– Babble – Chapter 6 – KyuMin – Boys Love –


Sungmin menatap Kyuhyun yang berada di hadapannya tanpa berkedip. Ekspresi wajah Sungmin begitu tak terdefinisi setelah ia mendengar apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan.

“Kau.. kenapa berkata seperti itu?” Tanya Sungmin pada akhirnya. Airmata yang tadi membasahi wajahnya kini sedikit demi sedikit mulai mengering karena teralihkan oleh ucapan Kyuhyun yang begitu membingungkannya.

“Kenapa kau.. tidak bisa melihatku menangis?” Kembali Sungmin bertanya. Membuat Kyuhyun tidak tahu harus berkata apa-apa. Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya di bahu Sungmin. Pemuda itu berkali-kali mengedipkan matanya bertanda gugup.

“Cho Kyuhyun.. aku sedang bertanya. Kenapa kau-”

“Memangnya aku kenapa?” Kyuhyun langsung memotong ucapan Sungmin. Pemuda itu menatap Sungmin nampak sedang balik menantangnya. “Aku tidak bilang apa-apa kok.” Ucap Kyuhyun melanjutkan. Sungmin mengerutkan dahinya mendengar ucapan Kyuhyun. Apa-apaan orang ini? Apa dia ada kelainan kepribadian?

“Kau tadi bilang kalau kau tidak bisa melihatku menangis.. kau lupa?” Kyuhyun terdiam kaku saat Sungmin kembali mengatakannya. Pemuda Cho itu menatap tanah untuk beberapa detik dan kembali menatap Sungmin. “Mungkin kau salah dengar. Aku tidak merasa pernah mengatakannya.” Ucap Kyuhyun dengan ekspresi wajah tanpa dosanya.

Sungmin menganga mendengar ucapan Kyuhyun. Wahhh! Sepertinya orang ini benar-benar ingin menantangnya ya? “Kau sedang bermain-main denganku ya? Jelas sekali aku mendengarnya.” Sungmin benar-benar tidak mau kalah. Kyuhyun yang sebenarnya sudah begitu disudutkan pun mulai tidak tahan lagi.

“Kenapa kau yakin sekali? Aku yang bicara jadi aku yang lebih tahu.” Kyuhyun masih ngotot dan pemuda itu cepat-cepat pergi menuju mobil meninggalkan Sungmin yang tambah dongkol saja dengan sikap Kyuhyun. “Ya!! Kau mau kemana?! Kita belum selesai bicara!!”

Kyuhyun terus berjalan dan tidak sanggup untuk melihat Sungmin. Dia benar-benar malu. Kenapa juga dia bisa-bisanya mengatakan hal aneh seperti itu? Dan beruntung sekali bahwa seorang Cho Kyuhyun masih bisa mengelak dari pertanyaan Sungmin.

“Ya Cho Kyuhyun!” Kyuhyun tidak mau berbalik walaupun Sungmin meneriakinya disana. “Aku benar-benar mendengarmu mengatakannya tadi!”

“Mau sampai kapan kau disana?! Kau mau kutinggal ya? Cepat masuk mobil!” Kyuhyun akhirnya balas meneriaki Sungmin. Mendengar ucapan Kyuhyun entah kenapa membuat Sungmin yang ada disana malah mengulum senyum dan sesekali menahan tawa.

Dari sekian lama dan banyaknya hari ia terus-terusan bersama dengan seorang Cho Kyuhyun. Hari ini entah mengapa ia melihat Kyuhyun seperti sosok yang begitu menyenangkan.

.

.

BABBLE

.

KyuMin ⓒ God

.

Story ⓒ Chizawa Lynch

.

Rated : T

.

KyuMin

.

Warning : Mungkin OOC, Typo, Gaje, dll

.

Genre : Romance & Comedy

.

Length : Chaptered

.

Boyslove

.

Point of view : Author

.

0O0O0

Chapter 6

.

[FLASHBACK]

.

BRUKKK!

Sebuah bunyi keras terdengar di pelataran tempat loker sekolah. Sesosok tubuh nampak jatuh terduduk dengan bersandar pada badan loker saat setelah 3 murid lainnya yang mempunyai badan yang lebih besar baru saja mendorongnya begitu keras.

“Kau benar-benar sedang ingin menantang kami ya?” Salah satu dari ketiga orang itu mulai bersuara. “Kami sudah mulai muak melihat kau dan Lee Sungmin yang kau sebut Hyung itu.”

Ryeowook masih tidak bersuara. Ia hanya masih terdiam dan tak tahu harus berkata apa. “Kau lihat dia?” Satu yang berbadan paling tinggi kini sedang menunjuk salah satu rekannya yang berbadan sedikit gemuk. “Gara-gara Lee Sungmin.. dia dipukuli orangtuanya sendiri karena berkelahi dengan Sungmin yang merupakan penanam saham terbesar di perusahaan ayahnya bekerja.”

“Itu bukan salah Hyung.. dia dulu yang mulai.” Ujar Ryeowook.

“Aku tidak peduli. Kami benar-benar muak dengan tingkah kalian. Kenapa kalian berdua tidak sekolah saja di tempat orang kaya hahh?”

Salah satu dari mereka berjalan mendekati Ryeowook. “Kami tidak akan bertele-tele lagi. Jadi dengarkan baik-baik kalau kau ingin selamat.” Ryeowook tak bisa berbuat apa-apa. Sejujurnya dia begitu ingin melawan tapi pada kenyataannya dia tidak bisa. Dia begitu pengecut.

“Aku dengar.. malam ini Lee Sungmin diminta Guru Ahn untuk mengoreksi hasil ulangan kelas 2 di ruangan guru. Dan kudengar juga guru Ahn memiliki kebiasaan menyimpan kunci jawaban ujian di mejanya. Tapi sayang berhubung ruang kantor selalu dikunci. Dan beruntung malam ini ruangan itu dibuka karena Lee Sungmin disana.”

“Kau mau apa?” Tanya Ryeowook.

“Hanya butuh bantuanmu. Kau hanya perlu bertindak sedikit. Dan kami janji akan melepasmu. Kami tidak akan mengganggumu lagi. Bagaimana?”

.

.

.

Ryeowook berjalan menuju ruang guru. Ia melihat Sungmin ada disana. Ia begitu gelisah. Apa yang harus dia lakukan?

TOK

TOK

Sungmin mengangkat kepalanya dan menemukan Ryeowook disana. “Oh Ryeowook-ah.. kau belum pulang?” Sapa Sungmin.

Ryeowook tersenyum hambar membalas sapaan Sungmin. “Hyung sibuk tidak?” Tanya Ryeowook. Sungmin menatap pekerjaannya sejenak. “Tidak juga. Waeyo?” Ryeowook menggigit bibir bawahnya gugup. “Apa Hyung bisa menemaniku sebentar?”

“Kau mau kemana?” Tanya Sungmin.

“Aku kehilangan sesuatu. Sepertinya tertinggal di dalam kelas. Aku mau mencarinya. Tapi aku takut sendirian.” Sungmin mengangguk paham dan tersenyum. “Araso. Katjaaa.”

Setelah hanya menutup ruang kantor tanpa menguncinya. Sungmin pun keluar bersama Ryeowook. Sedangkan itu, Ryeowook sedikit melirik ke belakang menatap ruang kantor. Ia tidak tahu apa bisa yang dia lakukan ini akan dimaafkan oleh Sungmin.

Sesampainya di dalam kelas.. Sungmin langsung membantu Ryeowook mencari barangnya yang tertinggal. “Kau kehilangan apa?” Tanya Sungmin.

“Buku Bahasa Mandarin.” Jawab Ryeowook. Sungmin mengangguk dan mulai mencari. “Hyung?” Panggil Ryeowook sebentar. “Apa lagi?”

“Bisa aku pinjam ponsel Hyung sebentar? Aku perlu menelpon appa untuk memberitahu mungkin aku pulang terlambat.” Sungmin langsung memberikan ponselnya pada Ryeowook.

Ryeowook dengan perlahan-lahan keluar dari ruangan itu dan saat ia keluar. Salah satu dari ketiga orang yang tadi bersamanya sudah berada disana.

“Bagus. Kau boleh pulang. Sisanya kami yang akan melanjutkannya.”

.

.

.

Sungmin meneliti satu persatu kolong meja murid disana untuk mencari buku Ryeowook. Namun saat itu juga ia mendengar pintu yang tertutup. Sungmin terkejut dan sontak menoleh. Ia langsung berlari menuju pintu dan mencoba untuk membukanya.

“Apa ada orang diluar? Tolong buka pintunya!!!” Sungmin berkali-kali memutar knop dan memukul-mukul badan pintu tapi tak satupun menyahutinya.

Sungmin menoleh ke belakang dan seketika gugup. Sungmin mencoba mencari saklar untuk menghidupkan lampu tapi saat ia menekannya, lampu tak kunjung hidup. Sungmin kembali mencoba untuk memukul-mukul badan pintu. Sekali lagi ia menatap sekelilingnya. Ruangan ini begitu gelap. Apa yang harus dia lakukan?

.

.

“Aishh.. dimana benda itu jatuh?” Donghae berjalan menelusuri lorong-lorong kelas dengan bantuan cahaya senter. Dia terpaksa kembali ke sekolah karena ia merasa menjatuhkan sesuatu tadi. Dia kehilangan kartu pelajarnya disini.

“Oh.. Ryeowook-ssi? Kau belum pulang?” Donghae sontak bertanya saat ia tidak sengaja bertemu Ryeowook. Donghae memandangi pemuda di depannya itu sedikit aneh. Kenapa orang ini terlihat begitu gelisah?

“Oh.. Donghae-ssi.. ah ini.. bisa nanti kau berikan pada Sungmin Hyung? Aku tadi meminjam ponselnya tapi aku mencarinya dan kupikir dia sudah pulang.” Donghae menerima saja ponsel itu dan mengangguk saat Ryeowook pamit pergi.

Donghae terdiam sejenak nampak berpikir. Jadi Sungmin tidak langsung pulang setelah jam pulang ya? Donghae memandang ponsel itu dan seketika teringat dengan pemiliknya.

Besok dia akan berbicara dengan Sungmin apa yang selama ini ia sembunyikan dan mengatakan pada teman-temannya agar tidak lagi menyinggung hubungannya dengan Sungmin. Donghae harap Sungmin bisa mengerti. Dan mau menerimanya.

Donghae kembali melanjutkan jalannya dan mencari kartu pelajar yang ia jatuhkan.

“Apa ada orang di luar?!”

DUK

DUK

Donghae terdiam saat ia mendengar sebuah suara manusia. Pemuda itu mendekat ke sumber suara dan pada akhirnya mencoba membuka salah satu pintu yang ia tebak merupakan sumber suara. “Ada orang di dalam?” Tanya Donghae.

“Oh! Donghae-ah.. apa itu kau? Donghae-ah.. kumohon buka pintunya.”

Donghae tertegun saat ia dengan jelas mendengar suara itu. “Sungmin-ah?! Kenapa kau bisa di dalam?”

Donghae bingung bagaimana harus membukanya. Pemuda itu menatap lantai dan menemukan kunci yang tergeletak disana. Dengan cepat ia membuka pintu dan segera masuk.

Setelah masuk Donghae mencoba menekan saklar untuk menghidupkan lampu tapi entah kenapa lampu tidak kunjung menyala. Alhasil ia hanya menggunakan senter yang ia bawa sebagai sumber pencahayaan.

“Lee Sungmin!” Donghae dengan segera berjalan mendekati Sungmin yang terduduk di sudut ruangan. Ia menatap kekasihnya itu dengan cemas. “Kenapa kau bisa terkunci?”

Donghae menatap telapak tangannya yang kini dipegang erat oleh Sungmin. Dan ia bisa merasakan kalau tangan pemuda itu begitu dingin. “Tenang.. aku disini.”

.

.

Sungmin masuk ke dalam kelas dan tatapan matanya langsung tertuju kearah Ryeowook yang sudah ada disana. Sungmin berjalan menuju tempat duduknya dan sedikit melirik kearah Ryeowook yang tak kunjung berbicara.

“Apa tidak ada yang ingin kau katakan?” Ryeowook tetap tak menoleh kearah Sungmin dan terus fokus pada buku yang ada di hadapannya. “Baiklah.. itu hakmu untuk tidak bicara.”

Bel sekolah tanda masuk akhirnya berbunyi dan para murid pun dengan segera memasuki ruangan kelas. Sungmin mengeluarkan buku beserta alat tulisnya nampak bersiap mengikuti pelajaran setelah Guru Ahn memasuki kelas.

“Hari ini kita tidak jadi ujian.. karena ada sesuatu yang terjadi.” Seketika semua murid di kelas terdiam dan tidak lama dari itu juga terdengar helaan nafas lega.
“Ada yang mencuri kunci jawaban. Dan hari ini juga saya ingin orang itu mengaku.” Guru Ahn menatap Sungmin. “Lee Sungmin. Semalam saya menyuruhmu untuk mengoreksi hasil ujian kelas 2 kan?”

Seketika semua mata menuju Sungmin. “Ya. Benar Guru.” jawab Sungmin. “Sepertinya kunci jawaban itu hilang tadi malam. Apa kau pernah meninggalkan ruangan kantor tadi malam?” Seketika Sungmin ingat saat Ryeowook memintanya untuk menemaninya semalam. Sungmin melirik Ryeowook sebentar. Apa mungkin itu Ryeowook? Kalau dia berkata kalau dia sempat meninggalkan kantor karena diajak Ryeowook dan saat itu Ryeowook meninggalkannya entah kemana. Bisa jadi Ryeowook akan menjadi tersangka.

“Tidak ada Guru.” mendengar ucapan Sungmin pun membuat Ryeowook tertegun. Dia semakin bergetar. Apa harus dia berbuat seperti ini pada Sungmin. Ryeowook menoleh kearah bangku yang berada paling ujung. Salah satu dari ketiga orang yang semalam memaksanya untuk mengurung Sungmin kini sudah begitu mendesaknya.

“Guru..” Ryeowook berbicara dan semua murid menoleh. “Semalam.. saya juga ada di sekolah karena saya sedang mencari buku yang tertinggal.” Sungmin menatap Ryeowook dan mendengarkan ucapannya dengan hati-hati.

“Saat itu saya berjalan melewati kantor dan melihat Sungmin disana.” Sungmin mulai mengerutkan dahi. Apa yang akan dikatakan orang ini? “Saya.. saya melihat Sungmin mengambil kunci jawaban itu.”

Sungmin langsung berdiri dari duduknya dan menyangkal. “Itu tidak benar Guru. Saya tidak mengambilnya. Ya Kim Ryeowook.. apa yang sedang kau katakan? kenapa kau melakukan ini padaku?” Ryeowook hanya menunduk dan tidak berani menatap Sungmin.

“Kau.. apa salahku denganmu hahh?” ucap Sungmin tidak percaya.

“Lee Sungmin.. ikut saya ke kantor sekarang juga.” Sungmin menatap Guru Ahn tak percaya dan kembali menatap Ryeowook yang tetap bungkam.

.

.

Sungmin keluar dari kantor dengan wajah tertunduk lesuh. Pihak sekolah tidak memperpanjang masalah ini lagi karena mengingat ia adalah putera dari ketua komite sekolah. Tapi walau demikian.. kehidupan sekolahnya sudah tidak bisa diubah lagi. Semua orang kini menatapnya dengan pandangan tidak suka.

Di mata orang-orang ia hanyalah anak orang kaya yang selamat dari hukuman. Setahun ia harus menghabiskan kehidupan sekolah dengan pandangan orang-orang seperti itu.

Dan bagaimana dengan Ryeowook? bocah itu pindah sekolah. Tidak kah dia pengecut sekali? Sungmin menatap ruangan kelas yang ada di hadapannya. Saat ini ia hanya mempunyai Donghae. Hanya Donghae yang bisa ia ajak bicara. Setidaknya walaupun Ryeowook mengkhianatinya. Dia masih memiliki Donghae, kekasihnya.

“Kau belum juga mengatakannya? kau masih berpacaran dengan orang kaya itu?” Sungmin berhenti tepat di depan pintu. Ia menatap saat ini Donghae sedang terlihat berbicara dengan 3 orang temannya disana.

“Jangan ikut campur. Biar aku yang mengurusnya. Ini masalahku.” Ujar Donghae.

“Donghae-ah? jangan bilang kau ketagihan memacarinya? kau dapat apa darinya? Sebulan kau dapat uang berapa?”

Sungmin terdiam kaku mendengar percakapan disana. Sebenarnya apa yang sedang mereka katakan? “Kalian ini bicara apa?” Kesal Donghae.

“Kau mau pura-pura tidak ingat? kau yang membuat taruhan ini. Kau bilang kalau hanya dengan waktu satu bulan kau bisa memacari Sungmin yang terkenal kaya raya itu? dan kau sepertinya ketagihan pacaran dengannya. Tidak salah sih.. dia kaya seperti itu.” Ucap laki-laki berambut coklat tersebut pada Donghae dan saat itu matanya menatap sosok Sungmin yang berdiri di depan pintu kelas. “Lee Sungmin?”

Donghae mendongak dan kemudian menoleh saat temannya itu menyebut nama Sungmin. “Sungmin-ah?” panggil Donghae. Sungmin langsung pergi dari tempat itu dengan Donghae yang ikut menyusulnya. “Sungmin-ah! kumohon dengarkan aku dulu. Aku tidak bermaksud seperti itu.” Sungmin berhenti dan memilih berbalik badan dan menatap Donghae.

“Kau.. jadi selama ini kau hanya ingin uangku? Kenapa tidak bilang dari awal? satu juta? Lima juta? seharusnya kau bilang dari awal. Aku bisa memberimu.”

“Aku.. minta maaf.. tapi aku benar-benar menyukaimu.” Sungmin tersenyum sinis. “Menyukaiku? kau pikir aku akan percaya?”

“Sungmin-ah..”

“berhenti memanggilku seperti itu atau kau akan mati di tanganku.” Sungmin menggenggam tangannya menahan emosi. “Kita berakhir. Kau dengar?”

“Sungmin-ah.. kau tega sekali..”

“Tega kau bilang?” Sungmin menatap Donghae dengan begitu tajam. “Terserah kau mau bilang apa. Aku tidak perduli.” Sungmin kembali membalikkan badan dan pergi. Namun Donghae tak menyerah sampai disitu saja. Ia terus mengikuti Sungmin dan memanggilnya.

Sungmin tahu semua pasang mata disini tengah menatap mereka berdua. Ia tahu kalau saat ini di mata orang-orang ia kian menyedihkan.

Sungmin kembali berhenti melangkah. Tanpa menoleh ke belakang ia kembali membuka suaranya. “Sekali lagi kau memanggilku seperti itu aku akan benar-benar membencimu.” Sungmin sekuat tenaga menahan airmatanya. Sebenarnya ada apa dengan dirinya? Kenapa tidak ada satu pun yang tulus padanya? “Jadi.. jangan pernah memanggilku seperti itu lagi,”
Donghae tertegun mendengar ucapan Sungmin. “Aku tidak akan menuntutmu lebih karena hal ini. Kau hanya perlu berhenti memanggilku seperti itu.” Sungmin mengusap matanya sebentar dan kemudian ia membalikkan tubuhnya lagi dan tersenyum pada Donghae. “Terima kasih karena sudah menemaniku selama ini. Mulai sekarang kau bukan Donghae kekasihku lagi.. kau hanya Lee Donghae yang kebetulan satu sekolah denganku.”
Sungmin menjulurkan tangannya pada Donghae untuk bersalaman. “Perkenalkan.. namaku Lee Sungmin. Seniormu disini dan.. panggil aku dengan sebutan Hyung kalau kau ingin memanggilku. Kalau tidak.. aku tidak akan mau bicara denganmu lagi untuk selamanya.”

.

 

[FLASHBACK END]

.

.

Kyuhyun melirik sosok Sungmin yang nampak tertidur di kursi mobil yang ada di sampingnya. Untunglah orang ini tertidur. Sekali lagi Kyuhyun melirik Sungmin dan memastikan kalau pria itu benar-benar tidur. Kyuhyun juga tidak tahu pasti karena wajah Sungmin menghadap jendela. “Kau sudah tidur?” tanya Kyuhyun dan tak ada respon dari pertanyaannya itu. “Sepertinya ia benar-benar sudah tidur.”

Kyuhyun kembali fokus pada kegiatan menyetirnya. Setidaknya untuk saat ini Sungmin tidur dan tak lagi memaksanya untuk mengakui ucapannya yang begitu memalukan itu. “Berhubung kau sedang tidur sekarang.. kurasa tidak apa-apa aku mengatakannya kan?”

Kyuhyun terdiam sebentar dan melirik Sungmin sekali lagi. “Kau pasti tidak percaya kalau dari semua orang yang pernah kutemui selama ini hanya kau yang paling memiliki kepribadian yang sangat buruk.. aku tidak bohong.”

Sudah lama sekali rasanya Kyuhyun ingin mengatakan hal ini pada Sungmin. Tapi dia tidak berani mengatakannya secara langsung.

“Kau itu pemarah. Sering membuat kesal. Paling tidak mau menerima pendapat orang lain dan juga suka seenaknya sendiri.” Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir kalau seseorang akan memiliki sifat jelek sebanyak itu.

“Setiap hari bertemu denganmu pasti aku akan ikut-ikutan berteriak padahal dulu aku tidak seperti itu. Kau juga pendek.. sebenarnya kau itu tidak ada apapun untuk kau banggakan kecuali hartamu. Itu pun juga bukan hartamu sebenarnya karena itu harta ayahmu. Kau benar-benar tidak memenuhi syarat untuk menjadi pendampingku. Sangat tidak memenuhi syarat.”

Kyuhyun menarik nafasnya. Rasanya dia bisa merasakan bentuk kelegaan saat mengeluarkan unek-uneknya. “Aku selalu berkata pada ayah dan ibuku kalau tipe idealku adalah sosok yang lembut, penyabar dan baik hati. Tapi sekarang aku malah terjebak dengan orang seperti mu.” Dahi Kyuhyun berkerut saat memikirkannya. Kenapa ayahnya bisa berpikiran untuk menjodohkannya dengan orang seperti Sungmin?

“Tapi Lee Sungmin..” Kyuhyun tersenyum tipis saat itu. “Anehnya aku malah merasa betah denganmu. Setidaknya aku tahu kalau kau tidak berpura-pura selama ini. Kalau kau marah kau akan meneriakiku. Kalau kau kesal kau akan memukulku. Dan kalau kau sedih kau akan menangis di depanku. Dan aku menyukainya.” Kyuhyun tersenyum lebar saat mengatakan hal itu.

Kyuhyun kembali melirik Sungmin. “Oh ya.. ”

“Hahh.. aku benar-benar baru tahu kalau kau ini cerewet sekali?” Kyuhyun menoleh kearah Sungmin dan langsung terkejut saat pemuda itu bicara.

CKIITTT

Kyuhyun mendadak menginjak rem saat itu juga. Ia menatap Sungmin yang entah kenapa tiba-tiba menyahuti ucapannya. “Ya! Kau tidak tidur ya?!” Teriak Kyuhyun frustasi. Sungmin menoleh kearah Kyuhyun dan dengan wajah datarnya ia menggeleng. “Memangnya kenapa? Ada yang salah?”

Kyuhyun memejamkan matanya menahan malu. Jadi daritadi ia bicara dan Sungmin mendengar semuanya? Kyuhyun menyembunyikan wajahnya dengan cara menunduk. “Ya Cho Kyuhyun.. kau kenapa? angkat kepalamu..” Sungmin menggoncang -goncang tubuh Kyuhyun. Sungmin menahan tawa melihat Kyuhyun seperti ini. “Ya Cho Kyuhyun?”

“Jangan ganggu aku.. ini sangat memalukan kau tahu tidak?” sahut Kyuhyun. Sungmin berhenti menggoncang-goncang tubuh Kyuhyun dan kembali duduk bersandar. “Dan anehnya aku merasa betah denganmu?” Sungmin mengulangi ucapan Kyuhyun dan membuat pemuda Cho itu makin menutup wajahnya.

“Ya bocah! Apa kau sedang menyatakan cinta padaku?” Kyuhyun langsung menatap Sungmin tak terima. “Mwo? kau pikir aku sudah gila?” Teriak Kyuhyun.

“Kenapa kau berlebihan sekali? ya sudah kalau tidak begitu.” Jawab Sungmin acuh dan kemudian sudah tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa diam saat Sungmin malah mentertawainya. “Kau sedang mentertawaiku ya?” Tanya Kyuhyun. Sungmin tidak merespon ucapan Kyuhyun dan masih tertawa. Tapi walaupun begitu.. entah kenapa Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang sedang tertawa.

“Kau terlihat manis kalau sedang tertawa.” Mendengar ucapan Kyuhyun itu pun membuat Sungmin spontan berhenti tertawa. pemuda Lee itu menoleh kearah Kyuhyun tak percaya. “Mwo? kau bilang apa?”

Kyuhyun tersenyum tipis dan sedikit melirik kearah Sungmin. “Aku bilang kau terlihat manis kalau sedang tertawa.” Sungmin tertegun dan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Pemuda manis itu kini lebih memilih menoleh kearah jendela mobil. Sedangkan itu.. Kyuhyun juga nampak menoleh kearah jendela mobil yang ada di sampingnya.

“Berhubung kau terlihat manis saat tertawa.. jadi mulai sekarang sering-seringlah tertawa.” ucap Kyuhyun. Sungmin melirik Kyuhyun dan saat itu juga Kyuhyun menoleh kearah Sungmin hingga pada akhirnya tatapan mereka bertemu.

Untuk beberapa saat keheningan masih melingkupi mereka namun setelah itu.. keduanya tiba-tiba tertawa.. entah siapa yang memulai terlebih dulu. Yang jelas.. Untuk sejenak Kyuhyun dan Sungmin melupakan semua hal dan asik pada dunia mereka berdua. Ya.. hanya mereka berdua.

Setelah cukup lama saling melempar tawa satu sama lain akhirnya Kyuhyun meredakan tawanya untuk beberapa saat. Pemuda itu meluruskan pandangannya dan nampak kembali ingin berbicara.

“Aku ingin meminta izin padamu untuk bicara saat ini.. apa boleh?” Sungmin menoleh menatap Kyuhyun. “Tidak biasanya kau minta izin dulu padaku? Kau kan sudah biasa bicara seenak jidatmu.. jadi bicara saja.”

Kyuhyun tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Sungmin. “Kalau maksudmu seperti itu ya memang sudah hakku untuk berbicara tapi maksudku bukan seperti itu..” Kyuhyun sedikit menjeda ucapannya. “Maksudku selama aku bicara kau tidak usah menjawabnya dengan menyebalkan.. apa kau bisa?”

“Ya tergantung apa yang kau katakan. Kalau kau mengataiku ya mana mungkin aku diam saja.” Sahut Sungmin datar.

“Oke kalau begitu.” Angguk Kyuhyun paham. “Lee Sungmin..” panggil Kyuhyun. Sungmin tak menjawab dan membuat Kyuhyun mengerutkan dahi. “Lee Sungmin..” ulangnya lagi. Tapi tetap saja Sungmin tak menjawab. “Ya.. kenapa tak menjawab?” tanya Kyuhyun.

“Kau bilang tidak boleh menjawab dengan menyebalkan? Aku diam karena sedang tidak ingin menjawabmu dengan cara menyebalkan.” Jawab Sungmin sedikit masuk akal. Kyuhyun berdehem agak keras saat mendengar jawaban Sungmin.. orang ini masih bisa-bisanya bersikap menyebalkan seperti Ini rupanya.

Kyuhyun kembali meluruskan pandangannya kearah depan dan menyandarkan tubuhnya. “Aku mau bertanya sesuatu padamu.. tapi jawab dengan serius.”

Sungmin mengerutkan dahi.. sebenarnya orang ini mau bertanya tentang apa sih? Sungmin melirik Kyuhyun di sampingnya.

“Jika aku..” Kyuhyun menggantung ucapannya. “Jika aku bilang padamu kalau aku menyukaimu.. apa kau akan percaya?”

.

.

.

 

Cont-

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

5 responses to “– Babble – Chapter 6 – KyuMin – Boys Love –”

  1. kartika hutabalian says :

    Wuah, kyu ngaku kalau ia suka sama sungmin pas lagi tidur.. Eiit, sungmin dengar kyu malu banget.. Kyaaa, kyu malah nanya lagi kenapa gak langsung nembak aja sih..

  2. 33r says :

    Such a good moment :)) wait for your next!

  3. tika137 says :

    Percayalah… Hah Kyumin dsini lucu yah. Saling mengumpat tp sbnarx punya rasa. Ya! Cepat jadian

  4. Nadra kyumin says :

    Huaaa… Akhir nya update jg🙂

    Owh jd gtu knp ming brsikap dmikian ama donghae..

    Ah, kasemsem bgt liat kyumin. Hehe
    Kira2 ming percaya gak ea?
    Lanjut Des!
    Fighting!🙂

  5. regita says :

    ciye kyu suka beneran sma sungmin^^
    kasian bgt ryeoppa,coba aja jelasin dari awal pasti gk akan slah paham-,-
    next chap ditunggu^^ fighting buat nulis ff+chap-chap selanjut nya^^9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: