WINDOWPANE – CHAPTER 6 – KYUMIN – BoysLove


Kyuhyun tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan memeluk seseorang seperti ini. Dia tidak pernah mengira bahwa dia mau melakukan hal seperti ini. Lebih dari 20 tahun ia hidup dan ia belum pernah memeluk seseorang dengan begitu erat layaknya sekarang.

Ketika Sungmin berteriak padanya dan menangis. Ia ingin sekali memeluknya dengan erat. Namun berulang kali ia menahannya. Ia tidak ingin kembali bersikap ‘aneh’.

Namun saat airmata itu turun membasahi kedua pipi Sungmin. Kyuhyun merasa egonya luluh lantah dibuatnya. Demi apapun di dunia ini. Kyuhyun tidak ingin melihat airmata itu muncul kembali.

Perlahan ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan. Kyuhyun tidak tahu energi darimana yang membuat salah satu telapak tangannya menyentuh lembut kepala Sungmin dan membuat sosok itu kian menangis. Untuk pertama kalinya ia merasakan sebuah perasaan yang bisa membuatnya tidak mampu berkata-kata.

“Aku tidak tahu bagaimana wajahnya.” Kyuhyun berujar masih dengan Sungmin dalam pelukannya. “Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa menghancurkan hidupmu.” Kyuhyun meraih bahu Sungmin dan mendorong tubuh itu dan kemudian menatap Sungmin.

“Jangan pernah memaafkan orang itu.. apapun terjadi.”

Sungmin mendengar dengan jelas kata perkata yang tengah diucapkan Kyuhyun padanya. Hanya mendengar suara pria ini saja ia sudah merasa lebih baik. “Dan aku juga tidak akan membiarkan orang itu muncul di depanmu lagi.. aku berjanji.”

Kyuhyun tahu dia sudah terlalu jauh mencampuri hidup Sungmin. Ia juga tahu dia sudah terlalu bersikap aneh dengan pemuda di hadapannya ini. Tapi yang jelas.. apapun akan ia lakukan untuk membuat Sungmin tidak menangis.

.

WINDOWPANE

.

KyuMin ⓒ God

.

Story ⓒ Chizawa Lynch

.

Rated : T

.

KyuMin

.

Warning : Mungkin OOC, Typo, Gaje, dll

.

Genre : Drama, Hurt & Romance

.

Length : Chaptered

.

Boyslove

.

Point of view : Author

.

0O0O0

Chapter 6

.

.

Di tempat yang sama dan dalam jarak yang sedikit berbeda Kibum berdiri dan menatap dengan ekspresi datar kedua sosok yang tengah bersama itu dalam diam. Sebuah bingkisan yang berada dalam genggamannya nampak tak berarti apa-apa lagi saat ini.

Sejujurnya saja dia belum benar-benar pergi tadi. Dia bermaksud ingin kembali menemui Sungmin dan memberikannya sebuah hadiah kecil. Dan saat ia kembali pun ia hanya bisa melihat Sungmin sedang bersama orang lain.

Kibum mendengar semuanya. Ia tahu kalau Sungmin kehilangan penglihatannya karena ulah seseorang yang tak bertanggungjawab. Ia sudah tahu begitu lama kalau Sungmin masih bersedih mengingat impiannya yang harus kandas begitu saja. Tapi dia tidak pernah menyangka kalau selama ini alasan Sungmin tidak ingin dioperasi ialah karena tidak ingin melihat wajah orang brengsek itu lagi. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Sungmin begitu tersiksa selama ini.

Dan yang lebih membuatnya merasa tidak menyangka ialah kenapa dirinya harus tahu hal ini ketika mendengar Sungmin yang malah memberitahu pria lain apa yang selama ini ia pendam. Sebenarnya siapa pria itu?

Kibum membalikkan tubuhnya dan kembali berjalan menuju mobilnya. Sesampainya di dalam ia menaruh bingkisan itu di atas kursi yang berada tepat di sampingnya. Cukup lama dirinya hanya menatap datar ruang hampa yang berada di depannya.

Kibum membenamkan wajahnya dalam-dalam. Ia tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan saat ini. Kenapa ia merasa aneh saat melihat Sungmin berada di pelukan pria lain. Kenapa juga dia harus merasa sakit hati?

“Jangan seperti ini, kumohon.” Kibum berbicara pada dirinya sendiri. Ia tidak ingin mengakuinya. Ia tidak ingin menyukai Sungmin. Ia tidak ingin merasakan perasaan sakit hati seperti ini.

“Aku tidak bisa seperti ini.”

.

♥ WINDOWPANE ♥

.

Kyuhyun menatap satu persatu deretan bunga di hadapannya. Sejak kejadian dia yang memeluk Sungmin tempo hari. sudah begitu lama berkisar 2 hari ia tidak berani muncul di depan Sungmin. Kyuhyun juga tidak tahu kenapa. Hanya saja ia merasa seperti belum siap untuk melihat wajah itu lagi. Tapi hari ini ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Ia sangat ingin melihat Sungmin. Ia sangat ingin tahu kondisi Sungmin secara langsung.

“Kalian berdua kemari..” Kyuhyun memanggil dua orang karyawannya dan tentu saja dengan cepat dipatuhi kedua orang tersebut. “Ya tuan?” Jawab mereka bersamaan.

“Urus bunga-bunga yang ada disini. Khususnya yang ini dan ini..” Kyuhyun menunjuk dua bunga yang dianggapnya baik dan begitu mahal tentunya. Kedua karyawan yang ada disana pun dengan tanggap menganggukkan kepalanya bertanda paham.

“Aku akan masuk ke dalam mobil dan segera kirim bunga-bunga ini ke alamat yang tadi kukatakan. Aku akan pergi menuju suatu tempat sekarang.” Ujar Kyuhyun memberi perintah.

“Tapi tuan.. anda ada jadwal rapat satu jam lagi.” Kyuhyun menatap datar karyawan itu dan sedikit menyunggingkan senyum tak bersahabat. “Aku tidak peduli. Kalian bisa undur waktunya.” Ujar Kyuhyun dingin.

“Rapat kali ini berkaitan dengan project besar di pulau Jeju. Saya takut tuan besar Cho akan begitu marah mendengar anda ingin mengundur waktu rapat. Karena ini sungguh beresiko.”

Kyuhyun memutar bola matanya tak peduli. “Katakan padanya.. dia tidak akan jatuh miskin hanya karena satu project.” Kyuhyun berjalan menuju mobilnya setelah itu. Dia tidak menghiraukan kedua karyawannya yang nampak masih ingin membujuknya agar datang saat rapat.

Sesampainya di dalam mobil. Kyuhyun merasakan saku jasnya bergetar sehingga ia dengan cepat mengeluarkan ponselnya dari sana. Saat melihat nama kontak yang tertera disana. Kyuhyun hanya diam sejenak sebelum memutuskan untuk mematikan ponsel itu dan melemparnya ke kursi belakang mobil.

“Dia ayahku atau atasanku?” Tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri sembari tersenyum nanar.

.

.

.

Kyuhyun melangkahkan kakinya berjalan menelusuri rumput-rumput hijau tersebut. Kedua bolamatanya ikut tersenyum saat ia berhasil menemukan sosok Sungmin yang ia cari. Kyuhyun berhenti melangkah dan lebih memilih untuk berdiri diam di bawah salah satu pohon besar tidak jauh dari keberadaan Sungmin. Pemuda tinggi itu tiba-tiba kembali mengingat hal yang pernah dikatakan Sungmin tentang kenapa dia tidak ingin melihat lagi.

Kyuhyun tidak tahu kalau sosok Sungmin yang terlihat kuat bahkan disaat dia dicemooh banyak orang karena kekurangannya itu nyatanya begitu menyedihkan. Sungmin begitu pintar menyembunyikan perasaannya. Dan itulah yang membuat Kyuhyun merasa Sungmin begitu jauh untuk dirinya jangkau.

Pandangan Kyuhyun teralihkan saat beberapa orang lewat dengan berbagai jenis bunga-bunga yang ia tahu adalah pesanannya beberapa saat yang lalu. Kyuhyun tidak tahu apa ini akan membuat Sungmin senang. Sejujurnya ia merasa ragu.. apa Sungmin menyukai bunga?

“Tuan.. bunga-bunga ini harus diletakkan dimana?” Sungmin yang sedang duduk tenang disana pun merasa begitu terkejut saat seseorang menanyakannya hal yang begitu asing.

“Bunga? Apa yang anda sedang maksud?” Tanya Sungmin tidak mengerti. Kyuhyun yang sedari tadi berdiri diam pun segera bergerak mendekat. “Bunga yang cantik.. apa kau menyukai bunga?” Sungmin terdiam sejenak saat sebuah suara lain muncul. Dan entah apa yang terjadi membuat Sungmin tersenyum mendengar suara itu.

“Kyuhyun-ssi? Anda disini?” Kyuhyun merasa senang saat Sungmin kembali bisa mengenali suaranya dengan tepat. “Sepertinya panti ini sedang mendapat bantuan berupa kiriman bunga.. jadi mau diletakkan dimana?” Tanya Kyuhyun pada sungmin mewakili karyawan yang mengantar bunga.

“Eh? Itu.. letakkan di depan panti saja..” Sang pengantar bunga pun dengan cepat pergi dan menjalankan tugasnya. Setelah akhirnya hanya tersisa mereka berdua. Kyuhyun tanpa basa-basi ikut duduk di bangku yang sama dengan Sungmin.

“Aku tidak tahu donatur mana yang mengirim bunga-bunga ini. Tapi yang jelas mereka cukup indah. Apa kau… menyukainya?” Kyuhyun bertanya dengan sedikit nada aneh diakhir ucapannya. “Sepertinya terlihat begitu.. memangnya mereka mengantar berapa pot?”

Kyuhyun meraih sesuatu dari jas yang ia kenakan dan setelah itu membaca struk pembayaran pembelian bunga tadi. “Aku rasa ada sekitar 30.” Ujar Kyuhyun.

“30?” Kyuhyun mengangguk dan kembali mengiyakan. “Ne. Waeyo?” Tanya Kyuhyun. Apa jumlah itu begitu banyak atau malah sedikit bagi Sungmin?

“Jumlahnya sama seperti usiaku 2 hari lagi.” Kyuhyun langsung menoleh kearah Sungmin saat mendengar ucapan pemuda itu. 2 hari lagi? Apa maksudnya?

“Kau.. ulang tahun 2 hari lagi?” Tanya Kyuhyun. Sungmin mengangguk pelan sembari tersenyum. “Ne.. 2 hari lagi.” Kyuhyun masih memasang wajah bingung.. 2 hari lagi.. lalu apa yang harus ia lakukan?

“Lee Sungmin..?” Kyuhyun memanggil nama itu dengan lembut.

“Ya?” Kyuhyun tidak tahu apa yang akan ia ucapkan ini terdengar aneh atau tidak.

“2 hari lagi.. apa kau mau pergi ke taman hiburan?”

.

♥ WINDOWPANE ♥

.

Kyuhyun melangkah masuk dan melepas sepatunya. Saat ia berjalan melewati ruang tengah. Ia mendapati ayahnya yang sedang duduk disana. Kyuhyun tidak berniat untuk berbicara lebih lama maka dari itu ia memutuskan untuk lanjut berjalan.

“Apa begini sopan santunmu pada orangtua?” Kyuhyun secara spontan menghentikan langkahnya. Pemuda itu pun menyadari bahwa ayahnya sedang berjalan kearahnya. Dengan enggan ia membalikkan tubuhnya dan saat itu juga sebuah tamparan keras mengenai wajahnya.

PLAK

Kyuhyun tidak langsung bersuara saat tamparan itu datang padanya. Pemuda itu hanya bisa menatap wajah ayahnya dengan dingin. “Bisa-bisanya kau merusak project besar itu.. apa kau sedang ingin menjadi idiot?”

“Tiba-tiba ada sesuatu yang membuatku tidak bisa menghadiri rapat.” Ucap Kyuhyun. “Sesuatu? Lucu sekali.. kau tidak bisa menghadiri rapat tapi beberapa hari yang lalu kau bisa pergi ke panti asuhan wanita jalang itu lagi?”

Rahang Kyuhyun berubah tegang saat mendengar ucapan ayahnya. “Aku tidak mengerti atas apa yang ayah bicarakan.” Ucapnya datar. “Bukankah sudah kukatakan? Tidak ada gunanya pergi kesana. Dia sudah tidak peduli lagi padamu. Akulah yang membesarkanmu.”

Kyuhyun tidak tahu bagaimana ia dilahirkan. Ibunya lebih memilih untuk menyerahkannya kepada ayah dan pergi menjalani hidupnya sendiri. Sedangkan ayahnya begitu membenci ibunya tersebut. Lalu kenapa dia harus berada di antara kedua orang yang egois seperti ini?

“Aku tahu. Terimakasih sudah mau membesarkanku.” Ucap Kyuhyun. “Walau dia yang melahirkanmu.. tapi dia yang menjualmu padaku. Kau.. hanya anakku. Kau..hanya darah dagingku. Paham?”

Kyuhyun mengangguk paham. “Maka dari itu.. berhentilah melakukan hal yang tidak berguna. Kali ini kau kumaafkan.. karena aku yakin kau tidak akan pernah mengecewakanku.. karena kau mengaliri darahku.”

Kyuhyun merasakan sebuah tepukan pelan di bahunya sebelum ia melihat ayahnya yang sudah pergi menuju kamar tidur. Saat suara pintu yang tertutup terdengar. Kyuhyun tersenyum sinis.

“Ibu menjualku.. dan ayah yang membelinya. Kalian berdua sama saja.”

.

.

.

“Tidak biasanya kau menelponku untuk minum.. ada apa? Ada masalah?” Donghae bertanya pada Kibum yang sudah duduk tepat di seberang meja. Kibum hanya tersenyum simpul dan menyodorkan sebuah bingkisan pada Donghae. “Apa ini?” Tanya Donghae tak mengerti.

“Aku tidak sengaja melihatnya dan kurasa akan cocok untuk Sungmin.” Donghae membuka isi bingkisan itu dan melihat sepasang sepatu ada disana. Pemuda bermarga Lee itu cukup lama terdiam memandangi sepatu itu dan kemudian beralih memandangi wajah Kibum di hadapannya.

“Tidak sengaja melihatnya? Kau tidak berbohongkan tentang ini? Aku rasa kau membelinya untuk kado ulang tahun Hyung. 2 hari lagi.” Kibum yang baru saja ingin menenggak habis minumannya pun terpaksa ia urungkan. Pemuda itu dengan cepat mengangkat wajahnya dan memasang ekspresi datar. “Ulang tahun? Ah.. aku lupa. Tapi bagus sekali kalau kebetulan seperti ini. Kau bisa katakan dengannya kalau ini untuk ulang tahunnya.”

Kibum memasang senyum miris di sudut kedua bibirnya. “Kau berikan saja sendiri.. aku tidak mau menjadi pengantar barangmu.” Donghae kembali menyodorkan bingkisan itu kearah Kibum. Sementara itu Kibum masih tidak mau berbicara banyak. “Donghae-ah..” Panggil Kibum pelan.

Donghae mendongakkan kepalanya dan menatap sosok Kibum yang nampak berbeda dari biasanya.

“Kau tahu kalau Sungmin akhir-akhir ini sering terlihat bersama pria asing?” Tanya Kibum pada Donghae. Sontak saja pertanyaan itu membuat Donghae sedikit terkejut. Apa Kibum sedang membicarakan tentang Cho Kyuhyun?

“Aku tidak tahu. Apa Hyung sedang mempunyai teman baru?” Donghae tetap berlaga tidak tahu. Sedangkan itu Kibum hanya bisa menggeleng. “Entahlah.. tapi sepertinya Sungmin sangat nyaman dengan orang itu.” Ujarnya.

Donghae tidak bisa membiarkan Hyungnya dan Kyuhyun selalu bertemu. Ia tidak ingin Hyungnya berhubungan dengan pria brengsek itu entah apapun jenisnya. “Apa kau sekarang sedang cemburu?”

Kibum langsung mengangkat wajahnya dan menatap Donghae terkejut. “Apa maksudmu? Cemburu dengan siapa?” Tanya Kibum. “Kau pikir aku bodoh? Kau menyukai Sungmin Hyung.. apa tebakanku salah?” Kibum buru-buru mengalihkan pandangannya dari Donghae. “Kau mau bercanda denganku?” Ucap Kibum.

Donghae memandangi Kibum dengan wajah serius. Pemuda ini masih tidak ingin mengakuinya.

“Kibum-ah..” Kali ini nada bicara Donghae sungguh berbeda dari biasanya. Dan itu begitu jelas disadari oleh Kibum.

“Kalau kau menyukainya.. bergeraklah cepat. Kejar dia sebelum terlambat.. kumohon Kibum-ah.”

.

.

.

Kyuhyun menatap daerah pergelangan dan telapak kakinya yang tengah terbalut perban. Tadi pagi saat ia memantau pembangunan salah satu cabang perusahaannya ia mengalami kecelakaan cukup parah. Kyuhyun berdecak kesal mendapati dirinya seperti ini. Terlebih lagi ia sudah berjanji dengan Sungmin untuk menemaninya pergi ke taman hiburan.

Dan kini disinilah dia berada. Di dalam mobilnya dan sedang terjebak macet di kondisi hujan seperti ini. Kyuhyun berulang kali menatap jam tangannya dan memasang raut gelisah. Ini sudah jam 2 seperti yang ia janjikan untuk bertemu Sungmin tapi nyatanya ia malah terjebak di dalam mobil dan tak berdaya seperti ini.

“Apa ini akan lama?” Tanya Kyuhyun pada supirnya. “Ada truk yang terguling tepat di perempat jalan.. polisi masih berusaha menyingkirkannya. Sepertinya ini akan lama, tuan.” Kyuhyun berdecak kesal dan menatap ke luar jendela. Hujan masih turun lumayan deras dan dia tidak bisa membayangkan Sungmin akan menunggunya di saat kondisi seperti ini.

Kyuhyun mencoba menggerakkan salah satu kakinya dan langsung meringis menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Ia menjambak rambutnya sendiri karena merasa tak berdaya. Sekali lagi ia melihat keadaan luar dari jendela mobil. Seketika Kyuhyun teringat pada Sungmin yang entah dimana. Saat ini hujan. Dan Sungmin bisa kehujanan. Kyuhyun meraih pintu mobil dan cukup lama terdiam. Apa ini normal? Apa yang sedang akan ia lakukan ini adalah hal normal? Kyuhyun memejamkan matanya dan akhirnya sudah mengambil keputusan.

“Aku akan turun sekarang..” sontak saja ucapan Kyuhyun membuat supirnya terkejut.

“Tapi tuan.. di luar masih hujan.” Kyuhyun tidak bisa diam saja dan pada akhirnya ia mengambil sebuah payung dan bergerak keluar. Posisinya sudah lumayan dekat jadi ia pikir tidak akan masalah jika ia berjalan.

Kyuhyun berjalan dengan sedikit meringis. Ia menoleh kearah kakinya dan mendapati ďarah sudah mulai merembes dari perban. Kyuhyun tidak peduli dengan rasa sakit yang sedang ia rasakan. Ia terus membawa kakinya berjalan walau begitu pelan menembus hujan. Sungmin pasti sudah begitu lama menunggunya dalam kondisi seperti ini.

“Akh..” ringisan kembali terdengar dari bibir Kyuhyun saat kakinya kian perih. Kyuhyun menatap pintu gerbang dengan wajah lega dan kembali melanjutkan langkahnya menuju jembatan yang ia janjikan pada Sungmin untuk bertemu.

Saat ia tiba di tempat yang ia janjikan. Kyuhyun tidak bisa menemukan sosok Sungmin disana. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke segala arah. Dengan rasa perih yang masih begitu ia rasakan Kyuhyun kembali berjalan mencari Sungmin dan pada akhirnya matanya mendapati sosok Sungmin yang sedang berdiri tepat di bawah pohon tidak jauh dari tempat yang ia janjikan.

Kyuhyun menatap sosok itu dengan lega. Perlahan ia membuka payung yang ia bawa dan dengan cepat membawa kakinya menuju tempat Sungmin. Dan saat ia sudah sampai, dengan cepat Kyuhyun menadahkan payung itu tepat di atas kepala Sungmin dan hal itu membuat Sungmin terkejut saat merasakan air hujan tidak lagi membasahi tubuhnya.

“Kenapa kau berdiri disini?” Sungmin nampak terkejut saat mendengar sebuah suara. “Lihat.. kau basah.” Lambat laun akhirnya Sungmin tersenyum saat mengetahui kehadiran Kyuhyun. Akhirnya Kyuhyun datang.

“Kalau aku berteduh lebih jauh. Aku takut kau akan sulit menemukanku.” Jawab Sungmin. Kyuhyun memandang Sungmin sendu. Apa mungkin Sungmin takut kalau dirinya ini tak akan bisa menemukannya?

“Maaf. Aku membuatmu menunggu lama. Maaf.” Sungmin tersenyum saat mendengar suara Kyuhyun. “Tidak apa-apa.. Kyuhyun-ssi kau terdengar lelah.. apa kau baik-baik saja?” Tanya Sungmin. Ia bisa dengan jelas mendengar nafas Kyuhyun nampak tersengal-sengal saat ini.

Sedangkan itu.. Mendengar pertanyaan Sungmin, Kyuhyun baru menyadari kondisinya. Nafasnya terdengar tersengal-sengal, tubuhnya basah akibat hujan dan luka yang ada di kakinya kembali memburuk.

“Tidak.. aku tidak apa-apa.” Ujar Kyuhyun. Ya dia tidak berbohong. Ia benar-benar tidak apa-apa asal Sungmin juga tidak apa-apa. Kyuhyun tidak masalah dengan rasa sakit ini. Dan tepat pada hari ini, ia akhirnya bisa menyadari satu hal lagi.

Ia, Cho Kyuhyun. Bisa melakukan apapun demi Lee Sungmin. Dan hari ini salah satu contohnya.

.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin duduk di salah satu kursi panjang yang ada disana. Saat ini langit sudah kembali cerah dan hujan pun telah berhenti. Kyuhyun menatap kondisi kakinya yang saat ini begitu sakit luar biasa. Kyuhyun mencoba menyentuh kakinya sendiri namun saat itu juga ia memekik tak tertahankan. Mendengar Kyuhyun berteriak pun membuat Sungmin cemas. “Kyuhyun-ssi kau tidak apa-apa?” Mendengar Sungmin bertanya padanya dengan cepat Kyuhyun menahan suaranya. “Tidak apa-apa.. jangan khawatir.”

Kyuhyun memejamkan matanya menahan sakit. Tahan.. dia harus menahannya hanya untuk hari ini saja. Kyuhyun menatap Sungmin yang ada di sampingnya. Bagaimana bisa mereka sudah berada disini dan tidak melakukan apapun.

“Kau tidak ingin melakukan sesuatu?” Tanya Kyuhyun. Sungmin merasa bingung apa yang harus ia lakukan. “Aku tidak tahu apa ada yang bisa aku lakukan.” Kyuhyun diam untuk beberapa saat dan pada akhirnya memutuskan sesuatu.

“Aku tahu apa yang harus kita lakukan. Ayo jalan.” Kyuhyun nampak menahan sakit saat ia mulai berdiri dan menyebabkan kakinya harus berpijak pada lantai. Setelah mengetahui kalau Sungmin sudah berjalan tepat di sampingnya. Kyuhyun pun mulai melangkahkan kakinya.

Kyuhyun memejamkan matanya menahan rasa sakit saat ia mulai menggerakkan kakinya. Namun rasa sakit itu tiba-tiba terabaikan saat seseorang menyentuh lengannya. Kyuhyun menoleh dan mendapati Sungmin sedang memegangi lengannya erat. “Aku.. apa boleh aku berpegangan?”

Kyuhyun menatap lengannya yang tengah di pegang Sungmin dalam diam. Dan tanpa dirinya sadari Kyuhyun merasa tidak merasakan sakit lagi. “Tentu saja.. berpeganganlah yang erat.”

.

♥ WINDOWPANE ♥

.

“Kau bisa naik sepeda?” Sungmin terlihat bingung saat Kyuhyun menanyainya tentang hal tersebut. “Aku tidak pernah naik sepeda lagi setelah 10 tahun.. memangnya ada apa?” Kyuhyun mengangguk mengerti dan mulai meraih sepeda di hadapannya. “Bagaimana kalau naik sepeda dan berkeliling? Tenang saja.. aku yang mengendarainya.”
Kyuhyun segera naik ke atas sepeda dan menarik tangan Sungmin sembari menuntun pemuda itu agar segera naik. “Pegang yang erat? Araso?” Sungmin mengangguk dan Kyuhyun sudah nampak akan mengayuh sepedanya.

Kyuhyun terdiam sejenak saat ia menatap kakinya sebelum mengayuh. Ia yakin kalau lukanya akan semakin parah jika ia memaksakan kakinya itu untuk lebih banyak bergerak. Tapi hari ini ulang tahun Sungmin.. dan dia juga sudah berjanji. Maka dari itu Kyuhyun akan dengan sangat berusaha untuk mengabaikan rasa sakit itu untuk hari ini saja.

Kyuhyun memejamkan matanya penuh kesakitan saat ia dengan perlahan mengayuh sepedanya. Dirinya sudah tidak peduli lagi dengan keadaan perbannya saat ini. Yang ia tahu dirinya hanya perlu menahan rasa sakit ini dan terus mengayuh.

Sedangkan itu, Sungmin tersenyum lembut saat hembusan angin menerpanya. Sudah begitu lama ia tidak merasakan perasaan seperti ini. Sungmin mengeratkan genggamannya pada ujung baju Kyuhyun.

Apakah bertemu dan mengenal seorang Cho Kyuhyun adalah salah satu bentuk kebahagiaan untuknya? Saat ia bersama pria ini.. Untuk pertama kalinya Sungmin tidak pernah mempermasalahkan kondisinya yang tak bisa melihat. Saat bersama pria ini.. Sungmin merasa tidak apa-apa. Saat bersama pria ini.. Sungmin merasa hidupnya akan bahagia.

“Kyuhyun-ssi.. tiba-tiba aku penasaran tentang suatu hal.” Sungmin berujar pada Kyuhyun tentang isi pikirannya.

“Penasaran? Tentang apa?” Tanya Kyuhyun. Sungmin kian mengeratkan cengkramannya pada ujung baju Kyuhyun.

“Bagaimana rasanya saat seseorang jatuh cinta?”

Kyuhyun tercenung mendengar pertanyaan Sungmin. Jatuh cinta ya? Entahlah.. dia juga tidak tahu bagaimana rasanya. “Kau pernah berkata padaku kalau kau belum pernah merasa jatuh cinta. Dan sejujurnya aku juga begitu. Tapi akhir-akhir ini aku sering sekali merasakan perasaan yang aneh.. dan aku tidak tahu perasaan seperti apa itu.”

Sungmin tidak ingin berlarut-larut dengan rasa penasarannya dan memutuskan untuk tidak kembali membahasnya.

“Kyuhyun-ssi.” Panggil Sungmin.

“Terima kasih untuk semuanya.” Kyuhyun hanya bisa tersenyum saat mendengar ucapan Sungmin. Dan ia semakin bersemangat mengayuh sepedanya.

“Sama-sama..”

Kyuhyun mengulum senyumnya yang sebenarnya sudah tidak bisa ia tahan lagi.

‘Melihatnya menangis Aku ingin memeluknya. Melihatnya tersenyum aku ingin menciumnya. Sangat gila.’

.

.

.

Kyuhyun melirik Sungmin tak henti. “Apa kau yakin tidak ingin aku antar? Supirku bisa mengantarmu pulang..” Kyuhyun masih bersikeras untuk membujuk Sungmin namun kenyataannya ialah Pemuda manis itu berkata bahwa akan ada yang menjemputnya.

“Adikku akan kesini.. kau bisa pergi terlebih dahulu Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun akhirnya menyerah dan mulai beranjak pergi dari sana.. namun saat itu juga ia melihat seseorang yang begitu ia kenal tengah berjalan menuju kearahnya dan menatapnya dengan tajam. “Lee Donghae?” Ucap Kyuhyun menatap sosok itu.

Donghae menghentikan langkahnya dan tepat berdiri di hadapan Kyuhyun. Keduanya masih saling melempar tatapan tak bersahabat. “Kau mengikutiku?” tanya Kyuhyun dengan berbisik.

Mendengar pertanyaan yang Kyuhyun layangkan padanya, Donghae hanya tersenyum. “Menurutmu?” tanyanya balik pada Kyuhyun. Kyuhyun langsung mencengkram kerah baju Donghae dan menatapnya penuh emosi. “Sudah kubilang jangan main-main denganku.” Ujar Kyuhyun membuat Donghae tersenyum mengejek.

“Siapa bilang aku mengikutimu? Aku mengikutinya..” ujar Donghae sembari berbisik dan mengarahkan pandangannya kearah Sungmin yang berada sedikit jauh disana.

Mendengar ucapan Donghae itupun membuat Kyuhyun meradang. Pemuda Cho itu sudah akan kembali bersuara namun semuanya urung ia lakukan saat Donghae sudah terlebih dahulu bersuara.

“Sungmin hyung.. ayo pulang!!” Teriak Donghae pada Sungmin namun tatapan matanya masih tidak bisa lepas dari Kyuhyun. Donghae merasa Kyuhyun harus tahu dengan siapa dia selama ini bersama maka dari itu ia pikir apabila ia tahu kalau Sungmin adalah kakak dari musuhnya selama ini. Donghae rasa ia bisa sedikit menjauhkan Sungmin dari Kyuhyun dan juga ia berharap Kyuhyun akan meninggalkan Sungmin sekarang juga.

“Donghae-ah.. kau sudah datang? Cepat sekali.” Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap Sungmin yang bersuara. Wajah Kyuhyun mulai terlihat kian pias. Donghae menatap cengkraman Kyuhyun pada kerah bajunya yang mulai perlahan terlepas. Dia tidak peduli dengan perasaan Kyuhyun. Dia tidak peduli kalau hal ini akan membuat Kyuhyun makin terluka atau tidak. Karena saat ini ia hanya perduli dengan kakaknya.

Mungkin dia tidak bisa mengatakan pada Kyuhyun dan Sungmin apa penyebab mereka tidak boleh terus terlihat bersama. Maka dari itu hanya ini yang ia pikir bisa sedikit membuat Kyuhyun menjauhi Sungmin. Donghae melirik kearah Sungmin dan memandang sosok itu dengan pandangan penuh arti. Apa yang dia lakukan sudah benar? dia belum terlambatkan melakukan hal seperti ini? Kakaknya tidak akan terluka kan?

.

.

.

[EPILOG]

.

Kyuhyun melirik bagian pinggangnya untuk beberapa kali. Sudah sekitar 10 menit iya mengayuh sepeda dan ia terus-terusan mencuri-curi lihat kearah pinggangnya.

Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya saat menyadari kalau Sungmin sama sekali tak berniat untuk memeluknya atau bagaimana. Pemuda itu hanya terlihat memegang erat ujung bajunya dan juga itu hanya bajunya yang dipegang.

Kyuhyun nampak berpikir untuk beberapa saat. Tiba-tiba entah kenapa ia malah memikirkan sesuatu hal yang ia pikir sedikit aneh untuk dirinya lakukan. Tapi entah kenapa juga.. Kyuhyun merasa kalau dirinya perlu melakukan hal tersebut.

“Oh!! Ada batu besar di depan.. cepat pegangan!” Kyuhyun tiba-tiba berteriak dan membuat Sungmin secara spontan memeluk pinggang Kyuhyun. Kyuhyun yang merasakan tangan Sungmin sedang memeluknya pun tidak kuasa menahan senyumnya.

Sementara itu, Sungmin yang masih memeluk Kyuhyun pun merasa sedikit aneh. Sudah sekitar 10 detik dan tidak ada goncangan akibat batu ataupun akibat membelokkan arah. “Kau bilang tadi ada batu? Kenapa tidak ada goncangan?” tanya Sungmin yang sudah mulai melepas pelukannya pada Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan Sungmin itu pun membuat Kyuhyun bingung bagaimana harus menjawabnya. “Oh itu.. sepertinya aku salah lihat.” Ujar Kyuhyun asal. Sungmin tidak bertanya lebih lanjut. Bisa saja Kyuhyun memang salah lihat.

Kyuhyun kembali melirik kearah pinggangnya yang sudah kembali sedia kala. Sungmin sudah melepasnya lagi. Kyuhyun lagi-lagi tengah memutar otaknya dan sebuah ide lain muncul.

Kyuhyun mengangkat salah satu kakinya yang tidak terluka perlahan dan dengan anehnya kakinya itu ia gunakan untuk menendang ban depan sepeda sehingga terasa seperti terkena goncangan. Merasakan goncangan yang lumayan besar. Sungmin mau tak mau kembali harus memeluk Kyuhyun.

“Apa yang terjadi? batu sungguhan?” tanya Sungmin. “Eum.. batunya besar sekali.” jawab Kyuhyun seperti tanpa dosa. Kyuhyun sejenak menunduk mencoba untuk melihat tangan Sungmin yang sedang memeluk pinggangnya. Kyuhyun benar-benar tidak bisa menahan senyumnya saat itu.

Sementara Kyuhyun yang tersenyum sendiri sepanjang jalan. Sungmin hanya bisa bingung sekaligus siaga setiap saat.. ia begitu heran, kenapa lintasan yang mereka lalui ini begitu banyak batu dan sering kali mendapat goncangan?

.

.

.

Cont-

About kpopfanficcouple

Please leave comment after you read thx ^^

9 responses to “WINDOWPANE – CHAPTER 6 – KYUMIN – BoysLove”

  1. heldajungsoo says :

    aw aw kya.a kyu akan tau siapa org yang ia lukai dulu.

  2. kartika hutabalian says :

    Wuah, kyu terluka dikakinya tetap aja di ngajak sungmin main sepeda..
    Kyaaaa, donghae datang nunjukkin kalau ia dongsaeng nya sungmin ke kyu…

  3. 33r says :

    Oh tuhan i love this side of kyuhyun :” keep it up!

  4. tika137 says :

    Aku bingung mau dukung siapa. Mau dukung kyuhyun krn aku suka kyumin, tp tdk salah jg sih sikap donghae kalau mengingat perlakuan buruk Kyuhyun padax trutama Sungmin.

  5. Nadra kyumin says :

    Ksian ya liat kyu mati2an nahan luka d kaki nya. Tp kyk ny kyu bakalan jauh lbh terluka lg stelah ini..😦

    Lanjut chingu…! 🙂

  6. sara kyumin says :

    Wah jd pnasarn gmn klo sungmin tau kyu yg bikin dia buta ya.
    dtnggu updatenya

  7. Jira says :

    kyaaaaa.. kyuminnya :3

    akhirnyaaaa… kyuhyun tau!! rasakan kau cho!!! sungmin tdak akan trluka lebih dlm kalau kau sgra memberitahukan kebenarannya lee donghae!!-,-

  8. regita says :

    huah kasian kaki kyuhyun-,-
    makin penasaran gmn hubungan mereka yg selanjut nya
    semangat buat bkin chap selanjut nya ^^9

  9. niefi3ani says :

    donghae jahat😦 tega ya mainin perasaan hyung sendiri, kasihan ma kyu disaat dia mulai berubah eh mlh dia hrs tw kenyataan dia lah penyebab sungmin buta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: