wookie…

    Lanjut lah thor….
    Hwaiting….

  3. retno says :

    2015..
    kapan update lg..
    gilaa .aq tiap hari buka wp kmu…
    tp gak ada 1 pun yg update …..
    :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: