– WINDOWPANE – KyuMIn – Boys Love – Chapter 2 –


Sungmin merasakan pergelangan tangannya semakin terasa dicengkram. Untuk beberapa saat ia bingung dengan kondisi yang sedang menimpanya saat ini. Kenapa Tuan Kyuhyun tidak juga melepaskannya? Dan kenapa ia menariknya seperti ini?

“Tuan.. Anda baik-baik saja?” mendengar suara tersebut membuat Kyuhyun berhasil menggerakkan bola matanya yang sedari tadi tidak bisa berpaling dari mata milik seseorang yang berada di hadapannya. Kyuhyun masih terdiam. Namun itu tidaklah lama hingga akhirnya ia bersuara. “Aku baik-baik saja.” Dan ucapan yang keluar dari Kyuhyun itupun berbarengan dengan terlepasnya pergelangan tangan Sungmin yang sudah dicengkram begitu lama.

Kyuhyun memundurkan tubuhnya dan bergerak menjauh. Sedangkan Sungmin sudah kembali bisa berdiri sendiri. Cukup lama kondisi berjalan hening. Sungmin nampak ingin bersuara dan Kyuhyun masih diam sembari menatap Sungmin dengan tajam. “Saya.. Saya pamit pergi.” Sungmin berhasil mengeluarkan suaranya. Namun Kyuhyun tak menjawab ucapan Sungmin yang sedang pamit padanya.

Matanya masih menatap sosok itu dengan lekat. Sungmin yang merasa atau mengira Kyuhyun mungkin saja sudah pergi karena tidak ada balasan dari ucapannya barusan pun memilih untuk mulai melangkah. Sejujurnya saja ia merasa heran atas apa yang baru saja Tuan Kyuhyun lakukan dan kenapa dia menariknya seperti tadi?

“Siapa namamu?” Sungmin kembali menghentikan langkahnya saat sebuah suara yang tidak asing nampak berbicara padanya. Itu suara Tuan Kyuhyun. Jadi dia masih disana dan belum pergi? Sungmin membalikkan tubuhnya berharap posisinya ketika berbalik akan pas dengan posisi Kyuhyun berdiri.

“Nama?” Tanya Sungmin untuk lebih meyakinkan pendengarannya.

“Eum.. Nama. Siapa namamu?” Tanya Kyuhyun. Sungmin berpikir dalam diamnya. Jadi selama mereka mengobrol di panti asuhan kemarin Tuan Cho Kyuhyun belum mengetahui nama dari lawan bicaranya?

“Hey. Kenapa tidak menjawab?”

Mendengar suara tersebut kembali tertuju kearahnya membuat Sungmin kembali sadar bahwa Kyuhyun masih menunggu jawabannya.

“Lee Sungmin.”

“Lee Sungmin?” Ulang Kyuhyun.

“Eum, Lee Sungmin.” Jawab Sungmin sekali lagi namun dengan seulas senyum tipis.

.

WINDOWPANE

KyuMin © God

Story © Chizawa Lynch

Rated : T

~KyuMin~

Warning : Mungkin OOC, Typo, Gaje. dll.

Genre : Drama, Hurt & Romance.

Length : Chaptered.

.

Boys Love

.

Point of View : Author

.

0o0o0

Chapter 2

.

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan dengan bantuan tongkat yang selalu bersamanya. Hidup 10 tahun dengan keadaan penglihatan seperti ini membuatnya terbiasa untuk lebih peka akan sekitar, tidak terkecuali pada keahlian untuk berjalan. Ia hanya perlu menajamkan pendengarannya untuk mengetahui kondisi yang ada di sekitarnya lalu mengikutinya.

10 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Sungmin. Melainkan itu waktu yang lama. Saat dihari dimana ia mengalami kecelakaan tersebut. Dan di hari itulah iya mendapatkan takdirnya. Sungmin hanya bisa mengurung dan berdiam diri. Ia tidak tahu kenapa hidupnya teramat buruk. Ia tahu betul kalau hidupnya tidak terlalu indah dibandingkan orang-orang di luar sana. Tapi meskipun begitu.. Ia masih ingin melihat dunia.

“Hyung?!” Sebuah suara yang sudah begitu ia kenal nampak tertuju padanya. Suara dari satu-satunya orang yang menjadi alasan Sungmin bertahan hidup di antara kegelapan. “Donghae-ah? Kau disini?” Tanya Sungmin kemudian.

Sungmin merasakan sebuah lengan melingkari bahunya dan dia yakin 100 % bahwa tebakannya tidak salah, ini Donghae. “Kibum meneleponku.” Ujar Donghae sembari membawa Sungmin ikut berjalan dengannya. “Kibum? Wae? Dan.. Dimana dia sekarang? Tadi dia pamit entah kemana.” Tanya Sungmin. Dia baru ingat tentang Kibum. Kemana orang itu?

“Dia bilang di telepon kalau ada sesuatu hal yang harus ia kerjakan dan itu mendesak. Jadi.. Dia menyuruhku untuk menjemputmu disini. Dan ngomong-ngomong.. Ada perlu apa Hyung berada disini?” Donghae bertanya.

“Hanya untuk hal yang tidak terlalu penting. Jangan dipikirkan. Dan oh ya.. Tidak apa-apa kau menjemputku seperti ini? Bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“Ini jam makan siang.. Jadi jangan cemas.” Donghae melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju mobil lalu membuka pintu dengan cepat. “Ayo.. Aku akan mengantar Hyung pulang.” Sungmin mengangguk sembari tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil.. Sungmin memilih diam dan Donghae juga terlihat lebih fokus pada kegiatan menyetirnya. Sungmin kembali memikirkan Tuan Kyuhyun. Setelah dua kali bertemu dengannya. Sungmin bisa mengambil kesimpulan bahwa Tuan Kyuhyun memiliki sifat yang agak sedikit kaku dan terkesan dingin. Tapi walaupun begitu, ia masih menganggap Tuan Kyuhyun adalah orang yang baik hati, ya setidaknya untuk saat ini.

Sungmin sedikit tersentak dari lamunannya ketika ia mendengar sebuah nada dering sebuah ponsel berbunyi. Dan ia tahu persis itu nada ponsel adiknya. “Halo. Kibum-ah?” suara Donghae terdengar menyebut nama seseorang yang nyatanya adalah Kibum.

“Ya.. Hyung sudah bersamaku saat ini. Kami sudah berada di mobil. Wae?” Sungmin tersenyum mendengar percakapan yang bisa ia dengar dari Donghae. Dan dia tahu kalau Kibum sedang menanyainya. “Aku sudah tahu betul apa yang akan terjadi kalau Hyung pergi denganmu. Kau akan keseringan pergi dan menyuruhku menjemput Hyung.. Bagus kalau aku sedang tidak ada pekerjaan.. Bagaimana kalau ada? Dan juga.. Berhentilah mengajaknya pergi ke tempat asing.” omel Donghae membuat Sungmin menahan tawa. Rasanya ia ingin sekali mendengar balasan Kibum di sana.

“Apa? Kau sekarang mau bilang ini untuk menyelamatkan hidup orang lain? Aku paham maksudmu.. Dan aku tahu itu tanggung jawabmu. Tapi kalau kau menemani Hyung-ku dan kemudian meninggalkannya sendirian.. Maka kau akan membuat hidup Hyung-ku yang terancam tidak selamat.” Dahi Sungmin mengerut. Kenapa percakapan mereka malah mengarah pada ‘Keselamatan hidup seseorang’ seperti ini?

“Araso.. Tenang saja. Aku ini bertanggung jawab. Kalau Hyung sudah bersamaku maka dia akan aman. Tidak seperti kalau Hyung denganmu. Dia akan terancam.” Sungmin mendengar sayup-sayup suara teriakan dari ponsel Donghae. Kibum sepertinya baru saja meneriaki Donghae. Ada-ada saja mereka berdua.

Berbicara tentang Kibum. Pertama kalinya ia mengenal Kibum ialah sejak 3 tahun yang lalu. Bertepatan ketika musim semi. Ia ingat betul saat itu ia sedang berada di panti asuhan seperti biasanya. Karena hanya disana ia bisa melakukan sesuatu yang sedikit bermanfaat untuk orang lain. Dan entah bagaimana caranya ia sudah mengobrol dengan seseorang yang tiba-tiba hadir disana, Kim Kibum. Orang itu bisa mencairkan suasana dengan begitu mudahnya. Bahkan Sungmin yang baru hari itu mengenalnya pun langsung merasa nyaman berbicara dengannya. Dan saat itulah ia merasa Kibum adalah sosok yang menyenangkan.

Untuk beberapa saat kemudian Sungmin bisa merasakan Donghae menepikan dan memberhentikan mobil. Sontak saja itu membuat Sungmin mengernyit heran. “Waeyo? Kenapa berhenti?” tanya Sungmin. Donghae melepaskan sabuk pengamannya lalu menoleh kearah Sungmin. “Hyung belum makan siang kan?” Tanya Donghae. “Kenapa memangnya?”

“Kenapa apanya? Tentu saja ayo makan. Aku juga belum makan siang. Jadi, ayo makan bersama.”

“Kau belum makan?”

“Saat jam makan siang dimulai aku langsung mendapat telepon dari Kibum.. Jadi aku belum sempat makan siang.. Terkadang aku ingin menjitak kepala orang itu.” Donghae kembali mengomeli Kibum yang entah sedang apa saat ini.

“Ya! Jangan mengomelinya. Aku yang memaksanya untuk menemaniku.” Ucap Sungmin. Membuat Donghae menatap kakaknya serius.

“Lain kali jangan minta temani dia lagi.. Dia suka pergi tiba-tiba.. Lihat sendiri kan hari ini?”

“Lee Donghae.. Jangan terlalu seperti itu dengan Kibum. Mungkin memang dia sedang ada pekerjaan mendadak?”

“Justru karena tahu kalau dia selalu melakukan pekerjaan yang sering mendadak makanya aku cemas kalau Hyung pergi dengannya.”

“Pekerjaan mendadak? Memangnya apa?” Donghae diam seketika. Ini terlalu jauh. “Eum.. Yah hanya pekerjaan yang tidak terlalu penting.” Jawab Donghae. Ia masih perlu menepati janjinya dengan Kibum untuk tidak memberitahu pekerjaan laki-laki itu. Terkadang ia bingung.. Untuk apa dia merahasiakannya dari Sungmin? Memangnya pekerjaannya itu melanggar hukum hahh?

.

.

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada setir kemudi yang berada di hadapannya. Sudah 15 menit ia diam dan tak melakukan apapun. Dia masih memikirkan apa yang ia lihat tadi.. Setelah 10 tahun lamanya akhirnya ia melihat Lee Donghae lagi? Dan untuk apa orang itu berkeliaran di perusahaannya? Kyuhyun mengerutkan dahinya ketika menyadari responnya tadi.

Sinting. Bagaimana mungkin ia memilih untuk bersembunyi dan ikut menarik orang buta itu bersamanya? Untuk apa pula ia bersembunyi? Untuk apa ia menghindari Donghae? Memangnya dia siapa?

Kyuhyun menjambak halus rambutnya dan mendesah entah kenapa. Matanya tidak sengaja menangkap buku yang diberikan orang buta itu padanya tadi. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengambil buku itu lalu melihat isinya. Kyuhyun membaca dan melihat puisi-puisi maupun gambar-gambar yang ia bisa bilang tidak terlalu menarik itu dengan raut datar.

“Mereka terlalu suka membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna.” Ucap Kyuhyun masih melihat isi buku tersebut dalam tenang. Rasanya Kyuhyun ingin memberikan sedikit kuliah untuk anak-anak disana agar lebih melakukan perbaikan mindset pada pola pikir aneh seperti ini.

TAP

Kyuhyun menutup buku itu dan membuka jendela mobilnya. Dengan cepat ia menjulurkan tangannya yang tengah memegang buku tersebut bersiap untuk melemparnya keluar. Namun ada sesuatu yang membuatnya urung melakukannya. Kembali Kyuhyun menarik tangannya dari jendela lalu kembali menutup jendela mobilnya.

“Saya kesini untuk menyerahkan ini pada anda. Anak-anak panti sangat ingin memberikan ini pada anda. Ini adalah puisi dan lukisan yang mereka buat sendiri.”

Ucapan orang itu entah kenapa kembali muncul dan mengusiknya. Membuat Kyuhyun merasa risih. Kyuhyun kembali mengangkat buku itu hingga saat ini sejajar dengan wajahnya. Dan cukup lama ia nampak berpikir.

“Terserah. Bukan urusanku.” Dan Kyuhyun pun melempar buku itu ke belakang hingga terjatuh di kursi penumpang dan kembali menjalankan mobilnya.

.

.

Sungmin mendengar suara tombol pintu apartemennya nampak sedang ditekan yang berarti Donghae baru saja pulang. Setelah suara pintu terdengar terbuka lalu tertutup. Sungmin bisa mengetahui kalau adiknya itu sedang berjalan kearahnya lalu duduk tepat di sampingnya. “Ya! Pergi ke kamarmu sana. Kenapa malah duduk disini?” Usir Sungmin.

“Sebentar saja. Aku hanya ingin menonton dulu baru nanti mandi.” Jawab Donghae sembari merampas remote dari tangan Sungmin. Terdengar suara channel yang sedang digonta-ganti oleh Donghae dan itu membuat Sungmin mengernyitkan alis. Tadi ia baru saja menemukan acara tv yang sedikit menarik.. yah walaupun dia tidak bisa melihat tapi dia sudah merasa lebih dari cukup dengan hanya mendengarnya saja.

Sungmin yang memang tidak mau berdebat dengan Donghae akhirnya tidak mendesak Donghae agar mengganti channel seperti semula saat adiknya itu belum pulang beberapa saat yang lalu tadi. Dan pada akhirnya ia hanya diam dan ikut mendengarkan acara tv yang sedang ditonton oleh adiknya tersebut.

“Hyung?” Disela-sela aktivitas menontonnya entah kenapa Donghae tiba-tiba memanggil Sungmin. Membuat Sungmin teralihkan fokusnya. “Apa?” sahut Sungmin. Tidak ada balasan dari Donghae untuk beberapa saat. Membuat Sungmin heran akan tingkah adiknya yang begitu aneh. “Donghae-ah? Kau tadi memanggilku kenapa?” Tanya Sungmin.

Sebenarnya Donghae tidak benar-benar menonton acara tv di depannya. Pemuda itu nampak sedang memikirkan sesuatu. Dan terlihat jelas perubahan ekspresi yang begitu kentara di wajahnya. “Apa Hyung.. masih tidak ingin ke rumah sakit?” terdengar jelas nada bicara Donghae begitu hati-hati. Melihat ekspresi Hyung-nya yang sudah akan berbicara membuatnya dengan cepat kembali bersuara. “Hyung jangan salah paham.. maksudku.. bagaimana kalau kita konsultasi terlebih dahulu? Yahh.. Hyung tahu sendiri ini sudah 10 tahun dan..”

“Donghae-ah..” Potong Sungmin cepat. Membuat Donghae akhirnya menghentikan ucapannya. “Kau tahu kan kalau aku tidak mau membahas mengenai hal itu lagi?” Donghae menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan menghela nafas panjang. Sudah ia kira akan begini respon Hyung-nya.

“Seperti ini saja sudah cukup.. sudahlah.” Lanjut Sungmin kemudian. Membuat Donghae terhenyak. Kalau kalian berpikiran bahwa ia tidak sama sekali berusaha untuk membuat Hyung-nya kembali mendapatkan penglihatannya maka kalian salah besar. Entah sudah berapa kali ia menyarankan dan mengajak kakaknya itu untuk ke rumah sakit agar membicarakan masalah matanya. Namun Sungmin terus menolak.

Donghae mendongak saat ia mendapati Sungmin berdiri dari duduknya seketika. “Sudah malam. Sepertinya sudah waktunya untuk tidur. Kau juga istirahatlah.. “ Dan Donghae pun hanya bisa menatap tubuh Hyung-nya dengan sedih. Kalau bukan karena Hyungnya bersikeras untuk menggantikannya bekerja malam itu maka sudah dipastikan dialah yang akan kehilangan penglihatannya. Tapi Tuhan berkehendak lain, Hyung-nya lagi-lagi menyelamatkannya.. menyelamatkan masa depannya.

Dan itulah yang membuatnya begitu bekerja keras untuk maju. Dia tidak ingin mengecewakan Hyung-nya dan dia masih ingin memberi perhitungan dengan pria itu.. Cho Kyuhyun.

.

.

Kyuhyun menatap sosok yang sedang duduk di kursi panjang itu dengan ekspresi datar. Entah kenapa sejak hari itu ia selalu memikirkannya. Membuat Kyuhyun merasa terganggu. Ia bingung ada apa dengannya dan apa yang terjadi padanya hingga mesti merasa terganggu hanya karena kehadiran sesosok asing? Kyuhyun bertanya-tanya pada dirinya sendiri.. apa ini kasus yang sama seperti saat ia SMA dahulu? Kalau ia sedang merasa terganggu dengan seseorang maka dengan ‘mengganggunyalah’ jalan keluarnya.

Kyuhyun memandangi Sungmin yang sedang duduk disana. Pemuda itu nampak tidak sendirian. Terdapat 5 orang anak kecil bersamanya kala itu. Anak-anak kecil disana terlihat sedang bermain dan bercanda pada satu sama lain. Dan itu membuat Sungmin tersenyum mendengarnya.

Kyuhyun dengan cepat memalingkan matanya dari sosok Sungmin. Ia merasa ada yang aneh padanya saat melihat senyuman itu. Kyuhyun menerka-nerka kembali perasaan seperti apa yang sedang ia rasakan ini? Dia begitu berharap bahwa perasaan ini tidak jauh berbeda dari perasaan terganggu yang seperti sering ia rasakan terhadap orang-orang miskin ketika semasa SMA dulu.

Tapi berulang kali ia menyangkal. Maka berulang kali ia akan sadar bahwa perasaan ini berbeda. Perasaan ini tidak seperti saat dulu ia merasa terganggu namun.. entahlah. Kyuhyun berpikir apa perlu ia membuktikannya sendiri? Apa perlu ia menggunakan metode-nya ketika SMA dulu untuk orang ini? Dengan cara ‘mengganggu’ apa mungkin itu akan membuatnya akan merasa jauh lebih baik?

Kyuhyun mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor dengan cepat. Matanya masih menatap sosok disana dengan tajam. “Besok malam adalah perayaan ulang tahun perusahaan kan?” Kyuhyun nampak berbicara pada seseorang di seberang sana. “Aku ingin kau mengatur sesuatu untukku.”

Kyuhyun diam untuk beberapa saat. Dia nampak berpikir.. apa perlu dirinya melakukan hal ini? “Berikan satu undangan untuk Lee Sungmin. Dan pastikan dia harus datang.” Dan Kyuhyun pun menutup sambungan telepon itu dengan cepat.

.

.

.

Donghae memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah Hotel berbintang. Ia menatap bangunan itu dengan sedikit cemas lalu kembali mengalihkan pandangannya menuju Sungmin yang berada di sampingnya, “ Hyung yakin bisa sendiri?” Tanya Donghae cemas. Sungmin memintanya untuk mengantarnya ke tempat ini. Ia bilang kalau dia diundang oleh perusahaan yang kemarin sempat membantu Panti Asuhan. Tapi bukan itu point-nya. Hyung-nya berbeda.. dia tidak bisa tenang kalau tidak menemaninya. Tapi sial dia ada rapat di kantor dan itu tidak bisa ditinggalkan begitu saja. “Jangan khawatir. Aku janji akan bisa menjaga diri sendiri.” Ucap Sungmin.

“Telepon aku kalau terjadi sesuatu? Araso?” Ucap Donghae. Dan itu membuat Sungmin tersenyum lalu mengangguk. “Araso. Tenang saja.” Donghae turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk Sungmin. Sungguh! Ia sangat tidak tenang memikirkan Hyung-nya.

Setelah mendengar mesin mobil Donghae nampak menjauh. Sungmin pun dengan berhati-hati memasuki gedung. Ia meminta bantuan seorang karyawan hotel untuk mengantarnya ke tempat acara yang tertera di kartu undangan. Dan ketika ia sampai, karyawan hotel itu pamit pergi kepada Sungmin dan kini Sungmin berdiri sendiri tidak tahu harus bagaimana.

Ia begitu tahu kalau dia tidak akan pernah bisa pergi ke acara seperti ini karena pada dasarnya ia memang berbeda dengan yang lain dan hanya akan menjadi pengganggu serta urusan orang lain. Tapi mengingat kebaikan hati perusahaan ini dan Tuan Kyuhyun membuat Sungmin merasa harus datang.

Sungmin kembali melangkahkan kakinya dan itu begitu hati-hati. Suara ketukan tongkatnya nampak mencuri perhatian sebagian besar tamu undangan lainnya. Sungmin terus melangkah. Ia tahu dan begitu sadar kalau sekarang pasti sudah begitu banyak pasang mata yang menatapnya. Tidak terkecuali satu sosok yang berada disana.

Dari kejauhan.. Kyuhyun memperhatikan Sungmin dengan mata yang menyorot begitu tajam. Ternyata orang itu benar-benar datang. Ia benar-benar tidak menduga bahwa orang buta sepertinya memiliki cukup nyali untuk datang ke tempat seperti ini.

Kyuhyun mulai mendengar bisik-bisik berisi komentar negatif untuk Sungmin. Tanpa ia duga ternyata sebelum dirinya yang memulai untuk menganggu orang itu nyatanya tamu lainnya sudah lebih dulu melakukannya. Nyaris semua mata dan perhatian kini terarah pada Sungmin. Pandangan merendahkan dan menghina sudah lebih dulu orang buta itu dapatkan.

Bahkan tak ayal para tamu disana dengan terang-terangan langsung mengatakan cemoohannya dengan suara yang begitu lantang dan tidak mungkin kalau Sungmin tak mendengarnya.

Kyuhyun mengangkat gelasnya yang berisikan wine menuju mulutnya lalu menenggak cairan pekat itu masih dengan mengawasi sosok Sungmin yang sudah terlihat tidak nyaman. Kyuhyun hanya ingin memastikan rasa terganggunya kali ini sama dengan rasa terganggunya pada orang-orang miskin saat ia SMA dulu.

Hanya sampai ia merasa senang melihat Sungmin dipermalukan maka itu sudah lebih dari cukup dan dia akan berhenti menganggunya. Tapi sampai saat ini perasaan puas itu belum juga muncul dan malah perasaan yang entah bisa dikatakan bertolak belakang kini sedang ia rasakan?

Kyuhyun masih diam di posisinya dengan secangkir wine dan mata menatap Sungmin. Kyuhyun bisa melihat wajah pemuda itu sudah pucat dan penuh rasa dipermalukan. Untuk sesaat Kyuhyun sudah ingin menghentikannya namun egonya berkata lain. Sesaat ia meringis dan tak bisa percaya pada pemikirannya barusan. Kenapa juga dirinya harus repot-repot membantu orang itu dan melibatkan diri pada urusan orang asing?

PRAK

Sungmin terjatuh tanpa ia sadari. Saat ini semua orang pasti memandangnya aneh dan begitu menyedihkan. Dengan cepat-cepat Sungmin meraba-raba lantai untuk mencari tongkatnya. Namun belum sampai tangannya menyentuh tongkat miliknya.. seorang tamu yang iseng malah menendang tongkat itu hingga bergeser agak jauh dari posisi Sungmin.

Untuk pertama kalinya pandangan Kyuhyun beralih dari Sungmin menuju orang lain. Kyuhyun menatap wanita yang menendang tongkat itu cukup lama. Entah kenapa ia merasa harus bisa mengingat jelas wajahnya.

Kyuhyun kembali menatap Sungmin dan kini mendapati seorang lagi yang dengan sengaja menumpahkan air minumnya ke atas lantai di dekat Sungmin terjatuh. Sungmin merasakan tangannya basah saat sedang meraba-raba lantai untuk mencari tongkatnya. Suara tawa terdengar bersamaan. Untuk sesaat akhirnya Sungmin sadar bahwa kini ia sedang menjadi bulan-bulanan banyak orang.

Sekuat tenaga Sungmin mencoba tampil kuat dan tidak terganggu sama sekali. Tapi manusia tetaplah manusia. Bahkan jika ia ingin kuat namun apabila kondisi begitu mengucilkannya maka tetap saja ia akan terlihat lemah.

Kyuhyun yang melihat itu masih diam dalam posisinya. Ia tidak akan melakukan apapun. Ia tidak akan mengikut sertakan kehadirannya hanya sekedar untuk orang asing seperti Sungmin. Ia meletakkan gelas yang tengah ia pegang dan bersiap untuk melangkah pergi dari tempat itu. Ia sudah tidak ingin melihat ketidakberdayaan orang buta itu. Namun baru dua langkah ia berjalan.. Sebuah suara sudah berhasil membuatnya menghentikannya langkahnya.

“Sungmin-ah.. berdirilah.”

Semua orang terdiam. Kyuhyun yang sudah berniat pergi pun seketika menghentikan langkahnya dan Sungmin yang berada disana terhenyak. Sebuah suara yang nampak tak begitu asing menuju kearahnya. Membuat Sungmin mengangkat wajahnya. Sungmin bisa merasakan tangannya sudah kembali menggenggam tongkatnya atas bantuan orang yang berada di depannya itu.

Nampak terasa juga kini telapak tangannya sedang dilap oleh orang itu dengan sebuah sapu tangan. “Apa yang kau lakukan disini sendirian?” Suara itu bertanya padanya, dengan berbisik. “Aku..” Sungmin tidak bisa melanjutkan bicaranya karena entah kenapa tubuhnya bergetar karena merasa dirinya begitu menyedihkan disini.

“Ayo.. kita pulang.” Sungmin mengangguk mengiyakan ajakan suara itu padanya. Dan entah kenapa airmata Sungmin malah mengalir. Sungmin berdiri dan langsung merasakan tangannya tengah digenggam.

“Orang ini kesini tadi bersamaku. ” Suara itu kembali terdengar. Setelah mendengar ucapan itupun nyaris semua orang yang mendengarnya hanya bisa menunduk tak tahu harus bagaimana.

“Berhubung dia bersamaku jadi kalau kalian menganggunya maka itu berarti kalian juga mengangguku.” Atmosfer seketika berubah. Wajah kedua oknum yang melakukan ‘bully’ kepada Sungmin tadi nyaris pucat pasih nampak tidak bisa berkata apa-apa mendengarnya.

Kyuhyun masih terdiam di posisinya. Tidak.. ini aneh. Kenapa dia tidak bahagia sama sekali melihat Sungmin dipermalukan. Kenapa? Kenapa ini berbeda seperti apa yang ia harapkan?

Mata Kyuhyun masih terus mengikuti tubuh Sungmin yang sedang berjalan dengan sosok asing lainnya disana hingga sudah tak bisa terlihat lagi. Siapa orang itu tadi?

“Tuan Jang?” Kyuhyun memanggil asistennya yang selalu berada di sampingnya. Dia perlu tahu siapa dan apa kedudukan orang itu “Ya tuan?” sahut asistennya dengan cepat.

Kyuhyun kembali merubah ekspresinya menjadi angkuh. Matanya kembali menjadi gelap. “ Siapa laki-laki itu tadi?” Tanyanya yang mengarah pada sosok yang membawa Sungmin pergi. Sosok yang dipanggil Tuan Jang tersebut nampak diam untuk beberapa saat mendengar pertanyaan Kyuhyun.

“Dia putra Dokter Kim.” Jawab asisten yang dipanggil Tuan Jang tersebut kemudian. Membuat Kyuhyun kian mengerutkan dahinya.“Dia tamu di acara ini?” Tanya Kyuhyun lagi. “Ya tuan.”

“Apa pekerjaannya?”

“Dia seorang dokter, sama seperti ayahnya.” Dahi Kyuhyun mengernyit lagi. Untuk apa seorang Dokter berada disini dan yang lebih anehnya malah menjadi tamu resmi. “Atas dasar apa dia diundang?” Kyuhyun berbisik pelan. Dia perlu tahu siapa orang itu dan apa latar belakangnya. Dan yang paling mengganggunya ialah kenapa dia bisa membawa Sungmin pergi bersamanya?

“Dia putra tunggal dari Dokter Kim atau lebih tepatnya pewaris utama Hospital Kingdom.”

“Hospital Kingdom?” Ulang Kyuhyun. Nama itu terdengar tidak asing di telinganya.

“Ya, Hospital Kingdom. Kerajaan bisnis yang berjalan di sektor kesehatan nomor satu yang nyaris memiliki setidaknya nyaris 80% saham di setiap rumah sakit, klinik, bahkan apotik yang tersebar di seluruh Korea.” Kyuhyun mengangkat salah satu alisnya setelah mendengar ucapan dari asistennya. Konglomerat seperti itu kenapa bisa mengenal Lee Sungmin? Kyuhyun kian penasaran.

“Siapa namanya?” Kyuhyun kembali bertanya. Kyuhyun merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Untuk apa dia bertanya mengenai laki-laki yang membawa Sungmin tadi? Memangnya apa perdulinya?

“Tuan Jang?” nada suara Kyuhyun terdengar lebih tinggi saat belum juga mendapat jawaban dari Asistennya itu atas pertanyaan yang ia layangkan. Sontak saja mendapati nada tinggi dari Kyuhyun membuat Tuan Jang terperanjat untuk beberapa saat. “Aku tanya siapa namanya? Siapa nama pria itu?”

“Namanya Kibum. Kim Kibum.”

.

.

.

Cont-

Chapter 2 finally updated ^^

Makasih atas komen teman-teman sekalian di Chapter 1 kemarin.. Cukup terharu(?) bacanya dan juga cukup merinding(?) baca sumpah serapah buat Kyu-nya *plak

Banyak yang pengen cepet-cepet Kyu-nya dapet karma ya? Iya.. saya juga pengen kok *tos bareng donghae* tapi emang klo mau bikin Kyu dapet karma ya mesti bikin Tuan Cho ini jatuh cinta dulu ama Sungmin kan ya? Baru dah tuh karmanya bakal datang.

Tapi tenang.. Kayaknya ga lama lagi si Tuan Cho yang tampan ini akan bertekuk lutut buat Sungmin. Kan udah ada tuh tanda-tandanya yah walaupun secuil hehe..

Sekali lagi makasih buat komen-nya.. komen lagi ya? ^^

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

10 responses to “– WINDOWPANE – KyuMIn – Boys Love – Chapter 2 –”

  1. afny kyumin says :

    Asliiii menyedihkan minnie di chap ini saeng😥

    Hayuuuuu kyunnie katakan perhatian dan kasih sayang mu kepada minnie…

    Smoga next chap ada pasien yg di dapat kim kibum sebagai pendonor mata buat minnie..

    Fighting……….. di tunggu next chap nya saeng \(^_^)/

  2. tika137 says :

    Jd ini alasan knp Kibum tdk mau kasi tau pkrjaanx. Sungmin tdk mau k doktr ya. Yah sayang skali…

  3. freakypicky says :

    Aahhh eoonn cepat bikin sungmin berobat untuk penglihatannyaaa peliisss-..- dan kim kibum dia keren sekali haha jadi kibum gamau kekayaannya/kedudukannya diketahui sungmin yaa?.. ah arraseo arraseo hehehe lanjut ya eoooonnnnn, fightingtingtingting

  4. Vivi says :

    Eonni ni FF, sumpah keren bnget eon…
    Lanjut dong eon, makin penasaran ma tokoh kibum oppa disini!

  5. NiCho2097 says :

    kibum oppa saranghae !!❤
    #BuangKyu
    #DibakarSparkyu

  6. niefi3ani says :

    aish chap ini bikin hati meradang😦 ya ampun kyu sungguh…teganya teganya teganya dirimu pada my bunny ming, untung ada bummie. Hei…kim kibum saranghae ^_^

  7. citra_ratna 868 says :

    Huwaaa..:'( kyu jahat sekali kasian ming…ohh itu sebab’a donghae merahasiakan perkerjaan kibum dr sungmin knp?

  8. Dwi Sugiarti says :

    ye ye ye…
    Plus untuk kim kibum…
    Wah semakin seru

  9. sara kyumin says :

    Wah kayanya kyu mulain jatuh cinta nih, tambah penasaran deh sm crtanya. Lanjut baca ya😀

  10. regita says :

    asliiiii banjir air mata><
    oh jadi kibum oppa dokter toh ?:D kirain kerja apaan-_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: